Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Role Of The Head Of Public Health Graduate and Non Public Health Graduate Heads In Improving Managerial Abilities: Case Study of Puskesmas Bulu and Puskesmas Polokarto Budhi Rahardjo; Suryo Ediyono; Nur Ani; Munika Saraswati
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.538

Abstract

This type of research is descriptive qualitative with a case study approach method. The subjects of this study were the Head of the Human Resources Division of the Sukoharjo Health Service, the Head of the public health center, and the public health center staff. Data collection techniques include direct observation, in-depth interviews, and documentation study. This study's data analysis stage in this study was data collection, data analysis, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study showed that the public health center headed by SKM graduates showed more role in managerial ability than the Head of Non-SKM public health center. Public health centers do not have to be led by a doctor, but SKM graduates can also show the public health center.
Edukasi Perilaku Orang Tua dalam Pemberian MP-ASI pada Balita di Dusun Kodokan Nur Ani; Nur Ani; Farid Setyo Nugroho; Wartini Wartini
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 1 No. 2 (2020): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v1i2.801

Abstract

Periode tumbuh kembang emas pada bayi dan anak dapat diwujudkan apabila memperoleh asupan gizi yang sesuai. Guna mencapai tumbuh kembang yang optimal, di dalam Global Strategy for Infant and Young Child Feeding, WHO/UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus dilakukan yaitu; pertama memberikan air susu ibu kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, kedua memberikan hanya air susu ibu (ASI) saja atau pemberian ASI secara eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan, ketiga memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan, dan keempat meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 24 bulan atau lebih (WHO, 2000). Berdasarkan  observasi data di Posyandu Dusun Kodokan bahwa sebagian besar ibu balita atau anggota keluarga dekat telah memberikan MP-ASI dini sebesar (70%) dari jumlah balita yang ada yaitu 55 balita dan dari 55 orang ibu balita. Balita yang ada di Posyandu Dusun Kodokan ini terdiri dari usia 0 – 6 bulan (7,3%), usia 7 – 12 bulan (10,9%), usia 1-3 tahun (47,3%), usia 4-5 tahun (34,5%). Sebagian besar pendidikan terakhir ibu balita di Dusun Kodokan rata-rata Sekolah Menengah Atas (SMA/Sederajat) yang bekerja sebagai buruh di pabrik dan Diploma/Sarjana yang bekerja di instansi pemerintah/swasta. Sehingga diperlukan adanya sosialisasi edukasi perilaku orang tua dalam pemberian MP-ASI pada balita di Dusun Kodokan, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Adapun kegiatan tersebut dilakukan dalam bentuk penyuluhan dengan memberikan pretes dan postes kepada peserta dan hasil dari kegiatan sosialisasi tersebut diperoleh peningkatan nilai postes sebesar 34%. Maka dapat dikatakan bahwa kegiatan penyuluhan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta, sehingga kegiatan ini dapat dikatan berhasil sesuai indikator keberhasilan (peningkatan nilai postes 25%).Kata Kunci: MP-ASI, ASI Eksklusif, Penyuluhan
Edukasi Perilaku Orang Tua dalam Pemberian MP-ASI pada Balita di Dusun Kodokan Nur Ani; Nur Ani; Farid Setyo Nugroho; Wartini Wartini
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 1 No. 2 (2020): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v1i2.801

