Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENYUSUNAN BAHAN AJAR BERBASIS CERITA RAKYAT KARAWANG SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SMP AL MUHAJIRIN TEGALWARU Karim, Ahmad Abdul; Mujtaba, Sahlan; Hartati, Dian
Wahana Pendidikan Vol 10, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v10i1.8770

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan bahan ajar teks cerita rakyat, serta mendeskripsikan kelayakan dan efektivitas bahan ajar pada peserta didik kelas VII SMP Al Muhajirin Tegalwaru. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan atau Research & Development (R&D). Peneliti mengadaptasi dan melakukan penyederhanaan terhadap langkah-langkah penelitian Borg & Gall. Sumber data penelitian diperoleh melalui wawancara dan survei terhadap guru, dosen, dan peserta didik. Data yang terkumpul dievaluasi menggunakan statistik deskriptif. Hasil validasi dari guru bahasa Indonesia diperoleh skor rata-rata 3,88 dari aspek isi/materi, penyajian, bahasa, dan kegrafikan dengan persentase 97%. Sementara hasil validasi dari dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia diperoleh skor rata-rata 3,6 dari aspek isi/materi, penyajian, bahasa, dan kegrafikan dengan persentase 90%. Setelah produk yang dikembangkan memasuki tahap revisi, dilakukanlah uji coba terhadap 30 orang peserta didik kelas VII SMP Al Muhajirin Tegalwaru. Perolehan skor empat aspek yang diuji ialah 3,92 dengan capaian persentase 98%. Berdasarkan uji lapangan, produk bahan ajar berbasis cerita rakyat Karawang telah memenuhi kriteria dan layak digunakan dalam pembelajaran.
Mbah Bongkok pahlawan mitologis masyarakat Tegalwaru: Analisis skema aktan dan fungsional cerita rakyat Karawang Karim, Ahmad Abdul; Mujtaba, Sahlan; Hartati, Dian
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.22746

Abstract

Penelitian ini mengungkap skema aktan dan fungsional dalam cerita rakyat Mbah Bongkok yang berkembang di Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Cerita berkisah ihwal perjuangan tokoh legendaris bernama Bongkok yang menjadi pejuang kemerdekaan dan penyebar agama Islam di wilayah selatan Karawang. Tujuan penelitian mendeskripsikan skema aktan dan fungsional cerita Mbah Bongkok. Metode penelitian memanfaatkan metode kualitatif. Sumber data penelitian yaitu cerita rakyat Mbah Bongkok yang diperoleh dari kegiatan wawancara bersama tiga informan. Teknik pengumpulan data penelitian, meliputi teknik membaca, teknik mencatat, dan studi literatur. Data penelitian yang terkumpul diolah melalui pemodelan kualitatif interaktif, meliputi pemilihan data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pola aktan dalam setiap Versi cerita Mbah Bongkok. Pada Varian 1 penutur menyebut secara langsung tokoh sesuai nama yang beredar di masyarakat. Sementara Varian 2 dan 3 tokoh Mbah Bongkok memiliki nama lain. Pelabelan nama Bongkok disebabkan karena adanya perilaku tokoh yang memperlihatkan kerendahan hati. Struktur fungsional cerita Mbah Bongkok juga memiliki Variasi penceritaan. Pada Varian 1 dan 3 cerita berakhir bahagia sementara dalam Varian 2 cerita berakhir dengan kesedihan. Keterikatan skema aktan dan fungsional mampu mendukung pembentukan alur cerita. Ada pun sosok Mbah Bongkok sebagai tokoh mitologis memberikan sokongan terhadap kebatinan masyarakat Tegalwaru. Oleh karena itu, ketiga Varian cerita Mbah Bongkok membahas sosok tokoh yang memiliki spiritualitas.
PEMANFAATAN TEKS SASTRA SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER Ahmad Abdul Karim; Dian Hartati
KOLASE Vol. 1 No. 2 (2022): KOLASE
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jk.v1i2.8800

