Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGEMBANGAN PROSEDUR PRAKTIKUM KIMIA SMA PADA TOPIK LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Tresnawati, Reni; Dwiyanti, Gebi
Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia
Publisher : Masyarakat Pendidikan Kimia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang optimalisasi prosedur praktikum kimia SMA pada topik larutan elektrolit dan non elektrolit. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh  pentingnya prosedur praktikum yang tidak hanya berasal dari teori tetapi harus berdasarkan hasil penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap optimalisasi prosedur praktikum yang dilakukan di Laboratorium Kimia Dasar Jurusan Pendidikan Kimia UPI dan tahap uji coba terbatas  tentang uji keterlaksanaan prosedur praktikum yang telah di optimalisasi di salah satu  Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) kota Purwakarta. Hasil penelitian pada tahap optimalisasi yaitu untuk konsentrasi larutan Asam Klorida, Natrium Hidroksida, Natrium Klorida, Amonia, Asam Asetat, Etanol dan larutan Gula yang digunakan sebesar 2 M, untuk sumber arus yang digunakan berupa baterai 9 volt, lampu yang digunakan yaitu 2,5 volt, jarak elektroda 1 cm, dan panjang kabel sepanjang 10 cm. Untuk kelayakan prosedur praktikum secara keseluruhan sudah sangat baik, terlihat dari rata-rata skor angket siswa yaitu 86,8%. Untuk keterlaksanaan prosedur praktikum sudah sangat baik, terlihat dari rata-rata keterlaksanaan prosedur praktikum yaitu 87,5%.  Kata Kunci : Optimalisasi, prosedur praktikum, larutan elektrolit dan non elektrolit 
Penentuan Aktivitas Antioksidan Buah Pepaya (Carica Papaya. L) dan Produk Olahannya Berupa Manisan Pepaya Ramdani, Fitria Apriliani; Dwiyanti, Gebi; Siswaningsih, Wiwi
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
Publisher : Program Studi Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan, kadar vitamin C, dan betakaroten dari buah pepaya dan produk olahannya berupa manisan pepaya, serta mengetahui prosedur terbaik membuat manisan pepaya yang memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi. Manisan pepaya dibuat berdasarkan empat variasi suhu pemanasan (500C, 600C, 700C dan 800C). Ekstrak pepaya dan manisan pepaya diperoleh melalui maserasi dengan pelarut metanol selama 24 jam. Aktivitas antioksidan ekstrak metanol pepaya dan manisan pepaya ditentukan dengan metode DPPH, kadar vitamin C ditentukan dengan cara titrasi iodimetri, dan kadar betakaroten ditentukan menggunakan HPLC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  aktivitas antioksidan ekstrak metanol pepaya dan manisan pepaya yang dibuat dengan suhu pemanasan 500C, 600C, 700C dan 800C masing- masing sebesar 94,6253 %; 89,1496 %; 84,3552 %; 77,2899 %; dan 74,7666 %, Kadar vitamin C ekstrak metanol pepaya dan manisan pepaya yang dibuat dengan suhu  pemanasan  500C,  600C,  700C  dan  800C masing-masing sebesar  15,2561 mg/100g;   5,6157 mg/100 g;   5,2548 mg/100 g; 5,0509 mg/100g; dan 4,2098 mg/100 g. Kadar betakaroten ekstrak metanol pepaya dan manisan pepaya yang dibuat dengan suhu pemanasan 500C,600C,700C, dan 800C masing-masing sebesar 37,0667 ppm; 26,6913 ppm; 12,8668 ppm; 7,7718 ppm; dan 6,9282 ppm. Dari data  hasil  penelitian  dapat  disimpulkan  bahwa  pengolahan  pepaya  menjadi manisan pepaya menurunkan aktivitas antioksidan dalam buah pepaya. Penurunan aktivitas   antioksidan   sejalan   dengan   berkurangnya   kadar   vitamin   C   dan betakaroten yang bertindak sebagai antioksidan dalam buah pepaya. Prosedur terbaik  membuat  manisan  pepaya  yang  memiliki  aktivitas  antioksidan  paling tinggi adalah dengan suhu pemanasan 500C .Kata Kunci: pepaya, manisan pepaya, aktivitas antioksidan, kadar vitamin C, kadar betakaroten 
