Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Role Of The Head Of Public Health Graduate and Non Public Health Graduate Heads In Improving Managerial Abilities: Case Study of Puskesmas Bulu and Puskesmas Polokarto Budhi Rahardjo; Suryo Ediyono; Nur Ani; Munika Saraswati
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.538

Abstract

This type of research is descriptive qualitative with a case study approach method. The subjects of this study were the Head of the Human Resources Division of the Sukoharjo Health Service, the Head of the public health center, and the public health center staff. Data collection techniques include direct observation, in-depth interviews, and documentation study. This study's data analysis stage in this study was data collection, data analysis, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study showed that the public health center headed by SKM graduates showed more role in managerial ability than the Head of Non-SKM public health center. Public health centers do not have to be led by a doctor, but SKM graduates can also show the public health center.
Edukasi Perilaku Orang Tua dalam Pemberian MP-ASI pada Balita di Dusun Kodokan Nur Ani; Nur Ani; Farid Setyo Nugroho; Wartini Wartini
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 1 No. 2 (2020): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v1i2.801

Abstract

Periode tumbuh kembang emas pada bayi dan anak dapat diwujudkan apabila memperoleh asupan gizi yang sesuai. Guna mencapai tumbuh kembang yang optimal, di dalam Global Strategy for Infant and Young Child Feeding, WHO/UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus dilakukan yaitu; pertama memberikan air susu ibu kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, kedua memberikan hanya air susu ibu (ASI) saja atau pemberian ASI secara eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan, ketiga memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan, dan keempat meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 24 bulan atau lebih (WHO, 2000). Berdasarkan  observasi data di Posyandu Dusun Kodokan bahwa sebagian besar ibu balita atau anggota keluarga dekat telah memberikan MP-ASI dini sebesar (70%) dari jumlah balita yang ada yaitu 55 balita dan dari 55 orang ibu balita. Balita yang ada di Posyandu Dusun Kodokan ini terdiri dari usia 0 – 6 bulan (7,3%), usia 7 – 12 bulan (10,9%), usia 1-3 tahun (47,3%), usia 4-5 tahun (34,5%). Sebagian besar pendidikan terakhir ibu balita di Dusun Kodokan rata-rata Sekolah Menengah Atas (SMA/Sederajat) yang bekerja sebagai buruh di pabrik dan Diploma/Sarjana yang bekerja di instansi pemerintah/swasta. Sehingga diperlukan adanya sosialisasi edukasi perilaku orang tua dalam pemberian MP-ASI pada balita di Dusun Kodokan, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Adapun kegiatan tersebut dilakukan dalam bentuk penyuluhan dengan memberikan pretes dan postes kepada peserta dan hasil dari kegiatan sosialisasi tersebut diperoleh peningkatan nilai postes sebesar 34%. Maka dapat dikatakan bahwa kegiatan penyuluhan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta, sehingga kegiatan ini dapat dikatan berhasil sesuai indikator keberhasilan (peningkatan nilai postes 25%).Kata Kunci: MP-ASI, ASI Eksklusif, Penyuluhan
Edukasi Perilaku Orang Tua dalam Pemberian MP-ASI pada Balita di Dusun Kodokan Nur Ani; Nur Ani; Farid Setyo Nugroho; Wartini Wartini
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 1 No. 2 (2020): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v1i2.801

Abstract

Periode tumbuh kembang emas pada bayi dan anak dapat diwujudkan apabila memperoleh asupan gizi yang sesuai. Guna mencapai tumbuh kembang yang optimal, di dalam Global Strategy for Infant and Young Child Feeding, WHO/UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus dilakukan yaitu; pertama memberikan air susu ibu kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, kedua memberikan hanya air susu ibu (ASI) saja atau pemberian ASI secara eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan, ketiga memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan, dan keempat meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 24 bulan atau lebih (WHO, 2000). Berdasarkan  observasi data di Posyandu Dusun Kodokan bahwa sebagian besar ibu balita atau anggota keluarga dekat telah memberikan MP-ASI dini sebesar (70%) dari jumlah balita yang ada yaitu 55 balita dan dari 55 orang ibu balita. Balita yang ada di Posyandu Dusun Kodokan ini terdiri dari usia 0 – 6 bulan (7,3%), usia 7 – 12 bulan (10,9%), usia 1-3 tahun (47,3%), usia 4-5 tahun (34,5%). Sebagian besar pendidikan terakhir ibu balita di Dusun Kodokan rata-rata Sekolah Menengah Atas (SMA/Sederajat) yang bekerja sebagai buruh di pabrik dan Diploma/Sarjana yang bekerja di instansi pemerintah/swasta. Sehingga diperlukan adanya sosialisasi edukasi perilaku orang tua dalam pemberian MP-ASI pada balita di Dusun Kodokan, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Adapun kegiatan tersebut dilakukan dalam bentuk penyuluhan dengan memberikan pretes dan postes kepada peserta dan hasil dari kegiatan sosialisasi tersebut diperoleh peningkatan nilai postes sebesar 34%. Maka dapat dikatakan bahwa kegiatan penyuluhan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta, sehingga kegiatan ini dapat dikatan berhasil sesuai indikator keberhasilan (peningkatan nilai postes 25%).Kata Kunci: MP-ASI, ASI Eksklusif, Penyuluhan
Pemanfaatan TOGA dalam Bentuk Jamu Serbuk untuk Peningkatan Imunitas dan Ekonomi Masa Pandemi Covid-19 sulisti mdf; Nur Ani
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 3 No. 1 (2022): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v3i1.1883

