Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

MEROKOK PADA SISWA SMP DI DESA WAWESA KECAMATAN BATALAIWORU KABUPATEN MUNA Raswan Raswan
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.413 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i1.592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab, dampak, dan cara mencegah perilaku merokok dikalangan siswa SMP di Desa Wawesa Kecamatan Batalaiworu Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian lapangan (field research) yang dilakukan dengan menggunakan dua teknik pengumpulan data, yaitu: pengamatan terlibat dan wawancara/interview. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan (observation), dokumentasi dan wawancara (interview), kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku merokok pada anak di Desa Wawesa terbentuk karena adanya kebiasaan merokok yang ditampilkan oleh kalangan masyarakat (usia dewasa) di sekitar anak. Perilaku tersebut secara tidak langsung memberikan ruang bagi anak dan remaja untuk mengikuti kebiasaan merokok. Perilaku merokok pada anak dipandang sebagai wujud dari sosialisasi anak dengan keluarga, teman, masyarakat, dan lingkungan. Dampak yang ditimbul dari perilaku anak merokok cenderung negatif. Salah satunya adalah rendahnya konsentrasi anak dalam belajar, sehingga prestasi anak di sekolah juga turut menurun. Selain itu, perilaku merokok pada anak juga secara mutlak mengganggu kesehatan mereka.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE ROLE PLAYINGTERHADAP MINAT BELAJAR BERBICARA BAHASA ARAB Ainatus Syifa; Lalah Alawiyah; Raswan Raswan
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Februari - Maret 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan metode role-playing terhadap minat belajar berbicara Bahasa Arab pada siswa tingkat Aliyah. Penelitian ini didasari oleh rendahnya minat siswa dalam belajar berbicara Bahasa Arab, yang menghambat kemampuan komunikasi mereka dalam bahasa tersebut. Metode penelitian kuantitatif ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan sampel 58 siswa diantaranya 29 siswa kelas eksperimen dan 29 siswa kelas kontrol di Madrasah Aliyah Pembangunan Jakarta. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan observasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelas eksperimen, dengan rata-rata nilai sebelum dan sesudah penerapan metode role-playing meningkat dari 55,48 menjadi 78,24, dibandingkan dengan kelas kontrol dari 58,03 menjadi 63,03. Hasil uji Paired sample diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000. Nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 yang berarti hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Ini mengindikasikan bahwa metode role-playing efektif dalam meningkatkan minat belajar berbicara Bahasa Arab siswa.
Ta'lim Al-balaghoh Fi Dhou'i Nadzriyah An-nadzom ;inda Abdi Al-Qohir Al-Jurjani W a Atsaruhu Fi Al-Qudrph 'Ala At-tadzawwuq Al-balaghy Lada Tholibat Ma'hadi Daari Arrhman Li At-tarbiyah Al-Islamiyah Depok: تعليم البلاغة في ضوء نظرية النظم عند عبد القاهر الجرجاني وأثره في القدرة على التذوق البلاغي لدى طالبات معهد دار الرحمن للتربية الاسلامية ديفوك Tsuaibatul Islamiyah; Zainal Muttaqin; Raswan Raswan; Ahmad Dardiri
Al-TARQIYAH: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 6 No. 2 (2023): Al-Tarqiyah
Publisher : Pendidikan Bahasa Arab FTK UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/al-tarqiyah.v6i2.56