Surimi dari Ikan Beloso (Saurida Tumbil Sp) dan Analisis Kandungan Gizinya Muliani, Puspa Dwipa; Supriyanti, Florentina Maria Titin; Dwiyanti, Gebi
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
Publisher : Program Studi Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surimi merupakan bahan makanan hasil rekayasa teknologi pengolahan pangan menggunakan bahan dasar ikan.  Ikan beloso (Saurida tumbil Sp) yang digunakan merupakan ikan berdaging putih. Ikan berdaging putih baik digunakan sebagai bahan dasar surimi karena akan menghasilkan kekuatan gel yang besar. Metode penelitian yang dilakukan meliputi produksi surimi melalui tahap persiapan, pemisahan daging dari tulang dan duri, pembilasan, pengepresan dan penapisan, dilanjutkan analisis kandungan gizi meliputi penentuan kadar air dan kadar abu dengan cara  gravimetri;  kadar protein dengan  cara Kjedahl;  dan kadar lemak dengan cara Soxhletasi. Mutu surimi ditentukan oleh sifat elastisitas, nilai gizi, dan warna. Pada penelitian ini dikaji tentang produksi surimi dengan variasi pH yaitu pH 2, 7, dan 10 ; konsentrasi garam 1%; 3%, dan 6% , serta hasil analisis kandungan gizi produk.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pH berpengaruh pada tekstur dan kandungan gizi produk. Hasil analisis kandungan gizi menunjukkan kadar air surimi pada pH 2 adalah 77,84%; pH 7 adalah 78,69% dan  pH 10 adalah 78,65%. Kadar abu, untuk ketiga variasi pH tersebut berturut- turut  adalah  0,71%;  0,95%, dan  1,22%  ;  kadar  protein  14,38%;  18,8%,  dan 12,65%   ;   kadar   lemak   adalah   1,17%  ;   1,80%, dan   1,44%.   Berdasarkan karakteristik tekstur dan kandungan protein, surimi pH 7 lebih baik dari surimi kedua pH lainnya, maka selanjutnya dilakukan penambahan variasi konsentrasi garam  1%,  3%  dan  6%.  Hasil  analisis    produk  surimi  dari  ketiga  variasi konsentrasi garam 1%, 3%, dan 6% adalah kandungan air  berturut-turut 75,65%; 73,63%, dan 71,75%,   kandungan abu 1,08%; 1,14%, dan 1,17%, kandungan proteinnya adalah 16,73%,   15,48%, dan 14,86%, kandungan lemaknya 1,28%, 0,76%, dan 0,79 %. Hasil tersebut mendekati standar gizi surimi yang disarankan oleh Badan Standarisasi Nasional.Kata Kunci: Surimi, Ikan beloso (Saurida tumbil Sp), Kandungan gizi.
KAJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PRODUK OLAHAN BUAH JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA L.) Rahmawati, Fitri; Dwiyanti, Gebi; Sholihin, Hayat
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
Publisher : Program Studi Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian aktivitas antioksidan produk olahan buah jambu biji merah berupa selai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan buah jambu biji merah setelah diolah menjadi selai yang dibuat dengan variasi waktu dan suhu pemanasan yang berbeda. Buah jambu biji merah diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut metanol selama 24 jam. Uji fitokimia dilakukan dengan uji warna. Aktivitas antioksidan selai dianalisis dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl) dengan menggunakan spektrofotometer Visible. Hasil uji fitokimia menujukkan bahwa golongan senyawa metabolit sekunder dalam buah jambu biji merah segar dan produk olahan selai yaitu flavanoid, terpenoid, dan tanin. Dari hasil penelitian diperoleh data aktivitas antioksidan produk olahan selai yang dibuat dengan variabel suhu dan waktu pemanasan berbeda yang semakin menurun dari rentang 96,73 % – 82,04 %. Kata kunci : Jambu biji merah, selai, fitokimia, antioksidan, DPPH 
PENERAPAN PEER ASSESSMENT DAN SELF ASSESSMENT PADA TES FORMATIF HIDROKARBON UNTUK FEEDBACK SISWA SMA KELAS X Siswaningsih, Wiwi; Dwiyanti, Gebi; Gumilar, Cahya
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 18, No 1 (2013): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v18i1.263

