Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH PENGENDALIAN INTERNAL DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI : ( Studi Pada PT Yamaha Music Manufacturing Asia) Diana Amalia; Mulyadi, Mulyadi; Panata Bangar Hasioan Sianipar
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 4 No. 3 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v4i3.2329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengendalian internal dan gaya kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Moderasi. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan PT Yamaha Music Manufacturing pada bagian Electrical Part sebanyak 202 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji regresi dengan regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA), serta Uji Hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukan pengendalian internal berpengaruh terhadap kinerja karyawan, gaya kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, pengendalian internal dan gaya kepemimpinan berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan, motivasi kerja memoderasi pengaruh pengendalian internal terhadap kinerja karyawan, motivasi kerja tidak mampu memoderasi pengaruh gaya kepemipinan terhadap kinerja karyawan.
Santri dan Gudig: Studi Analisis Pendidikan dan Kesehatan di Pondok Pesantren Kabupaten Tegal Hasan Mutawakil Billah; Diana Amalia; Baeni Abdul Fatah; Irvan Rosyady; Zidni Ilman Nafi’
La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 15 No. 2 (2023): La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Bakti Negara Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/latahzan.v15i2.345

Abstract

Gudik or its Latin name Scabies is a skin disease characterized by intense itching and caused by a small tick called sarcoptes scabiei. These fleas/bacteria secrete saliva, eggs and feces. gudig or scabies infects most students/students who live in dormitories or boarding schools, this can be caused by several possibilities including lack of personal hygiene, starting from body hygiene to the clothes they wear every day. This research is field research with a case study, namely a study conducted at the Tarbiyatul Mubtadiin Danawarih Islamic Boarding School, Balapulang Subdistrict, a place chosen as a location to investigate objective symptoms that occur at that location. The approach taken is a qualitative approach and the data collection techniques of this research are observation, interview and documentation. The results of this study show that: 1. This secabies disease mostly attacks new students, but it does not rule out the possibility that old or senior students are also affected by sacabies 2. Scabies among the boarding school also does not affect these students to continue to study diligently because the students at the Tarbiyatul Mubtaidiin Islamic Boarding School believe that scabies or gudig disease is one of the tests that must be passed.
Digital Tourism as a Digital Marketing Strategy for Blockbuster Museum Surabaya Tourism Destinations Yudiana Indriastuti; Diana Amalian; Siska Armawati Sufa
Nusantara Science and Technology Proceedings 7st International Seminar of Research Month 2022
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2023.3374

