Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Influence of Walk on Decreasing Blood Pressure in Hypertension Patients Triana Arisdiani; Ahmad Asyrofi; Rizka Nurul Izza
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 4 No 1 (2023): January-June 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of incidents in people with hypertension lacks physical activity resulting in complications of hypertension such as heart disease, kidney failure and stroke. Efforts that can be made to lower blood pressure with non-pharmacological therapy are walking because it can control blood pressure. This study aims to determine the effect of walking on pressure reduction in hypertensive patients. Methods: The research design uses a Quasi Experiment with a Pre-test Post-test Control Group Design approach. The number of samples was 68 consisting of 34 control groups and 34 walking intervention groups taken by consecutive sampling. The instruments used were observation sheets, calibrated sphygmomanometers, stopwatches, and standard operating procedures (SOP) for walking. Data analysis used Wilcoxon test and Mann-Whitny test. Results:Results of Mann-Whitny test analysisshows that there is an effect of walking on systolic and diastolic blood pressure with valueρvalue< 0.05. Discussion: It is hoped that people with hypertension can practice walking because walking has a positive effect on the body to help smooth blood flow throughout the body and increase the elasticity of blood vessels so that the heart works more effectively and blood pressure decreases to near normal.
EFEKTIFITAS TERAPI DOODLING DALAM MENURUNKAN TINGKAT GANGGUAN PSIKOLOGIS PADA PASIEN PRE OPERASI Tambah Dwi Suprobo; Triana Arisdiani; Ahmad Asyrofi; Yuni Puji Widiastuti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18617816

Abstract

Gangguan psikologis di Indonesia menunjukkan 25-40% dampak pada proses operasi dan penyembuhan luka operasi. Seseorang dengan gangguan psikologis mempengaruhi aktivitas kortisol sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah dan penurunan inflamasi. Berdasarkan kejadian di Indonesia (68%) pasien yang mengalami gangguan psikologis sebelum tindakan operasi memiliki tekanan darah yang tinggi dan mengalami fase keterlambatan penyembuhan luka.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk Mengetahui keefektifan dari terapi doodling untuk menurunkan tingkat gangguan psikologis depresi, kecemasan dan stres pada pasien pre operasi. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan desain pre eksperimental, dengan bentuk rancangan One-Group Pretest-Postest Design. Sampel penelitian ini sebanyak 38 responden dengan teknik sampling Consecutive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner DASS 42 yang telah dilakukan uji validitas. Uji analisa dipenelitian ini menggunakan uji wilcoxson signed rank. Hasil uji statistik didapatkan hasil nilai p value yaitu 0,0001 yang artinya < 0,05 yaitu Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa terapi doodling memberikan efektivitas terhadap penurunan tingkat gangguan psikologis pasien pre operasi.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN TERKONFIRMASI COVID-19 DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS GEMUH 2 KABUPATEN KENDAL Achmad Rozikin; Triana Arisdiani; Hendra Adi Prasetya
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18617992

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit yang sangat menular sehingga menimbulkan dampak fisik maupun psikologis. Adapun dampak secara psikologis berupa stres, pikiran tertekan, tidak tenang, sedih, dan tegang, ketakutan, depresi dan kecemasan. Hal ini akan memperparah keluhan pada pasien yang terkonfirmasi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pasien terkonfirmasi Covid-19 di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Gemuh 02 Kabupaten Kendal. Adapun metode yang digunakan yaitu deskriptif survey. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien terkonfirmasi Covid sebanyak 88 responden. Teknik sampling yang digunakana dalah Consecutive sampling. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gemuh 2 Kabupaten Kendal yang dilakukan sejak September 2020 sampai dengan September 2021. Analisa data dilakukan dengan statistic deskriftiv. Adapun kuisioner yang digunakan yaitu kuisioner kecemasan HARS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 37 tahun, dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 48 responden (54,5%) dan mayoritas berlatar belakang pendidikan SMA/SMK sebanyak 38 responden (43,2%) serta lama menderita covid-19 terbanyakselama ≤ 14 hari sebanyak 87 responden (98,9%). Tingkat Kecemasan Pasien terkonfirmasi Covid-19 di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Gemuh 2 mayoritas mengalami kecemasan tingkat sedang sejumlah 34 responden (38,6%). Dalam penelitian diharapkan adanya dukungan psikososial dari keluarga dan masyarakat pada pasien terkonfirmasi Covid-19 sehingga menurunkan keluhan baik fisik maupun psikologis.
PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DAN PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL DALAM PENCEGAHAN COVID-19 Oktaviana Zulfa; Triana Arisdiani; Ahmad Asyrofi; Yuni Puji Widiastuti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18618084

