Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Counseling and Humanities Review

Hubungan kemampuan komunikasi interpersonal dengan keharmonisan keluarga Dwi Fitriza; Taufik Taufik
Counseling and Humanities Review Vol 2, No 1 (2022): Counseling and Humanities Review
Publisher : Counseling and Humanities Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/000484chr2022

Abstract

Komunikasi interpersonal merupakan faktor yang mempengaruhi keharmonisan suami istri dalam rumah tangga. Namun, tidak selalu komunikasi interpersonal antara pasangan suami istri selalu berjalan dengan baik, seringkali akibat komunikasi yang tidak berjalan baik menyebabkan kesalahpahaman bahkan perceraian dalam keluarga. Penelitian ini menguji hubungan komunikasi interpersonal dengan keharmonisan dalam keluarga. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah pasangan suami istri di kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci dengan teknik penarikan sampel bertujuan (Purposive sampling) sebanyak 70 orang atau 35 pasangan.Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan keharmonisan dalam keluarga.
Hubungan kematangan emosi dengan keharmonisan keluarga pada pasangan menikah muda Meliyani Meliyani; Taufik Taufik
Counseling and Humanities Review Vol 2, No 1 (2022): Counseling and Humanities Review
Publisher : Counseling and Humanities Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/000485chr2022

Abstract

Setiap individu yang sudah menikah mendambakan agar perkawinannya dapat terus terjalin harmonis dan mencapai kebahagiaan. Keluarga disebut harmonis apabila seluruh anggota keluarga merasa bahagia yang ditandai dengan berkurangnya ketegangan emosi, kekecewaan  dan puas terhadap keadaan keluarganya. Salah satu faktor yang menyebabkan keluarga tidak harmonis yaitu kematangan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) tingkat keharmonisan keluarga pasangan menikah muda (2) tingkat kematangan emosi pada pasangan menikah muda (3) menguji hubungan kematangan emosi dengan keharmonisan keluarga pada pasangan menikah muda. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif koreasional. Populasi penelitian 50 keluarga yang menjalani pernikahan muda. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket keharmonisan keluarga dan kematangan emosi. Data diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif serta analisis korelasional. Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan kematangan emosi dengan keharmonisan keluarga pada pasangan menikah muda berada pada kategori tinggi pada kematangan emosi dengan rata-rata skor capaian 73% dan keharmonisan keluarga dengan rata-rata skor capaian 76%. Kebanyakan terdapat hubungan positif signifikansi antara kematangan emosi dengan keharmonisan keluarga pada pasangan muda dengan nilai koefisien korelasi 0,438 dan nilai signifikansi 0,001. Artinya, semakin tinggi kematangan emosi maka semakin baik keharmonisan keluarga, begitupun sebaliknya semakin rendah tingkat kematangan emosi maka semakin buruk pula tingkat keharmonisan keluarga.