Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH DALAM PELAKSANAAN REHABILITASI KORBAN NAPZA MELALUI LEMBAGA REHABILITASI Mahmuda Pancawisma Febriharini
Jurnal Spektrum Hukum PMIH UNTAG Semarang Vol 12, No 2 (2015): Jurnal SPEKTRUM HUKUM
Publisher : PMIH Untag Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.639 KB) | DOI: 10.35973/sh.v12i2.430

Abstract

Penyalahgunaan narkoba saat ini telah menunjukan titik yang mengkhawatirkan, tidak saja di konsumsi oleh golongan masyarkat mampu saja melainkan golongan masyarakat tidak mampu juga telah banyak mengkonsumsi narkoba, bahkan sampai ke pelosok pedesaan dapat dengan mudah mendapatkan narkoba dan kebanyakan pengguna narkoba adalah kalangan remaja yang merupakan generasi penerus dan pengemban masa depan bangsa.penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, dan psikotropika di lakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). BNN tersebut didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2007 tentang Badan Narkotika Nasional, Badan  Narkotika Provinsi, dan Badan Narkotika Kabupaten/Kota, selain BNNP pemerintah Provinsi Jawa Tengah khususnya Dinas Sosial pada tahun 1986 telah mendirikan Panti Pamardi Putra "Mandiri" Semarang. Panti Pamardi Putra "Mandiri" dimana Tugas Pokok dan Fungsi Dinas kesejahteraan Sosial dalam merehabilitasi korban Narkotika.Faktor - faktor yang mempengaruhi pelaksanaan rehabilitasi yaitu masih adanya keterbatasan sarana dan prasarana yaitu antara lain; Fasilitas yang belum memadai dan belum memenuhi persyaratan yang baik, Kurang tersedianya tenaga yang cukup terampil, baik kualitas maupun kuantitas, belum lancarnya hubungan kerjasama dan rujukan lintas sektoral termasuk organisasi non pemerintah, Belum adanya sistem pencatatan dan pelaporan yang terpaduUntuk mencapai program terapi dan rehabilitasi dengan baik diperlukan pengembangan strategi dan modal terapi atau rehabilitasi yang tepat serta pemilihan prioritas dan penyusunan program yang tepat didukung oleh pengembangan dan pengadaan tenaga yang dibutuhkan. Serta perlu dibina kerjasama dengan luar negeri
PENERAPAN GOOD GOVERNANCE DALAM MEMBANGUN APARATUR PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KKN Mahmuda Pancawisma Febriharini
JURNAL ILMIAH HUKUM DAN DINAMIKA MASYARAKAT Vol 9, No 1 (2011): Hukum dan Dinamika Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.708 KB) | DOI: 10.56444/hdm.v9i1.402

Abstract

Conditions of government officers at this show is not a good image and performance of government administration so that the performance of duties of public administration and development both at central and regional levels have not been implemented based on the principles of good governance (good governance). Faced with this situation needed improvement of public services, transparency and accountability of government performance to the public, as well as the presence of an oversight or control over the government's performance both by formal oversight institutions and the supervision carried out by the public as part of community participation towards the implementation of development.
PENEMUAN HUKUM (RECHTSVINDING) HAKIM DALAM PERKARA PERDATA SEBAGAI ASPEK MENGISI KEKOSONGAN HUKUM Markus Suryoutomo; Mahmuda Pancawisma Febriharini
JURNAL ILMIAH HUKUM DAN DINAMIKA MASYARAKAT Vol 18, No 1 (2020): HUKUM DAN DINAMIKA MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.34 KB) | DOI: 10.56444/hdm.v18i1.1757

Abstract

Interpreting a legal rule is an effort to find the meaning of the legal rule, which means distilling or drawing out and displaying it to the surface of the rule of law or the meaning of law that is contained or hidden in the legal rule concerned. Regarding the method or method to find the rule of law, in legal studies various interpretation methods have been developed, including grammatical, historical, systematical, teleological and sociological methods. Regarding the methods there is no stipulation on hierarchical order. Yet it is not impossible that these methods produce different interpretations. However, hermeneutic studies show that all methods need to be involved proportionally in relation to one another whenever interpreting a rule of law.
EKSISTENSI HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL TERHADAP HUKUM SIBER Mahmuda Pancawisma Febriharini
Serat Acitya Vol 5, No 1 (2016): Berlaku seperti Hukumnya
Publisher : FEB UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.735 KB)

