Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS DI KELAS VIII C SMP 1 MUHAMMADIYAH PARIGI TENGAH Gede Edi Setiawan; Tegoeh S. Karniman; Abdul Hamid
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 5 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masalah utama dalam penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar siswa pada materi menentukan persamaan garis lurus di SMP 1 Muhammadiyah Parigi Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi menentukan persamaan garis lurus di kelas VIII C SMP 1 Muhammadiyah Parigi Tengah tahun ajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII C SMP 1 Muhammadiyah Parigi Tengah yang berjumlah 22 orang siswa dan dipilih 3 informan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII C SMP 1 Muhammadiyah Parigi Tengah pada materi persamaan garis lurus. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share, Hasil Belajar, Persamaan Garis Lurus. Abstract: The main problem in the research was the low learning outcomes of students in the material determine the equation of straight line in SMP 1 Muhammadiyah Parigi Tengah. The purpose of this research was to describe the application of cooperative learning model of TPS type that can improve student learning outcomes in the material determine the equation of straight line in class VIII C SMP 1 Muhammadiyah Parigi Tengah academic year 2017/2018. This type of research was classroom action research (PTK) with research design refers to model Kemmis and Mc. Taggart namely: planning, action execution, observation and reflection. The subjects of this research were all students of class VIII C SMP 1 Muhammadiyah Parigi Tengah which amounted to 22 students and selected 3 informants. This research was conducted in two cycles. The results showed that cooperative learning type TPS can improve student learning outcomes class VIII C SMP 1 Muhammadiyah Parigi Central on the equation of straight line. Keywords: Cooperative Learning Think Pair Share Type, Learning outcomes, Equation of the Straight Line.
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) DI KELAS VIIIc SMP NEGERI 19 PALU Ulfiani; Abdul Hamid; Linawati
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 5 No. 4 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar matematika siswa pada materi SPLDV. Satu diantara cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi SPLDV dengan melaksanakan pembelajaran penerapan pendekatan scientific. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian tindakan kelas (PTK) Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan scientific dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi SPLDV di kelas VIIIc SMP Negeri 19 Palu melalui langkah-langkah pendekatan scientific sebagai berikut: (1) Mengamati (Observing), siswa mengamati permasalahan yang diberikan, (2) Menanya (Questioning), siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami, dan (3) Menalar (Associating), siswa menyimpulkan materi yang dipelajari, (4) Membentuk jejaring (Networking), siswa mempresentasikan hasil diskusi, (5) Mencoba (Experimenting), siswa mengerjakan latihan soal. Kata Kunci: Pendekatan Scientific; Hasil Belajar; SPLDV Abstract: The Implementation of Scientific Approach in Improving Student Learning Outcomes on Two Variable Linear Equation System (SPLDV) In Class VIIIc SMP Negeri 19 Palu. Skripsi. Mathematics Education Study Program, Mathematics and Science Education Department, Teacher Training and Education Faculty, Tadulako University, under the Supervision of H.Abd.Hamid and Linawati.The problem in this study was the students' short learning outcomes in Math specifically in lesson on SPLDV. One of ways to improve student learning outcomes on SPLDV lesson was by implementing the application of scientific approach..The type of research was a classroom action research (PTK). The design of this study refers to the design of classroom action research (PTK) by Kemmis and Mc. Taggart which are (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. This study was conducted in two cycles. The results showed that the application of scientific approach was able to improve the students' learning outcomes in SPLDV lesson in class VIIIc SMP Negeri 19 Palu through steps of scientific approach, as follow: (1) Observing; students observing the problems given, (2) Questioning; students asking about things they have not understood, and (3) Studying; students inferring the lesson learned, (4) Networking; students presenting the results of the discussion, (5) Experimenting; students accomplishing the exercises on related lesson. Keyword: Scientific Approach, Learning Outcomes, SPLDV
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS VII MTS NEGERI MODEL PALU Nurul Fitriyah; Abdul Hamid; Muh. Hasbi
