Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Ubaid Ridho
An Nabighoh Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Bahasa Arab Vol 20 No 01 (2018): Jurnal An-Nabighoh
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.682 KB) | DOI: 10.32332/an-nabighoh.v20i01.1124

Abstract

This article explains the importance of evaluation as one of the learning components, particularly in Arabic teaching and learning. In the learning process there are two main activities, namely learning done by the students and teaching done by the teacher, the two activities are to achieve the objectives set out in the lesson plan. In this article, readers are invited by the author to discuss various matters related to the evaluation of Arabic learning, such as the objectives and principles of evaluation, the variety of evaluation, and the signs in the preparation of test equipment, whether test or non test techniques. Artikel ini menjelaskan tentang pentingnya evaluasi sebagai salah satu komponen pembelajaran, utamanya dalam kegiatan belajar mengajar bahasa Arab. Dalam proses pembelajaran ada dua kegiatan utama, yaitu belajar yang dilakukan oleh peserta didik dan mengajar yang dilakukan oleh guru, dua kegiatan tersebut adalah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam rencana pembelajaran. Dalam artikel ini, pembaca diajak penulis untuk berdiskusi tentang berbagai hal terkait evaluasi pembelajaran bahasa Arab, diantaranya adalah tujuan dan prinsip evaluasi, ragam evaluasi, dan rambu-rambu dalam penyusunan alat tes, baik teknik tes atau non tes.
التماسك النحوي في سورة المجادلة و انعكاسه في تعلم اللغة العربية Khoirunnisa; Ubaid Ridho
Comit: Communication, Information and Technology Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Comit: Communication and Information Journal
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/comit.v3i1.6983

Abstract

The Qur'an, as a source of Arabic language principles, provides numerous examples of grammatical cohesion as the linguistic elements' operation to connect sentences and paragraphs, thereby creating a grammatically structured text, including in Surah Al-Mujadalah. This study aims to: 1) Identify grammatical cohesion in Surah Al-Mujadalah, 2) Describe the forms of grammatical cohesion in Surah Al-Mujadalah, 3) Determine the causes of grammatical cohesion, and 4) Explain its implementation in Arabic language teaching. This research employs a qualitative approach. Data collection was conducted through library research.The results reveal that grammatical cohesion in the Arabic language of the Qur'an is evident in the use of interrelated linguistic elements structurally. In Surah Al-Mujadalah, several forms of grammatical cohesion are identified, including: reference, conjunction, substitution, and ellipsis. Grammatical cohesion in Surah Al-Mujadalah is highly beneficial for Arabic language learning, particularly in understanding sentence structures and techniques for establishing meaning connections within sentences. In its implementation, the researcher used the Qawaid Method, which is beneficial for improving reading and writing skills. The results showed that in teaching using the Qawaid Method, examples of verses from Surah Mujadalah containing grammatical cohesion such as Reference, Substitution, Conjunction, and Ellipsis could be used. This implementation was carried out entirely in the preparation of the teacher's lesson plans (RPP) for Arabic Language Lesson under the Merdeka Curriculum in Indonesia.
Telaah Pendekatan Semantik dalam Linguistik Moderen dan Kontribusi Tokoh Tokoh Sulaeman; Ubaid Ridho; ledia Malik
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nwqrg582

Abstract

Kajian semantik dalam linguistik modern telah mengalami perkembangan signifikan seiring dengan munculnya berbagai pemikiran dari para tokoh terkemuka. makalah ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis ragam modern serta kontribusi tokoh-tokoh utama dalam pengembangan teori semantik. makalah ini membahas pemikiran para tokoh seperti ferdinand de saussure, leonard bloomfield, noam chomsky, edward sapir, jakobson, michael halliday, yang memberikan pengaruh besar dalam pembentukan paradigma semantik modern. dengan menggunakan metode kajian pustaka dan pendekatan deskriptif-analitis, ditemukan bahwa pendekatan semantik tidak hanya memperluas pemahaman terhadap makna bahasa, tetapi juga membuka ruang bagi integrasi antara linguistik dan ilmu kognitif. kontribusi para tokoh tersebut telah menjadi fondasi penting dalam mengembangkan teori makna yang lebih kompleks dan aplikatif, baik dalam kajian teoretis maupun praktik kebahasaan.
Kebijakan Pendidikan Nasional dan Standar Kemampuan Berbahasa Asing Husnaini Muhammad Makhluf; Mohammad Mahdi Ibnu Hamid; Ubaid Ridho; Maswan
Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/k3rpb617

