Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Development of Environmentally Friendly Table Tennis Rackets as an Alternative for School Sports Equipment Wahyu Maulana Dacho; Ibnu Fatkhu Royana; Pandu Kresnapati
International Journal of Research in Education Vol. 6 No. 2 (2026): Issued in July 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijre.v6i2.3773

Abstract

This study aims to develop an environmentally friendly table tennis racket made from plastic waste as alternative sports equipment for schools, specifically to address the limitations of physical education learning facilities. The method used is Research and Development (R&D) with the Borg and Gall model through the stages of preliminary study, planning, product creation, trials, revisions, and final product improvements. This study was conducted at SMA Negeri 1 Pamotan involving physical education teachers and students as research subjects. Data were collected using a five-point scale questionnaire from 1–5 given to media experts, subject matter experts, and students in small and large-scale trials. Furthermore, the data were analyzed descriptively quantitatively by calculating the average value to determine the level of product feasibility based on aspects of appearance, strength, comfort, ease of use, and learning benefits. The results showed that the assessment of media experts obtained an average of 4.00 in the good category, while the subject matter experts obtained an average of 4.75 in the very good category. In the trial stage for students, the small scale obtained an average value of 4.86 and the large scale 4.62, both included in the very good category. These results indicate that the developed product has good quality and is acceptable to users in the learning process at school. Based on these results, table tennis rackets made from plastic waste are declared suitable for use as alternative training tools and learning media in schools. In addition to its good function, this product is also educational because it can raise students' awareness of the importance of recycling and environmental care. Thus, this product can be an economical, innovative, effective, and sustainable solution to support table tennis learning in schools.
Pengaruh Latihan Small Sided Games dan Rondo terhadap Akurasi Passing pada Ekstrakurikuler Futsal SMK Zidane Wahyu Saputra; Pandu Kresnapati; Muh. Isna Nurdin Wibisana
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i1.3977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh metode latihan Small-Sided Games dan Rondo terhadap peningkatan akurasi passing siswa pada kegiatan ekstrakurikuler futsal di SMK Pelita Nusantara 1 Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain Pretest–Posttest Control Group Design yang melibatkan siswa ekstrakurikuler futsal yang dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan. Pengukuran akurasi passing dilakukan menggunakan tes tendangan ke arah target gawang kecil yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan mampu meningkatkan akurasi passing siswa secara signifikan, namun tidak ditemukan perbedaan efektivitas yang berarti antara metode Small-Sided Games dan Rondo. Temuan ini mengindikasikan bahwa kedua metode latihan sama-sama efektif dan dapat diterapkan sebagai alternatif strategi latihan oleh pelatih atau guru dalam pembinaan teknik dasar passing futsal di lingkungan sekolah, sehingga pemilihan metode latihan dapat disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan karakteristik peserta didik.
Development of a Problem-Based Learning Module Based on the Game of Bocce to Improve Gross Motor Skills and Social Interaction in Children with Intellectual Disabilities Ibnu Fatkhu Royana; Danang Aji Setyawan; Pandu Kresnapati; Dani Slamet Pratama
ACPES Journal of Physical Education, Sport, and Health (AJPESH) Vol. 6 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with ACPES (ASEAN Council of Physical Education and Sport)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ajpesh.v6i1.58278

Abstract

Children with Down syndrome often experience delays in gross motor skills and social interaction that limit their physical participation, independence, and quality of life, while adapted physical education in special schools generally remains teacher-centred and makes minimal use of interactive media. This study aimed to develop a bocce-based Problem-Based Learning (PBL) module for adapted physical education and to conduct a preliminary evaluation of its expert-based feasibility and practicality, of changes in gross motor performance following implementation, and of students’ social interaction observed during the learning activities. A Research and Development study using the ADDIE model was conducted in three phases: (1) product development with expert appraisal by physical-education, special-education, and practitioner reviewers; (2) a small-scale feasibility trial; and (3) field implementation with a one-group pretest–posttest preliminary outcome evaluation involving 17 children with Down syndrome at two special schools in Semarang. Gross motor performance was analysed with descriptive statistics, a paired-samples t-test, Cohen’s d, and N-gain; social interaction was assessed through structured observation during implementation. The products showed acceptable expert-based feasibility (instructional module 81.25%; worksheet 78.30%; module 74.60%) and high practicality (teacher 92.5%; student 90%). Gross motor performance improved significantly following implementation, from 51.10% to 79.96% (t(16) = 8.42, p < 0.001; Cohen’s d = 2.11; moderate N-gain = 0.57). Social interaction was observed at a favourable level (81%) during the activities; as no baseline was collected, this is a descriptive process indicator rather than an improvement outcome. The bocce-based PBL module demonstrated acceptable expert-based feasibility and high practicality and was associated with a significant improvement in gross motor performance, with favourable social interaction observed during implementation. These preliminary findings support the module as an adaptive learning alternative and warrant confirmation through controlled designs.
Program Berkelanjutan Sport Massage dan Bulutangkis untuk Meningkatkan Kebugaran, Konsentrasi, dan Interaksi Sosial Anak di Desa Warulor Pandu Kresnapati; Buyung Kusumawardhana; Agus Wiyanto; Dani Slamet Pratama
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol. 7 No. 2 (2026): Juli (2026)
Publisher : PJKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v7i2.883

