Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH WATER COOLANT TERHADAP EFEKTIFITAS RADIATOR PADA MESIN TOYOTA KIJANG SERI 4K Elfiano, Eddy; Suripto, Heri; Hastuti, Kurnia; Rahman, Jhonni; Subekti , Purwo; Zinomeza , Eho
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i2.1533

Abstract

The cooling system of an engine utilizes a radiator to regulate the temperature of the coolant, whice absorbs heat from engine to maintain its optimal operating temperature. The aim of the research is to evaluate the effectiveness of radiator using defferent types of water coolants, including gallon water. The study involves using a Toyota Kijang 4K series engine mounted on an engine stand. Data collection includes conducting four rotational variations for each coolant, incluidng galon water. The collected data includes parameters such as inlet and outlet temperature of the coolant, air temperature in front of and behind the radioator, wind speed measurements in those areas, and observation of the coolant flow rate. The findings reveal that coolant C demonstrates the highest average effevctiveness among the different coolant, with a value of 25,28%. Coolant B shows an average effectiveness of 21,98%, while coolant A has an average effectiveness of 21,30%. Galon water exhibts the lowest average effevtiveness, with a value of 18.33%. the radiator’s effectiveness is directly related to the rate of heat transfer, meaning that a higher heat transfer rate corresponds to a higher radiator effectiveness. Thus, based on this study, it can be concluded that coolant C is the most effective coolant in terms of radiator efectiveness and heat transfer.
PROFITABILITAS LIMBAH KULIT NANAS, KULIT PISANG, DAN SAYUR-SAYURAN SEBAGAI PEMBENTUKAN BIOGAS SKALA RUMAH TANGGA Bimantoro, Gugun; Elfiano, Eddy
Action Research Literate Vol. 9 No. 5 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i5.2957

Abstract

Krisis energi global dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan telah mendorong pemanfaatan energi alternatif yang bersumber dari bahan organik terbarukan. Salah satu energi terbarukan yang potensial adalah biogas, yang dapat dihasilkan dari fermentasi limbah organik melalui proses anaerob. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profitabilitas limbah kulit nanas, kulit pisang, dan sayur-sayuran sebagai bahan baku pembentukan biogas skala rumah tangga. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan menggunakan digester tipe kubah tetap berbahan fiberglass berkapasitas 50 liter. Bahan yang digunakan terdiri dari campuran limbah organik (kulit nanas, kulit pisang, dan sayuran), air, serta dua jenis starter yaitu EM4 dan ragi, masing-masing dengan komposisi tertentu. Pengamatan dilakukan terhadap tekanan gas, volume gas yang dihasilkan, waktu retensi, serta karakteristik nyala api yang dihasilkan dari pembakaran biogas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan starter EM4 menghasilkan volume dan tekanan biogas yang lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan ragi. Selain itu, nyala api berwarna biru menunjukkan proses pembakaran yang sempurna, menandakan bahwa biogas yang dihasilkan cukup berkualitas untuk digunakan sebagai sumber energi alternatif pengganti LPG di tingkat rumah tangga. Kesimpulannya, pemanfaatan limbah kulit nanas, kulit pisang, dan sayuran sebagai bahan baku biogas tidak hanya berpotensi mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan solusi energi yang ekonomis dan ramah lingkungan. Keywords: Organic waste, biogas, pineapple peel, banana peel, vegetables, alternative energy
Pengaruh Jarak Tembaga Rotor Distributor Pengapian yang Telah Dimodifikasi Terhadap Kinerja Mesin Bensin Empat Silinder Ramadhan, Frado; Elfiano, Eddy
Action Research Literate Vol. 9 No. 5 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i5.2958

