Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Efektivitas stretching terhadap intensitas nyeri pada mahasiswa dengan Low Back Pain (LBP) Isnina Noor Sakinah; Fitri Arofiati; Azizah Khoiriyati
JHeS (Journal of Health Studies) Vol 3, No 2: September 2019
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.646 KB) | DOI: 10.31101/jhes.518

Abstract

Posisi duduk statis dalam jangka waktu lama beresiko terjadinya Low Back Pain (LBP) pada mahasiswa. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri pada LBP yaitu stretching. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas stretching terhadap intensitas nyeri pada mahasiswa yang mengalami LBP. Metode yang digunakan adalah quasy-experiment dengan rancangan pretest dan posttest with control group design. Jumlah sampel sebanyak 36 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Analisa data menggunakan uji Paired t-test dan Independent t-test. Hasil p value 0,006 menunjukkan adanya pengaruh stretching selama 1 minggu terhadap LBP. Diharapkan mahasiswa tetap melakukan stretching diantara kegiatan akademik yang harus dilakukan selama masa studi.
Reflective Practice on Nursing Students: A Qualitative Study Azizah Khoiriyati; Novita Kurnia Sari
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 6, No 2 (2021): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.842 KB) | DOI: 10.24990/injec.v6i2.391

Abstract

Introduction: The gap between theory and practice in clinical education settings is still common. Reflective practice in students of a profession program emphasizes the theoretical knowledge that has been acquired and the clinical experience. The purpose of this research was to explore the experience of reflective practice among the students of the Nursing Profession Program. Methods: A qualitative study design was undertaken. Focus group discussions were conducted with 16 participants divided into two groups using Zoom virtual meeting application. Instrument used semi-structured interview guidelines and data analysis used thematic analysis. Results: This research resulted in four themes, namely the gap between theory and practice; the benefits of reflective learning; experiences and expectations; and some barriers and challenges to reflective practice. Conclusion: Based on the existing results, it can be concluded that, although there are still some barriers in its implementation, the implication of this study can facilitate students of profession programs in overcoming the gaps between theories and practical experience during professional education.
Interventions for treatment of muscle cramps in hemodialysis patients: A systematic review Joey Anung Aninditya Widodo; Azizah Khoiriyati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2064

Abstract

Background: Physical disorders in patients undergoing hemodialysis therapy are problems that often occur in intradialysis, which if not handled properly will cause discomfort to the patient. Patients suffering from Chronic Renal Failure (CKD) often experience physical suffering and anxiety. Muscle cramps are often associated with hemodialysis side effects. Objective: This systematic review aims to determine interventions that can be used to treat muscle cramps in hemodialysis patients. Method: The research method uses PRISMA with a systematic approach and selection process. Library sources were traced from the ProQuest, Pubmed and Scient Direct databases.  Result: Based on the analysis through systematic review, several interventions can be used to treat muscle cramps in hemodialysis patients, namely isotonic exercise, range of motion, statin therapy. Conclusion: In conclusion, these interventions have an influence on the incidence of muscle cramps experienced by patients with chronic kidney failure during the process of hemodialysis therapy. Abstrak: Latar Belakang: Gangguan fisik pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa merupakan masalah yang sering terjadi pada intradialisis, yang jika tidak segera ditangani dengan baik akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada pasien. Pasien yang menderita Gagal Ginjal Kronik (GGK) sering merasakan penderitaan fisik dan kecemasan. Kram otot sering dikaitkan dengan efek samping hemodialisa. Tujuan: Systematic review ini bertujuan untuk mengetahui intervensi yang dapat digunakan untuk menangani kram otot pada pasien hemodialisa. Metode : Metode penelitian menggunakan PRISMA dengan pendekatan dan proses seleksi yang sistematis. Sumber pustaka ditelusur dari database ProQuest, Pubmed dan Scient Direct. Hasil: Berdasarkan analisis melalui systematic review didapatkan beberapa intervensi yang dapat digunakan untuk menangani kram otot pada pasien hemodialisa yaitu isotonic exercise, range of motion, statin therapy. Kesimpulan: Kesimpulan intervensi-intervensi tersebut memiliki pengaruh terhadap kejadian kram otot yang dialami pasien gagal ginjal kronik selama proses terapi hemodialisa.
EFEKTIFITAS SKALA BRADEN DAN SKALA WATERLOW DALAM MENDETEKSI DINI RESIKO TERJADINYA PRESSURE ULCER DI RUANG PERAWATAN RUMAH SAKIT “X Sukurni Sukurni; Elsye Maria Rosa; Falasifah Ani Yuniarti; Azizah Khoiriyati
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : Jurnal Kesehatan Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v6i2.279

