Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pemetaan Perubahan Tutupan Lahan Dengan Metode Supervised Classification Menggunakan Citra Landsat 8-9 di Kecamatan Sepaku Tahun 2014 dan 2024 Musdalifah, Musdalifah; Sofyan A. P., Andi Baso; Widyasasi, Dyah; Wumu, Romansah; Gaffar, Siti Hutami Adianengsih
Journal of Geomatics Engineering, Technology, and Science Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : P3KM Politani Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/gets.v3i1.46

Abstract

This research is motivated by the relocation of the capital city from DKI Jakarta Province to East Kalimantan Province, specifically in the Sepaku Sub-district, Penajam Paser Utara Regency. The relocation of the capital city may lead to changes in land cover due to land conversion and development activities. The purpose of this study is to analyze changes in land cover in the Sepaku Sub-district, Penajam Paser Utara Regency, based on mapping using the supervised classification method with Landsat 8-9 imagery from 2014 and 2024. The results of land cover identification in the Sepaku Sub-district classify the area into vegetated areas (agriculture), vegetated areas (non-agriculture), open land, settlement and related land, and water bodies. In 2014, land cover in Sepaku Sub-district was dominated by non-agricultural vegetated areas, accounting for 60.04% of the total area, which slightly increased to 60.21% in 2024. Furthermore, the results show a slight increase in non-agricultural vegetated areas, from 75,804.1 hectares in 2014 to 76,013 hectares in 2024. Conversely, a decrease was observed in agricultural vegetated areas and open land types. The area of agricultural vegetated land decreased from 39,663 hectares in 2014 to 38,271 hectares in 2024, while open land decreased from 7,111 hectares in 2014 to 6,141.2 hectares in 2024. Meanwhile, settlement and related land cover experienced a significant increase, growing from 2,454 hectares in 2014 to 4,520.2 hectares in 2024.
Pelatihan Pelacakan Dan Pemasangan Tanda Batas Persil Tanah Masyarakat Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara Arifin, Dawamul; Kurniadin, Nia; Suryalfihra, Shabri Indra; Wumu, Romansah; Insanu, Radik Khairil; Fadlin, Feri; Prasetya, F. V. Astrolabe Sian
Sewagati Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i2.2486

Abstract

Pelatihan Pelacakan dan Pemasangan Tanda Batas Persil Tanah di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya tanda batas tanah dan cara pelacakannya. Kegiatan ini melibatkan metode sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung menggunakan alat GNSS Geodetik serta aplikasi berbasis Android. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dalam pelacakan, pengukuran, dan pemasangan tanda batas. Diskusi dua arah mengidentifikasi kebutuhan mendesak akan informasi legalitas tanah. Post-test mengindikasikan kepuasan peserta terhadap pelatihan, yang berdampak pada persiapan masyarakat menyambut program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap). Pelatihan ini juga menjadi media aplikatif bagi mahasiswa dalam implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Analisis Hubungan Kemunculan Hiu Paus (Rhincodon typus) dengan Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a Pada Perairan Botubarani Provinsi Gorontalo Wumu, Romansah; Suryalfihra, Shabri Indra
GEOID Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i2.1202

