Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Kajian Pererapan Keselamatan dan Lingkungan Kerja pada Proyek Konstruksi Gedung di Palangka Raya Rida Respati
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2016): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.995 KB) | DOI: 10.33084/mits.v4i2.366

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan hal yang sangat penting dalam industri jasa konstruksi, namun demikian masalah K3 sering kali luput dari perhatian pihak-pihak yang terlibat dalam proses pelaksanaan konstruksi. Tidak jarang masalah K3 oleh sebagian kalangan cenderung diabaikan dan hanya sedikit saja pihak yang ingin memperhatikan masalah ini secara sungguh-sungguh. Kita mengetahui undang-undang tentang keselamatan dan kesehatan kerja itu ada, tetapi dalam pelaksanaannya di lapangan penggunaan alat pengaman sering kali jarang digunakan hal ini dikarenakan kurangnya pengawasan. Untuk mengurangi kecelakaan kerja, di samping menggunakan alat-alat pengaman yang sesuai aturannya, kesadaran manusia itu sendiri. Perbaikan lingkungan juga salah satu upaya pencegahan terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Di daerah khususnya Palangka Raya belum membudaya upaya perbaikan lingkungan kerja, Hal ini dapat mengakibatkan timbulnya penyakit, penurunan derajat kesehatan atau ketidaknyamanan baik pada pekerja maupun pada warga masyarakat di sekitar tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji penerapan keselamatan dan lingkungan kerja pada proyek konstruksi gedung di Palangka Raya, di mana untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh faktor K3 yang terdiri dari peralatan kerja, alat kerja dan lingkungan kerja secara simultan dan parsial terhadap kinerja proyek di Kota Palangka Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan membagikan kuisioner kepada para pemilik pekerjaan, kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas, dari hasil kuisioner tersebut dianalisa dengan analisis faktor dan analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian adalah sebagai berikut faktor peralatan kerja, alat kerja dan lingkungan kerja apabila dilaksanakan secara simultan (bersama-sama) maupun secara parsial (sendiri-sendiri) adalah signifikan signifikan terhadap kinerja proyek di Kota Palangka Raya.
Pengaruh Admixture Terhadap Campuran Beton K 350 Ditinjau Dari Kuat Tekan Beton Rida Respati
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2018): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.901 KB) | DOI: 10.33084/mits.v7i1.681

Abstract

In this research, we want to experiment to find out the compressive strength of medium quality concrete K-350 with ingredients added MASTER RHEOBUILD 6, whose function is to accelerate hardening, improve the quality of concrete, reduce water use and increase the value of slump. However, it should be noted that errors in dosages and how to use added ingredients can be detrimental to the quality of concrete. The results of the study show that the addition of 0.25, 0.5 and 0.75 liters per 50 kg of cement can increase the concrete compressive strength. The compressive strength of concrete with the addition of 0.25 liters/50 kg of cement has increased 362.67 kg/cm² from the normal concrete compressive strength of 350.58 kg/cm2. The addition of 0.5 liters/50 kg of cement has increased again to 373.24 kg/cm², and the addition of 0.75 liters/50 kg of cement has increased the concrete compressive strength to 379.29 kg/cm² of normal concrete. Comparison of compressive strength before and after addition of admixture with an increase of 3.45% in addition of 0.25 liters/50 kg of cement, 6.47% in addition of 0.5 liters/50 kg of cement and 8.19% in addition of 0.75 liters/50 kg of cement.
Pengaruh Matos Terhadap Stabilisasi Tanah Lempung Desa Mintin Dengan Semen Untuk Perkerasan Jalan Raya Rasmia Noor Janah; Rida Respati; Norseta Ajie Saputra
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2017): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.136 KB) | DOI: 10.33084/mits.v6i1.1455

