Claim Missing Document
Check
Articles

Pengukuran Dampak Interferensi Sinyal Co-Channel dan Adjacent Channel pada Kualitas Layanan (QoS) Jaringan Nirkabel IEEE 802.11n Syafril Ardi Hermawan; Ahmad Jazuli; Esti Wijayanti
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol. 22 No. 3 (2026): Juli
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/progresif.v22i3.3885

Abstract

This research is motivated by the high number of complaints regarding IEEE 802.11n wireless network connection fluctuations at PT Ardi Karya Media due to the auto-channeling feature, which triggers overlapping in the 2.4 GHz spectrum. To address this problem, this study evaluates the impact of Co-Channel Interference (CCI) and Adjacent Channel Interference (ACI) using the Action Research method. The measurement process focuses on evaluating Quality of Service (QoS) parameters—namely throughput, delay, jitter, and packet loss—using Wireshark software across three testing scenarios: baseline condition, CCI exposure, and ACI exposure. The analysis results prove that CCI causes a drastic decline in throughput due to a high rate of data collisions, while ACI generates noise that degrades data integrity. As a technical solution, this research recommends implementing manual (static) channel management and migrating to the 5 GHz frequency band to ensure long-term connection reliability. Keywords: Action Research; Adjacent Channel; Co-Channel; Quality of Service; TIPHON Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya keluhan fluktuasi koneksi jaringan nirkabel IEEE 802.11n di PT Ardi Karya Media akibat fitur auto-channeling yang memicu tumpang tindih pada spektrum 2.4 GHz. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, studi ini mengevaluasi dampak Co-Channel Interference (CCI) dan Adjacent Channel Interference (ACI) menggunakan metode Action Research. Proses pengukuran difokuskan pada evaluasi parameter Quality of Service (QoS) yang meliputi throughput, delay, jitter, dan packet loss menggunakan peranti lunak Wireshark ke dalam tiga skenario pengujian: kondisi baseline, paparan CCI, dan paparan ACI. Hasil analisis membuktikan bahwa gangguan CCI menyebabkan kemerosotan throughput secara drastis akibat tingginya tabrakan data, sedangkan gangguan ACI menghasilkan noise yang mendegradasi keutuhan informasi. Sebagai solusi teknis, penelitian ini merekomendasikan penerapan manajemen kanal secara manual (statis) serta migrasi ke pita frekuensi 5 GHz guna menjamin keandalan koneksi untuk jangka panjang.
Analisis Peramalan Penjualan Gorden Menggunakan Metode Single Moving Average dengan Perbandingan Periode pada Usaha Ritel Fadhila Gorden Fadhila Mutia Rahmi; Ahmad Jazuli; Esti Wijayanti
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol. 22 No. 3 (2026): Juli
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/progresif.v22i3.3943

Abstract

The Fadhila Gorden retail business is facing critical instability in inventory management due to unpredictable sales fluctuations. This triggers the risk of financial losses from both overstocking and stockouts. This research aims to resolve this issue by predicting future sales using the Single Moving Average (SMA) forecasting method and implementing it into a web-based interface system. The research process was conducted by comparing the performance of three observation time-span scenarios—namely 3-, 5-, and 7-month periods—using 18 months of historical data. The performance accuracy level was measured using the Mean Absolute Error (MAE) and Mean Absolute Percentage Error (MAPE) parameters. The research results indicate that the 5-period scenario produced the lowest error rate, with an MAE value of 26.75 and a MAPE of 37.64%. In conclusion, the 5-period computational model proved to be the most precise and was successfully developed into a standalone interactive application. This system effectively provides a quantitative reference for the business owner to optimize the efficiency of raw material stock purchasing plans. Keywords: Sales forecasting; Single Moving Average (SMA); Inventory management; Web-based system. Abstrak Usaha Ritel Fadhila Gorden menghadapi urgensi ketidakstabilan manajemen persediaan akibat fluktuasi penjualan yang tidak menentu. Hal ini memicu risiko kerugian dari kelebihan maupun kekosongan stok barang. Penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan memprediksi penjualan masa depan menggunakan metode peramalan Single Moving Average (SMA) dan mengimplementasikannya ke dalam sebuah sistem antarmuka berbasis web. Proses penelitian dilakukan dengan membandingkan kinerja tiga skenario rentang waktu pengamatan yakni 3, 5, dan 7 periode bulanan—menggunakan 18 data historis masa lalu. Pengujian tingkat akurasi kinerja diukur menggunakan parameter Mean Absolute Error (MAE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skenario 5 periode menghasilkan tingkat kesalahan paling rendah, dengan nilai MAE sebesar 26,75 dan MAPE sebesar 37,64%. Kesimpulannya, model komputasi 5 periode terbukti paling presisi dan berhasil dikembangkan menjadi aplikasi interaktif mandiri. Sistem ini secara efektif memberikan acuan kuantitatif kepada pemilik usaha untuk mengoptimalkan efisiensi perencanaan belanja stok bahan baku.