Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Profitability and Activity Ratio in Measuring Financial Performance Mulyana Machmud; Bakhtiar Tijjang; Nirvana Latif; Hendra Hermawan; Waty Rusman Salehe
IECON: International Economics and Business Conference Vol. 2 No. 1 (2024): International Conference on Economics and Business (IECON-2)
Publisher : www.amertainstitute.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65246/5w6vdx59

Abstract

This study examines the impact of profitability and activity ratios on the financial performance of Regional Drinking Water Companies (PDAM). The research utilizes financial reports as the primary object of analysis. Data collection methods include observation, interviews, documentation, and library research, ensuring a comprehensive understanding of the subject matter. The data analysis approach employed is descriptive analysis, involving data collection, classification, explanation, and analysis to present clear and systematic information regarding the issues under investigation. The findings reveal that the profitability ratio significantly influences PDAM's financial performance, indicating the company's ability to generate profits plays a critical role in determining financial stability and operational success. Similarly, the activity ratio, which measures the efficiency of a company's operations and resource utilization, also shows a significant impact on financial performance. These results highlight the importance of effective management of profitability and activity ratios in enhancing the financial health of PDAM. By maintaining a balance between profitability and operational efficiency, PDAM can achieve sustainable financial performance. This study underscores the need for PDAM to regularly evaluate these financial ratios as part of their strategic decision-making process to ensure continued growth and improved service delivery.
RELEVANSI HUKUM PIDANA DALAM MENGAKOMODASI CANCEL CULTURE SEBAGAI TINDAK PIDANA DI MEDIA SOSIAL Riska Ramadhani; Muhammad Natsir; Suardi, Suardi; Auliah Ambarwati; Bakhtiar Tijjang
ANDREW Law Journal Vol. 4 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : ANDREW Law Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61876/alj.v4i1.43

Abstract

Digitalisasi menghadirkan fenomena cancel culture yang berpotensi berimplikasi sebagai tindak pidana di media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengakaji cancel culture dalam perspektif hukum pidana untuk mengetahui relevansi hukum pidana dalam mengakomodasi perkembangan masyarakat dalam bermedia sosial, dengan menggunakan penelitian normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Sehingga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informasi yang melatarbelakangi cancel culture dapat berimplikasi sebagai tindak pidana jika memuat unsur pencemaran nama baik seperti yang dialami Gofar Hilman. Hukum pidana dapat mengakomodasi pelaku penyebar utama informasi elektronik melalui Pasal 27A jo. Pasal 45 ayat (4) Undang-Undang No. 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Infromasi dan Transaksi Elektronik. Dalam penegakan hukum cancel culture, memiliki tantangan tersendiri dikarenakan bersifat kompleks sehingga dalam penerapan pasal dan pembuktiannya peran ahli dibidang ilmu hukum, sosial, atau komunikasi sangat dipertimbangkan guna memberikan batasan pemahaman pada aparat penegak hukum untuk menghindari overcriminalization guna mewujudkan keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum.
The Role of Gakkumdu of Parepare City in Processing Reports of Criminal Violations of Fake Diplomas in the 2024 Parepare City Regional Head Election Saharuddin; Sunardi Purwanda; Muhammad Sabir; Bakhtiar Tijjang; Muhammad Natsir
Al-'Adl Vol. 18 No. 2 (2025): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/aladl.v18i2.12163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Parepare dalam memproses pelaporan dugaan pelanggaran pidana penggunaan ijazah palsu pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Parepare Tahun 2024. Fokus kajian diarahkan pada mekanisme penanganan pelaporan, koordinasi antar lembaga dalam Sentra Gakkumdu (Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan), serta kendala-kendala yang dihadapi dalam proses penegakan hukum pemilu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak Gakkumdu, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gakkumdu Kota Parepare memiliki peran strategis dalam menyelidiki dan menindaklanjuti laporan dugaan ijazah palsu, namun terdapat sejumlah kendala seperti keterbatasan waktu penanganan, kurangnya bukti awal dari pelapor, serta hambatan teknis dalam verifikasi dokumen ke institusi pendidikan. Meskipun demikian, Gakkumdu dinilai telah berupaya optimal melalui koordinasi lintas lembaga dan penggunaan mekanisme hukum yang tersedia. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas investigasi, peningkatan literasi hukum masyarakat, serta perbaikan sistem verifikasi dokumen sebagai upaya mendukung penegakan hukum pemilu yang adil dan transparan.
Juridical Analysis of Underage Marriage from a Criminal Perspective in Indonesia Ashari, Rosa Ayu; Sunardi Purwanda; Elvi Susanti Syam; Bakhtiar Tijjang; Muhammad Sabir Rahman; Andi Sri Rezky Wulandari
Al-'Adl Vol. 18 No. 2 (2025): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/aladl.v18i2.12172

