Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS KADAR PROTEIN KEDELAI METODE PEREBUSAN DAN PENGUKUSAN DALAM PENGOLAHAN KERIPIK TEMPE Anggreani, Nita; Ganesy, Desy
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v3i1.25058

Abstract

Kedelai merupakan bahan baku utama pembuatan keripik tempe. Nilai gizi tertinggi dalam kedelai adalah protein. Pemanasan dalam sistem pengolahan kedelai bisa menurunkan kadar protein. Pengolahan kedelai menjadi keripik tempe sendiri diketahui bisa dilakukan dengan dua cara pemanasan, yaitu dengan perebusan dan pengukusan. Dengan perbedaan cara tersebut, akan bisa mempengaruhi kadar protein kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar protein kedelai yang diolah dengan dua cara yaitu perebusan dan pengukusan. Sampel dalam penelitian ini adalah kacang kedelai yang direndam terlebih dahulu dalam air selama 24 jam, kemudian masing-masing mendapat dua perlakuan berbeda. Perlakuan pertama yaitu kedelai tersebut direbus selama 30 menit lalu didiamkan selama 24 jam dan direbus kembali 12–15 menit. Perlakuan kedua yaitu, kedelai tersebut dikukus 50 menit lalu didiamkan selama 24 jam dan dikukus kembali 12–15 menit. Masing-masing sampel dianalisa secara kualitatif menggunakan metode biuret, dan kadar proteinnya dianalisa secara kuantitatif menggunakan metode Kjeldhal. Hasil analisa menunjukkan kadar protein kedelai yang diolah dengan sistem perebusan adalah sebesar 17,38%, lebih rendah dibandingkan kadar protein kedelai yang diolah dengan sistem pengukusan yaitu sebesar 18,84%. Selisih beda persentasenya tidak terlalu, jauh yaitu sebesar 8,06%. Oleh karena itu, jika produsen keripik tempe masih memilih cara pengolahan dengan perebusan, maka hal ini masih bisa diterima dan direkomendasikan.
Implementasi Profil Pelajar Pancasila Dalam Pembentukan Budaya Multiliterasi Siswa Sekolah Dasar Anggreani, Nita; Chrisyarani, Denna Delawanti; Setiawan, Dwi Agus; Susanti, Romia Hari; Indawati, Ninik
Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/mindset.v4i1.2407

Abstract

Profil pelajar Pancasila merupakan hal penting dalam pembentukan multiliterasi siswa. Tujuan dari penelitian ini aladah untuk menganalisis impelemnetasi profil pelajar pencasila dalam pembentukan budaya multiliterasi siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian di SDN Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mulai dari pembelajaran intrakulikuler, aktivitas kokulikuler serta ekstrakulikuler yang berpusat ke Pembangunan karakter serta keahlian yang ditumbuhkan pada keseharian dan dimunculkan pda pribadi. Implemantasi kegiatan profil pelajar Pancasila dalam budaya multiliterasi sesuai dengan: bertakwa kepada tuhan YME, beriman, mandiri, bernalar kritis, berakhlak mulia, kreatif, gotong royong, berkebineka global, Komunikasi dan Pemahaman yang tinggi serta kalaborasi. Bentuk kegiatan tersebut yaitu (1) pembelajaran agama dan keyakinan sesuai agama yang dianut masing-masing siswa, (2) melaksanakan kewajiban upacara bendera, (3) mendapatkan hak Pendidikan yang sama, (4) melaksanakan kontrak belajar, (5) memberikan tugas-tugas mandiri sebagai kewajiban, (6) kegiatan Kerjasama diskusi kelompok di kelas, (7) kegiatan adiwiyata dengan seluruh warga sekolah, (8) kewirausahaan, (9) mengikuti ekstrakulikuler untuk melestarikan budaya lokal
Edukasi Pentingnya Kandungan Yodium Dalam Garam Konsumsi Pada Warga RT 9 RW 3 Kelurahan Jalan Gedang Kota Bengkulu Anggreani, Nita; Anwar, Eka Nurdianty
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 9 (2024): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/vgzhr371

