Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BUAH GANDARIA (Bouea macrophylla Griffith.) TERHADAP GAMBARAN MORFOHISTOLOGI LIMPA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus L.) YANG DIINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA (CCL4) Ahmad Baihaqi Ananda El Rawy; Husnarika Febriani; Nurlian Augustin Ningrum
KLOROFIL: Jurnal Ilmu Biologi dan Terapan Vol 9, No 2 (2025): KLOROFIL: JURNAL ILMU BIOLOGI DAN TERAPAN
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/kfl:jibt.v9i2.28555

Abstract

Carbon tetrachloride (CCl4) is a volatile liquid that can cause hepatotoxicity in metabolism, because it produces Reactive Oxygen Species (ROS) which can trigger inflammation and cell dysfunction. Gandaria fruit (Bouea macrophylla Griffith) is known to contain a number of antioxidant compounds that function as free radical scavengers. This study aims to determine the effect of administering ethanol extract of gandaria fruit (Bouea macrophylla Griffith.) on the morphology and histology of the spleen of white rats (Rattus norvegicus L.) induced by carbon tetrachloride (CCl4). This study used RAL using 25 rats divided into 5 groups, Negative controls was only given food and drink, Positive controls was given CCl4 1mL/kgBW Treatment P1, P2, P3, was given CCl4 1 mL/kgBW + gandaria fruit extract with doses of P1 (100 mg/kgBW), P2 (150 mg/kgBW), P3 (200 mg/kgBW). CCl4 administration was carried out every 3 days for 30 days and gandaria fruit extract was administered daily starting from day 8 to day 30.The stages in this study include qualitative phytochemical screening tests, antioxidant activity tests using the DPPH method, macroscopic analysis of the morphological condition of the spleen organ and histological examination of the spleen organ using the paraffination and HE staining methods. Data analysis used the one-way ANOVA test and continued with Duncan's advanced test. The results showed that administration of gandaria fruit ethanol extract did not affect the morphology of the spleen organ of white rats induced by carbon tetrachloride (CCl4) including the edge shape, color, surface, texture, weight, length and width. However, induction of carbon tetrachloride at a dose of 1 mL/kgBW can damage the histological condition of the spleen tissue including bleeding and necrosis and widening the diameter of the white pulp, the diameter of the germinal center and the marginal zone. Administration of gandaria fruit ethanol extract in the P3 treatment at a dose of 200 mg/kgBW was the most effective dose in repairing spleen organ tissue.
Perbandingan Hasil Belajar Biologi Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan Tipe Make A Match Pada Materi Pokok Ekosistem di MAN Dolok Masihul Puspita Sari; Husnarika Febriani; Khairuna Khairuna
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar biologi siswa ketika diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan Make a Match di kelas X MAN Dolok Masihul. Populasi siswa kelas X MAN Dolok Masihul. Ada dua kelompok sampel yaitu siswa kelas X MIPA1 (eksperimen) dan kelas X MIPA2 (kontrol). Teknik atau cara yang di pakai untuk menarik serta menyatukan data yaitu pengamatan dan ujian (tes) tertulis. Teknik analisis memakai uji hipotesis. Penelitian merangkum hasil diantaranya adanya perbandingan hasil nilai belajar biologi murid yang memakai model STAD dan MAM pada topik utama ekosistem di MAN Serdang Bedagai dilihat dari hasil belajar menggunakan tipe STAD diperoleh sebesar 75 dengan persentase 13%, sedangkan untuk Make A Match hasil yang diperoleh sebesar 68,83 dengan persentase 5,83%. Terdapat perbandingan hasil belajar biologi siswa yang menggunakan model STAD dan model MAM pada pokok bahasan ekosistem di MAN Serdang Bedagai dilihat dari hasil uji hipotesis thitung = 1,867 dan ttabel = 1,672 yang artinya thitung    ttabel sehingga Ho nya ditolak sedangkan untuk Ha diterima. This research aims to determine students' biology learning outcomes when the Student Teams Achievement Division (STAD) and Make a Match type cooperative learning models are applied in class X MAN Dolok Masihul. Population of class X MAN Dolok Stillul students. There are two sample groups, namely students of class X MIPA1 (experiment) and class X MIPA2 (control). The techniques or methods used to collect and combine data are observation and written tests. The analysis technique uses hypothesis testing. The research summarizes the results, including a comparison of the results of students' biology learning scores using the STAD and MAM models on the main topic of ecosystems at MAN Serdang Bedagai, seen from the results of learning using the STAD type which was obtained at 75 with a percentage of 13%, while for Make A Match the results obtained were 68 .83 with a percentage of 5.83%. There is a comparison of the biology learning outcomes of students who use the STAD model and the MAM model on the subject of ecosystems at MAN Serdang Bedagai seen from the results of the hypothesis test tcount = 1.867 and ttable = 1.672, which means tcount ttable so that Ho is rejected while Ha is accepted.
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TELUR CACING PARASIT PADA FESES SAPI DI DESA KLAMBIR V KECAMATAN HAMPARAN PERAK KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA Putri Aminah Nasution; Husnarika Febriani; Syukriah Syukriah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7338

