Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-'Adl

The Role of Gakkumdu of Parepare City in Processing Reports of Criminal Violations of Fake Diplomas in the 2024 Parepare City Regional Head Election Saharuddin; Sunardi Purwanda; Muhammad Sabir; Bakhtiar Tijjang; Muhammad Natsir
Al-'Adl Vol. 18 No. 2 (2026): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Parepare dalam memproses pelaporan dugaan pelanggaran pidana penggunaan ijazah palsu pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Parepare Tahun 2024. Fokus kajian diarahkan pada mekanisme penanganan pelaporan, koordinasi antar lembaga dalam Sentra Gakkumdu (Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan), serta kendala-kendala yang dihadapi dalam proses penegakan hukum pemilu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak Gakkumdu, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gakkumdu Kota Parepare memiliki peran strategis dalam menyelidiki dan menindaklanjuti laporan dugaan ijazah palsu, namun terdapat sejumlah kendala seperti keterbatasan waktu penanganan, kurangnya bukti awal dari pelapor, serta hambatan teknis dalam verifikasi dokumen ke institusi pendidikan. Meskipun demikian, Gakkumdu dinilai telah berupaya optimal melalui koordinasi lintas lembaga dan penggunaan mekanisme hukum yang tersedia. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas investigasi, peningkatan literasi hukum masyarakat, serta perbaikan sistem verifikasi dokumen sebagai upaya mendukung penegakan hukum pemilu yang adil dan transparan.
Juridical Analysis of Underage Marriage from a Criminal Perspective in Indonesia Ashari, Rosa Ayu; Sunardi Purwanda; Elvi Susanti Syam; Bakhtiar Tijjang; Muhammad Sabir Rahman; Andi Sri Rezky Wulandari
Al-'Adl Vol. 18 No. 2 (2026): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan di bawah umur masih menjadi fenomena hukum dan sosial yang marak di Indonesia meskipun telah terjadi perubahan batas usia minimal melalui Undang-Undang No. 16 Tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis praktik perkawinan anak dalam perspektif hukum pidana Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan mengkaji regulasi seperti KUHP, UU Perlindungan Anak, dan UU Perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik dispensasi kawin yang longgar serta lemahnya penegakan hukum mengakibatkan hukum pidana belum berfungsi efektif sebagai instrumen perlindungan anak. Selain itu, pertanggungjawaban pidana terhadap pihak selain pelaku utama, seperti orang tua, penghulu, dan tokoh masyarakat, belum diterapkan secara konsisten meskipun memiliki dasar hukum yang jelas. Penelitian ini menekankan perlunya penafsiran progresif, penegakan hukum yang lebih tegas, dan sinergi antar lembaga guna mewujudkan perlindungan maksimal terhadap anak. Dengan demikian, hukum pidana tidak hanya sebagai alat represif, tetapi juga preventif dalam mencegah dan menindak praktik perkawinan anak.