Abstract

Pemilihan bacaan sastra yang tepat dapat menjadi salah satu sandaran utama dalam proses pengembangan karakter. Mengikuti arus Revolusi Industri 4.0 karya sastra dipublikasikan dalam bentuk fisik dan digital berbasis aplikasi. Tokoh-tokoh imajiner dalam karya sastra menjadi contoh nyata bagi pengembangan karakter peserta didik. Penguatan moral dan nilai-nilai agama dalam karya sastra perlu disampaikan agar anak bangsa tidak kehilangan jati diri. Penelitian ini dilakukan untuk menyokong pendidikan agar anak bangsa cerdas berkarakter. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Memanfaatkan teks sastra dengan menelaah kumpulan puisi Jalan Hati Jalan Samudra karya D. Zawawi Imron, kumpulan puisi To Kill the Invisible Killer karya FX Rudy Gunawan dan Afnan Malay, kumpulan cerpen   Karpet Merah Wakil Presiden karya Abdul Kadir Ibrahim, dan naskah drama Sumur Tanpa Dasar karya Arifin C. Noer. Teknik pengumpulan data memanfaatkan teknik membaca, mencatat, dan studi pustaka terhadap narasi cerita, perilaku tokoh, dan sekuen dialog maupun monolog yang menggambarkan nilai pendidikan karakter. Data penelitian yang terkumpul, kemudian diolah melalui beberapa tahapan, meliputi: reduksi data berupa pemilihan data-data yang sesuai dengan topik penelitian, penyajian data melalui pemaknaan data-data terpilih, serta penarikan simpulan berupa tafsir data penelitian. Hasil analisis menunjukkan ketiga genre sastra memiliki nilai-nilai dalam mewujudkan penguatan pendidikan karakter di antaranya: religius, peduli lingkungan, cinta tanah air, dan nasionalis. Temuan nilai pendidikan karakter menunjukkan bahwa teks sastra penting dibaca sebagai upaya penguatan karakter di era maraknya kasus kemerosotan karakter.
PEMANFAATAN METODE IMPRESIF TERHADAP PROSES PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA Karim, Ahmad Abdul; Firdaus, Muhamad Yuda; Dewi, Rizky Kurnia; Yuliani, Yuliani; Hartati, Dian
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 4 No 2 (2021): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v4i2.3947

Abstract

Teaching literature during a pandemic can be an alternative in developing character in students. This research is important to do to see the convergence of performances that are usually watched once, but due to digitalization, it is now easier for viewers to enjoy the performance. This study reveals the role and function of virtual drama staging in character building in children during the pandemic. The research data source is the recording of the virtual performance of Theater Comma entitled "Pandemi" by N. Riantiarno. The approach used is descriptive qualitative. And the method used is descriptive qualitative method. This study uses an objective (approachstructural).The findings found several values of character strengthening, namely religious, honest, responsible, and social care. These four values can be seen from the dialogue between actors to the attitude of the actors in responding to the pandemic. Based on the values of character education found, it shows that virtual performances are able to become a relevant literary medium for planting character education in the distance learning period. Keywords: Teaching Literature, Virtual Performances, Character Education, Structural, Theater Comma
Kajian Ekologi Sastra pada Puisi-Puisi Kontemporer di Indonesia Hartati, Dian; Karim, Ahmad Abdul
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.15454

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap muatan ekologis dalam puisi-puisi kontemporer karya penyair Indonesia. Puisi-puisi yang dipilih berasal dari kurun waktu lima belas tahun (2007-2022). Kajian puisi menggunakan pendekatan kualitatif interaktif dan ditopang dengan desain ekologi sastra Greg Garrard. Subjek penelitian dilakukan pada tujuh puisi kontemporer bertema lingkungan. Teknik pengumpulan data menerapkan teknik membaca, teknik mencatat, dan teknik studi literatur terhadap berbagai sumber untuk menguatkan data primer. Data yang terkumpul diolah melalui beberapa tahapan, meliputi pemilihan data, pemaknaan data, serta simpulan berupa tafsir terhadap data-data terpilih. Hasil analisis menunjukkan bahwa puisi-puisi kontemporer Indonesia mengandung enam konsep muatan ekologis Greg Garrard. Muatan tersebut di antaranya 1) pencemaran, 2) hutan belantara, 3) bencana, 4) tempat tinggal, 5) binatang, dan 6) bumi. Pencemaran direpresentasikan oleh perusakan hutan dan perang. Hutan belantara direpresentasikan oleh terlantarnya ladang dan hilangnya tempat tinggal hewan. Bencana direpresentasikan perubahan iklim. Tempat tinggal direpresentasikan dalam istilah pondok. Bintang direpresentasikan melalui burung, anjing, ikan, kunang-kunang, lembu, gajah, dan buaya. Bumi direpresentasikan dalam perubahan kondisi alam, eksploitasi kekayaan bumi, dan penggambaran bumi sebagai pantai yang cantik. Penyair kontemporer Indonesia berusaha menyadarkan masyarakat untuk lebih perhatian pada lingkungan sekitar.Study of Literary Ecology in Contemporary Indonesia PoemsThis research was conducted to reveal the ecological load in contemporary poetry by Indonesian poets. The selected poems come from fifteen years (2007-2022). The poetry study uses an interactive qualitative approach supported by Greg Garrard's literary ecological design. The research subjects were seven contemporary poems with environmental themes. Data collection techniques apply reading, note-taking, and literature study techniques to various sources to strengthen primary data. The collected data is processed through several stages, including data selection, data interpretation, and conclusions in the form of interpretations of the selected data. The results of the analysis show that contemporary Indonesian poems contain six concepts of Greg Garrard's ecological content. These contents include 1) pollution, 2) wilderness, 3) disasters, 4) habitats, 5) animals, and 6) the earth. Pollution is represented by forest destruction and war. Wilderness is represented by the abandonment of fields and the loss of animal habitation. Disasters represent climate change. Residence is represented in the term cottage. Stars are represented through birds, dogs, fish, fireflies, cows, elephants, and crocodiles. The earth is represented in changes in natural conditions, the exploitation of the earth's wealth, and the depiction of the earth as a beautiful beach. Contemporary Indonesian poets are trying to make people aware of being more attentive to the surrounding environment.
Naming Natural and Cultural Tourism Objects in Medalsari Village, Karawang Regency Suntoko, Suntoko; Abduloh, Abduloh; Purbangkara, Tedi; Karim, Ahmad Abdul; Widiatmoko, Sigit
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.16866

Abstract

This research was conducted to reveal the application of the Sapir-Whorf hypothesis in naming tourist attractions in Medalsari Village, Karawang Regency. The research applies a qualitative study design, ethnographic methods, and the umbrella of anthropolinguistic studies to uncover the naming story, meaning, and cultural values behind the naming of tourist attractions.  The research results reveal that the naming of natural and cultural tourism objects in Medalsari Village cannot be separated from the role of central figures who contribute to the development of the village. Several tourist attractions have changed names due to commercialization and efforts to revitalize local culture. The names were reconstructed as part of a strategy to attract tourist interest and support the market narrative. This naming process supports the Sapir-Whorf hypothesis, which emphasizes that language, culture, and ways of thinking are closely related to people's lives. This research contributes to promoting tourist attractions in Medalsari Village and helps develop teaching materials in higher education. Integrating teaching materials focused on local wisdom can build a learning atmosphere that is more inclusive, interactive, and in line with student needs.  Utilizing teaching materials that are close to students can improve the quality of learning and have an impact on student learning experiences.  Penamaan Objek Wisata Alam dan Budaya di Desa Medalsari Kabupaten KarawangPenelitian ini dilakukan untuk mengungkap penerapan hipotesis Sapir-Whorf dalam penamaan objek wisata di Desa Medalsari, Kabupaten Karawang. Penelitian menerapkan desain studi kualitatif, metode etnografi, serta payung kajian antropolinguistik untuk menganalisis nama, makna, serta nilai budaya di balik penamaan objek wisata.  Hasil penelitian mengungkap bahwa penamaan objek wisata alam dan budaya di Desa Medalsari tidak lepas dari peran tokoh-tokoh sentral yang berkontribusi dalam perkembangan desa. Beberapa objek wisata mengalami perubahan nama dikarenakan adanya komersialisasi dan upaya revitalisasi budaya lokal. Rekonstruksi nama-nama dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk menarik minat wisatawan dan mendukung narasi pasar. Proses penamaan ini mendukung hipotesis Sapir-Whorf, yang menegaskan bahwa bahasa, budaya, dan cara berpikir saling berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat. Penelitian ini turut andil mempromosikan objek wisata di Desa Medalsari serta berdaya guna dalam pengembangan materi ajar di perguruan tinggi. Pengintegrasian materi ajar berfokus pada kearifan lokal dapat membangun suasana belajar yang lebih inklusif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.  Pemanfaatan materi ajar yang dekat dengan mahasiswa dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta berdampak terhadap pengalaman belajar mahasiswa. 
Traumatic Memory and Family Dynamics of Political Prisoners in Leila S. Chudori’s Namaku Alam Karim, Ahmad Abdul; Putra, Natanael Ricky; Amiruddin, Nurlina; Handoko, Agung Rizki Juwi; Ekklesia, Maylia Vinda; Vidyanita, Nissa
POETIKA Vol 13, No 1 (2025): Issue 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/poetika.v13i1.105970

Abstract

The violent aftermath of Indonesia’s 1965 political upheaval created profound, lasting trauma for politicalprisoners (tahanan politik, or tapol) and their families. This trauma continues to live within family memories,trapped in narratives of violence, oppression, and alienation. Leila S. Chudori’s novel, Namaku Alam, providesa compelling literary examination of this legacy, portraying how trauma transcends temporal boundaries andtransmits actively across generations. Through textual analysis grounded in trauma theory (Cathy Caruth)and concepts of intergenerational memory (Marianne Hirsch, Maurice Halbwachs), this article examinesthe psychosocial processes represented in the novel. The analysis reveals a three-stage progression: 1)family dynamics function as an arena for trauma transmission through silence, fragmented narratives,and somatic memory; 2) this transmission creates a distinctive inherited identity in the second generation,characterized by social stigma and psychological fragmentation; and 3) the legacy culminates in fracturedintergenerational relationships, where systemic violence manifests as domestic conflict and communicationbreakdown. This study reveals how Namaku Alam operates as a vital counter-narrative to official histories,serving as a bridge that illuminates the intimate, long-term consequences of state violence. By dissecting thefamilial mechanisms of trauma, the novel critiques the enduring impact of political repression on memory,identity, and relational life.