Abstract

ABSTRAKSalah satu penyebab  penyakit bagi peternak adalah  yang diakibatkan oleh telur cacing parasit. Telur cacing menyerang jaringan lambung ternak sapi dan cacing dapat juga tumbuh pada jaringan lain misalnya paru-paru, hati, otak dan limpa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegetahui berbagai macam jenis-jenis telur cacing parasit, tingkat serangan telur cacing parasit, tingkat prevalensi, tingkat intensitas parasit pada feses sapi di Desa Klambir V Kecamatan Hamparan Perak kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Sampel feses sapi yang digunakan berjumlah 80 sampel. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dan feses yang diambil sebanyak ± 10 gram setiap ekor sapi. Metode identifikasi dengan menggunakan metode sedimentasi dan Mc Master. Menghitung analisis data menggunakan rumus prevalensi dan intensitas serangan parasit. Hasil penelitian jenis telur cacing yang ditemukan Haemonchus contortus, Echinostoma sp., Paramphistomum sp. Fasciola sp. Tingkat serangan parasit telur cacing  yang paling tinggi dilihat pada telur cacing parasit Paramphistomum sp. sebanyak 1.207 butir/gram memiliki kategori ringan. Tingkat prevalensi pada pola ekstensif Haemonchus contortus 30%, Echinostoma sp. 15%, Paramphistomum sp. 100%, Fasciola sp. 100% sedangkan pada pola Pemeliharaan intensif yaitu Haemochus contortus 22,5%, Echinostoma sp. 7,5%, Paramphistomum sp. 100% dan Fasciola sp. 100%. Tingkat intensitas serangan telur cacing tertinggi terdapat pada Paramphistomum sp. yaitu sebesar 30,17 kategori sedang, sedangkan nilai terendah telur cacing Echinostoma sp. yaitu 1,3 dengan kategori sedang. Kesimpulannya adalah Sapi yang dipelihara secara pola ekstensif memiliki resiko serangan parasit yang lebih tinggi dibandingkan secara pola intensif. Kata kunci : Sapi, Feses, Telur cacing parasit
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Benalu Kopi (Scrulla feruginea (Jack) Danser) terhadap Kadar Ureum dan Kreatinin pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus L.) yang Diinduksi Aloksan Liza Ariani; Husnarika Febriani; Efrida Pima Sari Tambunan
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.430

