Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENDAMPINGAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK MEWARNAI KEPADA PASIEN HALUSINASI DI RUMAH SAKIT JIWA MEDAN Lindawati Simorangkir; Mestiana Br Karo; Lili Tumanggor; Agustaria Ginting; King Deston Sitanggang; Ance Siallagan; Magda Siringo-ringo; Lenny Khairani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3427-3431

Abstract

Halusinasi pendengaran yang paling sering terjadi pada pasien gangguan jiwa. Pasien akan mendengar suara orang lain  seperti ejekan, ancaman, dan perintah untuh melukai dirinya sendiri bahkan orang lain. Terapi aktivitas kelompok mewarnai merupakan bentuk komunikasi alam bawah sadar yang dapat mengontrol dan melawan halusinasinya. Tujuan dari kegiatan pengmas ini adalah meningkatkan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi pendengaran dengan mendampingi pasien melakukan terapi aktivitas kelompok mewarnai di rumah sakit jiwa Medan. Pelaksanaan kegiatan ini tujuankan pada pasien yang mengalami halusinasi pendengaran sebanyak 7 orang. Metode yang digunakan yakni demonstrasi dan diskusi  terkait Strategi pelaksanaan (Sp1 – Sp4) serta menyediakan media gambar dan pensil warna.  Hasil dari terapi aktivitas, pasien mampu mencocokan warna, meningkatkan motorik halus pasien bagus, dan dapat mengotrol halusinasi sesuai dengan strategi pelaksanaan ke 4
PERSEPSI CARING BEHAVIOR PERAWAT KEPADA PASIEN KRITIS DI RUANG ICU RUMAH SAKIT SANTA ELISABETH MEDAN TAHUN 2023 Mestiana Br. Karo; Indra Hizkia Parangin-angin; Maria Angelina Marpaung
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 2: Oktober 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Caring merupakan sentral praktik keperawatan, yaitu perawat bekerja untuk lebih meningkatkan kepeduliannya terhadap klien. Aspek utama caring meliputi: pengetahuan, penggantian irama (belajar dari pengalaman), kesabaran, kejujuran, rasa percaya, kerendahan hati, harapan dan keberaniannya, memberi perhatian dan konsentrasi, serta menghormati orang lain dan kehidupan manusia. Caring behavior adalah perilaku perawat kepada pasien untuk meningkatkan kesejahteraan pasien dan menerima pasien. Caring behavior juga sikap yang menunjukkan kekhawatiran, kasih sayang, dan rasa empati kepada pasien. sikap yang baik hati dan rasa empatik terhadap perasaan orang lain. Untuk mengetahui persepi caring behavior perawat kepada pasien kritis di ruang ICU rumah sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2023. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif dimana pengumpulan data nya dilakukan dengan wawancara sebanyak 5 pertanyaan sehingga mampu menggali lebih dalam tentang persepsi caring behavior perawat kepada pasien kritis di ruang ICU rumah sakit Santa Elisabeth Medan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yaitu dengan mengurangi responden dari jumlah populasi yang digunakan dengan jumlah sebanyak 5 partisipan. Teknik analisis data yang digunakan adalah thematic analysis. Hasil penelitian didapatkan: caring behavior adalah rasa perhatian, kepekaan, kasih sayang, penerimaan pasien dan kesungguhan hati dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien kritis/terminal yang menjelang sakratul maut di ruang ICU Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan
PERSEPSI MAHASISWA TINGKAT 3 TENTANG AIRWAY MANAGEMENT DI PRODI D3 KEPERAWATAN STIKES SANTA ELISABETH MEDAN TAHUN 2023 Mestiana Br. Karo; Risnauli Pane; Indra Hizkia Perangin-angin
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 2: Oktober 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Latar Belakang Persepsi merupakan suatu pandangan, baik positif maupun negatif yang terbentuk dari sikap seseorang atau individu terhadap sesuatu. Airway management hal terpenting dalam penanganan resusitasi dan membutuhkan keahlian khusus dalam manajemen keadaan darurat, oleh karena itu hal pertama yang harus dilakukan untuk menilai ialah kelancaran jalan nafas, yang meliputi pemeriksaan jalan nafas yang dapat disebabkan oleh benda asing juga saat adanya kejadian tenggelam jalan napas dapat tersumbat oleh cairan dan air sehingga pasokan oksigen dalam tubuh pun terhambat. Tujuan penelitian mengetahui persepsi mahasiswa tingkat 3 tentang airway management di Prodi D3 Keperawatan STIKes Santa Elisabeth Medan tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara sebanyak 4 pertanyaan sehingga mampu menggali lebih dalam tentang persepsi mahasiswa tingkat 3 tentang airway management. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 5 partisipan. Teknik analisis data yang digunakan adalah thematic analysis. Hasil penelitian didapatkan: airway management adalah tindakan penanganan masalah sumbatan jalan napas dan henti napas pada pasien sadar dan tidak sadar, pelaksanaan pemberian bantuan jalan napas oleh tenaga medis dan perawat, prioritas pembebasan jalan napas dengan ketepatan dan kecepatan waktu tanggap, keterampilan penilaian jalan napas oleh tenaga medis atau dokter.
GAMBARAN PERTUMBUHAN BALITA BERDASADARKAN STANDAR ANTROPOMETRI DI PUSKESMAS TIGABINANGA TAHUN 2023 Mestiana Br. Karo; Jagentar P Pane; Yaresya Maharani br Bangun
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 2: Oktober 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Pertumbuhan merupakan proses yang kontiniu, yang dimulai sejak di dalam kandungan sampai dewasa. Dan banyaknya faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang. Selain faktor genetik dan juga faktor lingkungan. Tujuan Penelitian Ini Adalah Untuk mengetahui bagaimana gambaran pertumbuhan balita di Puskesmas Tigabinanga tahun 2023. Rancangan Penelitian digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif. Sampel dalam penelitian ini 91 responden dengan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan lembar observasi untuk pertumbuhan balita dan kuesioner untuk perkembangan balita. Hasil penelitian diperoleh tingkat tinggi badan balita berdasarkan usia: 1) usia 2 tahun tinggi badan dengan kategori normal sebanyak 11 responden (58%) dari 19 responden, 2) usia 3 tahun tinggi badan dengan kategori normal sebanyak 29 responden (100%), 3) usia 4 tahun tinggi badan dengan kategori normal sebanyak 22 responden (85%) dan 4) usia 5 tahun tinggi badan dengan kategori normal sebanyak 17 responden (100%). Berat badan balita berdasarkan usia: 1) usia 2 tahun berat badan dengan kategori berat badan normal sebanyak 16 responden (85%) dari 19 respnden. 2) Usia 3 tahun berat badan dengan kategori berat badan normal sebanyak 28 responden (97%) dari 29 responden.3) Usia 4 tahun berat badan dengan kategori berat badan normal sebanyak 26 responden (100%). 4) Usia 5 tahun berat badan dengan kategori berat badan normal sebanyak 17 responden (100%) dari 17 responden. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai menambah informasi dan wawasan mengenai gambaran tumbuh kembang pada balita di Puskesmas.
Family Support for Patients Undergoing Chemotherapy Breast Cancer in the Chemotherapy Room Santa Elisabeth Hospital Medan Year 2023 Rusmauli Marbun; Mestiana Br Karo; Gita Saniya Tumanggor
Jurnal Kesehatan LLDikti Wilayah 1 (JUKES) Vol. 3 No. 2 (2023): Oktober : Health Science
Publisher : LLDIKTI Wilayah 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54076/jukes.v3i2.387