Abstract

Tanah merupakan dasar dari suatu struktur atau konstruksi, baik itu konstruksi bangunan maupun jalan raya. Sifat-sifat tanah yang buruk atau kurang menguntungkan bila digunakan untuk suatu bangunan atau konstruksi antara lain, plastisitas yang tinggi, kekuatan geser yang rendah, dan potensi kembang susut yang besar. Seperti tanah lempung Desa Mintin yang memiliki nilai CBR dan UCS yang rendah karena dominan butiran halus sehingga mudah dipengaruhi oleh air. Guna mengatasi permasalahan yang ada pada tanah lempung ini, akan dicoba stabilisasi dengan menggunakan semen dan ditambah matos sebagai bahan kimia dan diharapkan mampu memperbaiki dan memenuhi syarat teknis. Pada prosedur penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap yaitu penelitian awal meliputi analisa saringan, dan indeks plastisitas, setelah diketahui bahwa tanah tersebut tanah berbutir halus maka dilakukan penelitian kedua yaitu menambahkan campuran pasir 50% terhadap berat isi kering tanah kemudian dilakukan pengujian plastisitas (PI) ≤ 10%. Setelah didapatkan nilai PI ≤ 10% maka dilakukan penelitian tahap akhir yaitu penambahan semen 10% dan campuran matos 0, 4, 8 dan12% terhadap berat isi kering tanah pasir kemudian diuji CBR dan UCS. Hasil penelitian menunjukan bahwa stabilisasi semen ditambah matos dapat memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah lempung, pada sifat fisik berat volume, kadar air, berat jenis, dan batas-batas Atterberg mengalami penurunan setelah dilakukan stabilisasi. Sementara, pada sifat mekanik tanah lempung menjadi semakin baik. Dari hasil campuran semen 10% dan campuran 0, 4, 8, dan 12% matos, campuran yang paling baik terdapat pada 4% penambahan matos untuk nilai CBR, sedang untuk nilai UCS campuran yang paling baik terdapat pada 8% penambahan matos.
Analisis Daya Dukung Tanah Pondasi Dalam Berdasarkan Data Lapangan Di Desa Baringin Kota Palangka Raya Amanda Rachmad Pratama; Rida Respati; Norseta Ajie Saputra
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2020): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v9i1.1918

Abstract

Soil bearing capacity is the ability of the soil to support the foundation load acting on it. To produce an accurate bearing capacity, it is necessary to know the properties and characteristics of the soil. For this reason, a comparison of the carrying capacity of the soil is carried out based on the calculation of CPT / Sondir and SPT to be able to plan a safe and economical pile foundation. The purpose of this study was to determine the amount of soil bearing capacity of the deep foundation in the environment around the Ataqwa Mosque, Baringin Village, Palangkaraya City based on field tests, and based on laboratory tests, and to determine the value of the comparison between the Mayerhof Method and the Schmertmann-Nottingham Method. Based on the Sondir value, it is continued with the calculation of the carrying capacity of the soil, then the calculation results are analyzed and concluded. From the calculation of the value of the carrying capacity of the foundation pile implementation of point 1 (one), the highest value of 400 mm diameter piles in the Meyerhoff method is 75,319 kg, while the lowest bearing capacity value is also at 400 mm piles of 10,676 kg. For point 2 (two), the highest value is obtained at 400 mm diameter piles in the Shmertmann-Nottingham method of 65,853 kg, while the lowest bearing capacity value is also at 400 mm piles of 10,676 kg
Analisis Pemilahan Persampahan Berskala Individual Rumah Tangga (Studi Kasus Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah) Ibrahim Sanusi; Hendra Cahyadi; Rida Respati
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 1 No 1 (2016): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.35 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v1i1.138

Abstract

Saat ini timbulan sampah di Kelurahan Panarung tidak sebanding dengan jumlah TPS yang ada. Penelitian ini membahas tentang jalan keluar dari masalah itu dengan menerapkan sistem pemilahan sampah di rumah tangga. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang memaparkan hasil kuisioner menggunakan grafik. Pada penelitian ini sebagai langkah awal dilakukan penentuan lokasi sampel sebanyak 3 lokasi yang luas wilayahnya masing-masing sebesar 250.000 m2. Dari masing-masing lokasi diambil 1 RT yang menjadi target responden untuk penelitian ini. Kemudian jika memang lebih dari 50% responden menyetujui untuk memilah sampah dari rumah tangga, dibuatlah pola pengelolaan yang tepat untuk meredam sampah yang mereka produksi guna mengurang beban yang akan di terima oleh TPS-TPS terdekat. Kemudian dalam menghitung potensi redaman sampah menggunakan metode dari Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu SNI 19-3964-1995. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat yang bermukim di Kelurahan Panarung menyetujui adanya peraturan wajib pilah sampah dari tangga. Pola pengelolaan yang cocok untuk wilayah tersebut adalah pola pengelolaan sampah berbasis Bank Sampah. Hal ini disebabkan masyarakat di Kelurahan Panarung kurang memliki waktu dalam mengelola sampahnya sendiri. Pengelolaan berbasis bank sampah tersebut memiliki potensi redaman sampah sebesar 66,684% dari jumlah total timbulan yang diproduksi.
Analisis K3 pada Sistem Pengangkutan Sampah Rumah Tangga di Jalan Garuda Kota Palangka Raya Rida Respati
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 1 No 2 (2016): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.655 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v1i2.145

