Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analysis of Settlements along Abandoned Railway Tracks in Majalaya Subdistrict, Bandung Regency, Indonesia Septi Sri Rahmawati; Sudrajat Sudrajat; Sri Rum Giyarsih
Forum Geografi Vol 34, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v34i1.10924

Abstract

Settlements in urban areas expand as the population grows and are influenced by growth centres. This research was designed to identify the quality of informal settlements along abandoned railwaytracks in the Majalaya District, an industrial centre in Bandung Regency, Jawa Barat Province, Indonesia. A quantitative method was employed, with proportional random sampling and the use of  both primary and secondary data. The primary data referred to the conditions of the slum areas, while the secondary data were images, Regional Spatial Planning (RTRW) documents and RTRW maps. The quantitative analysis employed scoring through slum settlement assessment indicators, while spatial analysis was supported by regional data. The results from the research show that although housing construction quality varies, most settlements are illegal and prone to flooding, fire, and contagious diseases. The research should be beneficial for the government in promoting and implementing slum eradication programmes in urban areas.
Peningkatan Partisipasi dan Peran Aktif Masyarakat Dalam Pengembangan Usaha Tani Lahan Pekarangan di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta Sudrajat Sudrajat
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 1, No 2 (2016): Maret
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.509 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.10608

Abstract

The aim of this community service activities are (1) to identify the potential of yard to be developed into yard farming; (2) to identify the level of public participation in the development of yard farming; and (3) to increase the community’s active role in the implementation of yard farming development. Implementation of the community service carried out in the village of the District Muntuk Dlingo.The activities are manifested into counseling and interviews to the public figures and civil society. Counseling is conducted using face-to-face interview and a discussion in regards to development of farm yard. Interview is conducted on public figures and civil society regardless to the participation on the counselling. The results found that the Muntuk Village has a big potential of yard to be developed as a farming yard. The result also found that Muntuk villagers have high participation rates and high active role to develop the program. Participation and active role of the community indicated a desire to try to take advantage of yard before the rainy season.
The Profile of Land Carrying Capacity and Food Security in Gunungkidul Regency, Yogyakarta Sendiawati Iguna; Sudrajat Sudrajat; Rika Harini
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i1.41911

Abstract

The relationship between the problem of land carrying capacity and food security in Gunungkidul Regency has not been widely studied and has the potential to become an important problem in the field of social agriculture in the coming years. This study determined the level of carrying capacity of rice and corn production land and the food security level in Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta Province. Administratively, this research consists of 18 districts. The research data used in the form of secondary data from the Central Statistics Agency, the Department of Agriculture, Bappeda and the Department of Health in the 2020 publication year. Analysis of land carrying capacity profiles and food security by quantitative descriptive. The results showed that the value of the carrying capacity of land based on the production of rice, corn, soybeans, and cassava in Gunungkidul Regency showed that it was in class II where the sub-districts in Gunungkidul Regency were quite optimal in the carrying capacity of the land and were able to meet the demand for the food. The value of food security in each sub-district in Gunungkidul is different based on aspects of food availability, access and use of food. Gunungkidul Regency shows the results of food security in priority category 4. This means that the sub-districts in Gunungkidul Regency are already quite resilient in terms of food security. There is a need for intensification of agricultural land, diversification of food consumption and priority infrastructure as well as strengthening of social support to improve regional food security in Gunungkidul Regency.
DIVERSIFIKASI PANGAN DAN DIFERENSIASI POLA KONSUMSI PANGAN LOKAL RUMAHTANGGA TANI DI DESA BLEBERAN KECAMATAN PLAYEN KABUPATEN GUNUNGKIDUL Sudrajat Sudrajat
Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 2 (2023): Majalah Geografi Indoenesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.78188

Abstract

Abstrak: Diversifikasi pangan  merupakan salah satu bentuk upaya manusia  untuk menganekaragamkan ketersedian pangan. Namun, pada kenyataan tidak semua manusia  mampu melakukan diversifikasi pangan, sehingga terjadilah diferensiasi pola konsumsi pangan.  Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji   diversifikasi pangan  dan   diferensiasi  pola  konsumsi pangan lokal pada rumahtangga tani, serta faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan di Desa Bleberan Playen dengan mengambil sejumlah sampel rumahtangga tani secara random sampling. Pengumpulan data perimer dilakukan melalui wawancara dengan kepala rumahtangga tani meggunakan kusioner. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan  tabel frekuensi dan secara kuantitatif dengan uji statistic regresi liner berganda. Hasil penelitian menemukan, diversifikasi  produksi bahan pangan  maupun diversifikasi  olahan bahan pangan  yang dihasilkan rumahtangga tani sangat beragam dan tidak terlepas dari pengaruh  faktor demografi, social, budaya  maupun ekonomi. Penelitian ini juga menemukan, adanya diferensiasi pola konsumsi pangan pada rumahtangga tani, baik dlihat dari jenis, fekreuensi maupun jumlah bahan pangan yang dikonsumsi rumahtangga dalam periode waktu tertentu. Diferensiasi pola konsumsi pangan juga tidak terlepas dari pengaruh  faktor social-budaya  maupun  ekonomi.
Analisis Tingkat Kerentanan Penghidupan Masyarakat Nelayan Terhadap Perubahan Iklim di Desa Panjang Baru, Kota Pekalongan Ardhi Irawan; Sudrajat Sudrajat; Emilya Nurjani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.702-712

Abstract

Nelayan merupakan kelompok masyarakat yang sangat bergantung pada kondisi alam sehingga rentan terhadap dampak perubahan iklim. Penelitian ini dilakukan di Desa Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, dengan tujuan menganalisis persepsi nelayan terhadap perubahan iklim, mengukur tingkat kerentanan penghidupan, serta mengidentifikasi strategi adaptasi yang dilakukan. Penelitian menggunakan pendekatan sequential mixed methods yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan dari 83 nelayan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan Livelihood Vulnerability Index (LVI) untuk mengukur tingkat kerentanan penghidupan dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi adaptasi, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap responden yang sama untuk memperkuat hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun nelayan belum sepenuhnya memahami konsep perubahan iklim, mereka telah merasakan dampaknya secara langsung, seperti banjir rob, cuaca ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan pergeseran musim ikan. Nilai LVI sebesar 0,55 menunjukkan bahwa rumah tangga nelayan memiliki tingkat kerentanan yang tinggi, dengan komponen bencana alam dan variabilitas iklim sebagai penyumbang kerentanan terbesar. Rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan turut membatasi kapasitas adaptasi nelayan dalam menghadapi perubahan iklim. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas adaptif masyarakat pesisir untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.