This community service activity aimed to enhance the capacity of residents in RW 11, Bausasran Subdistrict, Danurejan District, Yogyakarta City, in marketing environmentally friendly products based on eco-enzyme technology. The main products developed were body soap and floor cleaner, made from household organic waste such as fruit and vegetable peels. This waste utilization not only reduces household waste volume but also produces goods with economic value and ecological benefits.The training was held on May 11, 2025, and attended by 30 participants, consisting of housewives and youth. The training applied various participatory methods, including interactive lectures, group discussions, marketing simulations, and hands-on practice in developing marketing strategies using the 4P approach (Product, Price, Place, Promotion). Participants were trained to identify their product's strengths, determine competitive pricing, choose effective distribution channels, and design creative promotional strategies tailored to local consumer characteristics.The results showed that participants were able to understand basic marketing concepts and develop simple yet applicable marketing plans. They also demonstrated high enthusiasm to continue developing eco-enzyme-based products as part of a sustainable environmental movement. Overall, this training served as an initial step in fostering economic self-reliance among residents through innovation and collaboration, while also raising awareness of the importance of environmental preservation by productively utilizing household waste. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas warga RW 11 Kelurahan Bausasran, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta dalam memasarkan produk ramah lingkungan berbasis eco enzyme. Produk utama yang dikembangkan berupa sabun mandi dan pembersih lantai, yang dibuat dari limbah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sayuran. Pemanfaatan limbah ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat ekologis.Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2025 dan diikuti oleh 30 peserta, yang terdiri dari ibu rumah tangga dan remaja. Kegiatan pelatihan menggunakan berbagai metode partisipatif, antara lain ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi pemasaran, serta praktik langsung penyusunan strategi pemasaran dengan pendekatan bauran pemasaran 4P (Product, Price, Place, Promotion). Para peserta dilatih untuk mengenali keunggulan produk mereka, menentukan harga jual yang kompetitif, memilih saluran distribusi yang efektif, serta merancang strategi promosi yang kreatif dan sesuai dengan karakteristik konsumen lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dasar pemasaran dan menyusun rencana pemasaran sederhana namun aplikatif. Mereka juga menunjukkan antusiasme tinggi untuk terus mengembangkan produk berbasis eco enzyme sebagai bagian dari gerakan lingkungan yang berkelanjutan.Secara keseluruhan, pelatihan ini menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi warga melalui inovasi dan kolaborasi, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan melalui pemanfaatan limbah rumah tangga secara produktif.