Abstract

Mayoritas warga yang bertempat tinggal di Rt 9 Rw 3 Kelurahan Jalan Gedang Kota Bengkulu khususnya para ibu merupakan masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah. Warga masih kurang wawasan karena minimnya informasi terutama tentang pentingnya kandungan yodium dalam garam konsumsi bagi kesehatan. Kegiatan edukasi ini dilakukan untuk memberikan informasi lengkap tentang manfaat yodium dan bahayanya jika kekurangan yodium bagi kesehatan. Tahapan kegiatan dilakukan dengan penilaian pemahaman awal peserta melalui form questioner awal (pre-test), selanjutnya penyampaian materi lewat media powerpoint dibantu alat LCD dan tahap akhir adalah penilaian pemahaman peserta setelah mendapat materi melalui form questioner akhir (post-test)  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman warga terhadap informasi pentingnya yodium bagi kesehatan dan menambah kesadaran masyarakat untuk bisa selalu menggunakan garam beryodium untuk garam konsumsi dalam sajian makanan mereka sehari-hari.
Optimization Of Glucose and Nitrogen Consentration In Medium Nata de Citrus From Calamansi Orange Juice Anggreani, Nita; Jais, Ahmad; Murcitro, Bambang Gonggo; Maulidia, Anggun; Dia Safitri, Egi
Indonesian Food Science and Technology Journal Vol. 4 No. 1 (2020): Volume 4. Number 1, December 2020 |IFSTJ|
Publisher : Department of Technology of Agricultural product (THP) Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ifstj.v4i1.10707

Abstract

Calamansi orange is a superior fruit that is being promoted for planting in Bengkulu Province. Calamansi citrus preparations have only a few variations, generally made into calamansi orange syrup. This research was conducted to make a new processed variation from calamansi orange juice to Nata de Citrus products and to optimize the nata fermentation medium based on glucose and nitrogen concentrations. This study used a factorial completely randomized design (CRD) with 2 factors. The first factor is the variation of glucose in the medium by diluting orange juice 0 times ( no diluting); 0.5 times; 1 times; 1.5 times and 2 times. The second factor is the variation of nitrogen in the medium obtained by adding 0.6% Ammonium Sulfate; 0.7% and 0.8%. The results were analyzed using ANOVA and for significantly different variables, further analyzed using orthogonal polynomial order 2. The optimum results were obtained at a glucose concentration of 1.76% (dilution of calamansi orange juice 1.65 times) and a nitrogen concentration of 0.17% (ammonium sulfate 0.8%).
ANALISIS PEMANIS BUATAN NATRIUM SIKLAMAT PADA MINUMAN ES BUAH KRISTAL YANG DIJUAL DI KOTA BENGKULU Anggreani, Nita
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.467

Abstract

 Buah-buahan merupakan sumber vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh. Saat ini sajian olahan buah-buahan semakin bervariasi dan salah satunya adalah dalam bentuk minuman es buah kristal. Minuman ini dibuat dengan menghancurkan buah hingga halus lalu ditambah dengan es batu merk kristal serta diberi pemanis. Semakin banyaknya peminat dan penjual es buah kristal di Kota Bengkulu memunculkan kekhawatiran akan adanya produsen yang menambahkan pemanis buatan hingga melebihi ambang batas. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Mei 2022 di Laboratorium Kimia Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa dengan mengambil sampel minuman es buah kristal dari 5 pedagang. Analisa kualitatif menggunakan metode pengendapan dan analisa kuantitatif menggunakan gravimetri. Hasil analisa menunjukkan bahwa semua sampel positif mengandung natrium siklamat dengan kadar yang jauh melebihi ambang batas menurut peraturan BPOM RI No. 4 Tahun 2014 sebesar 250 mg/kg. Kadar natrium siklamat dalam kelima sampel berturut-turut dari yang terkecil hingga terbesar yaitu 2.999 mg/kg, 3.827 mg/kg, 4.137 mg/kg, 5.241 mg/kg dan 5.275 mg/kg. Kata Kunci : Pemanis Buatan, Natrium Siklamat, Minuman, Es Buah Kristal
Ekstraksi Asam Oksalat Pada Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Menggunakan Pelarut NaOH Anggreani, NIta; Diyusmie, Arthea
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 6 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i6.228

