Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Dirasah Tahliliyah 'An Ahammiyah Ma'rifah al-Tashrif fi Fahmi al-Lughah al-Arabiyah Mahyudin Ritonga; Fitri Alrasi; Bambang Bambang
Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab Vol 2, No 1 June (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.198 KB) | DOI: 10.29240/jba.v2i1.333

Abstract

Understanding of tashrif is one part in Arabic, everybody cannot understand a vocabulary or even an Arabic sentence without if not understanding tashrif. So, write this article to analyze the urgency of tashrif in Arabic. The method used in this research is literature study, which is reading every reference related to research focus. The research findings show that tashrif is important in understanding mufradat, because with one word tashrif can be formed some other mufradat. Likewise tashrif important in understanding the sentence, because in the sentence sentence there are two words or more the same origin he said but it has different meaning. In addition, the urgency of tashrif can also be seen in the sense of Arabic texts, because one word in Arabic can be shaped into several different words.
Pedampingan terhadap Tukang Ojek Muaro Panjalinan Padang dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca al-Quran Mahyudin Ritonga; Fitri Alrasi; Bambang Bambang; Yoni Marlius; Sri Wahyuni; Elvia Susanti; Vivi Lorenza
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.3626

Abstract

Tukang ojek yang ada di pangkalan Muaro Panjalinan adalah sebuah komunitas yang keberadaannya masih eksis walaupun gojek tersebar di mana-mana, namun dari sikap dan tutur kata yang mereka gunakan sehari-hari memerlukan pembinaan dalam berbagai aspek, terutama dalam bidang pemahaman keagamaan pada berbagai aspeknya. Tujuan kegiatan ini ialah untuk memberikan dampingan terhadap tukang ojek yang belum mahir dalam membaca al-Quran, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca al-Quran. Metode pelaksanaan yang digunakan ialah metode iqro’, yakni mengumpulkan tukang ojek setiap hari Jumat dan Minggu di Masjid Al-Furqon Simpang Muaro. Pelaksana kegiatan terdiri  dari dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan tukang ojek dalam membaca al-Quran, hal ini dibuktikan dari enam belas tukang ojek yang awalnya hanya mampu membaca al-Quran dengan baik hanya dua orang, tapi di akhir kegiatan sudah menjadi dua belas orang. Selain itu, empat orang yang pada awal kegiatan hanya mengenal huruf hijaiyah di akhir kegiatan sudah mampu membaca al-Quran walaupun belum lancar. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ialah masih ada di antara mereka yang lebih memilih meninggalkan kegiatan pendampingan ketika ada penumpang yang datang.   Kata Kunci: al-Quran; membaca; meningkatkan; pendampingan; tukang ojek.For Muaro Panjalinan Padang Motorcycle Taxi Drivers In Improving The Ability To Read The KoranAbstractThe motorcycle taxi drivers at the Muaro Panjalinan base are a community that is still a gois that is scattered everywhere, but from the attitude and speech they use everyday. The purpose of this activity is to provide assistance to motorcycle taxi drivers who are not proficient in reading the Koran, this service is expected to improve their ability to read the Koran. The implementation method used is halaqah, which is the gathering of motorcycle taxi drivers every Friday and Sunday at Al-Furqon Mosque Simpang Muaro. The event organizer consisted of lecturers and students of the Arabic Language Study Program at the University of Muhammadiyah, West Sumatra. The results of the activity showed an increase in the ability to read in Al-Quran, this was evidenced from the sixteen motorcycle taxi drivers who were initially only able to read the Koran with only two people, but at the end of the activity it had become twelve people. In addition, four people who initially only knew the letter hijaiyah at the end of the activity were able to read the Koran. Constraints that move in the implementation of activities still exist among those who prefer compilation assistance activities, there are passengers who come.Keywords: al-Quran; accompaniment; increase; motorcycle taxis driver; read.
Efektifitas Metode Student Centred Model (SCM) Pada Pembelajaran Bahasa Arab Sebagai Kurikulum ISMUBA di SMA Muhammadiyah 3 Padang Fitri Alrasi; Nurul Fakhrin; Windy Afrianty; Aisah Amini Rambe
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan metode yang memiliki kreatifitas peserta didik dan menjadikan peserta didik lebih berpartisipasi aktif dalam belajar bahasa Arab, dan meningkatkan motivasi belajar bahasa Arab sebagai bahasa asing. Fokus penelitian ini yaitu dengan 3 kategori; pertama materi pembelajaran bahasa Arab, kedua metode, dan ketiga media pembelajaran bahasa Arab. Keberhasilannya tidak sekadar bertumpu pada kurikulum saja, tetapi juga pada model dan metode pembelajarannya. Pembelajaran bahasa Arab dianggap sebagai pembelajaran yang sulit dan berat oleh sebagian besar peserta didik, apa lagi pembelajaran bahasa Arab yang dipelajari di sekolah yang notabenya umum seperti SMA dan SMK. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan”jenis penelitian eksperimental. Metode penelitiannya menggunakan “pre-eksperimental design tipe one group pretest-posttest design”, “pretest” dan “posttest”. Teknik pengumpulan data adalah 1) Observasi, 2) Angket, 4) Dokumentasi. Hasil penelitian ini berdasarkan nilai post-test siswa SMA Muhammadiyah 3 Kota Padang dari 3 kategori materi pembelajaran bahasa Arab, metode, dan media masih berada pada tingkat peningkatan. Dengan uraian tersebut, tingkat validitas materi pembelajaran bahasa Arab meningkat sebesar 89,5%, metode pembelajaran bahasa Arab meningkat sebesar 89,5%, dan pada media pembelajaran bahasa Arab meningkat sebesar 84,2%. Berdasarkan analisis data yang sudah dilaksanakan tersebut, maka dapat disimpulkan yaitu penggunaan metode Studen center model (SCM) berpengaruh terhadap pembelajaran bahasa Arab SMA Muhammadiyah 3 Padang pada kelas X dan XI dan efektif digunakan.
KORELASI TSIQAH TAHFIDZ AL-QUR’AN DENGAN MAHARAH AL-LUGHAH AL-‘ARABIYYAH MUSTAWA TSALITS MA’HAD AZ-ZUBAIR BIN AL-AWWAM Reni Fauziah; Mahyudin Ritonga; Fitri Alrasi
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 19 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tsaqafah.v19i1.2342