Abstract

Penelitian dengan judul “Penerapan Peer Assessment dan Self Assessment Pada Tes Formatif Hidrokarbon Untuk Feedback Siswa SMA Kelas X” ini bertujuan memberikan feedback kepada siswa untuk meningkatkan pengetahuannya serta mendapatkan metode penilaian yang inovatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penerapan peer assessment dan self assessment dilaksanakan melalui enam tahapan. Rincian keterlaksanaan setiap tahapan yaitu tahap pemotivasian siswa (75,44%), tahap pelatihan peer assessment dan self assessment (71,05%), tahap pelaksanaan tes formatif dan pemberian feedback (59,65%), tahap pelaksanaan peer assessment, self assessment dan pemberian feedback (90,35%), tahap keterlaksanaan pengkomunikasian hasil (100%), serta tahap pemanfaatan hasil (78,95%). Subjek penelitian penelitian ini adalah siswa SMA kelas X sebanyak 19 orang. Dalam pelaksanaan peer assessment, sebanyak 47,37% siswa berkategori sangat baik, 31,58% siswa berkategori baik, 15,79% siswa berkategori cukup, dan 5,26% siswa berkategori kurang. Dalam pelaksanaan self assessment, sebanyak 57,89% siswa berkategori sangat baik, 15,79%, berkategori baik, dan 26,32% siswa berkategori cukup. Sebanyak 63,16% siswa merasa puas dengan feedback yang diberikan dengan menggunakan rubrik peer assessment dan self assessment pada tes formatif hidrokarbon. Sebanyak 63,16% siswa merasa memperoleh manfaat berupa feedback dari rubrik peer assessment dan self assessment. Tahap pemotivasian dan pelatihan yang kurang maksimal menyebabkan pelaksanaan peer assessment dan self assessment kurang optimal.Kata Kunci: feedback, hidrokarbon, peer assessment, self assessment
SINTESIS KALIKS[4]RESORSINARENA DARI MINYAK KAYUMANIS DAN PENGGUNAANNYA UNTUK EKSTRAKSI FASA PADAT LOGAM BERAT HG(II) DAN PB(II) Sardjono, Ratnaningsih E.; Dwiyanti, Gebi; Aisyah, Siti; Khoerunnisa, Fitri
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 1 (2008): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v12i1.318

Abstract

Sintesis C-sinamal kaliks[4]resorsinarena (CSKR) dari minyak kayumanis dan penggunanannya untuk ekstraksi fasa padat logam berat Pb(II) dan Hg(II) telah dilakukan. CSKR diperoleh sebanyak 75% sebagai produk reaksi resorsinol dan sinamaldehida pada 77oC selama 24 jam. Isolasi sinamaldehida dari minyak kayumanis melalui metode bisulfit menghasilkan sinamaldehida sebanyak 79% dengan kemurnian 99,5%. Ekstraksi fasa padat Pb(II) dan Hg(II) oleh CSKR dilakukan dalam sistem batch pada berbagai pH, waktu interaksi, dan konsentrasi logam. Ekstraksi fasa padat Pb(II) berlangsung optimum pada pH 4, waktu interaksi 180 menit, dan konsentrasi awal 6,6 mg/L, mengikuti model kinetika pseudo orde dua, mengikuti model isoterm Langmuir, serta memberikan kapasitas ekstraksi sebesar 1,986 mol/g atau 37,2%. Sementara itu, ekstraksi fasa padat Hg(II) berlangsung optimum pada pH 5, waktu interaksi 180 menit, dan konsentrasi awal 0,36 mg/L, mengikuti model kinetika pseudo orde dua, mengikuti model isoterm Freundlich, serta memberikan kapasitas ekstraksi sebesar 0,71 mol/g atau 79,1%.Kata kunci :  Ekstraksi Fasa Padat, Kaliks[4]resorsinarena, Minyak Kayumanis, Hg(II), Pb(II)  
PENGARUH PEMANASAN TERHADAP PROFIL ASAM LEMAK TAK JENUH MINYAK BEKATUL Gumilar, GunGun; Zackiyah, Ms; Dwiyanti, Gebi; HM, Heli Siti
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 14, No 2 (2009): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v14i2.368

Abstract

Parameter kualitas minyak bekatul ditentukan oleh banyaknya kandungan asam lemak tidak jenuh dalam minyak bekatul. Mengingat banyaknya manfaat asam lemak tidak jenuh dalam minyak bekatul, maka diperlukan cara yang baik dalam memperlakukan minyak bekatul agar kualitas asam lemak dalam minyak bekatul tetap baik. Pada umumnya proses pemanasan minyak dapat mengakibatkan kualitas minyak menjadi menurun karena dapat menyebabkan minyak mengalami oksidasi. Pada penelitian ini dilakukan uji stabilitas asam lemak tak jenuh minyak bekatul pada berbagai variasi suhu. Berdasarkan hasil penelitian ditunjukkan bahwa asam oleat, yang merupakan asam lemak tidak jenuh tunggal, memiliki stabilitas yang tinggi pada suhu 100oC, 120 oC, dan 160 oC. Stabilitas yang tinggi asam lemak tak jenuh pada fraksi tersabunkan bekatul ini memberikan potensi besar untuk menjadikan limbah padi (bekatul) sebagai food stuff, obat maupun minyak kesehatan untuk menurunkan kolesterol plasma darah yang berpotensi menyebabkan penyakit arterosklerosis.Kata kunci : Minyak Bekatul, Asam Lemak Tak Jenuh, Stabilitas Suhu.
PENGARUH PENAMBAHAN AKTIVATOR LAKTOPEROKSIDASE TERHADAP KETAHANAN SUSU SAPI SEGAR Dwiyanti, Gebi
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 13, No 1 (2009): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v13i1.310