Abstract

Periode tumbuh kembang emas pada bayi dan anak dapat diwujudkan apabila memperoleh asupan gizi yang sesuai. Guna mencapai tumbuh kembang yang optimal, di dalam Global Strategy for Infant and Young Child Feeding, WHO/UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus dilakukan yaitu; pertama memberikan air susu ibu kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, kedua memberikan hanya air susu ibu (ASI) saja atau pemberian ASI secara eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan, ketiga memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan, dan keempat meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 24 bulan atau lebih (WHO, 2000). Berdasarkan  observasi data di Posyandu Dusun Kodokan bahwa sebagian besar ibu balita atau anggota keluarga dekat telah memberikan MP-ASI dini sebesar (70%) dari jumlah balita yang ada yaitu 55 balita dan dari 55 orang ibu balita. Balita yang ada di Posyandu Dusun Kodokan ini terdiri dari usia 0 – 6 bulan (7,3%), usia 7 – 12 bulan (10,9%), usia 1-3 tahun (47,3%), usia 4-5 tahun (34,5%). Sebagian besar pendidikan terakhir ibu balita di Dusun Kodokan rata-rata Sekolah Menengah Atas (SMA/Sederajat) yang bekerja sebagai buruh di pabrik dan Diploma/Sarjana yang bekerja di instansi pemerintah/swasta. Sehingga diperlukan adanya sosialisasi edukasi perilaku orang tua dalam pemberian MP-ASI pada balita di Dusun Kodokan, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Adapun kegiatan tersebut dilakukan dalam bentuk penyuluhan dengan memberikan pretes dan postes kepada peserta dan hasil dari kegiatan sosialisasi tersebut diperoleh peningkatan nilai postes sebesar 34%. Maka dapat dikatakan bahwa kegiatan penyuluhan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta, sehingga kegiatan ini dapat dikatan berhasil sesuai indikator keberhasilan (peningkatan nilai postes 25%).Kata Kunci: MP-ASI, ASI Eksklusif, Penyuluhan
Pemanfaatan TOGA dalam Bentuk Jamu Serbuk untuk Peningkatan Imunitas dan Ekonomi Masa Pandemi Covid-19 sulisti mdf; Nur Ani
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 3 No. 1 (2022): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v3i1.1883

Abstract

Pandemi covid-19 belum diketahui kapan akan berakhir. Hal ini memberikan dampak perekonomian keluarga. Tanaman obat memiliki  manfaat  dan nilai ekonomis tinggi terutama di tengah pandemi Covid-19. Penggunaan tanaman obat yang kaya akan kandungan komponen bioaktif serta antioksidan dinilai dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh untuk menghindari terpaparnya dari virus tersebut sekaligus menambah penghasilan.  Kemampuan dan pengetahuan kelompok Asman toga Sekar Arum belum maksimal dalam pemanfaatan toga untuk pembuatan jamu serbuk sehingga membutuhkan pelatihan praktik pembuatan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan praktik langsung pembuatan jamu serbuk. Setelah dilakukan penyuluhan dan praktik, kelompok asman toga mampu membuat serbuk jamu dan mempraktikkannya sendiri. Kelompok asman toga mampu memasarkan hasil produk buatan.
Strategi Pengelolaan Sekolah Lansia Salimah Melalui Optimalisasi Fasilitator Titik Haryanti; Nur Ani; Naj'wa Salsabila; Intan Istiqomah
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 6 No. 2 (2025): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v6i2.7168

Abstract

Pertumbuhan populasi lansia di Kabupaten Sukoharjo menunjukkan urgensi akan penguatan kapasitas edukasi yang inklusif dan berkelanjutan. Program Sekolah Lansia Salimah (Salsa) yang diinisiasi oleh PD Salimah Sukoharjo mengalami keterbatasan pelaksanaan akibat minimnya fasilitator yang terlatih. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi peran fasilitator melalui intervensi terstruktur berupa sosialisasi, edukasi, pelatihan, kunjungan lapangan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Metode partisipatif berbasis komunitas diterapkan, melibatkan 12 Pimpinan Cabang (PC) Salimah sebagai sasaran utama. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan (p < 0.001), disertai pembentukan unit Salsa aktif di wilayah Bendosari. Tim fasilitator terbentuk di seluruh PC, dilengkapi dengan modul pelatihan dan didampingi secara daring pasca kegiatan. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas komunitas dalam penyelenggaraan pembelajaran lansia yang sehat, mandiri, dan produktif, serta mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Kata kunci: lansia, fasilitator, Sekolah Lansia Salimah (Salsa)
Education on Vitamin D Consumption for Pregnant Women at 1000 HPK (First Day of Life) to Prevent Stunting in Mertan Village, Sukoharjo Regency Syefira Ayudia; Nur Ani; Iik Sartika
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 6 No. 2 (2025): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v6i2.7291