Abstract

Penelitian ini untuk melihat Kebijakan Pendidikan Nasional dan Standar Kemampuan Berbahasa Asing. Metode penelitian yang digunakan dalam makalah ini adalah pendekatan kualitatif-deskriptif, yang bertujuan untuk memahami dan menggambarkan fenomena yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan nasional dan standar kemampuan berbahasa asing, khususnya Bahasa Arab. Pendekatan ini dipilih karena fokus utama penelitian adalah untuk menganalisis konsep-konsep dasar yang terkandung dalam kebijakan pendidikan dan implikasinya terhadap kurikulum Bahasa Arab di Indonesia. Kebijakan pendidikan nasional bertujuan mengatur penyelenggaraan pendidikan yang merata, bermutu, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Landasan hukum seperti UUD 1945, UU Sisdiknas 2003, PP 57/2021, serta berbagai regulasi Kementerian Agama mempertegas peran bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing—terutama Bahasa Inggris dan Bahasa Arab—dalam sistem pendidikan. Bahasa asing memiliki kedudukan strategis untuk mobilitas global dan pemahaman keagamaan, khususnya Bahasa Arab di lingkungan madrasah. Standar kemampuan berbahasa asing mengacu pada kerangka internasional seperti CEFR dan ACTFL yang menekankan empat keterampilan utama: mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Indonesia mengadaptasi standar tersebut dalam kurikulum nasional melalui SKL, KMA 183/2019, dan berbagai kebijakan pembelajaran bahasa Arab yang mencakup kompetensi linguistik, komunikatif, dan budaya. Penilaian kemampuan bahasa diarahkan pada penilaian autentik yang menilai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta performa berbahasa nyata melalui portofolio, observasi, dan penilaian diri. Dalam pengembangan kurikulum bahasa Arab, kebijakan menuntut tujuan pembelajaran yang komunikatif, materi yang relevan, metode yang sesuai, kegiatan belajar yang bermakna, media yang efektif, dan penilaian berkelanjutan. Secara keseluruhan, kebijakan nasional dan standar kemampuan bahasa mengarahkan pembelajaran bahasa Arab agar komunikatif, kontekstual, dan mendukung penguatan karakter serta kompetensi global.      
Analisis desain kurikulum Bahasa Arab: Komponen dan Relevansi dengan Kebutuhan pembelajaran Abad ke-21 Fatimah Azzahra Putri; Sulthon, Athian; Ubaid Ridho
Rayah Al-Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Rayah Al-Islam: Jurnal Ilmu Islam January 2026
Publisher : Institut Muslim Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v10i1.132

Abstract

This study aims to analyze the design of the Arabic language curriculum by examining its components and relevance to 21st-century learning needs. The background of this research is based on the increasing demand for education that is responsive and adaptive to global challenges, particularly in the digital era and the Industrial Revolution 4.0. The research focuses on aligning Arabic language learning with essential skills of the 21st century, including critical thinking, creativity, communication, collaboration, digital literacy, and cross-cultural competence. A qualitative descriptive method was employed by reviewing relevant literature, research findings, and policy documents on Arabic language education and curriculum innovation. The results indicate that the Arabic curriculum needs to integrate technology, project-based learning, and culturally contextual materials to enhance communication skills and real-world application among students. Furthermore, periodic teacher training is essential to master modern teaching methods and utilize supportive technologies effectively. Evaluation systems should also be more comprehensive by incorporating both theoretical knowledge and practical skills. This study concludes that the design of the Arabic language curriculum should not only serve as a guide for teaching but also as a strategic instrument to equip students with global competencies aligned with the demands of the 21st century.