Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PELATIHAN PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN DESA BERBASIS WISATA DI DESA PAGUTAN, KECAMATAN BATUKLIANG, LOMBOK TENGAH Rohana Rohana; Ridwan Ridwan; Hirma Susilawati; Nurul Fikriati Ayu Hapsari
JOURNAL OF PROGRESSIVE INNOVATION LIBRARY SERVICE Vol. 2, No. 1 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.686 KB) | DOI: 10.31764/jpils.v1i2.6928

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yberupa pelatihan perpustakaan desa berbasis wisata di desa Pagutan Kecamatan batukliang Lombok Tengah ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para pengelola perpustakaan desa dan staf perpustakaan lainnya yang mengikuti pelatihan ini. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah dan praktikum. Metode ceramah bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai pentingnya pengelolaan perpustakaan dalam konteks ini perpustakaan berbasis wisata. Metode praktikum bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta setelah diberi materi dan untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam pengelolaan perpustakaan.Adapun hasil dari pelatihan ini adalah pertama, perpustakaan desa Pagutan yang diberi nama “Kartini” sudah memiliki gedung perpustakaan berbasis wisata yang berada di tengah wisata kolam Kelandur yang berada di dusun Lendang Gocek namun masih belum maksimal dalam hal pengelolaan ruangan, koleksi yang rekreatif, dan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ilmu perpustakaan. Kedua, setelah pelatihan pengelolaan perpustakaan berbasis wisata ini selesai dilakukan para peserta semakin paham akan pentingnya perpustakaan yang menyenangkan. Ketiga, peserta mampu mengevaluasi diri dan perpustakaan akan kekurangan dan kelebihan perpustakaan tempat peserta mengabdi baik dari gedung, sarana dan prasarana, koleksi, pengolahan, dan sumber daya manusia yang dimiliki.
REVITALISASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA DI MADRASAH ALIYAH (MA) HIDAYATULLAH MATARAM Ridwan Ridwan; Rohana Rohana; Hirma Susilawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16817

Abstract

ABSTRAKSalah satu keterampilan yang harus dimiliki di abad 21 ialah keterampilan literasi. Penyediaan bahan bacaan melalui perpustakaan merupakan upaya yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan minat literasi siswa. Kegiatan revitalisasi perpustakaan dilaksanakan di Madrasah Aliyah (MA) Hidayatullah Mataram. Fungsi awal perpustakaan digunakan untuk menyimpan koleksi, dan juga digunakan untuk aula pertemuan/rapat. Kondisi yang tidak terawat membuat siswa enggan berkunjung ke perpustakaan. Tujuan yang akan dicapai dalam kegiatan ini ialah mengfungsikan perpustakaan dan meningkatkan minat baca siswa. Metode yang digunakan adalah ceramah, pelatihan dan penerapan sistem. Pengabdian dilakukan dengan tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Hasil pengabdian ini: 1) Revitalisasi perpustakaan, dilakukan dengan mendekorasi ulang perpustakaan, menyortir koleksi, mengklasifikasikan dan melabeli buku, dan membuat buku kunjungan perpustakaan. Berdasarkan klasifikasi, terdapat 426 buku bacaan siswa, 27 ensiklopedia, 318 buku pengetahuan umum, 89 buku guru, dan 614 buku pelajaran KTSP dan kurikulum 2013; 2) Minat baca meningkat dengan rata-rata jumlah siswa yang menginjungi perpustakaan setiap harinya ialah 35 siswa; 3) Perpustakaan difungsikan sebagai tempat alternatif pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa revitalisasi perpustakaan dapat meningkatkan minat baca siswa dan perpustakaan berfungsi sebagaimana mestinya. Dari hasil kegiatan ini pasti ada kelebihan dan kekurangannya, untuk itu bisa dilakukan perbaikan lebih lanjut bagi peneliti selanjutnya baik di perpustakaan yang sama maupun perpustakaan yang lain. Kata kunci: revitalisasi perpustakaan; perpustakaan sekolah; minat baca. ABSTRACTOne of the skills that must be possessed in the 21st century is literacy skills. Providing reading materials through the library is an effort that schools can make to increase students' interest in literacy. Library revitalization activities were carried out at Madrasah Aliyah (MA) Hidayatullah Mataram. The initial function of the library was used to store collections and was also used as a meeting hall. Conditions that are not maintained make students reluctant to visit the library. The goal to be achieved in this activity is to function the library and increase students' interest in reading. The methods used are lectures, training and system implementation. The service is carried out in three stages, namely planning, implementation, and reporting. The results of this service: 1) Library revitalization, carried out by redecorating the library, sorting collections, classifying and labeling books, and making library visit books. Based on the classification, there are 426 student reading books, 27 encyclopedias, 318 general knowledge books, 89 teacher books, and 614 KTSP textbooks and the 2013 curriculum; 2) Interest in reading has increased with an average number of students visiting the library each day of 35 students; 3) The library functions as an alternative place of learning. Thus, it can be concluded that library revitalization can increase students' interest in reading and the library functions  as it should. Keywords: revitalization of libraries; school libraries; interest in reading.
PELATIHAN PEMBUATAN PEMBALUT KAIN DENGAN PENDEKATAN LITERASI RAMAH LINGKUNGAN DI DESA PAGUTAN, KECAMATAN BATUKLIANG, LOMBOK TENGAH Rohana Rohana; Widiastuti Furbani; Hirma Susilawati
JOURNAL OF PROGRESSIVE INNOVATION LIBRARY SERVICE Vol. 3, No. 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpils.v3i1.16768

