Tohidin Tohidin
Departemen Hama Dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Pengaruh Ekstrak Kasar Umbi Udara Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap Penghambatan Koloni dan Kejadian Penyakit Akibat Alternaria solani pada Bibit Tomat Endah Yulia; Rumenda Tamariska Bangun; Tohidin Tohidin; Hersanti Hersanti
Agrikultura Vol 32, No 3 (2021): Desember, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i3.34683

Abstract

Alternaria solani merupakan patogen penyebab penyakit bercak cokelat pada tanaman tomat. A. solani mampu menyerang hampir seluruh bagian tanaman yaitu tangkai, batang, daun, ranting maupun buah tomat. Serangan pada benih dapat menyebabkan benih rebah, bercak atau benih menjadi busuk. Penggunaan pestisida nabati atau ekstrak tanaman untuk mengendalikan penyakit pada beberapa jenis tanaman telah banyak digunakan. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati ialah tanaman binahong (Anredera cordifolia) yang merupakan tanaman yang populer digunakan sebagai obat tradisional untuk kesehatan maupun sebagai bahan antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan ekstrak kasar umbi udara binahong dalam menghambat pertumbuhan koloni jamur A. solani serta menekan kejadian penyakit pada bibit tomat.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas  tujuh perlakuan (konsentrasi ekstrak 0,25%, 0,5%, 1%, 2%, dan 4%; kontrol tanpa ekstrak; dan fungisida propineb 0,3%) yang diulang sebanyak empat kali. Pengujian penghambatan pertumbuhan koloni jamur A. solani dilakukan dengan teknik makanan beracun. Pengujian pada benih dilakukan dengan empat perlakuan dan lima ulangan yang masing-masing terdiri atas 25 benih tomat  dengan menggunakan teknik perendaman. Hasil pengujian menunjukkan ekstrak kasar umbi udara binahong 2% mampu menghambat pertumbuhan koloni A. solani sebesar 37,22% dan menekan kejadian penyakit pada bibit tomat dengan penekanan mencapai 83,33%.
Keragaman Serangga Hama pada Tanaman Asparagus (Asparagus officinalis L.) di Sentra Budidaya Tanaman Agroduta Lembang Jawa Barat Agus Susanto; Yadi Supriyadi; Tohidin Tohidin; Mohammad Iqbal
Agrikultura Vol 29, No 1 (2018): April, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.82 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v29i1.17869

Abstract

ABSTRACTVariety of Insect Pest on Asparagus Plant (Asparagus officinalis L.) in Agroduta Plant Cultivation Center Lembang West JavaAgroduta Plant Cultivation Center Lembang West Java is facing some constraints in increasing asparagus production; one of them is the presence of plant pest organisms. Asparagus is a subtropical plant rarely cultivated in Indonesia and may have different types of pests. Therefore, information on the presence and diversity of pests on asparagus planting is important to be assessed. This research aimed to study the diversity of insect pests on the land of asparagus plants in the Agroduta Cultivation Center Lembang, West Java. This study used survey methods where the collected data included the number and type of insects caught that the diversity index then were calculated. The samplings were using adhesive yellow trap and pitfall trap, carried out 6 times a week. The experiments were conducted on a land size of 12 x 6.5 m with an altitude of 1273 meters above sea level (masl). The results showed that the insects caught during the experiment were 7 insects, consisting of 17 families and 21 species, while the number of individual insects was 9.643. The index diversity of insects was categorized low because of the diversity index <1.Keywords: Asparagus, Diversity, Insect PestABSTRAKSentra Budidaya Tanaman Agroduta Lembang Jawa Barat menghadapi kendala dalam peningkatan produksi asparagus yaitu adanya gangguan organisme pengganggu tanaman tanaman (OPT). Asparagus merupakan tanaman subtropis yang jarang dibudidayakan di Indonesia dan kemungkinan memiliki perbedaan jenis OPT. Oleh karena itu informasi keberadaan dan keragaman hama pada tanaman asparagus perlu diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaman serangga hama pada lahan tanaman asparagus di sentra budidaya tanaman Agroduta Lembang, Jawa Barat. Penelitian ini mengguanakan metode survey. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah dan jenis serangga yang tertangkap yang kemudian dihitung indeks keragamannya. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan perangkap kuning berperekat (yellow sticky trap) dan perangkap jebakan (pitfall) dilakukan selama 6 kali pegamatan dalam setiap minggunya. Percobaan dilakukan pada luas lahan berukuran 12 x 6,5 m dengan ketinggian 1273 meter di atas permukaan laut (mdpl). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa serangga yang tertangkap selama percobaan sebanyak 7 ordo serangga, yang terdiri atas 17 famili dan 21 spesies, jumlah individidu serangga sebanyak 9.643. Indeks keragaman serangga dikatagorikan rendah karena indeks keragaman <1.Kata Kunci: Asparagus, Keragaman, Serangga Hama
Fluktuasi Populasi Lalat Buah (Bactrocera dorsalis Kompleks.) (Diptera: Tephritidae) pada Pertanaman Pepaya di Desa Margaluyu, Kabupaten Garut Agus Susanto; Faisal Fathoni; N. I. Nur Atami; Tohidin Tohidin
Agrikultura Vol 28, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.472 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i1.12297