Abstract

Kendaraan bermotor mengandalkan mesin pembakaran internal, di mana efisiensi sistem pengapian secara signifikan memengaruhi kinerja. Metode tradisional seperti pencampuran bioetanol mahal dan kurang praktis, mendorong perlunya peningkatan alternatif. Studi ini meneliti efek modifikasi jarak rotor tembaga di distributor pengapian terhadap kinerja mesin bensin empat silinder. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jarak rotor yang optimal untuk meningkatkan performa mesin, termasuk output daya, efisiensi bahan bakar, dan efisiensi termal, dengan menggunakan mesin Toyota Kijang 4K sebagai subjek uji. Pendekatan eksperimental kuantitatif digunakan, menguji jarak rotor 20 mm, 25 mm, dan 30 mm di bawah beban mesin dan RPM yang bervariasi. Data tentang daya efektif, konsumsi bahan bakar, dan efisiensi dikumpulkan dan dianalisis menggunakan persamaan standar. Jarak rotor 20 mm menunjukkan kinerja yang unggul, mengurangi konsumsi bahan bakar spesifik (0,102 kg/kWh) dan meningkatkan efisiensi termal (0,799%) dibandingkan dengan konfigurasi standar. Studi ini memberikan solusi hemat biaya untuk meningkatkan kinerja engine melalui modifikasi rotor, menawarkan manfaat praktis untuk aplikasi otomotif dan berkontribusi pada kemajuan teknologi sistem pengapian. Penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi variasi material dan daya tahan jangka panjang.
Analisa Variasi Pembukaan Dumper Pada Primary dan Secondary Air Fan Terhadap Pembakaran Black Liquor Pada Recovery Boiler PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Fatariqsyah, Denny Achly; Elfiano, Eddy
Action Research Literate Vol. 9 No. 5 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i5.2959

Abstract

Efisiensi pembakaran black liquor di recovery boiler sangat krusial bagi industri pulp dan kertas, namun sering terhambat oleh ketidakstabilan suplai udara dan akumulasi kerak pada nozzle. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi pembukaan dumper pada primary dan secondary air fan terhadap kinerja pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pembakaran black liquor, pengaruh suplai udara, serta kualitas smelt dan charbed. Penelitian kuantitatif dilakukan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dengan mengukur flow debit, pembukaan dumper, dan parameter pembakaran menggunakan furnace, kamera, dan analisis sampel smelt. Data diolah untuk menghitung efisiensi fan dan kecepatan udara. Pembukaan dumper dan flow debit berpengaruh signifikan terhadap pembakaran, di mana kenaikan bukaan meningkatkan suplai udara namun memerlukan pembersihan nozzle berkala untuk menghindari penumpukan kerak. Efisiensi fan tertinggi (36,99%) dicapai saat pressure stabil (147934,5 Pa) dan flow debit 51 m³/s. Penelitian merekomendasikan optimasi pembukaan dumper berbasis kondisi lingkungan dan pengembangan sistem kontrol otomatis untuk meningkatkan stabilitas pembakaran. Temuan ini mendukung efisiensi energi dan reduksi limbah di industri pulp.
PENGARUH WATER COOLANT TERHADAP EFEKTIFITAS RADIATOR PADA MESIN TOYOTA KIJANG SERI 4K Elfiano, Eddy; Suripto, Heri; Hastuti, Kurnia; Rahman, Jhonni; Subekti , Purwo; Zinomeza , Eho
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i2.1533

Abstract

The cooling system of an engine utilizes a radiator to regulate the temperature of the coolant, whice absorbs heat from engine to maintain its optimal operating temperature. The aim of the research is to evaluate the effectiveness of radiator using defferent types of water coolants, including gallon water. The study involves using a Toyota Kijang 4K series engine mounted on an engine stand. Data collection includes conducting four rotational variations for each coolant, incluidng galon water. The collected data includes parameters such as inlet and outlet temperature of the coolant, air temperature in front of and behind the radioator, wind speed measurements in those areas, and observation of the coolant flow rate. The findings reveal that coolant C demonstrates the highest average effevctiveness among the different coolant, with a value of 25,28%. Coolant B shows an average effectiveness of 21,98%, while coolant A has an average effectiveness of 21,30%. Galon water exhibts the lowest average effevtiveness, with a value of 18.33%. the radiator’s effectiveness is directly related to the rate of heat transfer, meaning that a higher heat transfer rate corresponds to a higher radiator effectiveness. Thus, based on this study, it can be concluded that coolant C is the most effective coolant in terms of radiator efectiveness and heat transfer.
KARAKTERISTIK SISTEM GASIFIKASI TYPE DOWDRAFT GASIFIER BERBAHAN BAKAR BIOMASSA BERDASARKAN VARIASI VOLUME RUANG BAKAR Elfiano, Eddy; Suripto, Heri; Hastuti, Kurnia; Arizona, Rafil; Lihantoro, Bayu
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v16i1.1742