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kebugaran, konsentrasi, dan interaksi sosial anak melalui integrasi sport massage dalam pembinaan bulutangkis di Desa Warulor, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Permasalahan mitra meliputi rendahnya aktivitas fisik anak akibat penggunaan gadget yang tinggi, belum optimalnya pemanfaatan fasilitas olahraga, serta minimnya pengetahuan pelatih dan orang tua mengenai sport massage sebagai strategi pemulihan. Metode yang digunakan meliputi penyediaan sarana dan prasarana bulutangkis, pelatihan sport massage bagi pelatih dan orang tua, pembinaan bulutangkis secara terstruktur, penyusunan modul panduan, pembentukan kader olahraga desa, serta monitoring dan evaluasi berkala. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah desa. Hasil program menunjukkan peningkatan minat anak terhadap olahraga bulutangkis dengan kategori sangat tinggi sebesar 52,3%, kategori tinggi 37,2%, dan kategori cukup tinggi 10,5%. Tingkat kehadiran peserta selama program mencapai rata-rata 82,4%. Selain itu, pemahaman masyarakat mengenai sport massage meningkat dan terbentuk kader olahraga desa yang mendukung keberlanjutan program. Program ini terbukti efektif dalam mendorong aktivitas fisik anak, meningkatkan partisipasi olahraga, serta memperkuat interaksi sosial di lingkungan masyarakat.  
Pembinaan Prestasi Sepakbola U-15 Sebagai Upaya Reduksi Ketergantungan Gadget pada Anak Usia Sekolah Ibnu Fatkhu Royana; Pandu Kresnapati; Yanuar Herymurtianto
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol. 7 No. 2 (2026): Juli (2026)
Publisher : PJKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v7i2.938

Abstract

Permasalahan ketergantungan gadget pada anak usia sekolah di Desa Lemberang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas menjadi latar belakang kegiatan pengabdian ini. Ketersediaan wifi gratis di pos-pos kamling justru menjadi tempat anak-anak berkumpul bermain game online, sementara belum tersedia wadah olahraga yang memadai. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dasar sepakbola anak U-15 sekaligus mengalihkan ketergantungan gadget melalui program pembinaan prestasi sepakbola. Metode pelaksanaan meliputi observasi, sosialisasi, pengadaan sarana prasarana, dan pelatihan terstruktur selama tiga bulan (November 2025 – Januari 2026) dengan frekuensi 2 kali per minggu. Pengukuran dilakukan menggunakan desain one group pretest-posttest pada 30 peserta dengan instrumen tes passing, dribbling, dan shooting. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada ketiga aspek kemampuan dasar sepakbola: passing meningkat 88,3% (mean pretest 3,93 menjadi posttest 7,40; p = 0,000), dribbling meningkat 17,6% lebih cepat (mean pretest 10,63 detik menjadi posttest 8,77 detik; p = 0,000), dan shooting meningkat 18,4% (mean pretest 9,97 menjadi posttest 11,80; p = 0,000). Effect size menunjukkan dampak sangat besar pada passing (d = 2,14) dan dribbling (d = 1,19), serta dampak besar pada shooting (d = 0,76). Selain peningkatan keterampilan, program ini berhasil menurunkan intensitas penggunaan gadget dan meningkatkan partisipasi aktivitas fisik anak-anak di Desa Lemberang.