Abstract

Eksistensi Hak Atas Kekayaan Intelektual Terhadap Hukum Siber, memiliki kedudukan yang khusus  mengingat kegiatan siber sangat lekat dengan pemanfaatan tehnologi informasi  yang berbasis pada Hukum Hak Cipta, Merek, Rahasia Dagang yang masih mengalami kesulitan dalam melakukan penegakan hukum terkait pembuktian apabila terjadi kasus-kasus hukum seperti, Rahasia Dagang yang terdapat dalam komputer dan jaringan internet, Desain Industri melindungi dengan tampilan tampilan seperti homepage.Penerapan asas-asas Yuridiksi dalam ruang siber menurut Hukum Internasional antara lain dengan menggunakan tiga jenis Yuridiksi untuk menetapkan Undang-undang (the yurisdiction to prescribe), Yuridiksi untuk Penegakan Hukum (the yurisdiction to enforce) dan yurisdiksi untuk menuntut (the yurisdiction to adjudicate)Kata Kunci: Hak Atas Kekayaan Intelektual, Hukum siber ABSTRACT Existence of Intellectual Property Rights Against cyber Law , has a special position considering the cyber activities is closely linked to the utilization of information technology based on the Copyright Law, Trademark , Trade Secret are still having troubles in performing law an forcment associated with evidence in the event of legal cases such as , Trade Secrets  in the computers and internet networks , industrial designs protected with displays  like homepage.The Application of the jurisdiction principles  in the cyber space according to the International Law, among others, by using three types of jurisdiction that is  (the yurisdiction to prescribe) , Jurisdiction for Law Enforcement (the yurisdiction to enforce) and the jurisdiction to prosecuting (the yurisdiction to adjudicate)
Pelaksanaan Program e KTP Dalam Rangka Tertib Administrasi Kependudukan Mahmuda Pancawisma Febriharini
Serat Acitya Vol 5, No 2 (2016): Pemanfaatan Rasio untuk menyelesaikan Kasus dan mewujudkan Program Kehidupan
Publisher : FEB UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.099 KB)

Abstract

Dengan berlakunya Undang – undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administasi Kependudukan dengan tujuan untuk mewujudnya tertib administrasi kependudukan dalam sekala Nasional dan menjamin kepastian hukum hak sipil penduduk, juga untuk kepentingan program – program pembangunan Nasional, sehingga diperlukan pemutakhiran data kependudukan, penerbitan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan penerapan e-KTP.KTP Elektronik  adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan / pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional. Dengan tujuan untuk mewujudkan kepemilikan satu identitas (KTP) untuk satu penduduk yang memiliki kode keamanan dan rekaman elektronik data kependudukan berbasis NIK secara Nasional. (biodata,foto,sidik jari, iris mata dan tanda tangan) yang tersimpan dalam fisik KTP Elektronik (KTP Elektronik).Kendala-kendala yang timbul pada pelaksanaan Program e-KTP  yaitu datangnya alat perekam data yang tidak bisa tepat waktu karena alatnya yang datang tidak bisa serentak dan alatnya juga ada yang tidak lengkap serta tidak bisa dioperasionalkan juga belum dapat diserahkannya e-KTP kepada penduduk tepat waktu karena belum seluruhnya e-KTP selesai dicetak karena pencetakannya dilaksanakan oleh konsursium yang berada di Jakatra sehingga perlu adanya perbaikan-perbaikan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah, agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang maksimal dalam pembuatan e-KTPKata Kunci: UU no 23 Tahun 2006, e-KTP
THE ROLE OF THE GOVERNMENT IN PROVIDING LEGAL PROTECTION TO WORKERS THAT WAS LAID OFF DUE TO THE COVID-19 PANDEMIC Mahmuda Pancawisma Febriharini; Benny Bambang Irawan; Krismiyarsi Krismiyarsi
UNTAG Law Review Vol 6, No 1 (2022): UNTAG LAW REVIEW (ULREV)
Publisher : Faculty of Law Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.82 KB) | DOI: 10.36356/ulrev.v6i1.3102

Abstract

This study aims to determine the role of the government in providing legal protection to workers who have been laid off due to the COVID-19 pandemic. The impact of Covid 19 has shaken the Indonesian economy and of course the biggest impact is felt in industrial relations, both macro and micro. Many companies are threatened with the continuity of their production, which has an impact on the survival of our workers. Many have been laid off with wages not paid in full. To support the welfare and continuity of work for workers as well as to support workers who have been laid off due to Covid-19, the Government has issued variousincentives for employers and workers, namely in the form of cash assistance in the form of Wage Subsidy Assistance (BSU) and issuing pre-employment cards thataims to provide training, namely to provide skills that can be used for industrial and entrepreneurship needs.
LEGAL PROTECTION FOR WORKERS WHO HAVE WORK ACCIDENTS AND NOT REGISTERED IN THE BPJS PROGRAM Benny Bambang Irawan Nitinegoro; Mahmuda Pancawisma Febriharini
UNTAG Law Review Vol 6, No 2 (2022): UNTAG LAW REVIEW (ULREV)
Publisher : Faculty of Law Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.293 KB) | DOI: 10.36356/ulrev.v6i2.3461