Abstract

Because of the Students are need the appreciate rhetoric to appreciate Arabic literary texts so that they feel proud of their language and their heritage, and because of the teachers who teach balaghoh in the seccond class off high school in the islamic boarding school only teached balaghoh by using the book that was used as reference in Islamic boarding schools by explaining it and memorizing it so that students feel bored and this causes weaknesses in their rhetoric abilities. The results of this study are that the way of learning balaghoh with the Nadzam Shaykh Abdul Qohir Al-Jurjani Theory is by following the steps: Introduction, Explanation, Application of Shaykh Abdul Qohir's symbols which are separated from the textual context to perfect its unity and structure, then Analyze it by explaining the elements of the nahwu, training students to understand the differences in the symbols of the nahwu and explaining the differences and the reasons assisted by the shaykh's theory and then practicing. And the effect of applying nadzam theory in Balaghah learning is that there are more than 50% of students who produce high scores in written test results about analyzing texts using nadzam theory. This shows that this theory helps students to have the ability to comprehend balaghoh because someone who having an appreciation of balaghoh with his intelligence will be able to explain the advantages contained in the text.
Penilaian Autentik Bahasa Arab (Kurikulum Merdeka) Puji Sumeh Pangestu; Mahdi Ibnu Hamid; Raswan Raswan; Ubaid Ridho
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka menempatkan asesmen sebagai bagian integral dari proses pembelajaran yang bertujuan memberikan informasi komprehensif tentang perkembangan peserta didik. Salah satu bentuk asesmen yang dipandang paling relevan dalam konteks pembelajaran abad 21 adalah penilaian autentik. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep penilaian autentik dalam pembelajaran Bahasa Arab, urgensinya dalam implementasi Kurikulum Merdeka, serta bentuk penerapannya yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan melalui analisis berbagai referensi yang membahas asesmen autentik, Kurikulum Merdeka, dan pembelajaran bahasa Arab. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian autentik mampu memberikan gambaran menyeluruh terkait kompetensi peserta didik, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Implementasi asesmen autentik yang mencakup proyek, kinerja, portofolio, observasi, dan penilaian diri terbukti mampu mendukung pembelajaran Bahasa Arab yang lebih aplikatif dan berorientasi pada kemampuan komunikatif. Dengan demikian, penilaian autentik sangat relevan digunakan sebagai strategi asesmen dalam Kurikulum Merdeka guna mendorong peserta didik menguasai Bahasa Arab secara fungsional dan kontekstual.
Penilaian Ranah Kognitif dalam Pembelajaran Bahasa Arab: Konsep, Praktik, dan Tantangannya Keysa Tamami; Maria Andieni Juniyati; Sulaeman Sulaeman; Ubaid Ridlo; Raswan Raswan
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian ranah kognitif merupakan aspek penting dalam pembelajaran bahasa Arab karena berfungsi mengukur kemampuan berpikir peserta didik mulai dari tingkat rendah hingga tinggi sesuai klasifikasi Taksonomi Bloom. Namun, praktik di lapangan menunjukkan dominasi pada pengukuran kemampuan mengingat dan memahami, sedangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta masih kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep, bentuk, serta tantangan pelaksanaan penilaian ranah kognitif dalam pembelajaran bahasa Arab. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui analisis isi terhadap buku, artikel jurnal, dan dokumen akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar instrumen penilaian guru bahasa Arab berupa tes objektif, seperti pilihan ganda dan isian singkat, yang hanya mengukur kemampuan kognitif tingkat rendah, sementara instrumen untuk kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi masih terbatas dan sering tanpa rubrik penilaian yang jelas, sehingga menimbulkan potensi subjektivitas. Temuan ini mengungkap bahwa keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan guru, dan minimnya pemanfaatan teknologi menjadi faktor utama yang menghambat penerapan penilaian kognitif secara komprehensif. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengembangan instrumen penilaian berbasis Taksonomi Bloom, penggunaan rubrik analitis, serta integrasi teknologi digital untuk meningkatkan validitas, reliabilitas, dan objektivitas penilaian ranah kognitif dalam pembelajaran bahasa Arab.
Penilaian Ranah Afektif Dalam Pendidikan Bahasa Arab Sulaeman Sulaeman; Suwandi Suwandi; Ubaid Ridho; Raswan Raswan
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab di lembaga pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan kognitif dan keterampilan berbahasa, tetapi juga membentuk sikap, minat, dan motivasi peserta didik. Ranah afektif memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan pembelajaran bahasa Arab karena berhubungan langsung dengan keterlibatan emosional siswa terhadap proses belajar. Namun, dalam praktiknya, penilaian ranah afektif sering kali kurang mendapatkan perhatian dibandingkan ranah kognitif dan psikomotorik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep ranah afektif, bentuk-bentuk penilaian yang dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab, serta manfaatnya bagi siswa, guru, dan lembaga pendidikan. Pembahasan didasarkan pada kajian teoretis taksonomi ranah afektif menurut Krathwohl yang meliputi receiving, responding, valuing, organization, dan characterization. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian ranah afektif dapat dilakukan melalui berbagai teknik, seperti observasi, angket sikap, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan catatan anekdot. Penilaian yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan mampu memberikan gambaran utuh tentang sikap siswa serta menjadi dasar perbaikan strategi pembelajaran. Dengan demikian, penilaian ranah afektif merupakan bagian integral dalam pembelajaran bahasa Arab yang berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar, pembentukan karakter, dan pencapaian tujuan pendidikan Islam secara holistik.
Kajian Alih Kode Dan Dwibahasa Dalam Tuturan Ustadz Adi Hidayat Pada Forum Umy Summer School 2022 Nabila Miftahul Husna; Raswan Raswan; Achmad Fudhaili
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi dari alih kode dan dwibahasa serta menganalisis kedua fenomena tersebut yang terdapat dalam pidato Ustadz Adi Hidayat pada forum internasional UMY Summer School 2022. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena penggunaan tiga bahasa (bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab) yang muncul secara bergantian dalam tuturan Ustadz Adi Hidayat. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggambarkan dan menganalisis jenis alih kode dan fungsi bahasanya, dengan sumber data berupa transkripsi pidato. Penelitian ini menggunakan teori Poplack (1968) untuk menganalisis jenis alih kode, dan menggunakan teori dari Apple dan Musyken (1987) untuk menganalisis dari segi fungsinya. Hasil penelitian menunjukkan tiga bentuk alih kode utama: Inter-Setential Switching mendominasi di 60%. Sementara itu, Intra-Setential Switching teridentifikasi sebanyak 27%, dan Tag Switching menjadi jenis alih kode yang paling jarang ditemukan. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan dwibahasa penutur dianggap sebagai strategi linguistik fungsional yang efektif untuk memperkuat identitas dan otoritas penutur.