Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pembuatan Modul Ajar Digital pada Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama dengan Menggunakan Metode Design Thinking Hanifah, Kamilatu Qurrotu'aini; Ali, Achmad Holil Noor
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.112799

Abstract

Berdasarkan Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 Pasal 3 Ayat 1, banyak beban tanggung jawab yang dikerjakan guru, di antaranya menyediakan media pembelajaran yang tepat dan melakukan penilaian. Di sisi lain, teknologi semakin berkembang. Telah tersedia berbagai materi, media pembelajaran, modul ajar, dan platform yang dapat dimanfaatkan dalam melaksanakan pembelajaran. Namun, Rencana Pembelajaran (RP) yang dibuat sulit diimplementasikan dalam pembelajaran. Diperlukan modul ajar digital yang disesuaikan RP agar guru dapat menjalankan pembelajaran sesuai RP dengan sistematis. Dalam mewujudkan modul ajar digital, diterapkan Design Thinking untuk memahami kesulitan guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RP serta memberikan solusi yang tepat. Proses diawali dengan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil yang didapatkan adalah profil beachhead A, enam kesulitan pengguna, persona, dan empathy map. Kemudian digambarkan dalam user journey map dan diprioritisasikan dengan matriks effort-to-impact. Dirumuskan enam solusi dengan proporsi nilai dan spesifikasinya. Solusi diwujudkan dalam bentuk prototype modul ajar digital dengan platform NEARPOD dan game edukasi. Pengujian prototype modul ajar digital terhadap dua kelompok menghasilkan tiga feedback yang menandakan kesulitan telah tersolusikan dan enam feedback yang menandakan munculnya kesulitan baru yang dijadikan sebagai potensi pengembangan modul ajar digital.
RENCANA STRATEGIS ORGANISASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA X DENGAN METODE CASCADING BALANCED SCORECARD Rizal, M. Syaiful; E.R., Mahendrawathi; Noor Ali, Achmad Holil
JURNAL AKUNTANSI DAN MANAJEMEN Vol 2 No 1 (2018): Accounting and Management Journal
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/amj.v2i1.63

Abstract

PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) is a state-owned company engaged in the sugar industry and tobacco as well as a number of subsidiaries. PTPN X uses Information Technology (IT) to improve productivity and competitive advantage. The Management of PTPN X generated IT Organization to deliver good IT solution. But with the limited budget and a huge investment, the role of IT is not contributing the maximum to the progress of the company even IT solution have paradox impact. This is because the IT strategic initiatives do not aligned with its business strategy, so that IT organizations need strategic planning. In This study, strategic planning for IT organization generated by using the Balanced Scorecard Cascading. Wherein the process is divided into several stages, namely the determination of the vision and mission of IT organizations, determine business strategy that will be supported by IT, identification of IT users, identification of output and the main job description of the IT organization, aligning strategy IT organizations indicated to the strategic map, defining Key Performance Indicators (KPIs), and IT strategic initiatives of each strategies. The analysis in this study is using SWOT analysis, Critical Success Factor, and Value Chain. Balanced Scorecard is used in this study were IT-Balanced Scorecard with the perspectives of Corporate Contribution, Customer Orientation, Operational Excellence, and Future Orientation. The results obtained from this research are 10 Strategy that is maximizing IT contribution to business, meet the IT customers’ needs, good IT planning, implementing good application, effective and efficient IT operations, improving IT good services, upgrades IT and Technology support, IT good governance implementation, IT alignment with business strategy, and motivated and competent IT personnel. There are 21 KPI to measure the strategy and 30 strategic initiatives or programs to meet the KPI. The KPI and the 30 initiatives are arranged based on the existing condition of IT organization reflected in the SWOT and what targets are indeed to be achieved by implementing the strategy.
Pendampingan Manajemen Risiko Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Pemerintah Kota XYZ Hutama, Rizal Risnanda; Susanto, Tony Dwi; Nadlifatin, Reny; Subriadi, Apol Pribadi; Sholiq, Sholiq; Muqtadiroh, Feby Artwodini; Ali, Achmad Holil Noor
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4181

Abstract

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah menerbitkan peraturan No. 5 Tahun 2020 tentang pedoman manajemen risiko sistem pemerintahan berbasis elektronik. Peraturan tersebut haris diimplementasikan oleh seluruh pemerintah daerah beserta seluruh OPD yang ada didalamnya. Namun, hingga saat ini masih terdapat kendala dalam mengikuti pedoman peraturan tersebut karena keterbatasan OPD dalam memahami. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam implementasi Manajemen Risiko terkait Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Pemerintah Kota XYZ. Fokus kegiatan ini adalah meningkatkan partisipasi dan pemahaman OPD terkait risiko yang mungkin timbul selama proses implementasi SPBE. Metode pendampingan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dengan melalui workshop terkait manajemen risiko SPBE dan dilanjutkan dengan meninjau pengisian form manajemen risiko SPBE yang telah dilakukan. Hasil kegiatan menunjukkan kemajuan positif dengan sebagian besar OPD aktif mengisi formulir manajemen risiko. Namun, temuan juga mengidentifikasi beberapa OPD yang masih memerlukan pemahaman lebih mendalam terkait konsep manajemen risiko karena pengisian yang dilakukan belum lengkap untuk seluruh formulir manajemen risiko SPBE. Oleh karena itu, saran yang diajukan melibatkan penguatan pendidikan dan pelatihan khusus, penyusunan materi penyuluhan yang disesuaikan, peningkatan komunikasi, dan pemantauan berkelanjutan. Dengan saran tersebut, diharapkan program pendampingan ini dapat mendukung efektivitas manajemen risiko SPBE di Pemerintah Kota XYZ, menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan transparan