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian berupa pelatihan pembuatan pembalut kain dengan pendekatan literasi ramah lingkungan ini adalah diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini peserta mampu membuat pembalut kain secara mandiri sehingga ke depan tidak mengeluarkan uang lagi untuk membeli pembalut sekali pakai setiap bulannya. tujuan lain adalah untuk memberikan edukasi atau pemahaman kepada peserta tentang arti penting menjaga lingkungan dan kesehatan reproduksi perempuan. Metode kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan praktik langsung. Tujuan dari metode ini adalah untuk memberikan pemahaman sekaligus teknik pembuatan pembalut kain yang sederhana dan langsung bisa dipraktikkan di rumah. Adapun hasil dari pelatihan ini adalah pelatihan pembuatan pembalut kain sangat penting mengingat masyarakat masih minim dalam kesadaran terhadap pemeliharaan lingkungan sekitar. Di samping itu kesehatan reproduksi perempuan juga masih menjadi masalah tersendiri di masyarakat sehingga perlu dipupuk kesadaran, pemahaman, dan kemauan untuk memelihara kesehatan sejak diri. Dengan adanya pelatihan ini remaja dan ibu-ibu yang masih produktif menjadi tahu dan sadar bahwa lingkungan yang sehat, badan yang kuat adalah aset yang besar untuk kelangsungan hidup.
Upaya Menurunkan Pernikahan Anak Melalui Sosialisasi Peraturan Daerah Nusa Teggara Barat No 5 Tahun 2021 Siti Atika Rahmi; Lelisari Lelisari; Selva Selva; Rohana Rohana; Rosada Rosada
JURNAL ABDI MASYARAKAT ILMU PEMERINTAHAN (JAMIN) Vol 1, No 1 (2022): Februari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jamin.v1i2.7870

Abstract

Artikel ini merupakan hasil pengabdian masyarakat dalam kegiatan sosialisasi Perda Nusa Tenggara Barat No. 5 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Perkawinan Anak. Masa pandemic Covid 19 berdampak pada meningkatnya permintaan dispensasi pernikahan anak serta baru diberlakukannya perda yang mengatur tentang pencegahan pernikahan anak di Nusa Tenggara Barat. Hal ini yang melatarbelakangi kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat adalah memberikan pengetahuan tentang peraturan daerah nusa tenggara barat terkait pencegahan pernikahan anak. Mitra dalam kegiatan ini adalah kepala desa dan perangkat desa Bagiq Polak Kecamatan Labuapi Lombok Barat Nusa Tenggara Barat. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah peningkatan pemahaman masyarakat tentang perda yang mengatur pencegahan pernikahan anak dan segera merumuskan peraturan desa tentang pencegahan pernikahan anak sesuai dengan yang diamanatkan oleh undang-undang yang berlaku.
KOMUNIKASI DI PERPUSTAKAAN: UPAYA MEMBANGUN RELASI IDEAL ANTARA PUSTAKAWAN DAN PEMUSTAKA DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM Rohana Rohana; Hirma Susilawati; Nurul Fikriati Ayu Hapsari
JURNAL ILMU PERPUSTAKAAN (JIPER) Vol. 6, No.2 (2024): September dan CFP Konferensi Internasional
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jiper.v6i2.26910

Abstract

Dalam konteks perpustakaan, komunikasi adalah suatu keniscayaan yang tak terbantahkan, karena perpustakaan berhubungan dengan informasi yang akan digunakan pemustaka untuk kepentingan-kepentingan terkait perannya sebagai makhluk sosial. Informasi yang disampaikan maupun yang diterima membutuhkan komunikasi yang efektif agar setiap informasi yang dibutuhkan di perpustakaan dapat tersampaikan dan dapat diterima dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi pustakawan dan pemustaka di perpustakaan dan bagaimana pustakawan membangun relasi yang ideal dengan pemustaka di UMMat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) dan didukung oleh studi kepustakaan (library research). Untuk penelitian lapangan penulis menggunakan metode observasi dan wawancara (interview). Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses komunikasi antara pustakawan dan pemustaka di UMMat berjalan dengan baik yang ditunjukkan dengan aktifnya pustakawan menjalin komunikasi yang sifatnya akademis melalui kegiatan seperti pelatihan-pelatihan, bimbingan pemakai, orientasi, dan pengembangan literasi. Komunikasi juga dilakukan melalui media online seperti FB, IG, WA, dan Youtube. Adapun cara membangun relasi yang ideal dengan pemustaka dilakukan dengan cara mengenali pemustaka baik nama, alamat, program studi, dan nomor WA. Latar belakang budaya, kondisi fisik, bagaimana memberikan stimulan juga menjadi bagian yang diperhatkan oleh pustakawan dalam membangun relasi ideal dengan pemustaka.