Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH PENGALAMAN HUKUMAN FISIK DAN JENIS KELAMIN TERHADAP MITOS DAN INTENSI PENGGUNAAN HUKUMAN FISIK PADA REMAJA Damayanti, Maya; Djuwita, Efriyani
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 14 No. 1 (2021): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 14.1
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.541 KB) | DOI: 10.24156/jikk.2021.14.1.63

Abstract

Banyak orang tua memercayai hukuman fisik tepat digunakan sebagai strategi yang efektif untuk mendisiplinkan anak sehingga membuat siklus penerapan hukuman fisik tidak terputus pada generasi selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman menerima hukuman fisik dan perbedaan jenis kelamin terhadap penerimaan mitos dan intensi menggunakan hukuman fisik pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 123 remaja berusia 13-17 tahun dengan status sosial ekonomi menengah ke bawah dan berdomisili di Jawa Barat. Pengalaman hukuman fisik diukur menggunakan Parent-Child Conflict Tactic Scale (CTSPC) dan penerimaan mitos hukuman fisik diukur menggunakan Corporal Punishment Myth Scale (CPMS). Uji analisis jalur menunjukkan bahwa perbedaan jenis kelamin secara signifikan (β=-5,306; p<0,05) berpengaruh pada penerimaan mitos hukuman fisik dengan hasil remaja laki-laki memiliki penerimaan mitos hukuman fisik yang lebih tinggi dibandingkan remaja perempuan. Sedangkan pengalaman hukuman fisik tidak memengaruhi penerimaan mitos hukuman fisik pada remaja. Hasil analisis jalur juga menunjukkan bahwa mitos hukuman fisik berpengaruh terhadap intensi penggunaan hukuman fisik. Hasil penelitian dapat digunakan untuk memahami alasan tidak terputusnya siklus hukuman fisik dan dapat membantu praktisi dalam pembuatan modul parenting terkait strategi disiplin.
THE ROLE OF IMAGINATIVE PLAY AND INHIBITORY CONTROL TOWARDS PROSOCIAL BEHAVIOR IN PRESCHOOL CHILDREN: Peran Permainan Imajinatif dan Kontrol Inhibisi pada Perilaku Prososial Anak Usia Prasekolah Fina Melinda Purba; Efriyani Djuwita; Inge Uli Wiswanti
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.2
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.2.158

Abstract

Preschool age is a crucial period to foster children's prosocial behavior using imaginative play. This study aims to determine the relationship between imaginative play and prosocial behavior, with inhibitory control as a moderator. The instruments used are the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dimensions of prosocial behavior, the Child Imagination Questionnaire (CIQ), and Head-Toes-Knees-Shoulders Task. Participants were preschool children aged 3–6 years (n = 75). Parents and teachers of children are also involved in administering the data. The results show that there are differences in the assessment results between teachers and parents. The teachers' assessment result shows a significant relationship between imaginative play and prosocial behavior [(75)=0.501, p<0.05, r2=0.251, one-tailed], and inhibitory control moderate the relationship between imaginative play and prosocial behavior (R2=0.4831, p=0.000). However, the correlation among the three variables was found to be non-significant in the parents’ assessment. Inhibitory control also does not moderate the relationship between imaginative play and prosocial behavior. The different results between teachers' and parents' assessments are explained further in this paper.
Penerapan intervensi cognitive behavioral therapy daring pada remaja yang mengalami major depressive disorder Ranti Maradhita Putri Lestari; Efriyani Djuwita
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p09

Abstract

Gejala depresi mengalami peningkatan selama masa remaja. Gejala depresi pada remaja menyebabkan gangguan pada berbagai fungsi kehidupan hingga dapat menjadi penyebab perilaku bunuh diri. Dengan demikian, perlu untuk dilakukan penanganan yang tepat dan komprehensif pada remaja yang mengalami depresi, salah satunya menggunakan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas intervensi cognitive behavioral therapy secara daring pada remaja yang mengalami major depressive disorder (MDD). Partisipan dalam penelitian ini adalah seorang remaja perempuan berusia 17 tahun 10 bulan yang menurut hasil pemeriksaan psikologis memenuhi kriteria diagnosa MDD. Desain dalam penelitian ini adalah single-case experimental design. Intervensi terdiri dari 1 sesi pra-intervensi, 7 sesi inti, 2 sesi pasca, serta sesi follow up. Data hasil intervensi dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, dilakukan perbandingan skor dari alat ukur Beck Depression Inventory (BDI) – II yang diberikan pada saat sebelum dan sesudah intervensi. Secara kualitatif, keefektivitasan intervensi dilihat melalui hasil wawancara. Hasil menunjukkan bahwa secara kuantitatif terdapat penurunan tingkat depresi dari moderate depression menjadi ups and downs normal setelah intervensi dilakukan. Secara kualitatif, partisipan merasakan banyak manfaat dari intervensi yang dilakukan, salah satunya memahami kekeliruan berpikirnya dan lebih mampu melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang. Dengan demikian, program intervensi CBT secara daring efektif untuk mengurangi gejala depresi pada remaja yang mengalami MDD.