Abstract

Pandemi covid-19 belum diketahui kapan akan berakhir. Hal ini memberikan dampak perekonomian keluarga. Tanaman obat memiliki  manfaat  dan nilai ekonomis tinggi terutama di tengah pandemi Covid-19. Penggunaan tanaman obat yang kaya akan kandungan komponen bioaktif serta antioksidan dinilai dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh untuk menghindari terpaparnya dari virus tersebut sekaligus menambah penghasilan.  Kemampuan dan pengetahuan kelompok Asman toga Sekar Arum belum maksimal dalam pemanfaatan toga untuk pembuatan jamu serbuk sehingga membutuhkan pelatihan praktik pembuatan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan praktik langsung pembuatan jamu serbuk. Setelah dilakukan penyuluhan dan praktik, kelompok asman toga mampu membuat serbuk jamu dan mempraktikkannya sendiri. Kelompok asman toga mampu memasarkan hasil produk buatan.
Strategi Pengelolaan Sekolah Lansia Salimah Melalui Optimalisasi Fasilitator Titik Haryanti; Nur Ani; Naj'wa Salsabila; Intan Istiqomah
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 6 No. 2 (2025): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v6i2.7168

Abstract

Pertumbuhan populasi lansia di Kabupaten Sukoharjo menunjukkan urgensi akan penguatan kapasitas edukasi yang inklusif dan berkelanjutan. Program Sekolah Lansia Salimah (Salsa) yang diinisiasi oleh PD Salimah Sukoharjo mengalami keterbatasan pelaksanaan akibat minimnya fasilitator yang terlatih. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi peran fasilitator melalui intervensi terstruktur berupa sosialisasi, edukasi, pelatihan, kunjungan lapangan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Metode partisipatif berbasis komunitas diterapkan, melibatkan 12 Pimpinan Cabang (PC) Salimah sebagai sasaran utama. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan (p < 0.001), disertai pembentukan unit Salsa aktif di wilayah Bendosari. Tim fasilitator terbentuk di seluruh PC, dilengkapi dengan modul pelatihan dan didampingi secara daring pasca kegiatan. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas komunitas dalam penyelenggaraan pembelajaran lansia yang sehat, mandiri, dan produktif, serta mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Kata kunci: lansia, fasilitator, Sekolah Lansia Salimah (Salsa)
Education on Vitamin D Consumption for Pregnant Women at 1000 HPK (First Day of Life) to Prevent Stunting in Mertan Village, Sukoharjo Regency Syefira Ayudia; Nur Ani; Iik Sartika
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 6 No. 2 (2025): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v6i2.7291

Abstract

Stunting in Sukoharjo Regency ranks 9th in Central Java Province. According to the health profile data of Sukoharjo Regency (2023), the percentage of malnourished toddlers in Bendosari District ranks 4th in Sukoharjo Regency. According to data from the Village Midwife of Mertan as of January 16, 2025, the number of stunted toddlers is 20 cases and 1 pregnant woman with KEK(Chronic Energy Deficiency). The prevalence of vitamin D deficiency in Indonesia reaches 50% of the total population from various groups, including pregnant women. The goal is to optimize child development and growth by preventing stunting early through meeting the vitamin D needs of pregnant women. Method: The target for this activity is pregnant women in April 2025 totaling 16 at the Village Health Post in Mertan. This activity uses interactive lecture methods and comprehensive stunting prevention packages for mothers. The instrument is a questionnaire. The evaluation of the activity is assessed from the pretest and posttest scores. The results of the service show a general increase in knowledge of 38%. The service activity reached a attendance target of 75% of total participants. Itis expected to be carried out sustainably for that activity.