Abstract

Stunting in Sukoharjo Regency ranks 9th in Central Java Province. According to the health profile data of Sukoharjo Regency (2023), the percentage of malnourished toddlers in Bendosari District ranks 4th in Sukoharjo Regency. According to data from the Village Midwife of Mertan as of January 16, 2025, the number of stunted toddlers is 20 cases and 1 pregnant woman with KEK(Chronic Energy Deficiency). The prevalence of vitamin D deficiency in Indonesia reaches 50% of the total population from various groups, including pregnant women. The goal is to optimize child development and growth by preventing stunting early through meeting the vitamin D needs of pregnant women. Method: The target for this activity is pregnant women in April 2025 totaling 16 at the Village Health Post in Mertan. This activity uses interactive lecture methods and comprehensive stunting prevention packages for mothers. The instrument is a questionnaire. The evaluation of the activity is assessed from the pretest and posttest scores. The results of the service show a general increase in knowledge of 38%. The service activity reached a attendance target of 75% of total participants. Itis expected to be carried out sustainably for that activity.
HUBUNGAN LAMA KERJA DAN POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA BAGIAN SEWING PT MAJU ABADI GARMENT Fer Dila Widyatama; Wartini Wartini; Nur Ani; Farid Setyo Nugroho
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2824

Abstract

Nyeri punggung bagian bawah (low back pain/LBP) merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang umum terjadi pada pekerja, khususnya di sektor garmen yang mengharuskan duduk dalam waktu lama. Postur kerja yang kurang ergonomis serta lamanya durasi bekerja diduga menjadi penyebab utama munculnya keluhan tersebut. Survei pendahuluan terhadap 10 pekerja bagian sewing  PT Maju Abadi Garment Sukoharjo menunjukkan 70% mengalami keluhan LBP, terutama pada punggung bawah dan pinggang akibat postur membungkuk, kursi tanpa sandaran, meja kerja yang tidak ergonomis, serta jam kerja panjang yaitu 8 jam ditambah lembur 2 jam per hari. yang memperpanjang paparan terhadap posisi kerja statis. Penilaian Rapid Entire Body Assessment (REBA) juga menegaskan bahwa sebagian besar pekerja berada pada kategori risiko tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah keterkaitan antara durasi kerja dan posisi kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah (LBP) pada pekerja di bagian jahit. Pendekatan yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional terhadap 60 responden yang dipilih melalui total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi postur kerja melalui metode REBA, lalu dianalisis dengan uji chi-square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa 75% responden mengalami LBP, 83,33% bekerja lebih dari 8 jam per hari, dan 71,67% memiliki postur kerja yang tidak ergonomis. Analisis juga menemukan adanya hubungan yang signifikan antara durasi kerja (p = 0,002) dan postur kerja (p = 0,012) dengan keluhan LBP. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa durasi kerja berlebih dan postur kerja yang tidak ergonomis berkontribusi besar terhadap kejadian LBP, sehingga diperlukan intervensi ergonomis melalui perbaikan fasilitas kerja, pengaturan waktu kerja, dan edukasi postur kerja yang benar untuk mencegah dampak kesehatan jangka panjang.
Implementasi Hot Work Permit sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan di Proyek Jaringan Distribusi Utama SPAM Wosusokas Segmen 3 Arham Hanif Febria; Iik Sartika; Nur Ani; Wartini Wartini
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5224