Abstract

ABSTRACTPopulation fluctuations fruit fly (Bactrocera dorsalis Complex) (Diptera: Tephritidae) on a papaya plantation at the Margaluyu Village, Garut RegencyFruit fly (Bactrocera dorsalis Complex.) is the main pest that attacks papaya plants and responsible for losses outcome attaining 100%. The purpose of this research was to understand the effects of abiotic factors (rainfalls and rainy days) and biotic factor (the availability of fruits) against the fruit fly population in papaya plantation. This research was conducted using a survey method to set traps on papaya plantation as many as 10 pieces on the edge of the garden and another 10 inside at Margaluyu Village, Leles District, Garut Regency. The results showed that abiotic factors such us rainfall and rainy days did not show a significant correlation to the increasing population of fruit flies. The biotic factor which was the availability of fruits showed a positive correlation to increasing fruit fly population. The result of T-test analysis at the 5% level showed that the average catches of fruit flies with the egde of trap and the inside of trap giving a real difference.Keywords: Bactrocera dorsalis Complex, Fruit fly, Papaya, Population fluctuationABSTRAKLalat buah (Bactrocera dorsalis Complex.) merupakan hama penting yang menyerang tanaman pepaya dan dapat menyebabkan kehilangan hasil sampai 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor abiotik (curah hujan dan jumlah hari hujan) serta faktor biotik (ketersediaan buah) terhadap fluktuasi populasi lalat buah pada pertanaman pepaya. Penelitian ini dilakukan di Desa Margaluyu, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei dengan memasang perangkap pada pertanaman pepaya sebanyak 10 buah di bagian tepi kebun dan 10 buah pada bagian dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor abiotik berupa curah hujan dan jumlah hari hujan tidak menunjukkan korelasi yang signifikan terhadap peningkatan populasi lalat buah. Faktor biotik yaitu ketersediaan buah menunjukkan korelasi positif terhadap peningkatan populasi lalat buah. Hasil analisis T-test pada taraf 5% menunjukkan bahwa rata-rata hasil tangkapan lalat buah pada perangkap tepi dan perangkap dalam memberikan perbedaan yang nyata.Kata kunci: Bactrocera dorsalis Kompleks, Fluktuasi populasi, Lalat buah, Pepaya.
Fluktuasi Populasi Lalat Buah Bactrocera spp. (Diptera : Tephritidae) pada Pertanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat Agus Susanto; Yadi Supriyadi; Tohidin Tohidin; Nenet Susniahti; Vickri Hafizh
Agrikultura Vol 28, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.899 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i3.15747

Abstract

ABSTRACTFluctuation population of fruit flies Batrocera spp. (Dipthera: Tephritidae) on chilli (Capsicum annuum) plantation areas in Bandung Regency, West JavaFruit flies (Bactrocera spp.) are destructive pest that cause damages to horticulture commodities such as fruits and vegetables. The purpose of this study was to investigate fluctuation population of fruit flies in relation to abiotic factors, such as temperature, rainfall, number of rainy days, and biotic factors, such as host phenology and natural enemies. The field experiment was conducted in Pulosari Village, Pangalengan, Bandung. This research used survey method by placing 20 fruit flies traps on host plants, in which 10 traps were being placed in the outside and the others were being placed in the inside within 10 meters distance per trap. Trapped flies were collected and their population was counted in every week. The results revealed that abiotitic factors (temperature, rainfall, number of rainy days) have non significant influence indicated by the regression analysis of each temperature (Y=-101.2+2298.7x; R2=0.253; P>0.05), rainfall (Y= 0.143+154.4x; R2 = 0.004; P> 0.05), and the number of rainy days (Y= 6.607+140.51x; R2 = 0.015; P>0.05). Meanwhile, fruit fly with the dominant population was Bactocera dorsalis which was included into sibling species of Bactrocera dorsalis Complex with number of population was 93% from specimen sample.Keywords: Fluctuation population, fruit flies, Batrocera dorsalis Complex, ChilliABSTRAKLalat buah (Bactrocera spp.) merupakan hama penting yang menyerang tanaman hortikultura baik buah-buahan ataupun sayuran buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi fluktuasi populasi lalat buah pada pertanaman cabai merah terhadap faktor abiotik berupa suhu, curah hujan, jumlah hari hujan dan faktor biotik berupa fenologi tanaman inang dan musuh alami. Percobaan ini dilaksanakan di Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Percobaan dilakukan menggunakan metode survei dengan memasang perangkap lalat buah pada lahan pertanaman cabai merah sebanyak 20 perangkap dengan 10 perangkap bagian luar dan 10 perangkap bagian dalam dengan jarak antar perangkap 10 meter. Hasil tangkapan dikumpulkan dan dihitung populasi lalat buah yang terperangkap setiap minggunya. Hasil penelitian menunjukan faktor abiotik (suhu, curah hujan, jumlah hari hujan) tidak memberikan pengaruh signifikan ditunjukan dengan analisis regresi masing-masing pada suhu ( Y= -101,2+ 2298,7x ; R2=0,253; P > 0,05), Curah hujan (Y= 0,143 + 154,4x ; R2= 0,004 ; P > 0,05), dan Jumlah hari hujan (Y= 6,607 + 140,51x ; R2=0,015 ; P > 0,05) Sedangkan lalat buah yang memiliki populasi paling dominan adalah Bactrocera dorsalis yang termasuk sibling dari spesies Bactrocera dorsalis Kompleks dengan jumlah populasi sebanyak 93% dari sampel spesimen.Kata kunci : Fluktuasi populasi, Lalat buah, Bactrocera dorsalis Kompleks, Cabai merah