Abstract

Breast cancer is the second leading cause of death after lung cancer and is the main cause of cancer death in women. In treating breast cancer patients undergoing chemotherapy, family support is very necessary and important concern for breast cancer patients undergoing chemotherapy through family support so that sufferers have hope and a purpose in life. The aim of this study was to determine family support for patients undergoing breast cancer chemotherapy in the chemotherapy room at Santa Elisabeth Hospital, Medan. This research uses a qualitative method where data collection is carried out by interviews with 5 questions. The sampling technique is uses purposive sampling, namely by reducing respondents from the total population used with a total of 5 participants. Inclusion criteria are the general characteristics of research subjects from population that can be accessed and will be researched (Nursalam 2020). The inclusion criteria in were: patients aged over 30 years and patients who had undergone chemotherapy more than once. The data analysis technique used is thematic analysis with research results: family support is encouragement given by the family to breast cancer chemotherapy patients, support that can be given to breast cancer chemotherapy patients is in the form of praise from the family, family support can be seen from behavior that takes over the work of chemotherapy patients breast cancer, Family support provides open or non-confidential information to breast cancer chemotherapy patients. Family support can be provided by the presence of the family for breast cancer chemotherapy patien
GAMBARAN CARING BEHAVIOR DAN PENGETAHUAN PERAWAT MENGENAI PERAWATAN PALIATIF DI UNIT PERAWATAN INTENSIVE RUMAH SAKIT SANTA ELISABETH MEDAN TAHUN 2022 Mestiana Karo; Jagentar Pane; Yohana Saragih
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 5 No 02 (2023): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2023
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v5i02.5084

