Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Proses Kreatif Siswa SMAN 3 Luwu Timur dalam Pembuatan Ecoprint Iin Dwi Aristy Putri; Haspidawati Nur; Rosmalah Yanti; Erni Erni
Jurnal IPMAS Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.4.1.2024.467

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan hasil dan proses kreatif pembuatan ecoprint yang dilakukan Tim Pengabdian Msyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap awal dimana tim pengabdian masyarakat melakukan observasi tempat pengabdian yakni SMA 3 Luwu Timur, kemudian melakukan penetapan masalah yang dihadapi oleh guru dan siswa, dan menyelesaikan administrasi izin pengabdian. Tahap kedua yaitu tahap pelaksanakan, dimana pada tahap ini melibatkan siswa dan guru di SMA 3 Luwu Timur, serta tim pengabdian masyarakat, kegiatan ini meliputi pengenalan tim, penyampaian materi tentang teknik ecoprint, praktik pembuatan ecoprint, tanya jawab, review hasil karya siswa, dan evaluasi. Teknik yang digunakan dalam penyampaian materi pengenalan ecoprint dimulai dengan ceramah, diskusi, serta pelatihan dan pendampingan kepada siswa. tahap selanjutnya yaitu, tahap akhir yaitu pembuatan, penyerahan dan laporan kegiatan pengabdian masyarakat. Tercapainya habitus estetis dalam proses kreatif didukung oleh lima tahapan, yaitu: (1) tahap pemahaman atau perumusan masalah; (2) tahap persiapan; (3) tahap inkubasi; (4) tahap penerangan; (5) tahap verifikasi. Kegiatan ini bermitra dengan Guru di sekolah SMAN 3 Luwu Timur, dengan melibatkan siswa sebagai pelaku.
Pelatihan dan Pendampingan Teknik Sablon Sederhana Berbasis Desain Grafis Digital pada Media Tote Bag di SMAN 3 Luwu Haspidawati Nur; Rosmalah Yanti; Erni Erni; Sunardin Sunardin; Ulfah Zakiyah; Eka Pratiwi; Tenriawaru Tenriawaru; Fajar Novriansyah
Jurnal IPMAS Vol. 5 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.5.2.2025.845

Abstract

Urgensi dari penelitian ini adalah untuk menjawab kebutuhan peningkatan keterampilan praktis siswa dalam bidang desain grafis digital dan teknik sablon manual, yang menjadi salah satu kompetensi penting dalam mendukung kreativitas serta potensi kewirausahaan di kalangan pelajar. Mitra kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah SMAN 3 Luwu, sebuah sekolah menengah atas di Kabupaten Luwu yang menghadapi tantangan dalam pengembangan keterampilan desain grafis digital dan teknik sablon sederhana bagi siswanya. Permasalahan utama yang dihadapi mitra seperti, minimnya keterampilan siswa dalam desain grafis digital, belum tersedianya pelatihan teknik sablon manual yang aplikatif di lingkungan sekolah, dan tidak adanya media praktik untuk mengintegrasikan desain digital ke dalam produk nyata.  Menanggapi permasalahan tersebut, tim PKM bersama pihak sekolah merancang program pelatihan terintegrasi yang terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu: pelatihan desain grafis digital menggunakan aplikasi Canva dan CorelDraw dasar, pelatihan serta pendampingan teknik sablon manual berbasis screen printing sederhana, dan implementasi hasil desain dalam bentuk produk tote bag. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan praktik langsung dan pendampingan intensif, melibatkan 30 siswa yang memiliki minat dalam bidang desain dan kewirausahaan. Pelatihan dilakukan secara bertahap dan kontekstual, mulai dari pembuatan desain, pemindahan ke media sablon, hingga pencetakan produk tote bag secara mandiri oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta berhasil menghasilkan desain grafis digital yang layak cetak, memahami proses sablon manual, dan mampu mencetak produk tote bag dengan tingkat kerapian dan estetika yang memadai. Lebih dari itu, siswa menunjukkan peningkatan kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran akan peluang usaha berbasis produk kreatif. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis dan soft skill siswa, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem kewirausahaan kecil di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka Belajar yang menekankan pada proyek nyata, pembelajaran lintas disiplin, dan penguatan karakter siswa.
Workshop Penyusunan Perangkat Ajar Deep Learning Bagi Guru-Guru SDN 50 Bulu Datu Erni Erni; Sehe Sehe; Reski Pilu; Andi Kilawati
Jurnal IPMAS Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.6.1.2026.1154