Abstract

Latar Belakang: Pressure ulcers merupakan masalah utama dalam pelayanan kesehatan yang bisadicegah. Pengkajian pressure ulcers dengan menggunakan skala Braden dan Waterlow sebagai saranapencegahan yang perlu diuji efektifitasnya. Tujuan penelitian ini menganalisis efektifitas skala Bradendan skala Waterlow dalam mendeteksi dini resiko terjadinya Pressure Ulcer di Ruang PerawatanRumah Sakit “X.”Metode: Penelitian ini merupakan cohort prospective. Pengambilan sampel menggunakan purposivesampling dengan jumlah 34 responden. Responden dilakukan pengkajian resiko pressure ulcersmenggunakan dua skala Braden dan Waterlow pada hari ke-1, 5 dan ke-10. Uji bivariat perbedaanpengkajian resiko pressure ulcers menggunakan independent t-test. Uji diagnostik sensitifitas,spesifitas, nilai duga positif dan nilai duga negatif dengan analisis tabel 2 x 2.Hasil: Pengkajian resiko pressure ulcers menggunakan kedua skala pada hari ke-1, ke-5 ke-10 masingmasing didapat nilai signifikansi p=0.001, p=0.040 dan p=0.021. Nilai sensitifitas skala Braden 91%dan Waterlow 60%. Nilai spesifitas Skala Braden 42% dan Waterlow 78%. Nilai Duga Positif skalaBraden 74% dan skala Waterlow 88%. Nilai Duga Negatif skala Braden 71% dan skala Waterlow41%.Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna pengukuran kedua skala pada pengkajian hari ke-1,ke-5 dan ke-10. Skala Braden lebih sensitif untuk mendeteksi resiko pressure ulcers.
Pemberdayaan ‘Aisyiah Dalam Penanggulangan Bencana Melalui Peningkatan Kapasitas Dalam Pemberian Pertolongan Pertama Pada Penyintas Bencana Nur Chayati; Al Afik; Azizah Khoiriyati; Fitri Arofiati; Aoladul Muqarrobin
VIDHEAS: Jurnal Abdimas Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : VINICHO MEDIA PUBLISINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat situasi bencana kemungkinan akan ada korban bencana. Petugas kesehatan juga akan mengalami keterbatasan saat kondisi bencana. Masyarakat memiliki peran penting dalam bekerjasama memberikan pertolongan pertama pada korban bencana sehingga perlu untuk meningkatkan kapasitas kemampuan masyarakat dalam pemberian pertolongan pertama pada korban bencana. Pembentukan kader ‘Aisyiah dalam rangka upaya peningkatan kapasitas dalam pemberian pertolongan pertama pada korban bencana dilakukan melalui tiga program kegiatan yang meliputi pelatihan pertolongan pertama pada korban bencana serta pembentukan relawan ‘Aisyiah tanggap bencana. Hasil kegiatan menunjukkan ada peningkatan skor pengetahuan dari nilai pre dan post test. Para peserta sangat antusias dan memiliki respons yang baik selama proses pelatihan pemberian pertolongan pertama pada penyintas bencana. Selain itu, telah terbentuk tim relawan Aisyiah dalam pemberian pertolongan pada bencana.
PENGARUH AUTOGENIC TRAINING DALAM MENURUNKAN RESPONS STRES MAHASISWA KEPERAWATAN Neng Annis Fathia; Shanti Wardaningsih; Azizah Khoiriyati
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 2, No 2 (2017): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v2i2.7