Abstract

Tingginya angka kecelakaan kerja di sektor ini karena kesadaran dari penyedia jasa, dan diri sendiri terhadap kecelakaan kerja masih rendah. Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di pada Sistem Pengangkutan Sampah Rumah Tangga di Jalan Garuda Kota Palangka Raya mencoba menjawab permasalahan apa saja yang telah dilakukan untuk mencegah kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan K3 pada Sistem Pengangkutan Sampah Rumah Tangga di Jalan Garuda Kota Palangka Raya ini berhasil dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja. Pengumpulan data bersumber dari koran, jurnal ilmiah, Tesis dan peraturan-peraturan yang berhubungan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Disamping itu, data juga diperoleh dari wawancara (interview) yang kompeten dan pengamatan (observation). Hasil identifikasi menunjukkan, bahwa penerapan K3 pada Sistem Pengangkutan Sampah Rumah Tangga di Jalan Garuda Kota Palangka Raya hanya berhasil dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja dengan dukungan adanya rambu-rambu lalu lintas, dan alat pelindung diri seperti baju kerja, sarung tangan, septu kerja, dan masker. Sedangkan penerapan K3 yang belum di dukung tidak ada sosilisasi K3, kurangnya himbauan-himbauan K3 dan tidak ada petugas keamanan masih kurang berhasil. Namun secara keseluruhan, bahwa penerapan K3 di paket ini cukup berhasil dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja. Untuk itu, disarankan agar melengkapi semua alat pelindung diri (baju kerja, sarung tangan, sepatu dan helm), melakukan sosilisasi K3, himbauan-himbauan K3 dan petugas keamanan. Kemudian, upayakan adanya komitmen bersama dalam menjalankan K3 dan membuat aturan atau sanksi dalam menjalankan K3 sehingga diharapkan dapat mencegah tidak ada kecelakaan kerja atau nol kecelakaan (zero accident).
PENERAPAN VALUE ENGINEERING (VE) PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KAMPUS II UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALANGKARAYA hendra cahyadi; Rida Respati; Galibur Rahman
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018): DESEMBER JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.058 KB) | DOI: 10.31602/jk.v1i2.1774

Abstract

Menganalisa kembali sebuah perencanaan pembangunan gedung menjadi salah satu pilihan untuk menghemat biaya, namun masih sesuai ketentuan dan standar yang berlaku. Banyak alternatif yang digunakan untuk menghemat biaya-biaya dengan mengurangi atau menghilangkan biaya yang tidak diperlukan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah value engineering (rekayasa nilai).  Value  Engineering  (VE)  dapat  didefinisikan  sebagai  sebuah teknik  dalam  manajemen  pendekatan  yang  sistematis  untuk  mencari keseimbangan fungsi terbaik antara biaya, kendala kinerja sebuah proyek serta mengurangi atau menghilangkan biaya yang tidak penting.Pada penelitian ini analisa VE dilakukan berdasarkan item yang dianalisis menggunakan distribusi Paretto, kemudian selanjutnya dilakukan analisa dengan beberapa tahap/ fase yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa dan tahap rekomendasi. Untuk Rancangan Anggaran Biaya dikelompokan lebih ringkas menjadi beberapa kelompok selanjutnya dilakukan distribus Paretto sehingga diperoleh item yang akan dilakukan Value Engineering yaitu Pekerjaan Struktur, Pekerjaan Dinding, Lantai dan Plafond serta Pekerjaan Saluran dan Ruas Jalan.Rancangan usulan yang diterapkan pada studi ini adalah penggantian item pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba menjadi Bored Pile ditambah dengan pekerjaan yang menyertainya sehingga diperoleh selisih biaya untuk pekerjaan struktur sebesar                 Rp. 435.419.421. Rancangan usulan pekerjaan dinding hanya mengganti  partisi  dinding  dari  Gypsum board 5 mm (kayu  kelas  II)  menjadi Triplek 6  mm sehingga   diperoleh selisih biaya sebesar Rp. 17.034.473. Rancangan  pada  pekerjaan  ruas  jalan  hanya  me-review  untuk  pemanacangan galam per- m2dengan selisih biaya Rp. 1.050.000.000. Berdasarkan perhitungankeseluruhan total biaya hasil yang diperoleh pada studi penerapan valueengineering  ini  relatif  kecil  yaitu  hanya berkisar 7,4% dari  total  kesuluruhanbiaya.Kata kunci: rancangan anggaran biaya, rekayasa nilai, gedungRe-analyzinga building development plan to be anoption to save costs, but still in  accordance with applicable terms  and standards. Many alternatives are used to save costs by  reducing or eliminating unnecessary  costs. One of the alternatives                             that can be used is value engineering (VE). Value Engineering (VE) can be defined as atechnique in the management of a systematic approach to finding the best balance of functions between cost, performance constraints of  a  project  and reducing  or eliminating unnecessary costs.In this research VE analysis is done based on the items analyzed using Paretto distribution, then next done by analysis with some phase/phase that is stage information, creative  phase, analysis phase  and recommendation phase. For the Budget Plan, it will bedivided into several groups, then distributed by Paretto so that the items will be done Value Engineering is Structural Work,Wall Work, Floor and Ceilingas wellas Channel and Road Works.The proposed draft applied in this study is there placement of the foundation of the Sarang Laba-Laba Construction to Bored Pile plus the accompanying work so that the cost difference for the structural work is Rp. 435,419,421. The proposed wall work only replaces the wall partition of Gypsumboard 5 mm (class II wood) into Triplek 6 mm so that the cost difference of Rp.17.034.473. The design on the road works is only reviewed for perforation of the 2nd marine with a cost difference of Rp.1.050.000.000. Based on th ecalculation entire of the cost of the results obtained in the study of the application of value engineering is relatively small that is only about 7.4% entire of cost.Keywords: budget draft, value engineering and building
Kajian Percepatan Proyek dengan Metode Time Cost Trade Off pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi V: Acceleration of Project Using the Time Cost Trade off Method Assessment in Balikpapan-Samarinda Toll Road Development Project, Section V Rida Respati; Agus Sugianto; Wisnu Bagus Santoso
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.934 KB)