Abstract

Wosusokas SPAM Main Distribution Network Project Segment 3 PT PP-Selaras Join Operation involves various work activities, one of which hot work activities that have high potential fire hazards. During project implementation period, 11 near miss incidents and 25 cases Non-Conformity were recorded in hot work. This study examine implementation hot work permit system effort to prevent work accidents. Study used qualitative descriptive approach with data collection techniques through indepth interviews, observation, and documentation. Subjects this study consisted 6 informants. The object this study was implementation hot work permits at PT PP-Selaras Join Operation. Data analysis was carried out through reduction, presentation, and drawing conclusions. Data validity tested using triangulation sources and methods. Implementation hot work permit carried determining work area through field assessment covering activities such welding, cutting, and grinding. Preparation stage included initial coordination, preparation work methods and JSA, hazard control. Permit valid for 12 hours after validation, but hampered by limited gas testing, number of supervisors, and size of the work area. Hot work permit process has been running well, indicated by the placement documents on permit board, permit extension, supervision, suspension, and emergency handling. Completion hot work permit after work area declared safe through final inspection, closure validation, and permit storage. Implementation of hot work permits on project has been running well through systematic stages, optimization implementation hot work permits can through digitalization of work permits and addition supervisory personnel to ensure all work areas undergo gas testing to minimize potential hazards.
Gambaran Beban Kerja Dan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Bagian Dryer PT XYZ DEWI PUSPITO SARI; Nur Ani; Rifki Fadzilla Nur Fahza
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 No 2 Desember
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v3i2.886

Abstract

Kelelahan kerja merupakan suatu keadaan yang umum terjadi pada pekerja, dimana pekerja tidak sanggup lagi untuk melakukan pekerjaan. Data dari klinik yang terdapat di PT XYZ pada bulan November 2024 sebanyak 30 pekerja mengeluh sakit pusing, lemas, dan meriang dalam kurun waktu 2 sampai 3 minggu. Pekerja juga mengeluhkan nyeri punggung, pinggang, pegal pada kaki dan tangan. Hal tersebut merupakan gejala kelelahan kerja yang disebabkan oleh beban kerja. Beban kerja yang dialami pekerja yaitu suhu panas, bising, debu, dan aktivitas fisik yang berulang. Jam kerja di PT XYZ selama 8 jam. Tujuan penelitian adalah memperoleh gambaran beban kerja dan kelelahan kerja pada karyawan bagian dryer PT XYZ. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai April 2025 yang bertempat di PT XYZ. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Teknik sampel menggunakan total sampling sebesar 75 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, selanjutnya dilakukan analisis uji univariat. Hasil penelitian menunjukkan karyawan bagian dryer PT XYZ mengalami beban kerja tinggi 46 (61,3%) dan kelelahan kerja tinggi 35 (46,7%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa beban kerja dan kelelahan kerja pada karyawan bagian dryer PT XYZ dalam kategori tinggi. Disarankan karyawan menjaga pola hidup sehat, istirahat cukup, serta melakukan peregangan ringan disela waktu kerja untuk mengurangi kelelahan.
Implementasi K3 dalam Pencegahan Kecelakaan Kerja di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji PT X Elviana Nur Erlinawati; Syefira Ayudia Johar; Nur Ani; Wartini Wartini
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i3.7937

Abstract

Occupational safety and health are important components in high-risk industrial operations. The LPG industry has complex hazard characteristics because LPG is composed of a mixture of hydrocarbons, especially propane and butane, which are flammable and high pressure. This study aims to analyze the implementation of OHS in preventing work accidents at SPPBE PT X. The research method used is a qualitative case study approach, with data collection techniques through observation, interviews, and document review. The results of the study indicate that the implementation of OHS at PT X has been running well, indicated by the existence of OHS policies, work SOPs, safety briefings, OHS training, and the provision of safety facilities and equipment. However, there are still discrepancies in the type of PPE with potential hazards in the LPG industrial environment, non-compliance with the use of PPE, unsafe behavior in the form of work implementation that does not comply with procedures, and unsafe conditions such as rubber carpets on worn and uneven floors, hot working temperatures due to zinc roofs, and rusty or corroded equipment. These findings indicate that the implementation of OHS at SPPBE PT X has been running, but has not been optimal in preventing work accidents. Companies need to improve the suitability of PPE based on hazard identification, strengthen worker compliance monitoring, and carry out work environment control based on the hierarchy of control principle.