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh deskripsi mengenai penerapan metode penemuan terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VII MTs Negeri Model Palu pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A yang berjumlah 39 siswa terdiri dari 23 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari empat komponen yaitu: 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, tes tertulis, wawancara dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII MTs Negeri Model Palu pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, melalui beberapa langkah : 1) Perumusan masalah, 2) Pemrosesan data, 3) Penyusunan dugaan sementara, 4) Pemeriksaan dugaan sementara, 5) Penarikan kesimpulan, dan 6) Penerapan konsep. Hasil tes akhir tindakan siklus I menunjukkan bahwa 28 siswa memperoleh nilai di atas kriteria ketuntasan minimal sehingga ketuntasan belajar klasikal siswa hanya mencapai 75,67% dan hasil tes akhir tindakan siklus II menunjukkan bahwa 35 siswa memperoleh nilai di atas kriteria ketuntasan minimal sehingga ketuntasan belajar klasikal siswa mencapai 92,10%. Kata Kunci : Penemuan Terbimbing, penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Abstrack: This research was aimed to obtain a description of the application of guided discovery methods to improve student learning outcomes at Class VII MTs N Model Palu on material addition and subtraction of integers. This research was a classroom action research which refers to the research design by Kemmis and Mc. Taggart. The subjects were students of class VIII A totaling 39 students and consisting of 23 male students and 16 female students. This research was conducted in two cycles in which each cycle consists of four components, namely: 1) planning, 2) Implementation of the action, 3) observation, and 4) Reflection. Data collection techniques gained through observation, written tests, interviews and field notes. The results showed that the application of the method of guided discovery can improve learning outcomes of students of Class VII MTs.N Model Palu on material addition and subtraction of integers, through several steps: 1) Formulation of the problem, 2) Processing of data, 3) The provisional estimates, 4) Inspection provisional estimates, 5) Withdrawal conclusion, 6) Application of the concept. The results of the final test at the first cycle showed that 28 students scoring above the minimum completeness criteria that classical learning completeness students only reached 75.67% and the final test results show that the second cycle of 35 students scoring above the minimum completeness criteria that classical learning completeness students reached 92.10%. Keywords : Guided discovery, addition and subtraction of integers
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAANLINEAR SATU VARIABEL DI KELAS VIIA SMP NEGERI 16 PALU Ade Afni Lusiani; Muh. Rizal; Abdul Hamid
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada persamaan linear satu variabel di kelas VIIA SMP Negeri 16 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian tindakan kelas (PTK) Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan linear satu variabel di kelas VIIA SMP Negeri 16 Palu melalui tahap-tahap sebagai berikut : (1) course, pada tahap ini guru menyampaikan teknik-teknik tertentu yang memuat cara-cara penyelesaian persamaan linear satu variabel, setelah itu siswa menyimak penyampaian guru dan memperoleh informasi untuk diterapkan pada tahap selanjutnya, (2) review, pada tahap ini guru harus memberikan LKPD, supaya terjadi diskusi antar siswa dengan siswa dalam kelompok dengan saling berbagi pengetahuan yang diperoleh dari tahap sebelumnya, (3) horay, pada tahap ini siswa menerima penghargaan yang diberikan sebagai penguatan berupa teriakan hore bagi kelompok yang memperoleh bintang emas. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe Course Review Horay, Hasil Belajar, Persamaan Linear Satu Variabel Abstract: The objective of this research is to get a description of the application of cooperative learning model Course Review Horay (CRH) type in an attempt to improve student learning outcomes on linear equations in one variable in class VIIA 16 Junior High School Palu. This type of research is a classroom action research. This research program is refers to the design of classroom action research from Kemmis's and Mc Taggart's model that is (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. This research was conducted in two cycles. The results of this research indicate the application of cooperative learning model Course Review Horay type can improve student learning outcomes in mathematics class VIIA 16 Junior High School Palu through the stages as follows: (1) course, at this stage the teacher deliver certain techniques which provide a completion way of linear equations in one variable, after that the students listen to the teacher’s explanation and receive the information to applied it in the next stage, (2) review, at this stage the teacher must provide LKPD, in order to trigger discussion among the students in groups by sharing knowledge which acquired from the previous stage, (3) horay, at this stage, the student receive the award which is given as a strengthening in the form of shouts of the hurray for the group who earned a gold star. Keywords: Cooperative Learning Model Course Review Horay; Learning outcomes; Linear equation in one variable.