Abstract

Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya. Proyek pembangunan Ruas Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi V dimulai dari KM 13-Manggar dengan panjang 10,9 km ini dipilih sebagai objek penelitian. Metode yang dapat digunakan untuk mempercepat durasi proyek adalah metode time cost trade off. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan antara biaya dan waktu sebelum dan sesudah penerapan time cost trade off dan mengetahui besar biaya dan waktu optimum menggunakan metode time cost trade off. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan percepatan menggunakan alternatif penambahan jam kerja lembur, diperoleh biaya optimum sebesar Rp853.423.789.864,55 dan waktu optimum 414 hari dengan efisiensi biaya proyek 0,47% dan efisiensi waktu proyek 55,48%, Sedangkan percepatan menggunakan alternatif penambahan jumlah alat berat, diperoleh biaya optimum sebesar Rp858.865.629.963,50 dan waktu optimum 496 hari dengan efisiensi biaya proyek 0,17% dan efisiensi waktu proyek 46,67%. A project is a temporary activity that has been set early work and completion time. Toll road construction project Balikpapan-Samarinda Section V starts from KM 13-manggar with a length of 10.9 km was selected as the research object. The method can be used to speed up the duration of the project is the method of time cost trade off. The purpose of this study was to determine the ratio between the cost and the time before and after the implementation time cost trade off and find out the cost and time of optimum uses time cost trade off. The results showed that after the addition of acceleration using the alternate hours of overtime work, obtained the optimum cost Rp853.423.789.864,55 and optimum time of 414 days with 0.47% project cost efficiency and time efficiency of 55.48% project, While the acceleration using the alternate addition of heavy equipment, obtained the optimum cost Rp858.865.629.963,50 and optimum time of 496 days with 0.17% project cost efficiency and time efficiency of 46.67% project.
PERBANDINGAN JENIS-JENIS AGREGAT KASAR BATU MERAK, BATU HAMPANGEN DAN BATU BANJAR UNTUK CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL K-250: THE COMPARISON OF COARD AGGREGATE TYPES OF MERAK, HAMPANGEN AND BANJAR STONES FOR CONCRETE MIXTURES TO THE COMPRESSION STRENGTH OF NORMAL CONCRETE K-250 Ridwan Ardiansyah; Rida Respati
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.781 KB)

