ABSTRACT Improving students’ learning outcomes is one of the indicators of successful learning processes. This study aimed to analyze the effectiveness of using Microsoft Excel in improving students’ learning outcomes compared with conventional learning. The study employed a quasi-experimental method involving 60 students who were divided into an experimental group and a control group, with 30 students in each group. The research was conducted through a pretest to determine students’ initial abilities, the implementation of learning using Microsoft Excel in the experimental group, the implementation of conventional learning in the control group, and a posttest to measure students’ learning outcomes after the learning process. The data were analyzed using the N-Gain test to determine the level of improvement in learning outcomes and the Independent Samples T-Test to examine differences in learning outcomes between the two groups. The results showed that the initial abilities of the two groups were relatively balanced, with a mean pretest score of 62.00 for the experimental group and 60.17 for the control group. After the learning process, the mean posttest score of the experimental group increased to 85.50, with an N-Gain score of 0.62, categorized as moderate, while the control group obtained a mean posttest score of 75.17 with an N-Gain score of 0.38. The results of the Independent Samples T-Test showed a significant difference between the experimental and control groups in both posttest scores (t-count = 8.514; p < 0.001) and N-Gain scores (t-count = 12.090; p < 0.001), with t-count > t-table (2.001). Therefore, the use of Microsoft Excel showed a greater improvement in students’ learning outcomes compared with conventional learning. ABSTRAK Peningkatan hasil belajar siswa (learning outcomes) merupakan salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Microsoft Excel dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan melibatkan 60 siswa yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing berjumlah 30 siswa. Penelitian dilaksanakan melalui pemberian pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa, penerapan pembelajaran menggunakan Microsoft Excel pada kelompok eksperimen, penerapan pembelajaran konvensional pada kelompok kontrol, serta pemberian posttest untuk mengukur hasil belajar setelah pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji N-Gain untuk mengetahui tingkat peningkatan hasil belajar dan Independent Samples T-Test untuk menguji perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelompok relatif seimbang, dengan rata-rata pretest sebesar 62,00 pada kelompok eksperimen dan 60,17 pada kelompok kontrol. Setelah pembelajaran, rata-rata posttest kelompok eksperimen meningkat menjadi 85,50 dengan nilai N-Gain sebesar 0,62 dalam kategori sedang, sedangkan kelompok kontrol memperoleh rata-rata posttest sebesar 75,17 dengan nilai N-Gain sebesar 0,38. Hasil uji Independent Samples T-Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada hasil posttest (thitung = 8,514; p < 0,001) dan N-Gain (thitung = 12,090; p < 0,001), dengan thitung > ttabel (2,001). Dengan demikian, penggunaan Microsoft Excel menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap peningkatan hasil belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.