Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Muatan Kearifan Lokal dalam Teks Lagu Anak Berbahasa Jawa sebagai Penanaman Pendidikan Karakter di Sekolah Mukti Widayati; Benedictus Sudiyana; Nurnaningsih Nurnaningsih
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 12, No 1 (2023): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v12i1.5991

Abstract

Javanese children's songs semiotically signify the life of children with Javanese social and cultural backgrounds. The purpose of this study is to describe local wisdom that carries character values in Javanese children's song texts and to describe alternative implementations of character education in schools. This type of research is qualitative. The source of the research data is the text of Javanese children's songs or tembang dolanan that are still circulating in Javanese society. The data is in the form of quotations of words, expressions, or phrases in the tembang dolanan which contain character values. Data collection was carried out by reading and recording as well as by applying data analysis through critical analysis using heuristic and hermeneutic methods through content analysis. The results show that the local wisdom found is very relevant to character education according to the pillars of religion, harmony, respect for parents, responsibility, independence, prudence, cooperation, and integrity, as determined by the Ministry Education, Culture, Research, and Technology through literacy activities at the habituation stage and learning activities at the school. In conclusion, Javanese children's songs sung repeatedly can help instill character education. Therefore, tembang dolanan need to be given and sung repeatedly followed by understanding the values so that the atmosphere of planting 18 characters can be realized in accordance with the expectations of teachers and parents as recommended by the Ministry Education, Culture, Research, and Technology.  AbstrakLagu anak-anak berbahasa Jawa secara semiotik menandakan kehidupan anak dengan latar sosial dan latar budaya Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kearifan lokal yang membawa nilai-nilai karakter dalam teks lagu anak-anak berbahasa Jawa dan mendeskripsikan alternatif implementasinya pada pendidikan karakter di sekolah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian teks. Sumber data penelitian adalah teks lagu anak berbahasa Jawa atau tembang dolanan yang masih beredar di masyarakat Jawa. Data berupa kutipan kata, ungkapan, atau frasa dalam tembang dolanan tersebut yang memuat nilai karakter. Pengumpulan data dilakukan dengan pembacaan dan pencatatan sekaligus dengan menerapkan analisis data melalui analisis kritis menggunakan cara heuristik dan hermeneutika melalui analisis konten. Hasilnya menunjukkan bahwa kearifan lokal yang ditemukan sangat relevan dengan pendidikan karakter sesuai dengan pilar religius, harmoni, hormat kepada orang tua, bertanggung jawab, mandiri, keberhati-hatian, gotong royong, integritas, sebagaimana ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui kegiatan literasi tahap pembiasaan dan kegiatan belajar di sekolah. Hasil penelitian menyimpulkan lagu anak-anak berbahasa Jawa yang dinyanyikan berulang-ulang dapat membantu penanaman pendidikan karakter. Oleh karena itu, tembang dolanan perlu diberikan dan dinyanyikan secara berulang diikuti pemahaman nilai agar suasana penanaman 18 karakter dapat terwujud sesuai dengan harapan guru dan orang tua sebagaimana yang direkomendasikan Kemendikbudristek. 
MENYIAPKAN MAHASISWA ABAD 21 MENGHADAPI ERA VUCA (VOLATILITY, UNCERTAINTY, COMPELXITY, & AMBIGUITY) MELALUI PENDEKATAN BERBASIS PENGALAMAN Faizal Arvianto; Winda Dwi Hudhana; Rosita Rahma; Nurnaningsih Nurnaningsih; Sarwiji Suwandi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8074