Abstract

Guru di SDN 50 Bulu Datu menghadapi kendala dalam memahami konsep dan kerangka pembelajaran mendalam serta dalam menyusun perangkat ajar yang selaras dengan prinsip pembelajaran bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Kondisi ini berdampak pada perencanaan pembelajaran yang belum sepenuhnya berpusat pada murid dan kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang perangkat ajar berbasis pembelajaran mendalam melalui kegiatan workshop. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-kolaboratif dalam bentuk workshop yang meliputi penguatan konsep, analisis contoh Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM), praktik penyusunan RPM, presentasi, serta refleksi dan umpan balik. Evaluasi dilakukan melalui analisis kualitas RPM yang disusun guru dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap pembelajaran mendalam dan kemampuan guru dalam menyusun RPM yang telah memuat prinsip pembelajaran mendalam, pemilihan model pembelajaran yang kontekstual, pemanfaatan teknologi, serta asesmen autentik. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru dan menjadi dasar bagi implementasi pembelajaran mendalam secara berkelanjutan di SDN 50 Bulu Datu. Peningkatan pemberdayaan mitra ditunjukkan oleh meningkatnya pemahaman guru terhadap pembelajaran mendalam sebesar 87%, kemampuan menyusun Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang layak sebesar 75%, serta komitmen implementasi di kelas oleh 80% guru peserta workshop.
Lokakarya Integrasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Luwu Abdul Zahir; Erni Erni; Akramunnisa Akramunnisa
MALAQBIQ Vol. 4 No. 2 (2025): Malaqbiq : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan hal baru pada tahun ajaran baru ini. Madrasah sebagai satuan pendidikan dalam naungan Kementerian Agama harus mampu mengintegrasikan PM dan KBC dalam perencenaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Sebagai sesuatu yang baru, maka guru madrasah mesti perlu mengadaptasi dan hal ini memerluakan pemahaman, keterampilan, dan sikap positif.. Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Luwu sebagai penyelenggara layanan pendidikan perlu membekali guru-gurunya untuk profesional mengintegrasikan PM dan KCB..Lokakarya PM dan KCB menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatan kompetensi guru. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggak 27--28 Agustus 2025 menjadi gerakan penting bagi 54 peserta yang berasal dari guru yang ada di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Luwu. Kegiatan dengan pendekatan lokakarya atau workshop melalui 5 tahapan kegiatan yang pada akhirnya mampu mencapai tujuan yang ditetapkan, yakni 1) perubahan pola pikir guru dari sebelumnya tetap (yang penting tugas dan tanggung jawab selesai atau berada di zona nyaman) menjadi pola pikir bertumbuh (selalu ingin maju dan melakukan perubahan), 2) guru mampu memahami konsep pembelajaran mendalam yang meliputi pemahaman 8 dimensi profil lulusan, implementasi 3 prinsip pembelajaran mendalam, aktualisasi 3 pengalaman belajar, dan pemahaman 4 kerangka pembelajaran, dan pengintegrasian konsep cinta dalam pembelajaran, 3) guru mampu menyusun Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), 4) guru mampu mengimplementasikan RPM terintegrasi KBC dengan baik, dan 5) guru memahami dan punya hasrat besar untuk berkolaborasi dengan pihak lain untuk meningkatkan kualitas perencanaan, proses dan hasil belajar peserta didik
Pemanfaatan Resin Katalis sebagai Media Pengembangan Produk Inovatif bagi Siswa SMA Rosmalah Yanti; Haspidawati Nur; Erni Erni; Sunardin Sunardin; Andi Kilawati
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.385

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMA dalam memanfaatkan resin katalis sebagai bahan pengembangan produk inovatif yang kreatif, aplikatif, dan bernilai guna. Pengembangan kreativitas dan jiwa kewirausahaan siswa merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi kreatif dan perkembangan teknologi digital. Namun, siswa sekolah menengah masih memiliki keterbatasan pengalaman dalam menghasilkan produk kreatif yang bernilai ekonomi serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kewirausahaan, melatih keterampilan pembuatan produk kerajinan berbahan resin katalis, serta memperkenalkan promosi dan pemasaran digital kepada siswa SMA Datuk Sulaiman, SMAN 4 Luwu Timur, dan SMAN 3 Luwu Timur. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan siswa secara aktif melalui tiga tahapan kegiatan, yaitu edukasi kewirausahaan berbasis produk kreatif dan inovatif, pelatihan pembuatan produk kerajinan berbahan resin katalis, serta pelatihan promosi dan pemasaran digital. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan, mulai Januari hingga Maret 2026, melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami konsep dasar kewirausahaan, mengenali peluang pengembangan produk kreatif, serta menghasilkan berbagai produk kerajinan berbahan resin katalis yang memiliki nilai estetika dan potensi nilai jual. Selain itu, siswa memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan media sosial dan platform digital sebagai sarana promosi produk. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif melalui keterlibatan langsung siswa dalam proses perencanaan, pembuatan, dan promosi produk. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi kewirausahaan, praktik pembuatan produk kreatif berbahan resin, dan pemasaran digital dapat menjadi model pembelajaran yang efektif dalam mendukung pengembangan kreativitas dan kewirausahaan siswa melalui keterlibatan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.