Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

GAMBARAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PASIEN PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) YANG MENJALANI TREATMEN HEMODIALISIS Zaujatul Amna; Maya Zahara; Kartika Sari; Arum Sulistyani
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i2.6358

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan suatu jenis penyakit yang memiliki gangguan fungsi dalam tubuh sehingga gagal dalam mempertahankan metabolisme dan keseimbangan dirinya. Jenis penyakit dan berbagai efek yang dihadapinya tersebut secara langsung berpengaruh terhadap kondisi psikologis pasien, salah satunya berkaitan dengan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui gambaran psychological well-being pasien Gagal Ginjal Kronik di Banda Aceh, Indonesia. Sebanyak 64 pasien Gagal Ginjal Kronik (32 pasien laki-laki dan 32 pasien perempuan) telah terlibat sebagai sampel penelitian ini dan menjawab Ryff’spsychological well-being scale. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa pasien Gagal Ginjal Kronik di Banda Aceh memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang tinggi dalam dirinya, ini ditunjukkan dari tingkat penerimaan diri pasien yang tinggi, dan autonomi yang rendah. Di sisi lain, hasil analisis data juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesejahteraan psikologis pada pasien GGK yang ditinjau berdasarkan usia (p = 0.039), dan status pernikahannya (p = 0.021), artinya secara usia diketahui bahwa pasien yang semakin memiliki usia yang tinggi (lansia) memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang muda. Selain itu, tingkat kesejahteraan psikologis yang tinggi juga dimiliki oleh pasien-pasien yang masih memiliki pasangan, dibandingkan pasien yang sudah bercerai atau berpisah dengan pasangannya. Serta hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat kesejahteraan laki-laki maupum perempuan, artinya pasien laki-laki maupun pasien perempuan memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang sama (p = 0.240).
Hubungan antara Mindfulness dengan Regulasi Emosi pada Guru yang Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus Irmayani Irmayani; Zaujatul Amna; Maya Khairani; Novita Sari
Psycho Idea Vol 21, No 1 (2023): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.863 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v21i1.16156

Abstract

Guru yang mengajar anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah inklusi memiliki banyak tantangan dibandingkan guru non-inklusi. Secara tidak langsung tantangan dari pekerjaan tersebut berpengaruh terhadap emosinya, oleh karena itu dibutuhkan regulasi emosi yang baik. Salah satu strategi yang memengaruhi regulasi emosi yaitu mindfulness, karena mindfulness dapat membantu seseorang fokus pada proses dan tujuan hidup, serta mampu mengontrol pikiran agar tidak bereaksi secara berlebihan terhadap kondisi yang tidak menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara mindfulness dengan regulasi emosi pada guru yang mengajar ABK di sekolah inklusi di Aceh melalui pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Sebanyak 116 guru sekolah inklusi terlibat sebagai sampel penelitian yang dipilih menggunakan teknik non probability sampling jenis insidental. Regulasi emosi diukur menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), sedangkan mindfulness diukur menggunakan Mindful Attention Awareness Scale (MAAS). Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara mindfulness dengan regulasi emosi pada guru yang mengajar ABK. Meskipun tidak terdapat hubungan diantara variabel, hasil menunjukkan guru memiliki regulasi emosi dan mindfulness yang tinggi. Hal ini dapat disebabkan karena adanya faktor-faktor lain yang mempengaruhi variabel tersebut.
GAMBARAN KECENDERUNGAN ADIKSI PENGGUNAAN PONSEL CERDAS PADA MAHASISWA Zaujatul Amna; Syarifah Faradina; Raudhatul Mufidah
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 3, No 2: Juli 2020
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v3i2.17615

Abstract

Adiksi terhadap ponsel cerdas merupakan keadaan sulit yang dihadapi individu untuk berhenti menggunakan ponsel cerdasnya, sehingga menyebabkan terjadinya perubahan perilaku sosial seperti menarik diri, kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, dan adanya gangguan kontrol impuls terhadap diri seseorang. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk melihat kecenderungan adiksi pengunaan ponsel cerdas pada mahasiswa dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif. Sebanyak 346 sampel (terdiri dari 173 laki-laki dan 173 perempuan) telah berpartisipasi dalam penelitian ini yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling, dan telah mengisi Smartphone Addiction Scale- Short Version (SAS-SV) yang digunakan sebagai instrumen pengumpulan data penelitian ini. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan adiksi penggunaan ponsel cerdas pada mahasiswa secara umum (sebanyak 179 mahasiswa atau 51,73%) berada pada tingkat risiko rendah. Selain itu, hasil analisis crosstab menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kecenderungan adiksi pada ponsel cerdas dengan jenis kelamin, usia, dan tingkat (tahun) kuliah yang ditempuh.
KECANDUAN INTERNET DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA Siti Hayani; Dahlia Dahlia; Maya Khairani; Zaujatul Amna
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 5, No 2: Juli 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v5i2.27441