Abstract

This research is based on the lack of motivation of students inadding memorization and maintaining memorization, even though theresults of the study show that memorization of the Koran has an influenceon understanding Arabic. The purpose of this study is to determine whetherthere is a relationship between tsiqah tahfidz Al-Qur’an with maharah allughahal-arabiyyah mustawa tsalits in Ma’had Az-Zubair bin Al-Awwam.This study uses quantitative methods, the population in the study directlyinto a sample of 26 people, data collection techniques in this study usingquestionnaires, after the data are obtained the researchers analyze the datawith the percentage and correlation formula. The research findings are thatthere is a significant relationship between tsiqah tahfidz Al-Qur’an withmaharah al-lughah al-‘arabiyah. The conclusions in this study are: 1). Tsiqahtahfidz Al-Qur’an is included in the high classification, with an average of83.81, located at intervals of 83-88, frequency 8 and a percentage of 30.8%,2). Maharah al-lughah al-‘arabiyah belongs to the high classification, withan average of 80.54, located at intervals of 79-85, frequency of 10 and apercentage of 38.5%, 3). There is a significant relationship between tsiqahtahfidz Al-Qur’an with maharah al-lughah al-’arabiyah, the test obtainedrcount of 0.680 and rtable for N 26 of 0.388. Penelitian ini didasarkan pada kurangnya motivasi siswa dalammenambahkan menghafal dan memelihara penghafalan, meskipun hasilpenelitian menunjukkan bahwa menghafal Alquran memiliki pengaruh padapemahaman bahasa Arab. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukanapakah ada hubungan antara tsiqah Tahfidz Al-Qur>an dengan Maharah Al-Lughah Al-‘Arabiyyah mustawa tsalits di Ma>had Az-Zubair bin Al-Awwam.Studi ini menggunakan metode kuantitatif, populasi dalam studi langsungke sampel dari 26 orang, teknik pengumpulan data dalam penelitian inimenggunakan kuesioner, setelah data diperoleh peneliti menganalisis datadengan rumus persentase dan korelasi. Temuan penelitian adalah bahwa adahubungan yang signifikan antara tsiqah Tahfidz Al-Qur’an dengan MaharahAl-Lughah Al-’Arabiyah. Kesimpulan dalam kajian ini adalah: 1). tsiqah Tahfidz Al-Qur’an termasuk dalam klasifikasi tinggi, dengan rerata 83,81, terletakpada interval 83-88, frekuensi 8 dan persentasi sebesar 30,8%, 2). Maharah Al-Lughah Al-’Arabiyah tergolong klasifikasi tinggi, dengan rerata 80,54, terletakpada interval 79-85, frekuensi 10 dan persentase 38,5% , 3). Ada hubunganyang signifikan antara tsiqah Tahfidz Al-Qur’an dengan Maharah Al-LughahAl-’ Arabiyah, tes yang diperoleh rcount 0,680 dan rtable untuk N 26 dari0,388.
HOTS Skills in Arabic Learning: What are the Opportunities and Challenges in The Digital Age? Fitri Alrasi; Mahyudin Ritonga; Muhammad Jalel Ritonga; Apip Muda Ritonga
Lughawiyah: Journal of Arabic Education and Linguistics Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/lughawiyah.v7i2.15968