Abstract

Ketersediaan batu pecah lokal di daerah Palangkaraya sangat minim, sehingga kebanyakan batu pecah di daerah ini didatangkan dari luar daerah. Agregat kasar yang dapat di temui antara lain Batu Merak, Batu Hampangen dan Batu Banjar Pelaihari. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kekuatan beton yang dihasilkan agregat kasar tersebut dalam mutu normal K-250. Perencanaan campuran beton menggunakan metode DoE (Departement of Enviroment). Benda uji sebanyak 3 sampel untuk masing-masing campuran dengan agregat kasar yang berbeda, sampel uji beton menggunakan kubus dengan ukuran 15 cm × 15 cm × 15 cm, dan selanjutnya dilakukan pengujian kuat tekan beton pada umur 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Dari hasil penelitian didapatkan hasil kuat tekan beton pada umur beton 28 hari beton dengan campuran batu Merak sebesar 368,71 kg/cm2, dengan campuran batu Hampangen sebesar 370,36 kg/cm2, dan dengan campuran batu Pelaihari sebesar 334,89 kg/cm2. Dapat disimpulkan bahwa beton dengan menggunakan ketiga agregat kasar tersebut memiliki kuat tekan yang lebih tinggi daripada mutu yang direncanakan. Akan tetapi beton menggunakan agragat kasar batu Hampangen memiliki kuat tekan yang tertinggi. The availability of local stone in Palangkaraya is very minimal, so the most of the chrushed stone in this region is came from other region. Coarse aggregates that can be found are Merak stone, Hampangen stone and Pelaihari stone. The purpose of this study is to know the comparison of strength of the concrete produced by the coarse aggregate in the normal quality of K-250. Concrete mixture is using DoE (Departement of Enviroment) method. Three sample for each mixture with different coarse aggregate, the concrete samples use the cube mold size 15 cm × 15 cm × 15 cm, then the compressive strength test at age 7 days, 14 days and 28 days. The result of compressive strength test at age 28 days mixed Merak stone concrete is 368,71 kg/cm2, mixed hampangen stone is 370,36 kg/cm2, and mixed pelaihari stone is 334,89 kg/cm2. The conclution is the concrete using of three coarse aggregates has a higher compressive strength than the planned quality. But the concrete using Hampangen stone has the highest compressive strength.
STABILISASI TANAH GAMBUT PALANGKA RAYA DENGAN BAHAN CAMPURAN TANAH NON ORGANIK, SEMEN DAN ZAT ADITIF: STABILIZATION OF PALANGKA RAYA PEAT SOIL USING NON-ORGANIC SOIL, CEMENT AND ADDITIVES Rida Respati; Bram Wira Antoni; Nirwan Puspasari; Norseta Ajie Saputra
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palangka Raya merupakan kota yang memiliki tanah gambut dihampir seluruh wilayah dengan cakupan yang luas. Pembangunan jalan raya di kota Palangka Raya dilakukan diatas tanah gambut dimana memili permasalahan terhadap kekuatan daya dukung tanah dalam menahan beban lalu lintas diatasnya. Usaha perbaikan tanah gambut dilakukan dengan cara stabilisasi. Stabilisasi tanah adalah usaha untuk merubah atau memperbaiki sifat-sifat teknis tanah agar memenuhi syarat teknis tertentu. Pada penelitian akan dilakukan perbaikan tanah gambut secara kimiawi dengan menggunakan semen dan zat aditif sebagai bahan stabilisasi dan melihat seberapa besar pengaruh campuran tanah non organik, semen, dan zat aditif terhadap kekuatan tanah gambut yang telah distabilisasi. Parameter pengujian yang akan dilaksanakan meliputi pengujian sifat fisik dan sifak mekanis seperti pengujian berat jenis, pemadatan standar dan CBR. Nilai CBR campuran tanah gambut dan tanah granit tanpa semen dan zat aditif cair diperoleh sebesar 7,00%. Sedangkan pada penambahan semen 5% dan zat aditif cair 0% nilai CBR naik menjadi 8,20%. Sedangkan pada penambahan semen 5% dan zat aditif cair 5% nilai CBR naik menjadi 8,60% Untuk selanjutnya pada penambahan zat aditif 10% dan 15% secara berturut-turut CBR campuran tanah mengalami peningkatan masing-masing  sebesar 9,80% dan 10,30%.   Palangka Raya is a city that has peat soils in almost all areas with a wide coverage. The construction of highways in the city of Palangka Raya is carried out on peat soil which has problems with the carrying capacity of the soil in holding the traffic load on it. Efforts to improve peat soil are carried out by means of stabilization. Soil stabilization is an effort to change or improve the technical properties of the soil so that it meets certain technical requirements. This research will be carried out chemically improving peat soil using cement and additives as stabilizing agents and seeing how much influence the mixture of non-organic soil, cement and additives has on the strength of stabilized peat soil. The test parameters to be carried out include physical and mechanical properties such as specific gravity, standard compaction and CBR tests. The CBR value of a mixture of peat soil and granite soil without cement and liquid additives was 7.00%. Meanwhile, the addition of 5% cement and 0% liquid additives CBR value increased to 8.20%. While the addition of 5% cement and 5% liquid additive CBR value increased to 8.60%. Furthermore, the addition of 10% and 15% additive respectively CBR soil mixture increased by 9.80% and 10%, respectively.30%.