Abstract

Prokrastinasi akademik dapat terjadi di kalangan mahasiswa dikarenakan adanya dampak negatif dari layanan internet yang tidak terkontrol dan berdampak terhadap berkurangnya fokus belajar mahasiswa. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya prokrastinasi akademik adalah kecanduan internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan internet dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 101 subjek (42 laki-laki dan 59 perempuan) dengan rentang usia berkisar antara 1825 tahun yang dipilih menggunakan Purposive Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan thubungan positif dan signifikan antara kecanduan internet dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa dengan nilai p=0,000 (p0,05) dan koefisien korelasi (r)=0,500. Semakin tinggi kecanduan internet akan semakin tinggi prokrastinasi akademik pada mahasiswa, dan sebaliknya semakin rendah kecanduan internet maka semakin rendah prokrastinasi akademik pada mahasiswa.
PENGARUH RELAKSASI OTOT TERHADAP KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA Dea Rizkiana Aprilia Mukhran; Syarifah Faradina; Kartika Sari; Afriani Afriani; Zaujatul Amna
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 4, No 2: Juli 2021
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v4i2.22703

Abstract

Kecemasan berbicara di depan umum dapat menjadi salah satu hambatan bagi individu dalam menjalankan aktivitas akademis terutama berkaitan dengan pengembangan diri mahasiswa dalam proses pembelajaran. Relaksasi otot merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan berbicara di depan umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot terhadap kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Unsyiah. Sebanyak 27 mahasiswa dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik systematic random sampling yang dibagi menjadi 2 kelompok, terdiri dari 12 subjek untuk kelompok eksperimen dan 15 subjek untuk kelompok kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan bentuk Non-Equivalent Control Group Design. Alat ukur yang digunakan pada penelitian adalah Personal Report of Public Speaking Anxiety (PRPSA). Hasil analisis Mann-Whitney menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh pemberian perlakuan relaksasi otot untuk menurunkan kecemasan berbicaran di depan umum. Hal ini dikarenakan relaksasi otot yang dilakukan secara paralel dapat memunculkan distraksi dan juga ketidakfamiliaran teknik relaksasi otot pada subjek penelitian.
POLA ASUH PENGGUNAAN INTERNET DENGAN PENGGUNAAN INTERNET PADA ANAK: STUDI KASUS PADA 4 SEKOLAH DASAR DI BANDA ACEH Safira Rachmana; Afriani Afriani; Zaujatul Amna; Wida Yulia Viridanda
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 4, No 1: Januari 2021
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v4i1.19718

Abstract

Pola asuh penggunaan internet adalah peran orang tua dan proses interaksi orangtua dengan anak terkait penggunaan internet. Pola asuh penggunaan internet yang efektifakan membantu anak untuk menggunakan internet secara positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh penggunaan internet dengan penggunaan internet pada anak dan mengidentifikasikan pola asuh penggunaan internet yang umumnya diterapkan oleh orang tua di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 160 orang tua, yang dipilih melalui teknik multistage cluster dan disproportionate stratified random sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan Internet Parenting Style Scale dan waktu penggunaan internet dalam sehari diberikan dalam bentuk pertanyaan pada bagian data demografi skala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya pola asuh penggunaan internet otoriter yang berkorelasi dengan penggunaan internet anak. Orangtua yang menetapkan pola asuh penggunaan internet otoriter dapat mengurangiwaktu penggunaan internet anak. Sementara itu pola asuh penggunaan internet demokratis, pola asuh penggunaan internet permisif dan pola asuh penggunaan internet pengabaian tidak berkorelasi dengan penggunaan internet anak. Dapat disimpulkan bahwa kontrol orang tua memiliki peran yang signifikan terhadap lamanya anak menggunakan internet.