Abstract

Tantangan dalam dunia pendidikan kini semakin kompleks dan cepat berkembang, tak terkecuali pada perguruan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi dituntut dapat melatih mahasiswanya untuk mampu menangani masalah dan sistem yang kompleks baik dalam lingkungan ilmiah maupun dunia kerja. Perguruan tinggi di Indonesia harus dapat menghasilkan lulusan yang serba bisa dan sanggup beradaptasi dengan apa yang saat ini disebut sebagai Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Compelxity, dan Ambiguity) yang mempunyai karakteristik bergejolak, tidak pasti, kompleks dan ambigu. Menyadari tantangan dan kebutuhan untuk menyiapkan mahasiswanya dengan keterampilan kerja masa depan, universitas seyogyanya memulai perjalanan pembelajaran transformasional yang bertujuan untuk menanamkan inovasi dalam kurikulumnya dengan meluncurkan program yang mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman. Terdapat empat gagasan dasar yang bisa diadopsi dari konsep pembelajaran berbasis pengalaman ini yaitu: 1) pembelajaran berbasis proyek yang ditekankan pada penyelesaian masalah dan isu terkini pada dunia nyata; (2) interdisipliner dalam kurikulum dan desain pembelajaran; (3) kerja sama yang erat antara perguruan tinggi dan mitra eksternal; dan (4) pendampingan aktif mahasiswa oleh universitas dan mitra eksternal. Temuan penulis menunjukkan empat gagasan dasar yang bisa diadopsi dari konsep pembelajaran berbasis pengalaman menghasilkan manfaat serta dapat mengembangkan kompetensi mahasiswa yang dibutuhkan dalam menghadapi lingkungan kerja di Era VUCA.   Kata kunci: era vuca, pembelajaran berbasis pengalaman
Nilai Moral dalam Novel Cermin Jiwa Karya Prasetya Utama Sebagai Penguat Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar sutarti sutarti; Mukti Widayati; Nurnaningsih Nurnaningsih
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 10, No. 1 (Januari 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i1.5619

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral dalam novel Cermin Jiwa karya Prasetya Utama sebagai penguat pendidikan karakter, mendeskripsikan implikasi pendidikan karakter yang terkandung dalam novel tersebut di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Data penelitian berupa kutipan yang berwujud kata, frasa, dan kalimat yang mencerminkan nilai-nilai moral pendidikan karakter. Sumber data berupa novel Cermin Jiwa karya Prasetya Utama yang diterbitkan oleh CV. Alvabet pada tahun 2017 dan modul pendidikan karakter dari Kemendikbud RI. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, teknik baca, Teknik catat, dan analisis dokumen. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik. Analisis data menggunakan pendekatan sosiologi sastra, teknik dialektik, dan analisis interaktif model Miles dan Huberman dengan tahapan sebagai berikut pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cermin Jiwa karya Prasetya Utama mengandung nilai moral di antaranya: tanggung jawab, empati, kejujuran, kebijaksanaan, dan religiositas, yang esensial untuk pendidikan karakter di sekolah dasar. Nilai moral tanggung jawab menguatkan pendidikan karakter percaya diri, nilai moral kasih sayang dan empati menguatkan pendidikan karakter kepedulian sosial, nilai moral religious menguatkan Pendidikan karakter berakhlak mulia, nilai moral kejujuran menguatkan Pendidikan karakter toleransi, nilai moral kebijaksanaan menguatkan pendidikan karakter sabar, dan nilai moral religious menguatkan Pendidikan karakter sabar. Implikasi nilai-nilai moral dalam novel Cermin Jiwa memperkuat pendidikan karakter di sekolah dasar. Novel ini memberi teladan bagi siswa untuk mengembangkan karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.
Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar Muhammad Arif Abidin; Mukti Widayati; Nurnaningsih Nurnaningsih
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2024.15(1).83-93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan strategi penguatan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran sastra di Sekolah Dasar. 2) Mendeskripsikan implementasi penguatan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran sastra di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang berfokus pada guru dan siswa kelas V SDN 02 Wonosari. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan interview (wawancara), kuesioner (angket), observasi (pengamatan), dan gabungan ketiganya. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menerapkan teknik kualitatif interaktif yaitu pengolahan data secara inetraktif terus menerus sampai tuntas sehingga data sampai jenuh/maksimal. Hasil penelitian yang telah dilakukan meliputi 1). Strategi utama yang digunakan adalah pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran dengan kompetensi sosial emosional (KSE), yang menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa dan mendorong pengembangan kemandirian, kemampuan sosial, dan keterampilan berpikir kritis. Guru berperan sebagai sutradara dalam proses ini, memberikan contoh yang baik dalam tutur kata dan perilaku sebagai model bagi siswa. 2) Implementasi penguatan nilai karakter Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran sastra secara mendalam elemen-elemen kunci Profil Pelajar Pancasila dan menerapkan pemahaman tersebut dalam pembelajaran sastra. Guru memfasilitasi siswa untuk memahami ajaran agama dan kepercayaan mereka, serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci: Nilai karakter, Pembelajaran sastra, Profil Pelajar Pancasila.
REPRESENTASI KEARIFAN LOKAL DALAM NOVEL LA MULI DAN IMPLIKASINYA SEBAGAI PENGUAT KARAKTER MANDIRI Alim Susilo; Mukti Widayati; Nurnaningsih Nurnaningsih
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 16 No. 2 (2026): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v16i2.39019