Abstract

This research aims to investigate the attributes of a Downdraft Gasifier gasification system that employs biomass fuel and features varying combustion chamber capacities. The primary focus is on examining how alterations in combustion chamber volumes affect gasification characteristics. Analytical techniques that hinge on these discrepancies in combustion chamber capacities yield a comprehensive understanding of efficiency, thermal functionality, and gas discharges. The outcomes suggest that the gasification setup furnishes adequate thermal energy for highly efficient catfish drying. Additionally, the application of gasification diminishes noxious discharges from the exhaust, thereby establishing a more eco-friendly technology. The most efficient utilization of energy is apparent in rice husks, accounting for operational duration, steam generation, and assessments of performance parameters. As per gas emission analyses, wood powder demonstrates reduced emissions compared to rice husks, particularly concerning CO2, CO, SO2, NO, and NOX emissions throughout the gasification process.
ANALISA PANJANG OPTIMUM DESTILATOR SURYA TERHADAP KUANTITAS AIR HASIL DAN UNJUK KERJA DESTILATOR TENAGA SURYA. Oktari, Syafril; Saragih, Sehat Abdi; Elfiano, Eddy; Rosli, Masli Irwan
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 2 No. 01 (2019): REM
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2019.2324

Abstract

Teknologi destilasi (penyulingan) air untuk mendapatkan air tawar dari air kotor atau air laut intinya adalah menguapkan air laut dengan cara dipanaskan, yang kemudian uap air tersebut diembunkan sehingga menjadi air tawar. Proses kerja destilator terdapat juga kelemahan yaitu dari proses penguapan destilator, uap yang dihasilkan lalu diembunkan menjadi butiran air yang menempel dikaca. Selanjutnya butir air bertemu dengan butir-butiran air yang lainnya dan menghasilkan butir air yang memiliki berat air berlebih sehingga sebelum butir air tersebut sampai ke dalam penampungan, butir air tersebut akan terlebih dahulu jatuh. Begitu pula dengan semakin panjangnya destilator akan mempengaruhi penguapan jatuhnya butir air sebelum jatuh ke dalam penampungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui panjang optimum destilator tenaga surya. Penelitian ini menggunakan panjang optimum dari 500 mm, 600 mm, 700 mm, 800 mm, 900 mm, dan 1000 mm sebagai panjang yang akan dianalisa. Proses penguapan tersebut akan mempengaruhi dari sistem destilasi dan kuantitas air yang dihasilkan. Dari hasil pengujian yang memiliki panjang optimum terhadap kuantitas air hasil yang terbanyak yaitu pada panjang 70 cm sebesar 1678 ml. Hal ini disebabkan oleh air pada basin yang sudah diuapkan harus diembunkan (kondensasi) supaya uap jenuh tersebut melepaskan kalor laten agar menghasilkan kuantitas air hasil yang maksimal. Dari hasil pengujian dan perhitungan yang memiliki panjang optimum terhadap unjuk kerja terbaik pada destilator tenaga surya yaitu adalah panjang 70 cm, karena laju energi saat penguapan sebesar 127,6 Watt, laju energi saat pengembunan sebesar 124,02 Watt, laju destilasi dalam proses destilasi sebesar 0,0000517 kg/s, efesiensi produk destilasi sebesar 11,65%, dan efesiensi sistem destilasi sebesar 38,2%.
ANALISA TINGGI PERMUKAAN AIR OPTIMUM DALAM BASIN TERHADAP KUANTITAS AIR HASIL DAN UNJUK KERJA DESTILATOR TENAGA SURYA Tua, Arsenius Roni; Saragih, Sehat Abdi; Elfiano, Eddy
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 2 No. 02 (2019): REM
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2019.3088