Abstract

Latar Belakang: Caring behavior merupakan sikap kepedulian perawat terhadap pasien melalui empati dengan pasien dan keluarga. Perawatan paliatif merupakan pendekatan yang bertujuan memperbaiki kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah yang berhubungan dengan penyakit yang dapat mengancam jiwa. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran caring behavior dan pengetahuan perawat mengenai perawatan paliatif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jumlah sampel 36 responden untuk caring behavior dan 34 responden untuk pengetahuan perawat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purpossive sampling. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa gambaran caring behavior perawat berada pada kategori baik dengan jumlah responden sebanyak 36 orang (100%) dan gambaran pengetahuan perawat mengenai perawatan paliatif berada pada kategori cukup dengan jumlah responden sebanyak 27 orang (79%). Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi perawat untuk lebih meningkatkan pelayanan keperawatan kepada pasien melalui tindakan-tindakan yang mencerminkan kepedulian yang tinggi, peka, sabar, tulus, dan lebih meningkatkan pengetahuan mengenai perawatan paliatif dengan mengikuti seminar dan pelatihan.
Persepsi Perawat tentang Caring Behavior Mestiana Br Karo; Indra Hizkia; Ice Saraguh; Xanadu Sembiring
Jurnal Gawat Darurat Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Gawat Darurat: Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi adalah sebuah proses saat individu mengatur dan menginterpretasikan kesan kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka. caring adalah sikap moral dalam praktik keperawatan. Sifat kepedulian perawat ketika menghadapi orang sakit dan keluarga pasien setiap hari harus menunjukkan bahwa perawat benar benar peduli dengan keadaan. Perawat harus menunjukkan empati dan mampu menempatkan diri anda pada posisi pasien untuk memeberikan perawatan yang berkualitas yang mereka butuhkan. Tujuan ini mengetahui persepsi perawat tentang caring behavior di ruangan santa theresia rumah sakit santa elisabeth medan tahun 2023 Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara sebanyak 5 pertanyaan sehingga mampu menggali lebih dalam tentang persepsi perawat tentang caring behavior. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 5 partisipan. Teknik analisis data yang digunakan adalah thematic analysis. Hasil dari penelitian ini ada terdapat tema yang terdiri dari memberikan perhatian secara langsung kepada pasien, sikap peduli yang tinggi dan kemampuan mengerti perasaan orang lain berupa respon afektif dan kognitif perawat kepada pasien, kehadiran secara utuh kepada pasien, memberikan pelayanan seutuhnya kepada pasien, pemberian sentuhan dan meghormati pasien, memberikan dukungan kepada pasien. Diharapkan perawat lebih menambahkan dan meningkatkan persepsinya tentang caring behavior.
PENDAMPINGAN LAUGHTHER THERAPY PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI KECEMASAN DI ASRAMA SANTA AGNES MEDAN Mestiana Br Karo; Rotua Elvina Pakpahan; Amnita Anda Yanti Ginting; Lindawati Simorangkir; Lilis Novitarum; Indra Hizkia Perangin-angin; Samfriati Sinurat
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan perhatian yang diterima selama tinggal di asrama, jauh dari keluarga dan beradaptasi dengan teman baru diasrama dan tempat tinggal menimbulkan kecemasan pada remaja putri khususnya pada masa saat ini. Kecemasan merupakan suatu kondisi yang menimbulkan ketidakmampuan mengatasi suatu masalah atau tidak adanya kenyamanan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah pendampingan laughter therapy pada remaja putri yang mengalami kecemasan di asrama santa agnes Medan. Jenis pengabdian kepada masyarakat observasional, demonstrasi dan pendampingan pada peserta berjumlah 63 orang. Pengumpulan data dengan observasi tingkat kecemasan dan memberikan laughther therapy kepada remaja selama 5 hari berturut-turut. Hasil pengabdian kepada masyarakat tingkat kecemasan remaja putri mengalami perubahan yakni dari kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan 100%
Efektivitas Edukasi Dash Berbasis Keluarga Terhadap Tekanan Darah Lansia Di Puskesmas Kutalimbaru: The Effectiveness of Family-Based Dash Education on Older People's Blood Pressure at the Public Health Center of Kutalimbaru Lindawati Simorangkir; Agustaria Ginting; Mestiana Br Karo; Ice Septriani Saragih; Amnita Anda Yanti Br Ginting; Helinida Saragih; Magda Siringo-ringo; Nasipta Ginting
Society Vol 10 No 2 (2022): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v10i2.457

Abstract

Hypertension cases continue to increase worldwide and are the biggest cause of death. In Medan, North Sumatra, the number of hypertensive patients is 7,174 people, and the cause of death is the 4th cause of death. The study aimed to formulate the effectiveness of family-based Dash education on elderly blood pressure at the Kutalimbaru Health Center. This research is a Quasi-Experimental design with one group pretest and posttest design. The population is hypertensive clients at the Kutalimbaru Health Center with a sample of 31 respondents, taken through a purposive sampling technique with the criteria of elderly hypertensive 2-4 years, blood pressure > 140/90 mmHg, age 55 years to 65 years, living with family, receiving medication the same antihypertensive and willing to be a respondent. The instrument used was a sphygmomanometer, a 24-hour Recall observation sheet, and a booklet—analysis with a Wilcoxon sign rank test. Research shows the average systolic blood pressure before 155.16 mmHg after 147.74 mmHg. The average diastolic blood pressure before 85.81 mmHg after 82.26 mmHg. The results of statistical tests showed an effect of family-based education on the blood pressure of older people at the Kutalimbaru Health Center (p = 0.000). The conclusion of family-based education is effective in reducing blood pressure in older people. Suggestions for families are expected to control eating patterns routinely and for older people to have their blood pressure checked regularly at the public health center.