Abstract

Tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) merupakan tanaman yang dikonsumsi buahnya sebagai sayur dan juga sebagai obat. Senyawa kimia yang penting dalam belimbing wuluh salah satunya adalah asam oksalat yang jika dikonsumsi berlebihan bisa membahayakan Kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar asam oksalat dalam belimbing wuluh dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut NaOH. Penelitian bersifat eksperimental dengan variasi konsentrasi NaOH sebagai pengekstrak sebesar 0,5 N; 1 N; dan 1,5 N. Sampel belimbing wuluh diambil secara random sampling tanpa melihat tingkat kematangan buah. Analisa kadar asam oksalat dilakukan dengan menggunakan titrasi asam basa. Hasil yang didapatkan menunjukkan kadar asam oksalat meningkat dengan besarnya konsentrasi pengekstrak yaitu sebesar 0,066%; 0,121% dan 0,155%.
Analisis Natrium Siklamat pada Air Manisan Kedondong yang dijual di Kota Bengkulu Anggreani, Nita; Wati, Eli Muspita
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i2.40

Abstract

  Produk buah-buahan yang diolah menjadi manisan seharusnya hanya boleh ditambahkan pemanis gula pasir sebagai perasa dan pengawet produknya. Namun dengan mahalnya harga gula saat ini, dikhawatirkan produsen akhirnya mengganti bahan pemanisnya dengan pemanis buatan natrium siklamat dengan kadar melebihi batas peraturan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar natrium siklamat dalam air manisan kedondong yang banyak dijual di Kelurahan Belakang Pondok Kota Bengkulu. Metode penelitian ini bersifat deskriptif. Analisa kualitatif menggunakan metode pengendapan dan analisa kuantitatif menggunakan metode gravimetri. Sampel air manisan kedondong sebanyak 5 sampel dari seluruh pedagang manisan kedondong (Total Sampling).  Hasil analisis menunjukkan semua sampel mengandung natrium siklamat dan kadarnya melebihi batas ketentuan menurut Peraturan BPOM RI No. 04 Tahun 2014 Tentang Penggunaan Natrium Siklamat Pada Minuman Yang Berbasis Buah yaitu maksimum sebesar 250 mg/kg. Kadar natrium siklamat dalam sampel berturut-turut adalah 1.655, 1.862, 2.103, 2.5.7 dan 2.655 mg/kg.
Hubungan Stres Akademik dan Self-Regulated Learning Dengan Kecanduan Jejaring Sosial Anggreani, Nita
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 6, No 2 (2018): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v6i2.4553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dan pembelajaran mandiri terhadap kecanduan jejaring sosial pada siswa kelas 12 Sekolah Menengah Atas 5 Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek penelitian yang berjumlah 112 siswa menjadikan peneliti menggunakan teknik purpossive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala stres akademik, skala belajar mandiri dan skala kecanduan jejaring sosial. Data penelitian dianalisis dengan Pearson Product Moment Correlation Test oleh program Statistik Paket untuk Ilmu Sosial (SPSS) 20.0 untuk Windows. Hasil ini menunjukkan bahwa ada korelasi positif dan signifikan antara stres akademik dan kecanduan jejaring sosial di kelas 12 SMA 5 Samarinda dengan r = 0,355 dan p = 0,000. Selain itu, antara belajar mandiri dan kecanduan jejaring sosial ada juga yang memiliki korelasi negatif dan signifikan dengan r = -0.244 dan p = 0,010.