Abstract

Hiu Paus merupakan salah satu hewan yang terancam punah, sehingga masuk dalam hewan yang dilindungi. Salah satu lokasi kemunculan Hiu Paus di Indonesia adalah perairan Botubarani Provinsi Gorontalo. Perairan tersebut dijadikan Kawasan Ekowisata Hiu Paus yang bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat sekaligus menjadi lokasi riset dan konservasi Hiu Paus. Kemunculan Hiu Paus pada perairan Botubarani masih belum banyak diketahui penyebabnya. Secara umum kemunculan Hiu Paus pada suatu lokasi tergantung pada kondisi kimia, fisik, dan biologi perairan. Penelitian bertujuan mencari korelasi antara kemunculan Hiu Paus pada perairan Botubarani menggunakan parameter suhu permukaan laut (SPL) dengan dan Klorofil-a. Kedua data tersebut diperoleh dari data citra Modis dan Landsat-8. Hasil pengujian korelasi antara kemunculan Hiu Paus dengan Klorofil-a dari data harian MODIS Aqua dan Terra masing-masing adalah -0,356 dan -0,077, sedangkan korelasi dengan SPL masing-masing adalah 0,338 dan 0,108. Hasil ini menunjukkan korelasi moderat antara kemunculan Hiu Paus dengan SPL dari data MODIS Aqua, tetapi korelasi yang lemah dengan Klorofil-a. Pengujian korelasi menggunakan data Landsat-8 menunjukkan korelasi moderat positif antara kemunculan Hiu Paus dengan Klorofil-a sebesar 0,499, sementara korelasi dengan SPL menunjukkan nilai yang sangat lemah sebesar -0,183. Selain itu, terdapat korelasi negatif kuat antara Klorofil-a dan SPL dengan nilai -0,782 pada data Landsat-8, mengindikasikan fenomena upwelling. Disparitas dalam hasil ini disebabkan perbedaan resolusi spasial antara data MODIS dan Landsat-8 serta kompleksitas dinamika perairan pesisir yang mempengaruhi kualitas data satelit.
Deteksi Perubahan Suhu Permukaan Tanah dan Hubungannya dengan Pengaruh Albedo dan NDVI Menggunakan Data Satelit Landsat-8 Multitemporal di Kota Palu Tahun 2013 - 2020 Kurniadin, Nia; Yani, Muhammad; Nurgiantoro, Nurgiantoro; Annafiyah, Annafiyah; Prasetya, F. V. Astrolabe Sian; Insanu, Radik Khairil; Wumu, Romansah; Suryalfihra, Shabri Indra
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1758

Abstract

Gempa yang diikuti tsunami dan likuifaksi melanda Kota Palu pada 28 September 2018. Sejak saat itu, Kota Palu yang merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia, menjadi pusat perhatian dunia. Berbagai kajian dilakukan untuk memperoleh informasi dari berbagai aspek, antara lain aspek terestrial, perubahan tutupan lahan, batuan, dan perubahan iklim. Teknologi penginderaan jauh memberikan kontribusi yang baik bagi proses penelitian, terutama untuk penelitian yang mencakup wilayah yang luas dan dalam jangka waktu yang lama. Salah satu kajian yang dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh adalah kajian Suhu Permukaan Tanah (SPT) dengan menggunakan data satelit Landsat-8 multitemporal di Kota Palu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi SPT Kota Palu dari data satelit Landsat-8 multitemporal (2013-2020) dan hubungan antara LST dengan Albedo dan NDVI. Kanal Merah, Biru, NIR, SWIR1 dan SWIR2 digunakan untuk mendapatkan nilai albedo dan NDVI. Nilai emisivitas tanah dan vegetasi serta kanal termal digunakan untuk menentukan nilai LST. Selanjutnya koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui korelasi antara LST dengan Albedo dan NDVI. Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata peta sebaran LST dari tahun 2013 hingga 2020. Dari 30 titik sampel penelitian nilai LST antara 17,00 oC sampai 43,27 oC, rata-rata R2 antara LST dan NDVI adalah 0,657 (korelasi kuat), dan R2 antara LST dan Albedo 0,069 (korelasi sangat lemah).
PELATIHAN GEOTAGING PERTANAMAN KELAPA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DESA HUIDU UTARA Wumu, Romansah
Madani: Jurnal Pengabdian Ilmiah Vol. 1 No. 1 (2018): MADANI Jurnal Pengabdian Ilmiah
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.436 KB) | DOI: 10.30603/md.v1i1.723

Abstract

Kelapa merupakan tree of life karena banyak manfaat yang diperoleh dari tanaman kelapa. Potensi kelapa yang cukup besar di Indonesia mendorong terbentuknya Koalisi Nasional Kabupaten Penghasil Kelapa (KNPK). KNPK bertujuan mengembalikan kejayaan kelapa di Indonesia. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus berupaya mendata potensi kelapa Indonesia. Indikator potensi perkebunan kelapa di suatu wilayah dapat terlihat melalui luas perkebunan dan jumlah kelapa. Sistem Informasi Geografi (SIG) mampu menghitung luas perkebunan dan jumlah pohon kelapa dengan baik dan mudah. Pengabdian masyarakat ini dilakukan kepada masyarakat Desa Huidu Utara dalam pemanfaatan SIG untuk geotaging kelapa serta untuk mengetahui potensi kelapa pada Desa Huidu Utara.