Abstract

The integration of HOTS (Higher Order Thinking Skills) into Arabic language learning is essential to prepare 21st-century students for increasingly complex global demands. This study explores the implementation of HOTS-based Arabic learning by examining the opportunities and challenges encountered in the digital era, with a specific focus on a technology-integrated Islamic boarding school context. Employing a qualitative case study approach at Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) Malang, Indonesia, data were collected through observation, interviews, and documentation. Analysis followed the Miles and Huberman framework, encompassing data reduction, presentation, and verification, with validity strengthened through triangulation of data and sources. The findings indicate that: a) HOTS implementation in Arabic learning is highly relevant and feasible through digital platforms, yet it faces significant challenges; b) the primary opportunities include enhanced accessibility, student engagement, and global competitiveness, while the most dominant challenges stem from teachers’ limited HOTS pedagogical knowledge, uneven student Arabic proficiency, and a lack of HOTS-oriented teaching materials. This study concludes that HOTS skills, when effectively integrated with digital tools, can significantly foster globally competitive learners, provided that systemic supports are strengthened
Development of Arabic Assessment for Tarkib and Qira’ah Based on Higher Order Thinking Skill Ade Sri Wahyuni; Rahmawati Rahmawati; Yelfi Dewi; Fitri Alrasi; Bambang Bambang; Meliza Budiarti
Lughawiyah: Journal of Arabic Education and Linguistics Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/lughawiyah.v7i2.16052

Abstract

In Senior High School, Arabic language assessments mostly focus on memorizing grammar rules (tarkib) and recalling information in reading comprehension (Qira’ah). This assessment does not improve students’ abilities to analyze complex texts, evaluate arguments, or apply grammatical knowledge in new contexts. In Eleventh Grade, the Tasawwuq chapter of the Arabic textbook includes only 21% Higher-Order Thinking Skills questions, while 79% focus on Lower-Order Thinking Skills, such as remembering and understanding. This study aims to develop an Arabic assessment focused on tarkib and qiraah skills. The ADDIE model was used in five steps: analysis, design, development, implementation, and evaluation. This study used a qualitative approach to collect data, including documantation and questionnaires. Data analysis used descriptive statistics. In the analysis stage, LOTS questions were identified more than HOTS questions. For the student needs analysis, a questionnaire was distributed to 60 respondents, resulting in an average score of 4.19. The design stage involved developing an outline and question matrix, creating HOTS-based questions, formulating a scoring system, and establishing a rubric. During the development stage, questions were constructed in accordance with HOTS criteria, incorporating eight specific HOTS indicators. Implementation was conducted at Madrasah Aliyah Negeri 4 Agam in the eleventh grade. Evaluation results demonstrated that the Arabic assessment for Tarkib and Qira’ah, based on Higher Order Thinking Skills, effectively enhanced the critical thinking skills of eleventh-grade students at the state madrasah aliyah, as indicated by a significance value (2-tailed) of less than 0.05.
Pembinaan Ilmu Tajwid Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Quran Di MDA Al-Huda Nurul Fakhrin; Rifana Waldi; Fitri Alrasi; Sekar Harum Pratiwi; Jepri Naldi
Menara Pengabdian Vol 5, No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v5i2.7482

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di MDA Al-Huda dengan tujuan meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an melalui pembelajaran ilmu tajwid. Masalah utama yang dihadapi oleh mitra adalah kurangnya pemahaman dan penerapan kaidah tajwid dalam bacaan santri, serta keterbatasan guru dalam menerapkan metode pengajaran yang efektif. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada santri dan guru agar dapat membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid. Metode yang digunakan mencakup pelatihan teori tajwid, workshop praktik bacaan, dan pendampingan kepada guru menggunakan modul serta media audio-visual. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam ketepatan pelafalan huruf, penerapan hukum bacaan, serta rasa percaya diri peserta saat membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini juga menghasilkan modul pembelajaran tajwid yang sederhana dan mendorong terciptanya lingkungan belajar yang Qurani dan berkelanjutan di MDA Al-Huda