Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Financing To Deposit Ratio (FDR), Risiko Pembiayaan, Kecukupan Modal, Dana Pihak Ketiga, Suku Bunga, dan Inflasi Terhadap Profitabilitas pada Bank Umum Syariah di Indonesia Kamelia; Eliyanora; Gustati
Akuntansi dan Manajemen Vol. 14 No. 1 (2019): Akuntansi dan Manajemen
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jam.v14i1.83

Abstract

This study aims to examine the effect of financing to deposit ratio (FDR), financing risk, capital adequacy, third-party funds, interest rates, and inflation on profitability of Islamic Commercial Banks in Indonesia. The independent variables used in this study are financing to deposit ratio (FDR), financing risk, capital adequacy, third-party funds, interest rates, and inflation. The dependent variable is the profitability that measured using the return on assets (ROA). The study population are 13 Islamic Commercial Banks that registered in the Financial Services Authorities and Indonesian Bank during 2013-2017. Determination of sample was made by applying purposive sampling method and obtaining the sample of 9 Islamic Commercial Banks. Analysis of data used is multiple regression with the help of SPSS version 20. The results showed that financing risk had a significant effect on profitability, while financing to deposit ratio (FDR), capital adequacy, third-party funds, interest rates, and inflation had no significant effect on profitability.
Dissemination of Sharia Cooperatives at KSP Astek Dwiny Meidelfi; Rika Idmayanti; Rita Afriyenni; Sri Yusnita; Eliyanora
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 9 (2022)
Publisher : Peneliti Teknologi Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59247/jppmi.v2i9.148

Abstract

KSP Astek is a conventional-based savings and loan cooperative founded by a community association in Astek housing, Padang City, West Sumatra in 1991. Sharia Cooperative Training as community service, providing new enlightenment and trust for KSP Astek members in developing their business through Sharia-based cooperatives. With an adult or participatory training approach, participants gain further understanding and enthusiasm about Sharia Cooperatives. Sharia Cooperatives are cooperatives whose principal activities, objectives, and business activities are based on Islamic sharia, namely the Qur'an and Sunnah. Sharia Financial Services Cooperative is a cooperative whose business activities are in the fields of financing, investment, and savings according to the pattern of profit sharing (sharia). This community service activity provides knowledge about sharia cooperatives to members of KSP Astek. The sharia cooperative was chosen by KSP Astek because it is more in line with belief and in principle, it is more suitable during the pandemic because of the profit-sharing system that is applied. This community service activity was carried out in May 2022. The material provided included the introduction of sharia cooperatives, the basis of sharia cooperatives, the objectives of sharia cooperatives, the principles of sharia cooperatives, sharia cooperative businesses, the history of sharia cooperatives, the sharia financial system, and the underlying principles. Islamic financial system, and characteristics of Islamic transactions.
Studi Ekploratif tentang Akuntabilitas Crowdfunding Wakaf Dita Santika; Hidayatul Ihsan; Eliyanora Eliyanora; Gustina Gustina
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol 9, No 3 (2023): JIEI : Vol.9, No.3, 2023
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v9i3.9601

Abstract

This study aims to portray the mechanism of waqf crowdfunding and as to how crowdfunding operator and nazhirs (waqf managers) show their accountability to the public. In doing so, an exploratory study at kitabisa.com, one of the largest donation-based crowdfunding platforms in Indonesia, was conducted. Data was collected through interviews, email correspondences, and web content analysis while data analysis was conducted through thematic analysis. The findings of this study show that there have been some efforts made by both crowdfunding operator and nazhirs to discharge their accountability to the public. Meanwhile, the absence of existing regulation to waqf crowdfunding in Indonesia could be a threat to waqf accountability. This study concludes with recommendations for the improvement of waqf crowdfunding in the future.
Pengaruh Intellectual Capital, Kinerja Keuangan, Sales Growth, dan Arus Kas Operasi terhadap Financial Distress pada Perusahaan Sektor Property & Real Estate yang Terdaftar di BEI Periode 2020-2023 Andini, Aulia Putri; Ananto, Rangga Putra; Eliyanora, Eliyanora
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17735

Abstract

The purpose of this study is to identify factors that contribute to financial distress in property and real estate companies listed on the IDX between 2020 and 2023 in terms of intellectual capital, sales growth, operational cash flow, profitability, solvency, and liquidity ratios. The financial distress of each company was assessed using the modified Altman Z-Score approach. An approach known as purposive sampling was used in the sampling process. With a total of 87 data observations, this study came from a population of 93 companies, with 28 companies being sampled. Multiple linear regression analysis was the approach used in this study. The study found that financial distress is affected by intellectual capital, liquidity ratio, and solvency ratio, but not by profitability ratio, sales growth, or operating cash flow.
Program Edukasi Wakaf Bagi Pengurus dan Anggota Koperasi Mandiri Dan Merdeka Ihsan, Hidayatul; Eliyanora, Eliyanora; Gustina, Gustina
JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): JAPEPAM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/japepam.v1i1.11