Abstract

Angka kesembuhan pasien Covid-19 tampak semakin meningkat dari sebelumnya. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan angka kesembuhan pasien Covid-19 diantaranya yaitu mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan PHBS dan juga keasadaran masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan sistem imun tubuh dengan memanfaatkan tanaman herbal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penerapan PHBS dan pemanfaatan tanaman herbal (jamu) dalam pencegahan Covid-19 di desa Sendangdawung kecamatan Kangkung kabupaten Kendal. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang gunakan dalam penelitian ini berjumlah 113 responden di desa Sendangdawung kecamatan Kangkung kabupaten Kendal. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan proportionate startified random sampling. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner PHBS dan kuesioner pemanfaatan tanaman herbal. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia responden 37 tahun, berjenis kelamin perempuan 54%, bekerja sebagai petani 34,5%, tingkat pendidikan SMA/sederajat 45,1%, pendapatan dibawah UMK 92%, tidak memiliki riwayat penyakit menahun 85%, dan tidak merokok 65,5%, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kategori baik 51,3% dan pemanfaatan tanaman herbal rendah 66,4%. Penerapan PHBS dan pemanfaatan tanaman herbal perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan Covid-19 juga untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan, dapat dilakukan dengan meningkatkan edukasi terkait penerapan PHBS dan pemanfaatan tanaman herbal bagi tenaga kesehatan yang bertugas ditempat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PELAKSANAAN UNIVERSAL PRECAUTION PADA TENAGA KESEHATAN DI ERA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS KANGKUNG Yulia Eva Febriana; Qurrotul Aeni; Triana Arisdiani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18618396

Abstract

Universal precaution merupakan tindakan pengendalian infeksi sederhana yang wajib dilakukan seluruh tenaga kesehatan, untuk semua pasien, setiap saat, pada semua tempat pelayanan, untuk mengurangi resiko penyebaran infeksi. Pelaksanaan universal precaution belum sepenuhnya dilakukan dengan baik oleh tenaga kesehatan, masih ada tenaga kesehatan yang belum menerapkan universal precaution seperti tidak melakukan cuci tangan sebelum tindakan, sehingga memungkinkan terinfeksi Covid-19 atau terjadinya HAIs. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pelaksanaan universal precaution oleh tenaga kesehatan di era pandemi Covid-19. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif non eksperimental dengan desain potong lintang (cross sectional). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 86 tenaga kesehatan di Puskesmas Kangkung I dan Puskesmas Kangkung II. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan alat ukur kuesioner dan lembar observasi. Besar uji korelasi adalah 0,213 yang berarti hubungan antar variabel rendah, nilai reliabilitas 0,749, apabila nilai Crombach’s Alpha >0,60 maka dikatakan reliable. Anlis data dilakukan dengan Fisher’s Exact Test didapatkan nilai p 0,046 (nilai p <0,05) yang menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan pelaksanaan universal precaution oleh tenaga kesehatan. Tingkat pengetahuan sangat mendukung tenaga kesehatan dalam pelaksanaan universal precaution, tingginya tingkat pengetahuan tenaga kesehatan tentang universal precaution, akan baik dalam pelaksanaan universal precaution.