Abstract

Destilator surya adalah alat yang digunakan untuk mendapatkan air bersih. Pada dasarnya cara kerja destilator surya ialah radiasi surya menembus kaca penutup dan mengenai permukaan dari plat penyerap, maka plat penyerap akan panas dan energy panas dari plat penyerap akan memanasi air laut yang ada didalam basin. Air tersebut akan menguap dan berkumpul dibawah permukaan kaca penutup, cairan yang melekat di kaca penutup akan mengalir mengikuti kemiringan kaca penutup disebabkan karena berat air sudah melebihi batas dan meneruskannya kekanal penampungan tempat air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tinggi air optimum dalam basin destilator surya yang menghasilkan kuantitas air hasil terbanyak dan untuk mendapatkan tinggi air optimum yang menghasilkan unjuk kerja terbaik. Analisa ini menggunakan variasi tinggi air 20 mm, 30 mm, 40 mm, 50 mm dan 60 mm. Pada setiap tinggi air memiliki kuantitas air hasil yang berbeda, hal ini disebabkan karena semakin tinggi air yang ada di dalam basin maka jumlah volumenya semakin banyak. Setelah dilakukan perhitungan didapat bahwa tinggi air 20 mm yang memiliki jumlah air hasil dan unjuk kerja yang paling baik dengan kuantitas air hasil sebesar 1.464 ml dan pada laju energi saat pengembunan sebesar 108,26 Watt, dengan laju destilasi dalam proses destilasi sebesar 0,0000451 kg/s, efisiensi produk sebesar 7,12 %, efisiensi system destilasisebesar 18,72 %.
SISTEM BIOGAS SEBAGAI ENERGI TERBARUKAN SKALA RUMAH TANGGA DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH KOTORAN BURUNG PUYUH Elfiano, Eddy; Fadhilah, Muhammad Cendekia; Masdar, Mohd Shahbudin
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 2 No. 02 (2019): REM
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2019.3650

Abstract

Bioenergy development is very important as a source of energy supply in the future. One of the bioenergy that can be developed to be used in the household is biogas energy. Biogas production process through anaerobic degradation of organic materials such as livestock is one of the technological solutions to produce alternative energy. The objective of this study is to obtain a simple household biogas system design with quail manure waste material. The method used in this study is an experimental method by measuring differences in manometer height, biogas pressure, gas volume development, gas volume, biogas production, and flame test. This study used quail and water manure with a ratio of 1: 1 at a digester capacity of 0.121 m3. Data collection was carried out for 50 days. In this research, the household scale biogas system constructed of a fiber glass drum with 44 cm diameter and 80 cm height. The results show that pressure generated for 50 days is 104,895 N / m2, with the development of the volume of gas per day an average of 0.047 m3, the volume of biogas produced for 50 days is 1.82 m3, and produces a flame on the stove for 1 hour 36 minutes.
SPEED BREAKER SEBAGAI PENGGERAK GENERATOR LISTRIK Anwar, Zainuri; Elfiano, Eddy
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 3 No. 01 (2020): REM
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2020.3912

Abstract

ABSTRACT The kinetic energy was produced by a moving vehicle can be used to generate power by using a speed breaker. The kinetic energy is converted into mechanical energy by altering a reciprocating connecting rod into rotation of flywheel, then it is transmitted to the generator in order to produce electrical energy. The purpose of this study was to determine the electrical energy generated from the crankshaft type speed breaker. Speed breaker used has 3 ramps with a maximum ramp height of 10 cm. the load and speed of vehicles passing the ramp are varied 72 kg, 82.5 kg, 88.7 kg at speeds of 5 km/h, 10 km/h, 15 km/h. The result of the study shows that a vehicle with the mass of 88,7 kg was able to generate a 19 V of electric voltage, 32 A of electric current and 486,4 Watts. That power is stored in a 12 V and 3 Ah batteries that needed 0.094 hour for charging. Keywords: Flywheel, Generator, Kinetic energy, Speed breaker ABSTRAK Energi kinetik yang dihasilkan oleh kendaraan yang bergerak dapat digunakan untuk menghasilkan daya dengan menggunakan speed breaker. Energi kinetik diubah menjadi energi mekanik dengan mengubah batang penghubung bolak-balik menjadi rotasi roda gila, kemudian ditransmisikan ke generator untuk menghasilkan energi listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui energi listrik yang dihasilkan dari speed breaker tipe poros engkol. speed breaker yang digunakan memiliki 3 ramp dengan tinggi maksimum ramp 10 cm. beban dan kecepatan kendaraan yang melewati ramp di variasikan masing - masing 72 kg, 82,5 kg, 88,7 kg dengan kecepatan 5 km/h, 10 km/h, 15km/h. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendaraan dengan massa 88,7 kg mampu menghasilkan tegangan listrik 19 V, arus listrik 32 A, dan 486,4 Watt. Daya itu disimpan dalam baterai 12 V dan 3 Ah yang membutuhkan 0,094 jam untuk diisi daya. Kata kunci: Energi kinetik, Generator, Roda gila, Speed breaker