Abstract

Salah satu instrumen ekonomi Islam yang sangat efektif dalam membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan sosial-ekonomi masyarakat adalah wakaf. Meskipun wakaf dikenal sebagai bagian dari tradisi masyarakat muslim Indonesia yang telah dipraktikkan sejak berabad silam, kenyataannya wakaf kalah populer di tengah masyarakat Islam dibandingkan dengan subjek ekonomi Islam lainnya. Untuk itu, upaya-upaya edukasi wakaf terhadap berbagai kelompok masyarak menjadi suatu keniscayaan yang harus dilakukan. Tugas ini tidak saja menjadi kewajiban Badan Wakaf Indonesia ataupun Kementerian Agama sebagai regulator perwakafan, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama yang mesti diemban secara massif. Di antara kelompok masyarakat tersebut, sosialisasi kepada pengurus dan anggota koperasi bisa menjadi usaha strategis dalam edukasi wakaf. Hal ini bukan saja dengan ekspektasi para pengurus dan anggota koperasi akan sadar berwakaf, tapi bisa membuka peluang untuk menjadi pengelola wakaf (nazhir). Sebagaimana yang diatur di dalam UU No 41 tahun 2004 tentang wakaf, nazhir bisa saja dalam bentuk badan hukum dan organsasi, di mana koperasi termasuk di dalamnya. Selain dapat berpartisipasi sebagai nazhir wakaf, koperasi juga dapat menjadi penerima dan pengelola wakaf dengan pola kemitraan bersama nazhir-nazhir yang sudah ada. Koperasi juga dapat bersinergi dengan LKS-PWU dalam pengelola wakaf uang, dan bahkan para nazhir dapat berkumpul membentuk Koperasi Jasa Keuangan Syariah. Kesempatan untuk menjadi nazhir wakaf juga dapat menjadi salah satu solusi bagi Koperasi Mandiri Dan Merdeka (KMDM) untuk kelangsungan program sosial kemasyarakatan yang diusung oleh KMDM melalui program KMDM Social Trust Fund. Program edukasi dilakukan dalam bentuk pelatihan kepada pengurus dan anggota KMDM. Pelatihan tersebut telah memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan bagi pengurus dan anggota KMDM mengenai peran penting koperasi dalam pengelolaan dan pengembangan wakaf baik perannya sebagai nazhir maupun sebagai pihak yang turut membantu mendistribusikan hasil pengelolaan wakaf kepada penerima manfaat.
Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan Entitas Wakaf Berdasarkan PSAK 112 Pada Badan Pengelola Wakaf Ar Risalah Eliyanora, Eliyanora; Ihsan, Hidayatul; Afni, Zalida; Ramadia, Anggun Aulia
JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): JAPEPAM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diterbitkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) N0 112 tentang Akuntansi Wakaf yang berlaku efektif sejak Januari 2021 merupakan salah satu wujud keseriusan pemerintah untuk terus memaksimalkan pengelolaan aset wakaf yang lebih baik. Pemerintah melalui Badan Wakaf Nasional (BWI) yang merupakan regulator wakaf tertinggi di tanah air menggandeng Ikatan Profesi Akuntan (IAI) untuk menerbitkan standar akuntansi tentang wakaf sehingga dengan keberadaan PSAK 112 diharapkan laporan keuangan entitas wakaf menjadi lebih transparan dan akuntabel. Pemberlakuan PSAK No 112 tersebut sangat berkepentingan dengan BPW Ar Risalah karena PSAK wakaf ini ditujukan bagi nazhir atau pengelola wakaf organisasi dan berbadan hukum sebagaimana halnya dengan BPW Ar Risalah Minimnya pengetahuan sebahagian besar pengurus tentang PSAK No 112 serta belum adanya lembaga wakaf yang dapat dijadikan referensi dalam pengimplementasian PSAK No 112 menjadi kendala utama bagi pengurus BPW Ar Risalah. Oleh karena itu tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai PSAK 112 tentang Akuntansi Wakaf serta untuk mempraktikkan bagaimana pengimplementasian PSAK 112 tersebut pada BPW Ar Risalah. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah diskusi, pelatihan dan pendampingan dengan pendekatan melalui wawancara dan brainstorming. Dari kegiatan yang telah dilaksanakan pengurus dan staf BPW Ar Risalah telah memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai PSAK 112 dan diharapkan mampu untuk mengimplementasikan PSAK 112 tersebut kedepannya.
Bimbingan Teknis Pengelolaan Keuangan Berbasis Syariah Untuk BMT Eliyanora, Eliyanora; Surya, Firman; Ihsan, Hidayatul; Rosita, Irda; Andri, Diah Uzzahraty
JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): JAPEPAM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BMT Masjid Raya Koto Baru adalah sebuah lembaga keuangan mikro syariah yang didirikan oleh warga Nagari Koto Baru yang berada di perantauan dan di Koto Baru yang pendiriannya bertujuan untuk memakmurkan mesjid dan membantu menyelesaikan permasalahan ekonomi masyarakat. BMT Masjid Raya Koto Baru memberikan pinjaman kepada masyarakat untuk berbagai keperluan usaha atau konsumsi, dan keberadaannya dianggap sebagai penyelamat bagi banyak anggota yang sebelumnya terjerembab dalam utang kepada rentenir. Meskipun keberadaan BMT ini telah dapat membantu masyarakat, masih terdapat beberapa permasalahan mendasar yang perlu diselesaikan. Beberapa kebijakan yang dijalankan belum sesuai dengan prinsip syariah, pengurus juga belum memisahkan pengelolaan dana yang dihimpun baik dana zakat maupun dana qardhul hasan yang disalurkan dalam bentuk pinjaman. Pengurus juga belum memahami bagaimana prinsip-prinsip penyelenggaraan akuntansi yang berbasis syariah, mulai dari pengakuan atau pencatatan transaksi, pengukuran serta penyajian laporan keuangan untuk dana zakat maupun untuk dana qardhul hasan. Kegiatan kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dasar dan softskills pengurus BMT Masjid Raya Koto Baru dalam mengelola dana yang dihimpun baik dalam bentuk zakat maupun dana qardhul hasan serta mampu mengimplementasikannya agar pengelolaan dana tersebut sesuai dengan prinsip syariah dan akuntansi syariah sehingga laporan keuangan yang disajikan lebih transparan, dipercaya dan akuntabel. Dengan demikian, BMT Masjid Raya Koto Baru dapat menjadi lebih efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan dan kontribusi masyarakat terhadap lembaga tersebut.    
Analisis Pengaruh Bancassurance dan Tingkat Kecukupan Modal terhadap Profitabilitas Bank Pembangunan Daerah Tahun 2018-2022 Darapalgia, Ni Komang Maysarah; Eliyanora, Eliyanora; Ahmad, Afridian Wirahadi
Ekonomis: Journal of Economics and Business Vol 8, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/ekonomis.v8i1.1432

