Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH MEDIA APLIKASI SPEAKY.COM DALAM KETERAMPILAN MEMPERKENALKAN DIRI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS BINA SARANA INFORMATIKA Istihayyu Buansari; Maulani Pangestu; Yasir Riyadi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i2.12180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan penggunaan aplikasi Speaky.Com pada penilaian memperkenalkan diri mahasiswa Bina Sarana Informatika. Pendekatan yang digunakan oleh peneliti pada penelitian ini yaitu kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yakni menggunakan bantuan software SPSS Versi 26 yaitu untuk menghitung uji normalitas dan hipotesis penelitian (Uji T). Variabel dalam peelitian ini yaitu terdiri dari dua jenis yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas (X) pada penelitian ini yaitu aplikasi speaky.com dan variabel terikat (Y) pada penelitian ini yaitu pembelajaran bahasa Inggris pada materi memperkenalkan diri. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa semester 2 mata kuliah dasar umum bahasa Inggris sedangkan, sampel pada penelitian ini yaitu terbagi menjadi dua yaitu kelas eksperimen dan kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu terbagi menjadi teknik tes yang digunakan untuk mengukur secara objektif untuk mendapatkan data terkait kemampuan mahasiswa dalam pembelajaran bahasa Inggris materi memperkenalkan diri menggunakan aplikasi speaky. Berdasarkan hasil eksperimen yang telah dilakukan dengan menggunakan aplikasi speaky nilai mahasiswa terkait materi memperkenalkan diri mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari nilai kelas kontrol serta melebihi standar nilai cukup. Hal itu dikarenakan dengan menggunakan aplikasi speaky mahasiswa dapat mempraktikan secara langsung dengan seseorang yang menggunakan bahasa inggris sebagai penutur asli yang berasal dari berbagai belahan dunia.Kata Kunci: keterampilan memperkenalkan diri, speakly.com, mahasiswa
HEGEMONI PATRIAKI DALAM NOVEL TERJEMAHAN THE STARS SHIE DOWN: SEBUAH KAJIAN BUDAYA Maulani Pangestu; Istihayyu Buansari; Prapti Wigati Purwaningrum
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan hegemoni patriarki dalam novel terjemahan The Stars Shine Down karya Sidney Sheldon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Novel terjemahan karya Sidney Sheldon berjudul The Stars Shine Down dianalisis dengan menggunakan teori hegemoni patriarki dari Antonio Gramsci. Dalam teorinya, Gramsci mengklasifikasikan hegemoni ke dalam tiga bentuk: Hegemoni Integral, Hegemoni Dekaden, dan Hegemoni Minimal. Novel tersebut menjadi sumber data utama dalam penelitian ini. Data yang dikumpulkan berupa kata, frasa, kalimat, kutipan, serta narasi atau wacana yang menggambarkan dan merepresentasikan dominasi hegemoni patriarki publik terhadap tokoh perempuan dalam cerita. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode baca dan catat, di mana peneliti membaca teks secara berulang dan mencatat data yang relevan. Proses analisis data mengacu pada konsep hegemoni menurut Gramsci. Langkah awal dalam kajian ini adalah mengidentifikasi kata, frasa, kalimat, dan konteks dalam novel yang mencerminkan dominasi patriarki, untuk kemudian dianalisis lebih lanjut. Ditemukan pula bahwa jenis hegemoni patriarki yang ditemukan dalam novel ini terdapat empat jenis yaitu kekerasan, seksualitas, budaya dan produksi rumah tangga. Kemudian dua jenis hegemoni patriarki pertama yang paling dominan adalah kekerasan dan seksualitas.Kata kunci: Patriarki, Hegemoni, Novel
Stimulating Critical Literacy through Extensive Reading: A Qualitative Study in an EFL Classroom at Universitas Bina Sarana Informatika Istihayyu Buansari; Maulani Pangestu; Fiza Asri Fauziah Habibah
Wanastra: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 18 No. 1 (2026): March
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/wanastra.v18i1.12129

Abstract

In many EFL classrooms, reading instruction still focuses heavily on linguistic comprehension, often leaving little room for students to question texts or reflect on the social values found in them. As a result, students may understand what a text says but rarely explore what it means beyond the surface. This study aims to explore how Extensive Reading (ER), implemented as an additional reading activity, can support the development of students’ critical literacy. Using a descriptive qualitative design, the research was conducted in an English Prose Analysis class with 38 students at the Faculty of English Literature, Universitas Bina Sarana Informatika. Data were collected through questionnaires and follow-up in-depth interviews. Although all students completed the questionnaire, three volunteered to participate in the interviews, and their insights served as the primary data for deeper analysis. The data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that when ER is combined with critical questioning, it encourages students to challenge assumptions, relate texts to broader social and global issues, and develop greater awareness of perspectives such as gender, environmental concerns, and human rights. These results suggest that ER can go beyond improving reading fluency and serve as a meaningful strategy for fostering critical literacy in EFL classrooms. This study adds to the existing discussion on extensive reading by showing how ER activities can also encourage the development of students’ critical literacy in an EFL classroom, a perspective that has not been widely explored in previous studies. The findings also suggest that incorporating critical questions into extensive reading activities can help lecturers guide students to read more reflectively and connect texts with broader social issues.
The Code-Mixing Between Waiters and Customers at Pizza Hut Gunung Sahari Arisandi, Devi; Pangestu, Maulani; Buansari, Istihayyu
Wanastra: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. 2 (2025): September
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/wanastra.v17i2.11953

Abstract

Code-mixing is part of linguistics. Many people use code-mixing in everyday conversation, for example, often found when in a mall, supermarket, or restaurant. Code-mixing is the use of one language unit in another language. Code-mixing occurs when the speaker enters a foreign language into a more dominantly used language. Besides, the urge to code-switch between Indonesian and English in restaurants in Indonesia is driven by various linguistic, social, and cultural factors. This phenomenon is particularly noticeable in urban areas and tourist hotspots, where English is increasingly integrated into everyday conversations.  This research uses descriptive qualitative method to investigate the use of code-mixing applied by waiters and customers at Pizza Hut Gunung Sahari. As a result of the analysis, it can be found that there are two types of code-mixing used in conversations between waiters and customers at Pizza Hut Gunung Sahari. The writer also found six reasons of code-mixing: Bilingualism, Speaker and Partner Speaking, Social Community, Situation, Vocabulary and Prestige. Based on Khairuna’s theory, using Code-mixing can increase knowledge in other languages, and if overeating is used, it will have a harmful effect because the speaker will always rely on code-mixing and can change the speaker's accent.