Abstract

This study aims to describe the local wisdom presented in the novel La Muli by Nunuk Y. Kusmiana and to explore its implications for reinforcing independent character education.This study uses a descriptive qualitative method with literature study and content analysis. This research is based on the approach of literary sociology. The research data consisted of phrases, sentences, and words in the novel La Muli related to local wisdom. The data sources are in the form of the novel La Muli, by Nunuk Y. Kusmiana, scientific journal articles, and learning tools. Data collection through literature study techniques, record techniques, and document analysis. Sampling was carried out by purposive sampling. The validity of the data is checked through triangulation of data sources and techniques. The data was analyzed using content analysis. The results of the study show that the novel La Muli represents various forms of local wisdom of the Buton people through three categories, namely 1) human-human relations (social relations) shown through respect for parents and social responsibility, 2) human relations with nature and time (ecological relations) are shown from harmony with nature fostering time discipline, sense of responsibility, and resilient attitudes, 3) Human relationships with themselves (spiritual relationships) and 4) Man's relationship with God (theological relationship) are represented through the values of honesty and self-integrity. These values are reflected in the behavior of the main character, La Muli, who is described as an independent, responsible, and integrity person in the midst of the limitations, social and economic challenges he faces. The picture provides important lessons about courage, resilience, and independence. The representation of local wisdom in this novel has strong implications for strengthening independent character education. Local values instilled through stories help students form characters who are courageous, disciplined, and independent of others, in line with the principles of character education. For this reason, the implications of this finding can be used as a basis for the development of literary learning and character education, by integrating local wisdom as a reinforcement of independent character education in the younger generation.
Implementasi Box Literasi dalam Pembelajaran Membaca dan Menulis Wujudkan Delapan Dimensi Profil Lulusan di SMP Sri Sutini; Mukti Widayati; Nurnaningsih Nurnaningsih
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.5061

Abstract

Penguatan literasi membaca dan menulis di SMP masih menghadapi kendala pada keterbatasan media pembelajaran yang dekat, variatif, dan mudah diakses peserta didik. Penelitian ini penting dilakukan karena box literasi menghadirkan bahan bacaan langsung di kelas serta mengintegrasikan kegiatan membaca, menulis, diskusi, refleksi, dan pemanfaatan sumber digital. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi box literasi dalam pembelajaran membaca dan menulis serta menganalisis dampaknya terhadap pencapaian Delapan Dimensi Profil Lulusan peserta didik SMP. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di SMP Negeri 3 Ngadirojo Wonogiri. Data diperoleh dari guru, peserta didik, kepala sekolah, proses pembelajaran, dan perangkat pembelajaran melalui observasi, wawancara, serta analisis dokumen. Sampel ditentukan secara purposive, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Data dianalisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi box literasi dilakukan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan mencakup penetapan tujuan literasi, pemilihan bahan bacaan, penyusunan jadwal, dan penyiapan instrumen. Pelaksanaan dilakukan melalui membaca, menulis ringkasan, diskusi, presentasi, dan penggunaan sumber digital. Evaluasi dilakukan melalui observasi, jurnal membaca, tulisan peserta didik, dan refleksi. Dampaknya terlihat pada peningkatan keterampilan membaca, menulis, berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, komunikasi, dan keterlibatan belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa box literasi efektif sebagai media pembelajaran terpadu untuk memperkuat literasi dan mendukung Delapan Dimensi Profil Lulusan.