Abstract

Latar Belakang; Autogenic training (AT) merupakan suatu latihan yang bertujuan untuk memberikan efek relaksasi, meringankan gangguan psikosomatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh autogenic training dalam menurunkan respons stress mahasiswa keperawatan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Quasi Eksperimental Using a Pretest-Posttest Design. Sebanyak 30 orang mahasiswa ditahun pertama salah satu perguruan tinggi swasta terlibat dalam penelitian ini.Hasil; Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang bermakna pada respons stres. Secara klinis menunjukkan perubahan respons stres baik sebelum dan sudah diberikan intervensi autogenic training.dengan p value 0.027. Autogenic training merupakan bentuk psikofisiologis yang dapat membantu seseorang untuk mengkondisikan dirinya sendiri dengan menggunakan konsentrasi pasif dan beberapa kombinasi stimulasi psikofisiologis yang disesuaikan dengan kebutuhan therapy.Kesimpulan; Autogenic training secara signifikan mampu menurunkan respons stress mahasiswa keperawatan. Kata kunci : Autogenic Training, Respons Stress, Mahasiswa Keperawatan
PENGARUH INTRADYALITIC EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI PASIEN HEMODIALISA RUTIN DI UNIT HEMODIALISA RSUD Dr. TJITROWARDOJO PURWOREJO Wiwit Sugiarti; Sri Nabawiyati Nurul Makiyah; Azizah Khoiriyati
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 3, No 1 (2018): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v3i1.60

Abstract

Latar belakang; Nyeri muskuloskeletal merupakan gejala yang dialami pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.Manajemen nyeri dapat menggunakan distraksi relaksasi konvensional dan intradialytic exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Intradialytic exercise dalam menurunkan nyeri pada pasien hemodialisa rutin di Unit Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Tjitrowardojo Purworejo.Metode; Rancangan penelitian yang digunakan eksperimen semu dengan desain pretest-posttest with control group. Respondennya 36 orang, terdiri dari 18 pasien yang diberi Intradialytic exercise sebagai kelompok intervensi dan 18 pasien lainnya hanya diberikan distraksi-relaksasi konvensional sebagai kelompok kontrol.  Pengukuran nyeri menggunakan Visual Analog Scale. Analisis datanya menggunakanPaired t Testdan  Independent Sample t Test.Hasil;  Hasil penelitian didapatkan perbedaan penurunan yang signifikan terhadap skor nyeri pre dan postes pada kelompok baik intervensi dan kelompok kontrol dengan p value 0,000 (p< 0,005 dan metode Intradialytic exercise lebih efektif dalam menurunkan skor nyeri dibandingkan metode distraksi-relaksasi konvensional pada pasien HD rutin  dengan p value 0,000 (p< 0,005). Kata kunci: Intradialytic Exercise, Nyeri
Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat Melalui Penyuluhan Tuberculosis Di Padukuhan Klaci 1 Kelurahan Margoluwih Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman Yogyakarta Wilastu Suci Mahanani; Cupik Shaliha Putri Ambarwati; Arum Cahyaningtiyas; Amalia Alfiyani; Karina Kim Maharani; Fajri Nurhakim; Siti Roudhotul Jannah; Farhan Dimas Rasidy; Azizah Khoiriyati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh adanya kuman Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyebar melalui udara. KKN IPECP (Interprofesional Education and Collaborative Practice) merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam membantu pemerintah mengatasi dampak TBC dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat. Program kerja KKN IPECP bertujuan mencegah penyebaran dan menekan penyakit TB dikalangan masyarakat Dusun Klaci 1. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kepada masyarakat mulai dari remaja, ibu PKK, serta bapak-bapak pengguna rokok. Penyuluhan ini dilakukan dengan apersepsi pengetahuan peserta terkait penyakit tuberkulosis lalu dilanjutkan dengan proses penyampaian materi. Hasil kegiatan “Sikat TB” menunjukkan bahwa sebanyak 0,61% jiwa menderita TB dari total penduduk sebanyak 978 jiwa, dengan usia terendah 2 tahun dan usia tertinggi 56 tahun berjenis kelamin laki-laki. Adanya kegiatan ini memberikan stimulasi positif dan semangat warga terdeteksi TB untuk menerapkan patuh minum obat sesuai dengan yang diresepkan oleh dokter dan memahami pola hidup bersih dan sehat yang dapat mempengaruhi penyebaran transmisi bakteri.