Abstract

Writing this journal aims to determine legal protection for workers who experience work accidents and are not registered in the BPJS program. In national development the role of manpower is very important, so that protection of manpower is very much needed to guarantee the basic rights of workers/laborers and guarantee equality of opportunity and treatment without discrimination on any basis to realize the welfare of workers/laborers. Guarantee of personal protection and safety and interests during the work relationship.This writing uses a normative juridical approach. The specifications for this writing are "discritical analysis", because it will analyze the main issues under study based on statutory regulations.Workforce protection in the form of compensation in the form of money as a substitute for part of the reduced income as a result of events or circumstances experienced by workers in the form of work accidents, illness, pregnancy, old age and death. If a worker experiences a work accident, he is entitled to receive compensation in the form of money and medical expenses from the BPJS or from the employer if he has not registered as a BPJS participant. for freelance or contract daily workers if there is a work accident which results in him being unable to work, the company provides a policy of bearing hospital costs and not deducting wages on that day and the company is required to register with BPJS for health and employment in accordance with government regulations
THE ROLE OF THE GOVERNMENT IN THE LEGAL PROTECTION OF WORKERS PERFORMED BY TERMINATION OF EMPLOYMENT DURING THE COVID-19 PANDEMIC Mahmuda Pancawisma Febriharini
Journal Philosophy of Law Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jpl.v3i1.2622

Abstract

Covid-19 has shaken the Indonesian economy, and of course, the most significant impact felt due to this pandemic in industrial relations, both macro and micro. Many companies are threatened with the continuity of their production, which ultimately impacts the survival of workers in Indonesia. This condition emphasizes that the government needs to intervene in alleviating this problem. Based on this, this study aims to determine the government’s role in providing legal protection to workers who have been laid off due to the COVID-19 pandemic. The results in the field show that many workers have been laid off or laid off with wages that are not paid in full. To support the welfare and continuity of work for workers and to support workers who have been laid off or laid off due to Covid-19, the Government has issued various incentives for employers and workers, namely in the form of cash assistance in the form of Wage Subsidy Assistance (BSU) and issuing pre-employee cards aimed at providing training, namely providing skills that can be used for industrial and entrepreneurial needs.
Sistem Pengawasan Bagi Orang Asing Yang Tinggal Di Indonesia Menurut UU RI No 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian Febriharini, Mahmuda Pancawisma; Nitinegoro, Benny Bambang Irawan; Krismiyarsi, Krismiyarsi
Jurnal Spektrum Hukum PMIH UNTAG Semarang Vol 20, No 2 (2023): SPEKTRUM HUKUM
Publisher : PMIH Untag Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sh.v20i2.4455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pengawasan bagi orang asing yang tinggal di Indonesia menurut UU RI no 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Penelitian  ini  merupakan penelitian  hukum  Yuridis normatif,  Spesifikasi penelitian ini adalah penelitian “diskritif analisa”, karena akan menganalisis pokok permasalahan yang diteliti berdasarkan peraturan perundang-undangan.Undang-Undang Keimigrasian No. 6 Tahun 2011 memuat aturan hukum administrasi dan sanksi yang menjelaskan ketentuan pidana keimigrasian. Keimigrasian dalam kaitannya dengan aspek masuk dan keluar wilayah Indonesia adalah kewajiban untuk mendapatkan surat perjalanan (paspor) bagi siapa saja yang masuk atau keluar wilayah Indonesia, ada jaminan hak setiap warga negara. untuk keluar atau masuk wilayah Indonesia, masuk dan keluar wilayah Indonesia harus melalui pemeriksaan petugas imigrasi di pintu masuk perbatasan, sedangkan orang asing harus memiliki visa, visa diberikan kepada orang asing yang maksud dan tujuannya datang ke Indonesia bermanfaat dan tidak mengganggu ketertiban dan keamanan nasional. Orang asing yang tinggal di wilayah RI perlu ada pengawasan, agar orang asing tersebut tidak menyalahgunakan ijin tinggal yang telah diberikan. Di dalam praktek keimigrasian, banyak terjadi kasus pelanggaran terhadap batas waktu izin tinggal yang dilakukan oleh orang asing. Hal ini diatur dalam Pasal 124 huruf b UU RI No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, maka akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak Rp. 25.000.000,. (dua puluh lima juta rupiah).
Pendidikan Politik Dan Pemilihan Umum Kepala Daerah Serentak November 2024 Secara Damai Di Desa Campursari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung Hadi Karyono; Krismiyarsi; Mahmuda Pancawisma Febriharini
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 3 No. 3 (2024): September : Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v3i3.1773

Abstract

Penyuluhan hukum dalam rangka pengabdian masyarakat ini di dasarkan atas isu pilpres dan pileg Februari 2024, dimana dikalangan tingkat bawah melalui media sosial menyebar berbagai berita tentang intoleransi, SARA serta politik uang yang bertentangan dengan asas dan esensi demokrasi sehingga mengganggu kehidupann damai masyarakat. Tujuan penyuluhan hukum ini untuk memberikan pendidikan politik masyarakat dalam menyongsong pemilihan umum kepala daerah serentak 2024 secara damai di Desa Campursari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Metode penyuluhan hukum ini dengan pemaparan materi melalui LCD dan tanya jawab. Hasil dari penyuluh hukum ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak terpengaruh politik uang dan terpovokrasi berbagai hasutan pihak luar melalui media sosial yang ingin memecah belah kerukunan masyarakat Desa Campursari dalam menyongsong pilkada serentak 2024 di Kabupaten Temanggung.