Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PENGGUNAAN PERANCAH KAYU DAN PENYEWAAN SCAFFOLDING Rida Respati; Siti Wardah; Reza Zulfikar Akbar
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i1.797

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi bidang kontruksi semakin memudahkan pekerjaan kontruksi. Perkembangan teknologi ini tidak dapat dipungkuri keberadaannya, perancah yang awalnya hanya pekerjaan dibidang kontruksi saja saat ini telah menjadi perancah yang lebih modern (scaffolding). Perancah merupakan komposisi yang sangat penting dalam suatu pekerjaan bekisting yang bertujuan untuk menunjang pekerjaan berikutnya. Dalam pengerjaan kontruksi perancah ini juga digunakan sebagai penyangga manusia beserta materialnya untuk menyelesaikan bangunan yang dikerjakan. Akan tetapi dengan adanya perancah ini menimbulkan suatu permasalahan yang dimana dalam menyelesaikan perancah ini membutuhkan anggaran biaya yang besar agar sesuai dengan standart perancangan perancah yang aman. Meski ada beberapa kontruksi yang menggunakan perancah seperti bambu yang dilakukan oleh warga Negara Asia, Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan peninjauan terhadap perancah yang lebih efisien dari segi mutu, waktu, dan biaya pada pekerjaan kontruksi yang ada di kota Palangkaraya yaitu perbandingan antara penggunaan perancah kayu dan scaffolding. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif serta metode komparatif. Metode deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan pekerjaan menghitung biaya perancah kayu dan perancah besi dalam harga sewa, sedangkan metode komparatif digunakan untuk menghitung perancah kayu dan besi dalam hara sewa, kemudian dibandingkan dengan perancah kayu dan besi dalam harga beli. Hasil dari penelitian ini mendapatkan perhitungan dalam luasan 76.000 m2 pekerjaan perancah kayu sebesar Rp.221,854,800 sedangkan pekerjaan perancah besi (scaffolding) dalam harga sewa sebesar Rp. 198,445,200. Dengan begitu dapat diketahui bahwa pekerjaan kontruksi dalam menggunakan perancah besi (scaffolding) lebih murah dibandingkan dengan perancah kayu. Hal ini dibuktikan dengan adanya penerapan dua metode pada penelitian yang telah dilakukan.
PENERAPAN MANAJAMEN WAKTU PADA PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MUARA TEWEH DENGAN MENGGUNAKAN METODE JALUR KRITIS / CPM(CRITICAL PATH METHOD) Rida Respati; Nurhidayatika; Cleopatra; Bram Wira Antoni``
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i2.1010

Abstract

Manajemen proyek adalah pengkoordinasian suatu pelaksanaan proyek dari awal hingga akhir. Dalam manajemen proyek harus memenuhi persyaratan waktu, biaya, dan mutu,Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen waktu pada pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Muara Teweh menggunakan metode jalur kritis atau CPM (Critical Path Method) dan berapa besar efisien waktu dan biaya pada jalur kritis jika dilakukan penambahan waktu kerja atau penambahan tenaga pekerja.Metode dalam penelitian ini yaitu metode jalur kritis atau CPM (Critical Path Method) dan metode pertukaran waktu dan biaya (Time cost Trade Off). Metode CPM (Critical Path Method) untuk megetahui pekerjaan jalur kritis dan Metode Time Cost Trade Off untuk mengetahui proyek yang menguntungkan dari segi waktu (durasi) dan biaya.Hasil analisa pada pekerjaan jalur kritis dengan target awal proyek 177 hari dan biaya total Rp. 34.715.206.00,00., dengan penambahan waktu kerja (lembur) sebanyak 3 jam perhari, durasi proyek menjadi 167 hari dengan penambahan biaya Rp. 34.271.886,93. Sedangkan penambahan tenaga kerja durasi proyek juga menjadi 167 hari dengan penambahan biaya Rp. 18.622.585,00 dengan tambahan tenaga kerja 73 orang. Dari dua alternatif tersebut dapat disimpulkan penambahan tenaga kerja jauh lebih efisien dari segi waktu dan biaya.
ANALISA SISTEM PENGENDALIAN SISA MATERIAL PEKERJAN PADA PROYEK KONSTRUKSI Rida Respati; Hendra Putra Jaya; Rabbiatul Sentia
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i2.1438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengendalian sisa material pada pekerjaan arsitektural dalam proyek konstruksi, terutama pada pekerjaan dinding bata merah, plesteran, dan lantai keramik. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara kepada pelaksana lapangan, logistik, dan staf gudang pada proyek pembangunan rumah dinas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase sisa material berkisar antara 10% hingga 25%. Faktor utama penyebab sisa material adalah ketidakakuratan estimasi kebutuhan material, kualitas material yang rendah, dan kurangnya koordinasi antar tim. Analisis Kendall’s W menunjukkan adanya kesepakatan signifikan di antara responden terhadap penyebab dan tindakan pencegahan sisa material. Disimpulkan bahwa pengendalian yang efektif dapat meminimalkan limbah dan meningkatkan efisiensi proyek.