Abstract

Perkawinan di bawah umur masih menjadi fenomena hukum dan sosial yang marak di Indonesia meskipun telah terjadi perubahan batas usia minimal melalui Undang-Undang No. 16 Tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis praktik perkawinan anak dalam perspektif hukum pidana Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan mengkaji regulasi seperti KUHP, UU Perlindungan Anak, dan UU Perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik dispensasi kawin yang longgar serta lemahnya penegakan hukum mengakibatkan hukum pidana belum berfungsi efektif sebagai instrumen perlindungan anak. Selain itu, pertanggungjawaban pidana terhadap pihak selain pelaku utama, seperti orang tua, penghulu, dan tokoh masyarakat, belum diterapkan secara konsisten meskipun memiliki dasar hukum yang jelas. Penelitian ini menekankan perlunya penafsiran progresif, penegakan hukum yang lebih tegas, dan sinergi antar lembaga guna mewujudkan perlindungan maksimal terhadap anak. Dengan demikian, hukum pidana tidak hanya sebagai alat represif, tetapi juga preventif dalam mencegah dan menindak praktik perkawinan anak.
IMPLIKASI KEGAGALAN DIVERSI TERHADAP PENJATUHAN PIDANA PENJARA DAN PELATIHAN KERJA PADA ANAK (STUDI KASUS PUTUSAN NO.1/PID.SUS-ANAK/2025/PN.PRE) Lubis, Trixie Fellicia; Muhammad Sabir Rahman; Ardiyanti Aris; Muh Akbar Fhad Syahril; Bakhtiar Tijjang
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 06 (2026): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i06.2046

Abstract

Artikel ini berfokus pada studi hukum normatif tentang penerapan hukum sistem peradilan pidana anak, khususnya meneliti Keputusan No. 1/Pid.Sus-Anak/Pn.Pre yang dikeluarkan oleh pengadilan di Kota Parepare. Studi ini menggunakan pendekatan legislatif dan analitis untuk meninjau pertimbangan hukum yang digunakan oleh hakim. Sumber materi hukum yang digunakan meliputi materi hukum primer dan sekunder, yang kemudian dianalisis secara kualitatif dan preskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam Keputusan No. 1/Pid.Sus-Anak/2025/PN.Pre menunjukkan bahwa kegagalan pengalihan normatif tidak menghilangkan orientasi perlindungan dan bimbingan anak sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang SPPA. Hakim masih menempatkan hukuman penjara sebagai upaya terakhir dengan durasi terbatas, berdasarkan tingkat kesalahan, keseriusan kejahatan narkotika, dan kepentingan pencegahan umum. Kombinasi hukuman penjara dengan pelatihan kerja mencerminkan pendekatan hibrida antara tindakan represif dan rehabilitatif yang sejalan dengan prinsip kepentingan terbaik anak. Hal ini menegaskan bahwa setelah kegagalan upaya pengalihan kasus, Undang-Undang SPPA tetap menjadi kerangka kerja utama untuk menghukum anak-anak guna memastikan rehabilitasi dan masa depan mereka.
The Role of E-Business Adoption Towards Improving Msme Performance in Parepare City Anis Anshari Masud; Nurfadhilah Nurfadhilah; Bakhtiar Tijjang; Rustan Ali
Hasanuddin Economics and Business Review VOLUME 5 NUMBER 3, 2022
Publisher : Faculty of Economics and Business, Hasanuddin University, Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26487/hebr.v5i3.3403

Abstract

This study aims to examine and analyze the effect of integrated information systems, technological innovation, and e-business adoption on improving the performance of MSMEs in the manufacturing sector in Parepare City. The data collection method used a questionnaire that was distributed to 71 business actors using the purposive sampling technique. Members of the population as many as 103 samples consist of business owners and the marketing services. The data were analyzed using SEM from the AMOS version 23 application. The results showed that the integrated information system and technological innovation had a positive and significant impact on improving the performance of MSMEs in Parepare City through the adoption of e-business. Use of e-business as an intervening variable has a positive and significant effect on the performance of MSMEs. The implications of this research are expected to be able to contribute to the progress of research in the scope of management and have an impact on MSME actors, especially MSMEs in Parepare City, both trading and manufacturing, by increasing the ability to implement e-business in business processes that can encourage MSMEs to adapt to information systems that integration and innovation of new technologies. This study uses a theoretical model of Technology, Organization, Environment (TOE), the theory in this study provides support and is proven regarding the factors that can affect the use of e-business in terms of technology, organization, and environment.This study aims to examine and analyze the effect of integrated information systems, technological innovation, and e-business adoption on improving the performance of MSMEs in the manufacturing sector in Parepare City. The data collection method used a questionnaire that was distributed to 71 business actors using the purposive sampling technique. Members of the population as many as 103 samples consist of business owners and the marketing services. The data were analyzed using SEM from the AMOS version 23 application. The results showed that the integrated information system and technological innovation had a positive and significant impact on improving the performance of MSMEs in Parepare City through the adoption of e-business. Use of e-business as an intervening variable has a positive and significant effect on the performance of MSMEs. The implications of this research are expected to be able to contribute to the progress of research in the scope of management and have an impact on MSME actors, especially MSMEs in Parepare City, both trading and manufacturing, by increasing the ability to implement e-business in business processes that can encourage MSMEs to adapt to information systems that integration and innovation of new technologies. This study uses a theoretical model of Technology, Organization, Environment (TOE), the theory in this study provides support and is proven regarding the factors that can affect the use of e-business in terms of technology, organization, and environment.