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan pengawetan susu sapi segar menggunakan sistem laktoperoksidase dengan penambahan aktivator peroksidase. Konsentrasi aktivator peroksidase yang ditambahkan yaitu 10 ppm, 20 ppm, dan 30 ppm dengan suhu penyimpanan 4oC. Uji ketahanan susu dilakukan dengan uji resasurin dan Total Plate Count (TPC) petrifilm serta analisa kandungan protein pada susu yang diawetkan. Hasil uji resasurin dan TPC menunjukkan bahwa susu yang diawetkan dengan penambahan activator 30 ppm lebih tahan lama dibandingkan dengan penambahan aktivator 10 ppm dan 20 ppm. Kandungan protein susu sapi segar dan susu sapi yang di awetkan tidak mengalami perubahan secara signifikan yaitu berkisar 2,80 – 2,90 % b/b. Penambahan aktivator lektoperoksidase sampai 30 ppm dapat membuat susu lebih tahan lama.Kata Kunci : Sistem laktoperoksidase, aktivator, konsentrasi, resasurin, TPC.
PENGEMBANGAN TES KETERAMPILAN PROSES SISWA SMA KELAS XI POKOK BAHASAN TITRASI ASAM BASA Agustin, Resa Repita; Siswaningsih, Wiwi; Dwiyanti, Gebi
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 18, No 2 (2013): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v18i2.56

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan tes yang dapat mengukur keterampilan proses siswa yaitu mengamati, menafsirkan, menerapkan konsep, merencanakan percobaan dan mengkomunikasikan khususnya pada materi titrasi asam basa. Tes yang dikembangkan berbentuk hands-on task dan soal uraian masing-masing sebanyak dua butir soal dan delapan butir soal. Waktu pengerjaan tes ini yaitu selama 90 menit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan untuk memperoleh suatu produk tes keterampilan proses yang memiliki kualitas yang baik, dilihat dari validitas dan reliabilitas tes serta taraf kesukaran dan daya pembeda soal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penelitian pengembangan tes ini meliputi 2 tahap utama, yaitu (1) studi pendahuluan dan (2) pengembangan model. Tes yang dikembangkan memenuhi kriteria sebagai alat ukur yang baik dilihat dari validitas isi, validitas empiris yang tinggi dan reliabilitas tes yang tinggi pula. Semua butir soal memiliki tingkat kesukaran yang sedang serta daya pembeda yang cukup dan baik. Semua siswa dari kelompok tinggi memberikan respon positif terhadap tes keterampilan proses sedangkan sebagian besar siswa dari kelompok rendah tidak menyukai bentuk tes seperti ini.Kata Kunci: keterampilan proses, pengembangan tes, titrasi asam-basa
GROWTH PROCESS OF ORGANIC VETIVER ROOT WITH POTATO AS INTERCROPPING PLANT Kadarohman, Asep; Eko S., Ratnaningsih; Dwiyanti, Gebi; Lailatul K., Lela; Kadarusman, Ede; Nur F., Ahmad
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 34, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v34i1.145

Abstract

Vetiver oil (Vetiveria zizanoides) is one of Indonesia main export commodities. Vetiver root is perennial plant and generally planted with vegetables as intercropping plant. Increasing the selling price of vetiver oil can be done by transferring the production of conventional vetiver oil (non-organic) to organic vetiver oil. Demonstration of land used was one hectare, which 2,000 m2 for planting vetiver root with potato (Solanum tuberosum) as inter-cropping plant and 8,000 m2 for vetiver root without intercropping, in Sukakarya-Samarang, Garut. The planting used goat and cow dung as manure, distillate water of vetiver oil and liquid bio-pesticide as pesticide. Variables studied included plant height, number of leaf and crotch. In the first quarter of the years, the number of leaf and crotch of vetiver root with intercropping was better than vetiver root without inter-cropping. However, there was not significant difference for plant height of vetiver root, both with and without intercropping. Products of organic potato as intercropping plant of vetiver root were less than those of non-organic potato, but the latter had a better texture and durability.   Keywords: Vetiveria zizanoides, Solanum tube-rosum, intercropping, organic farming