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena pankreas tidak cukup dalam memproduksi insulin atau tubuh tidak bisa memanfaatkan insulin secara efektif. Diabetes melitus dapat diobati dengan menggunakan daun benalu kopi karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, steroid dan saponin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun benalu kopi (Scrulla feruginea (Jack) Danser) terhadap kadar ureum dan kreatinin pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus L.) yang diinduksi aloksan dan dosis ekstrak etanol daun benalu kopi (Scrulla feruginea (Jack) Danser) yang efektif menurunkan kadar ureum dan kreatinin pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus L.) yang diinduksi aloksan. Rancangan penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pembagian 6 kelompok yaitu: kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, P1: 200 mg/kg BB, P2: 300 mg/kg BB, P3: 400 mg/kg BB, dengan masing-masing 4 ulangan. Pengujian kandungan senyawa kimia pada daun benalu kopi dilakukan dengan skrining fitokimia, uji flavonoid total dan antioksidan. Analisis data menggunakan oneway ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil yang didapatkan di antaranya ekstrak etanol daun benalu kopi (Scrulla ferruginea (Jack) Danser) berpengaruh nyata dalam menurunkan kadar ureum dan kreatinin pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus L.) yang diinduksi aloksan dengan mendapatkan nilai p=0.000. Dosis ekstrak etanol daun benalu kopi (Scrulla feruginea (Jack) Danser) yang aman dan efektif untuk menurunkan kadar ureum dan kreatinin pada tikus yang diabetes adalah dosis 300 mg/kg BB. Penelitian ini memiliki implikasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dalam pemberian ekstrak daun benalu kopi (Scrulla feruginea (Jack) Danser) terhadap kadar ureum dan kreatinin pada tikus putih jantan (Rattus Norvegicus L.) yang diinduksi aloksan.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Benalu Kopi (Scurrula ferruginea (Roxb. Ex Jack) Danser) terhadap Profil Darah Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus L.) yang Diinduksi Aloksan Maisaroh Harahap; Husnarika Febriani; Syukriah Syukriah
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.431

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu kondisi di mana ketidakmampuan tubuh mengendalikan kadar glukosa menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah Penelitian ini mengamati bagaimana ekstrak etanol daun kopi benalu mempengaruhi profil darah tikus putih jantan yang terpapar aloksan. Dalam penelitian ini, 24 ekor tikus putih jantan dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan dengan menggunakan metodologi acak lengkap. Pelet dan minuman standar diberikan kepada kontrol makan normal; aloksan 90 mg/kg BB diberikan pada kontrol negatif; metformin 45 mg diberikan kepada kontrol positif; dan ekstrak daun benalu kopi diberikan dalam dosis bertingkat (P1=200, P2=300, dan P3=400 mg/kg BB) pada kelompok perlakuan 1, 2, dan 3. Sebelum pemberian ekstrak dilakukan observasi pada hari ke-0; setelah 14 hari pemberian ekstrak, kadar glukosa darah diukur pada hari ke 7 dan 14. Pada hari ke 15 dilakukan pemeriksaan sampel darah. Penelitian ini melalui beberapa tahapan, antara lain skrining fitokimia dan identifikasi tanaman. ANOVA satu arah digunakan untuk analisis data, kemudian dilakukan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tikus putih yang diberi aloksan, ekstrak etanol daun benalu kopi meningkatkan jumlah eritrosit dan hemoglobin secara signifikan, serta menurunkan jumlah leukosit dan trombosit secara signifikan (p=0,000). Dosis 300 mg/kg BB merupakan jumlah ekstrak etanol daun benalu kopi yang aman dan ideal untuk meningkatkan profil. Manfaat Penelitian adalah Menambah ilmu pengetahuan di bidang kesehatan, yang dapat memberikan informasi tentang khasiat/manfaat dari tanaman etanol dan biji kopi (Scurrulla ferruginea (Roxb.ex Jack) Danser) yang berhubungan dengan kesehatan yaitu eritrosit, hemoglobin, leukosit dan trombosit. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai potensi penggunaan ekstrak etanol biji kopi (Scurrulla ferruginela (Roxb. ex Jack) Danser) sebagai obat anti-diabetes, serta menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut.