Atriany Nilam Sari
Department Of Midwifery, Faculty Of Medical, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, West Java, Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Survei Kepuasan Kader dalam Penggunaan Aplikasi iPosyandu dalam Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia: Cadre Satisfaction Survey in Using iPosyandu Application for Maternal and Child Health Services in Indonesia Atriany Nilam Sari; Ari Indra Susanti; Fedri Ruluwedrata Rinawan
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v3i2.390

Abstract

Introduction: iPosyandu application was initially developed to answer the problems of cadres in recording and reporting Posyandu who still use aid book, so there was often delay in reporting to the Puskesmas, with late reports, information was difficult to obtain. This study aims to find out the satisfaction of cadres in using the iPosyandu application. Methods: This research used descriptive cross-sectional approach, and was conducted from July to December 2020, followed by 251 posyandu cadres spread across in Indonesia. This sampling uses accidental sampling method that meets the research criteria. Data retrieval using online survey questionnaire satisfaction of iPosyandu application. Data analysis using univariate with descriptive statistics accompanied by Importance Performance Analysis (IPA) method. Results: This study showed the dimension that is the top priority for immediate improvement is the accuracy dimension with the data accuracy item of posyandu information system on iPosyandu application. Conclusion: Accurate data is useful as a source of information and accuracy in interpreting maternal and child health data in the region.
Neonatal Care Education during Pregnancy Using Videos on the iPosyandu Application Fedri Ruluwedrata Rinawan; Ilma Dina Arrahmah; Didah Didah; Nelly Dameria Sinaga; Ari Indra Susanti; Rima Kusumah Dewi; Atriany Nilam Sari
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.734 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v9i3.8430

Abstract

Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) 2017 shows that the neonatal mortality rate (NMR) in Indonesia was 15 per 1,000 live births. A decrease in NMR to 12 per 1,000 live births can reduce the infant mortality rate (IMR). Purwakarta regency in 2019 ranked 14 out of 27 regencies and cities that contribute to the NMR in West Java. This research analyzes the knowledge of pregnant women about neonatal care before and after being given a combination of video animation and demonstration on the iPosyandu Parents application. The research method used was quantitative with one group pretest-posttest design, an interventional study without a control group. The sample size was 60 pregnant women in their third trimester. Samples that met the criteria were taken by purposive sampling technique and according to the midwife's instructions at the Pasawahan Public Health Center, Purwakarta regency. This research was conducted in May 2020. The knowledge data were collected using a questionnaire that was translated from previous studies. The questionnaire topic groups were adapted from the government's Maternal and Child Health book. The results showed differences in knowledge before and after being given health education using audiovisual media in 7 topic groups. They comprised general information on neonatal care, early breastfeeding initiation, breastfeeding, keeping babies warm, umbilical cord care, schedule of neonatal visits, and immunization. However, there was no difference in one topic group, namely the newborn danger critical signs.EDUKASI SELAMA KEHAMILAN TENTANG PERAWATAN NEONATUS MENGGUNAKAN VIDEO PADA APLIKASI iPOSYANDUAngka kematian neonatus (AKN) menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 di Indonesia adalah 15 per 1.000 lahir hidup. Penurunan AKN hingga 12 per 1.000 kelahiran hidup dapat menekan angka kematian bayi (AKB). Kabupaten Purwakarta pada tahun 2019 menempati urutan ke-14 dari 27 kabupaten dan kota penyumbang AKN di Jawa Barat. Tujuan penelitian ini menganalisis pengetahuan ibu hamil mengenai perawatan neonatus sebelum dan sesudah diberikan video kombinasi animasi dan demonstrasi pada aplikasi iPosyandu Orang Tua. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain one grup pretest-posttest yang merupakan penelitian intervensional tanpa kelompok kontrol. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 60 ibu hamil trimester III. Sampel yang memenuhi kriteria diambil dengan teknik purposive sampling sesuai dengan arahan dari bidan Puskesmas Pasawahan Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2020. Pengumpulan data pengetahuan dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diterjemahkan dari penelitian sebelumnya. Kelompok topik kuesionernya disesuaikan dengan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dari pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual pada 7 kelompok topik. Topik tersebut terdiri atas informasi umum perawatan neonatus, inisiasi menyusui dini (IMD), pemberian ASI, menjaga bayi tetap hangat, perawatan tali pusat, jadwal kunjungan neonatal, dan imunisasi. Akan tetapi, kelompok mengenai tanda bahaya bayi baru lahir tidak terdapat perbedaan.
GAMBARAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI MODERN DI JAWA BARAT BERDASARKAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DAN SUMBER INFORMASI Noormarina Indraswari; Atriany Nilam Sari; Ari Indra Susanti
Menara Medika Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 Maret 2021
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v3i2.2457

Abstract

Jawa Barat merupakan provinsi dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, sehingga penggunaan kontrasepsi merupakan upaya penting dalam pengendalian jumlah penduduk. Cakupan penggunaan kontrasepsi modern atau metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) perlu ditingkatkan dengan lebih memerhatikan karakteristik sosiodemografi dan sumber informasi keluarga berencana (KB). Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik sosiodemografi dan sumber informasi pengguna kontrasepsi modern dan MKJP di Jawa Barat. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari Survey Kinerja dan Akuntabilitas Program KKBPK (SKAP) 2019 untuk Provinsi Jawa Barat. Sampel penelitian ini adalah WUS 15-49 tahun, berstatus menikah atau tinggal bersama, dan menggunakan kontrasepsi modern. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dengan frekuensi dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suntikan 3 bulan merupakan jenis kontrasepsi modern yang paling sering digunakan. Penggunaan MKJP masih rendah, yaitu 21,87%. Pengguna MKJP terbanyak ada pada kelompok usia lebih tua, tingkat pendidikan tinggi, berada pada kuintil kekayaan tinggi, dan tinggal di perkotaan. Televisi merupakan sumber informasi utama KB, diikuti dengan bidan/perawat. Program Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) KB sebaiknya lebih menjangkau sasaran dengan berbagai karakteristik, terutama sasaran dengan pendidikan dan status ekonomi lebih rendah serta yang tinggal di perdesaan. KIE melalui media seperti televisi sebaiknya memberikan pesan yang jelas dan dapat dimengerti oleh sasaran. Selain itu, kapasitas dan keterampilan petugas dalam KIE KB perlu ditingkatkan agar pesan tersampaikan dengan baik.
Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan dan Biaya Pengeluaran bagi Akseptor KB dalam Mendapatkan Layanan Kontrasepsi di Jawa Barat: Utilization of Health Facilities and Expenditures for Family Planning Acceptors in Getting Contraceptive Services in West Java Atriany Nilam Sari; Ari Indra Susanti; Noormarina Indraswari
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v4i1.578

Abstract

Introduction: The family planning program is a promotive and preventive service, including counseling and the use of non-long-term contraceptive methods and long-term contraceptive methods (MKJP). However, there is a decrease in the use of Intrauterine Contraceptive Devices caused by health service factors, namely procedures, health workers, costs, and infrastructure related to the selection of contraceptives. Purpose: This study describe the utilization of health facilities and the costs of spent by family planning acceptors in obtaining contraceptive services in West Java. Methods: This study used secondary data from the 2019 SKAP data with 5,430 modern family planning acceptors. Results: Most respondents, who used sterilization, IUDs, implants, and injections, received the services from private midwives (54.54%) and village midwives (24.25%). Meanwhile, for users of contraceptive pills and male condoms, the majority of respondents received these contraceptives from pharmacies/drug stores (64.9%). For non-MKJP users, 95.92% of them without insurance coverage. While 76,52% MKJP users also used the services without being covered by insurance. Conclusion: Utilization of health facilities with the cost of birth control services borne by BPJS or Jamkesda is still very low. Thus, promote health related to the use of MKJP and the use of BPJS need to be improved.     ABSTRAK Pendahuluan: Program KB merupakan pelayanan promotif dan preventif, mencakup konseling dan penggunaan kontrasepsi non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP) dan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Terdapat penurunan pemakaian Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) disebabkan oleh prosedur, petugas, biaya, dan sarana prasarana yang berhubungan pemilihan alat kontrasepsi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan fasilitas kesehatan dan biaya pengeluaran bagi akseptor KB dalam mendapatkan layanan kontrasepsi di Jawa Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan potong lintang dengan data sekunder dari data Survei  Kuesioner Akuntabilitas Penelitian (SKAP) tahun 2019. Subjek penelitiannya adalah akseptor KB modern sebanyak 5.430 orang. Hasil: Pengguna alat/metode KB, (IUD, implan, dan suntik) paling banyak mendapatkan pelayanan KB dari praktik bidan swasta (54,54%) dan bidan desa (24,25%). Sedangkan untuk pengguna pil KB dan kondom pria paling banyak mendapatkan alat KB tersebut dari apotik/toko obat (64,9%). Pada bukan pengguna MKJP, sebanyak 95,92% tidak menggunakan asuransi dalam mendapatkan pelayanan KB. Sedangkan pengguna MKJP 76,52% responden juga tidak menggunakan asuransi. Simpulan: Pemanfaatan fasilitas kesehatan dengan biaya pelayanan KB yang ditanggung BPJS atau Jamkesda masih sangat rendah. Dengan demikian, upaya promosi kesehatan terkait penggunaan layanan MKJP dan pemanfaatan BPJS perlu ditingkatkan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-59 BULAN Ruth Dearani Sinaga; Ika Sumiyarsi Sukamto; Budiyanti Wiboworini; Nurul Jannatul Wahidah; Atriany Nilam Sari
Jurnal LINK Vol 18, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.116 KB) | DOI: 10.31983/link.v18i2.8931

Abstract

Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Kejadian stunting terbesar di Kota Surakarta terdapat di wilayah Puskesmas Sangkrah yaitu 17,4% dan jumlah anak dengan stunting terbanyak terdapat di Kelurahan Semanggi yaitu 39,1%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-fakor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan di Kelurahan Semanggi Kota Surakarta. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Didapatkan sebanyak 82 ibu yang mempunyai anak usia 12-59 bulan dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan memakai lembar kuesioner, kemudian dianalisis dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi stunting sebesar 26,8% dan tidak stunting sebesar 73,2%. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah berat badan lahir dan riwayat ASI eksklusif (p0,05). Faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian stunting adalah tinggi badan ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, riwayat imunisasi, dan riwayat infeksi (p0,05). Simpulan penelitian ini faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu berat badan lahir dan riwayat ASI eksklusif.
ANALISIS SIKAP IBU TENTANG STIMULASI TUMBUH KEMBANG BALITA STUNTING USIA 2-3 TAHUN DI SURAKARTA: Analysis of Mother's Attitudes About Stimulating Growth and Development of Stunting Toddlers Age 2- 3 Years in Surakarta Luluk Fajria Maulida; Rufidah Maulina; Atriany Nilam Sari; Revi Gama Hatta Novika; Nurul Jannatul Wahidah; Siti Nurhidayati
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 8 No. 3 (2022): JIKeb | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikeb.v8i3.1363

Abstract

Tahapan perkembangan anak memang sangat menakjubkan, karena pada setiap tahapan perkembangan anak tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga secara mental hingga kecerdasannya. Salah satu syarat menuju perkembangan yang optimal adalah sikap orang tua atau pengasuh yang positif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sikap ibu tentang stimulasi tumbuh kembang balita stunting usia 2-3 tahun di Surakarta. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan bulan April 2022 di Kelurahan Pasar Kliwon dengan teknik total sampling. Jumlah responden sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian ini diperoleh ibu yang bersikap positif sebanyak 46,7% dan bersikap negatif sebanyak 53,5%. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar ibu bersikap negatif terhadap stimulasi tumbuh kembang balita stunting usia 2-3 tahun. Diperlukan pelatihan maupun pendampingan pada keluarga untuk mengoptimalkan stimulasi tumbuh kembang balita.
Pemberdayaan Orang Tua dalam Pemantauan Status Gizi dan Imunisasi pada Balita selama Pandemi Covid-19 Angesti Nugraheni; Atriany Nilam Sari; Sri Mulyani; Vitri Widaningsih; Udi Heru Nefihancoro
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.671 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1218

Abstract

The Covid-19 pandemic has directly impacted the continuity of children's health services. As many as 10.31% of children experienced delays in immunization, and 17% of toddlers had malnutrition status.  The purpose of this service is to provide education for mothers who have toddlers to continue to monitor the nutritional status and immunization of children during a pandemic. The target of this activity is mothers who have toddlers and include members at the Sekolah Komplementer Cinta Ibu as many as 31 mothers. The provision of education is given through a whatsapp group, starting with extracting information about the nutritional status and immunization of children after providing material according to related problems, then giving a questionnaire to find out the level of maternal knowledge. The results showed that 32.26% of toddlers had incomplete basic immunization status, besides that there were still 6.45% with malnutrition status and 9.68% more nutrition, but after providing education, the mother's knowledge level was in the good category. Parents are empowered and aware of the health needs of children, so a quality generation will be created.   ABSTRAK Pandemi Covid-19 secara langsung berdampak pada kelangsungan pelayanan kesehatan anak. Sebesar 10,31 % anak mengalami penundaan imunisasi, dan 17% balita berstatus gizi kurang.  Tujuan pengabdian ini memberikan edukasi bagi ibu yang memiliki balita untuk tetap melakukan pemantauan status gizi dan imunisasi anak di masa pandemi. Sasaran kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita dan termasuk anggota di Sekolah Komplementer Cinta Ibu sebanyak 31 ibu. Pemberian edukasi diberikan melalui grup whatsapp, diawali dengan penggalian informasi mengenai status gizi dan imunisasi anak setelahnya memberikan materi sesuai dengan masalah terkait, kemudian pemberian kuisioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu. Hasil menunjukkan 32,26% balita berstatus imunisasi dasar tidak lengkap, selain itu masih terdapat 6,45% berstatus gizi kurang dan 9,68% gizi lebih, namun setelah pemberian edukasi tingkat pengetahuan ibu berada dalam kategori baik. Orang tua berdaya dan sadar akan kebutuhan kesehatan anak, maka akan tercipta generasi yang berkualitas. 
Optimalisasi Pemantauan Kesehatan Balita Stunting melalui Buku Monitoring Gizi Anak di Kabupaten Rote Ndao, NTT Ari Indra Susanti; Siti Nur Fatimah; Atriany Nilam Sari; Dani Ferdian; Yusrima Syamsina Wardani; Noormarina Indraswari; Didah Didah; Wiyoko Yudhantara; Yulika Yulika; Yogi Lasril
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.407 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1242

Abstract

Rote Ndao Regency, which is located on one of the outer islands in NTT Province, has a total stunting prevalence of 23.48%. The improvement of stunting with interventions in the health and non-health sectors has a considerable contribution. This activity aims to carry out a stunting control improvement program by utilizing child nutrition monitoring books as a medium in monitoring the health of stunting toddlers in Rote Ndao Regency. The target in this activity is families who have toddlers aged 13-48 months as many as 88 children. The method of this activity is that all targets are given a monitoring book and supplementary feeding and Zinc supplementation is carried out for 12 weeks. The results showed that the provision of additional feeding assistance and supplementation improved nutritional status with increased weight and even this activity increased the motivation of the family to improve the child's lifestyle and health status.
Optimalisasi Peran Keluarga dalam Peningkatan Kesadaran Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Serviks : Optimization of Family Role in Improving Awareness of Cervical Cancer Prevention and Early Detection Atriany Nilam Sari; Siti Nurhidayati; Revi Gama Novika; Rufidah Maulina; Luluk Fajria Maulida; Nurul Jannatul Wahidah
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.566 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v4i1.1350

Abstract

Cervical cancer is still the cancer that results in the highest female deaths in Indonesia.. The coverage of early detection of cervical cancer in Indonesia is still 8.29%. It was proven that the screening results in Karanganyar showed that as many as 239 mothers with positive iva tests and 15 mothers were suspected of cervical cancer. The purpose of this community service is to provide health education to the community by maximizing family participation in counseling. The target of this activity is 30 couples at the Mojogedang, Karanganyar. The method carried out includes three stages, namely problem identification, implementation, and evaluation. The result of this community service is to increase awareness to carry out early detection of cervical cancer, and reduce stigma regarding cervical cancer. Health counseling or education activities are expected to be carried out in various places by considering the participation of other family members in counseling
Pengaruh Pendampingan melalui Kit Sensory Play terhadap Pengetahuan Ibu dari Anak Stunting tentang Stimulasi Perkembangan Anak Luluk Fajria Maulida; Revi Gama Hatta Novika; Atriany Nilam Sari; Nurul Jannatul Wahidah; Siti Nurhidayati; Rufidah Maulina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8215

Abstract

ABSTRAK Tumbuh kembang menjadi salah satu indikator kesejahteraan fisik anak. Meskipun setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda, namun pemberian stimulasi dapat mengoptimalkan prosesnya. Stimulasi dapat dilakukan oleh setiap orang tua dengan menggunakan kit sensory play atau mainan sensory yang memanfaatkan secara maksimal kelima indera secara simultan.Untuk meningkatkan pengetahuan orangtua mengenai sensory play, dibutuhkan edukasi kesehatan khusus agar orangtua semakin sadar dalam stimulasi tumbuh kembang balita. Untuk mengetahui pengaruh edukasi stimulus sensory play dan tumbuh kembang anak terhadap tingkat pengetahuan ibu di Surakarta. Menggunakan quasi eksperimen, one group pre-post test design dengan teknik total sampling. Sasaran sebanyak 30 orang ibu yang memiliki anak stunting. Pengabdian ini dilaksanakan di kelurahan Pasar Kliwon, Surakarta, pada bulan Mei-Juni 2022. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan di analisis dengan uji wilcoxon. Terdapat balita dengan perkembangan yang menyimpang sebesar 26,7% serta meragukan 20%. Hasil analisis uji Wilcoxon dengan nilai signifikan 0,018. Pendampingan melalui Kit Sensory Play Terhadap Pengetahuan Ibu Dari Anak Stunting Tentang Stimulasi Perkembangan Anak berjalan lancar. Diperlukan adanya penyebaran informasi pada kelompok orangtua agar tumbuh kembang balita dapat maksimal melalui stimulasi yang diberikan. Kata Kunci:  Sensory Play, Tumbuh Kembang, Pengetahuan, Stimulus  ABSTRACT Growth and development is an indicator of a child's physical well-being. Although each child has a different developmental speed, stimulation can optimize the process. Stimulation can be done by each parent by using sensory play or sensory toys that make maximum use of the five senses simultaneously. To increase parents' knowledge about sensory play, special health education is needed so that parents are more aware of stimulating the growth and development of toddlers. To determine the effect of sensory play stimulus education and child development on the level of knowledge of mothers in Surakarta. The research method uses a quasi-experimental, one group pre-post test design with a total sampling technique. The study was conducted on 30 mothers who had children who met the inclusion exclusion criteria. This research was conducted in Pasar Kliwon sub-district, Surakarta, in May-June 2022. The data was collected using a questionnaire and analyzed using the Wilcoxon test. Assistance through the Sensory Play Kit on Mother's Knowledge of Stunting Children about Child Development Stimulation runs smoothly. It is necessary to disseminate information to the parent group so that the growth and development of toddlers can be maximized through the stimulation provided. Keywords:  Sensory Play, Growth, and Development, Knowledge