Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Analisis Penurunan Kinerja Jalan Akibat Beban Lalu Lintas berdasarkan FWD di Ruas Jalan Nasional Agisman, Fandy; Sentosa, Leo; Yusa, Muhamad
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.230

Abstract

Jalan Nasional Simpang Kayu Ara menuju Simpang Lago merupakan ruas jalan lintas timur Sumatera penghubung antara Provinsi Riau dan Provinsi Jambi. Maka dilakukan survei untuk mengetahui sisa umur struktur perkerasan jalan berdasarkan data lendutan (FWD) dan rata-rata lalu lintas harian. Hal ini dilakukan guna mengetahui kondisi struktur perkerasan jalan, sehingga dapat diketahui jenis perawatan yang tepat untuk menjaga kondisi jalan tetap stabil dan bagus. Analisis dilakukan dengan melihat pertumbuhan beban lalu lintas kendaraan tahun 2017-2021 dan membandingkannya dengan data lendutan tahun 2017-2021 pada ruas jalan tersebut. Dengan menggunakan metode MDP tahun 2017 diperoleh pertumbuhan beban lalu lintas pada ruas jalan Simpang Kayu Ara - Bts. Pelalawan 34%, Bts. Pelalawan – Sikijang Mati 41%, Sikijang Mati – Simpang Lago 38%. Dan untuk pengurangan 1 tahun sisa umur perkerasan pada data lendutan ruas Simpang Kayu Ara -Bts. Pelalawan 6,4 Juta Esal, Bts. Pelalawan – Sikijang Mati 3,6 Juta Esal, Sikijang Mati – Simpang Lago 1,97 Juta Esal.
Analisis Perbandingan Antara Kondisi Temperatur Perkerasan Aspal Maksimum Aktual Dengan Manual Desain Perkerasan Jalan di Provinsi Riau Khairil Badry; Sentosa, Leo; Wibisono, Gunawan
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.269

Abstract

Temperatur udara menjadi salah satu faktor paling penting yang mempengaruhi sifat mekanis campuran aspal, sehingga semakin tinggi suhu udara disuatu tempat maka semakin tinggi suhu perkerasan aspal yang berada di daerah tersebut. Peningkatan suhu dan waktu pembebanan yang lama dapat mempengaruhi tingkat deformasi pada struktur lapisan perkerasan aspal serta karakteristik distribusi bebannya. Ketika suhu meningkat dan waktu pembebanan menjadi lebih lama, nilai modulus kekakuan campuran beraspal mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini menyebabkan perkerasan aspal mengalami deformasi berlebih, yang dapat mengakibatkan terbentuknya alur pada perkerasan aspal. Tabel nilai faktor koreksi modulus campuran beraspal hanya sebatas suhu perkerasan aspal sebesar 38OC sampai 42OC, sedangkan di wilayah Provinsi Riau cenderung memiliki suhu udara yang tinggi sehingga diperlukan pemeriksaan suhu perkerasan aspal yang terjadi di Provinsi Riau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu temperatur perkerasan aspal yang berada di Provinsi Riau melebihi dari suhu yang telah ditetapkan, dimana di Provinsi Riau didapatkan suhu maksimum perkerasan aspalnya sebesar 54.90OC dan suhu perkerasan aspal rata-ratanya sebesar 47.27OC, sehingga dilakukan penghitungan untuk menentukan nilai faktor koresi modulus campuran beraspal yang hasilnya untuk suhu maksimum sebesar 0.329 dan suhu rata-rata sebesar 0.606.