Abstract

This study aims to determine the effect of bancassurance and capital adequacy ratio on the profitability of Regional Development Banks (BPD) which is proxied in the form of ROA and ROE. This research uses secondary data sourced from the annual financial statements of 26 BPD from all provinces in Indonesia during 2018-2022. The sampling technique uses purposive sampling technique. The data analysis method used is canonical correlation analysis using the SPSS 25 application. The results of the study proved that when tested partially, bancassurance had an effect on ROA, but no effect on ROE, and the Capital Adequacy Ratio had an effect on ROA and ROE. When tested simultaneously, Bancassurance and Capital Adequacy Ratio have an effect on ROA and ROE.
Studi Ekploratif tentang Akuntabilitas Crowdfunding Wakaf Santika, Dita; Ihsan, Hidayatul; Eliyanora, Eliyanora; Gustina, Gustina
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 9 No. 3 (2023): JIEI : Vol.9, No.3, 2023
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v9i3.9601

Abstract

This study aims to portray the mechanism of waqf crowdfunding and as to how crowdfunding operator and nazhirs (waqf managers) show their accountability to the public. In doing so, an exploratory study at kitabisa.com, one of the largest donation-based crowdfunding platforms in Indonesia, was conducted. Data was collected through interviews, email correspondences, and web content analysis while data analysis was conducted through thematic analysis. The findings of this study show that there have been some efforts made by both crowdfunding operator and nazhirs to discharge their accountability to the public. Meanwhile, the absence of existing regulation to waqf crowdfunding in Indonesia could be a threat to waqf accountability. This study concludes with recommendations for the improvement of waqf crowdfunding in the future.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Return on Deposit (ROD) Dwivana, Anisa; Eliyanora, Eliyanora; Sudirman, Josephine
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 12 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i12.10272

Abstract

This study aims to analyze the factors influencing the Return on Deposit (ROD) of Islamic Commercial Banks in Indonesia during the period 2021–2024. The independent variables used include the Capital Adequacy Ratio (CAR), Operating Expenses to Operating Income (BOPO), Non-Performing Financing (NPF), Total Assets (Bank Size), Board of Directors, and Independent Commissioners. This research employs a quantitative approach with descriptive analysis and multiple linear regression using IBM SPSS Statistics 31. The sample consists of 11 Islamic Commercial Bank with a total of 44 observations. The results show that CAR, NPF, and Independent Commissioners significantly affect ROD, while BOPO, Total Assets, and the Board of Directors have no significant influence on ROD. The coefficient of determination (R²) of 42.7% indicates that the variation in ROD can be explained by this model. These findings are expected to provide insights for Islamic banks in strengthening capital management strategies, financing risk control, and the role of independent commissioners to enhance competitiveness and depositor confidence.