Abstract

The Covid-19 pandemic has had a huge impact on the tourism world. Tourism Industry Managers and Management are starting to shift marketing from offline to digital. One of them is the Surabaya Blockbuster Museum. The Blockbuster Museum is a tourist museum with the theme of toy collections of blockbuster movie characters, such as Captain America, Iron Man, Game of Thrones, Superman, Marvel, Star Wars, Disney, Harry Potter, several horror movie characters, Titanic, and many more. This study wants to find out more about the strategies implemented by the Blockbuster Museum in attracting tourist visits through digital marketing. This study uses a qualitative-descriptive type of research. The technique used in this research is In-depth Interview, Literature Study, Documentation, and Observation. Based on the results of the discussion, it can be concluded that the Surabaya Blockbuster Museum Manager utilizes marketing through digital media because it is considered efficient in reducing the promotional budget. MBS uses social media, Online Travel Agents (OTA), Influencers, Communities, and Local Toy Manufacturers. The social media used are Instagram, Facebook and Youtube, but the manager optimizes the use of Instagram more than other social media, one of the strategies carried out is by utilizing IG Ads to capture a wider target market. In addition, MBS also the manager also uses influencer services to attract the number of visitors from influencer followers, namely Merlianny Effendi (merli_sansan account), Asli Arek Suroboyo (originalareksuroboyo account) and Kuliner Nglencer (culinary_nglencer account). The management also conducts marketing through events by cooperating with the Infis Community (Independet Film Surabaya) and the Charity Superhero Community. Local toy manufacturers are also partners who are partnered by MBS management to hold joint exhibitions, the museum provides an exhibition space, while partners market local toy products at MBS, such as GGNW Toys and Dolanan Keren. The managing party utilizes various types of digital marketing and makes interesting event activities to be able to attract more tourist visits to the museum.
PENGALAMAN MAHASISWA SURABAYA TERHADAP PERUBAHAN PROSES KOMUNIKASI DALAM SISTEM KULIAH ONLINE Diana Amalia; Ayu Wulandari Utami; Luluk Afifi
JIMSI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi VOLUME 1 NOMOR 1 (MARET 2021)
Publisher : JIMSI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kelas online merupakan salah satu pemutus mata rantai virus covid-19 di Indonesia. Dalam studi ini, peneliti menggunakan  metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melaui wawancara adalah wawancara  dan observasi. Peneliti melakukan wawancara online dan google form, mengingat masih diberlakukan social distancing. Dalam penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengetahui pengalaman mahasiswa Surabaya dalam penerapan kelas online. Penelitian ini menggunakan teori Determinisme Teknologi dari Marshall McLuhan merupakan Kemajuan teknologi membuat perubahan pada diri manusia karena teknologi membentuk diri manusia, dimana mereka berfikir, bersikap dan menentukan pilihan berdasarkan teknologi yang mempengaruhinya. Hasil dan pembahasan studi ini yaitu, Pertama, mahasiswa mengalami kesulitan karena  tiba-tiba harus  belajar secara daring sedangkan sistem  dan perangkat belum disiapkan  oleh kampus terkait sistem proses kuliah,  penugasan dan ujian  semester, belum  ada aturan khusus. mahasiswa butuh waktu untuk menyesuaikan kuliah daring. Kedua, jaringan internet yang tidak stabil  sehingga penerimaan materi yang disampaikan dosen kurang maksimal, sering   terjadi miskomunikasi, penyerapan   materi  terganggu, sehingga materi tidak diterima secara utuh , sehingga nilai ujian yang didapat rendah. Ketiga, semakin lama mahasiswa bisa  menyesuaikan kuliah  online, adanya teknologi membawa banyak dalam perkuliahan, dalam menerima materi mahasiswa bisa  mengakses materi dosen  dan dari berbagai sumber,  menyelesaikan tugas kelompok  tanpa harus bertemu dapat mempersingkat waktu  tanpa terbatasi ruang dan waktu. Mahasiswa merasa dimudahkan dengan adanya  aplikasi yang beragam karena tidak dipungkiri lagi adanya teknologi mempermudah mahasiswa dalam belajar.Kata Kunci : Kelas Online, Pandemi, Perubahan Komunikasi
ADAPTASI REMAJA PERANTAU DALAM MENGATASI GEGAR BUDAYA ANTARA JAWA DAN MADURA (STUDI KASUS MAHASISWA YANG BEKERJA SEBAGAI BARISTA DI KOTA BANGKALAN) Ahmad Rizqi; Diana Amalia
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i2.644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena gegar budaya yang dialami oleh remaja perantau yang bekerja sebagai barista di Bangkalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar perantau merasakan gegar budaya, kecuali beberapa yang memiliki latar belakang toleransi terhadap perbedaan, seperti Syafriandika Naufal dan Ilham. Informan lain, seperti Andy dan Irvan, menunjukkan respon adaptasi yang berbeda terhadap lingkungan budaya Madura; Andy masih berjuang dengan diskriminasi, sementara Irvan mengekspresikan kegelisahannya melalui reaksi fisik. Beberapa informan lainnya, seperti Michael dan Aji, mengatasi tantangan budaya dengan memberi ruang bagi diri sendiri. Hambatan dalam komunikasi juga dialami oleh informan lainnya, yang mengarah pada kesulitan adaptasi. Para perantau mengadopsi strategi adaptasi yang beragam, termasuk membangun hubungan dengan masyarakat setempat. Berdasarkan teori adaptasi budaya oleh Kalvero Oberg, informan melewati empat tahap adaptasi: honeymoon, hostility, recovery, dan adjustment, dengan kecepatan yang berbeda. Faktor etnosentrisme dan gaya hidup masyarakat Madura berperan signifikan dalam menciptakan gegar budaya, sementara bahasa bukan faktor utama. Penelitian ini menggarisbawahi kompleksitas interaksi antarbudaya di Madura akibat kurangnya pengungkapan diri oleh masyarakat lokal dan persepsi stereotip yang berkembang antar budaya.
ADAPTASI REMAJA PERANTAU DALAM MENGATASI GEGAR BUDAYA ANTARA JAWA DAN MADURA (STUDI KASUS MAHASISWA YANG BEKERJA SEBAGAI BARISTA DI KOTA BANGKALAN) Ahmad Rizqi; Diana Amalia
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i2.644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena gegar budaya yang dialami oleh remaja perantau yang bekerja sebagai barista di Bangkalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar perantau merasakan gegar budaya, kecuali beberapa yang memiliki latar belakang toleransi terhadap perbedaan, seperti Syafriandika Naufal dan Ilham. Informan lain, seperti Andy dan Irvan, menunjukkan respon adaptasi yang berbeda terhadap lingkungan budaya Madura; Andy masih berjuang dengan diskriminasi, sementara Irvan mengekspresikan kegelisahannya melalui reaksi fisik. Beberapa informan lainnya, seperti Michael dan Aji, mengatasi tantangan budaya dengan memberi ruang bagi diri sendiri. Hambatan dalam komunikasi juga dialami oleh informan lainnya, yang mengarah pada kesulitan adaptasi. Para perantau mengadopsi strategi adaptasi yang beragam, termasuk membangun hubungan dengan masyarakat setempat. Berdasarkan teori adaptasi budaya oleh Kalvero Oberg, informan melewati empat tahap adaptasi: honeymoon, hostility, recovery, dan adjustment, dengan kecepatan yang berbeda. Faktor etnosentrisme dan gaya hidup masyarakat Madura berperan signifikan dalam menciptakan gegar budaya, sementara bahasa bukan faktor utama. Penelitian ini menggarisbawahi kompleksitas interaksi antarbudaya di Madura akibat kurangnya pengungkapan diri oleh masyarakat lokal dan persepsi stereotip yang berkembang antar budaya.
Strategi Pengelolaan Konten pada Akun Instagram @syca.official dalam Membangun Customer Engagement Evita, Jeanette; Diana Amalia
Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol. 4 No. 5 (2024): Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/dawatuna.v4i5.3730

Abstract

Instagram plays a very strong role, especially in the era of digital marketing. There are many features that support the growth of a brand in an industry, particularly in the beauty industry. Beauty industry has a very ripid development, especially with the emergence of various new products that are increasingly tailored to Indonesian consumers. The rapid development of trends and cosmetic products makes digital marketing era increasingly popular. Moreover, currently social media, especially Instagram has supported influential trends in digital marketing. @syca.official has become one of the local cosmetic brands that has grown significantly and plays special role in this Indonesian beauty industry. Not only does @syca.official market products through digital campaigns, but it also serves as a community platform for women and beauty enthusiasts to share information, reviews, and support each other through their created content. Among the many local cosmetic brands that continue to grow, @syca.official stands out with its unique content concept and campaigns, thereby enhancing customer engagement.  In executing this strategy, @syca.official employs several methods, starting from sharing more relevant content, optimizing content quality according to the target audience and current trends, structuring content flow based on consumer interests, and fostering a connection between the brand and its consumers.