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS VII A SMP KATOLIK St. PAULUS PALU PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT Libryani Oktavia; Abdul Hamid; I Nyoman Murdiana
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama pada penelitian ini adalah kurangnya pemahaman siswa kelas VII A SMP Katolik St. Paulus Palu pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Hal ini disebabkan karena siswa kurang percaya diri dan kurang terlibat aktif dalam pembelajaran serta pola pikir siswa yang menganggap bahwa penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat sama seperti penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah. Untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, maka peneliti menerapkan metode penemuan terbimbing berbantuan media kartu posinega yang ditempuh melalui beberapa langkah, yaitu (1) perumusan masalah, (2) pemprosesan data dan penyusunan konjektur, (3) pemeriksaan dan verbalisasi konjektur, dan (4) umpan balik. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana penerapan metode penemuan terbimbing untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas VII A SMP Katolik St. Paulus Palu pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat? Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan MC.Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan tindakan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini melalui lembar observasi, wawancara, catatan lapangan dan data hasil belajar siswa.Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk paparan naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan media kartu posinega, pemahaman siswa dapat meningkat sesuai dengan indikator keberhasilan tindakan. Kata Kunci: Metode Penemuan Terbimbing, Pemahaman, Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat, Kartu Posinega. Abstract: The main problem in this research is student’s less understanding in class VII A SMP Katolik St. Paulus Palu on addition and substraction on integer. This is because student’s lack confidence and are less actively involved in learning and the mindset of student’s who assume that integer addition and subtraction are the same as addition and subtraction of enumeration numbers. To improve student’s understanding of the addition and subtraction of integer material, the researchers applied the guided discovery method assisted by posinega card media which was taken through several steps: (1) formulation of the problem, (2) processing and constructing conjecturs, (3) examinations and verbalization of conjectures, and (4) feedbacks. The formulation of the problem in this study is how the application of the guided discovery method to improve the understanding of class VII A SMP Katolik St. Paulus Palu on integer addition and subtraction material? To answer this problem, researcher did the classroom action research which refers to Kemmis’ and Mc. Taggart’s research design, (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. Data collected in this study through observation sheets, interviews, field notes and student learning outcomes. The data obtained is presented in the form of narrative exposure. The results of the study show that through the application of quided discovery methods assisted by posinega card media, student’s understanding can increase according to the indicators of the success of the action. Keywoards: Guided Discovery Method, Understanding, Addition and Reduction of Round Numbers and Posinega Card.
ANALISIS KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA KELAS VIII SMPN 1 PALU DALAM MEMECAHKAN MASALAH POLA BILANGAN BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO Charla Tarrua; I Nyoman Murdiana; Abdul Hamid
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang kemampuan kognitif siswa dalam memecahkan masalah pola bilangan berdasarkan taksonomi SOLO. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di kelas VIII.B SMPN 1 Palu. Peneliti menggunakan metode pemberian tes pemecahan masalah berbentuk tes superitem, dan wawancara. Subjek penelitian diambil 3 siswa dari 34 siswa dengan kriteria satu siswa berkemampuan tinggi, satu siswa berkemampuan sedang, dan satu siswa berkemampuan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memecahkan masalah pola bilangan subjek berkemampuan tinggi mencapai 4 indikator taksonomi SOLO yaitu: 1) level unistruktural; subjek dapat menjawab pertanyaan dari soal berdasarkan satu data atau satu informasi yang disediakan oleh soal, 2) level multistruktural; subjek dapat menjawab pertanyaan dari soal berdasarkan dua data atau konsep yang disediakan oleh soal, 3) level relasional; subjek dapat menjawab pertanyaan dari soal berdasarkan data atau konsep serta melihat dan mengadakan hubungan-hubungan antar data atau konsep tersebut, dan 4) level abstrak yang diperluas; subjek dapat menjawab pertanyaan dari soal berdasarkan informasi atau data dari soal dengan menghasilkan prinsip umum yang dapat diterapkan untuk situasi baru. Subjek berkemampuan sedang mencapai 3 indikator taksonomi SOLO yaitu: 1) level unistruktural; subjek dapat menjawab pertanyaan dari soal berdasarkan satu data atau satu informasi yang disediakan oleh soal, 2) level multistruktural; subjek dapat menjawab pertanyaan dari soal berdasarkan dua data atau konsep yang disediakan oleh soal, dan 3) level relasional; subjek dapat menjawab pertanyaan dari soal berdasarkan data atau konsep serta melihat dan mengadakan hubungan-hubungan antar data atau konsep tersebut. Sedangkan, subjek berkemampuan rendah hanya mencapai 1 indikator taksonomi SOLO yaitu: 1) level unistruktural; subjek dapat menjawab pertanyaan dari soal berdasarkan satu data atau satu informasi yang disediakan oleh soal. Kata Kunci: kemampuan kognitif, pemecahan masalah, pola bilangan, taksonomi solo. Abstract: This research aims to describe the cognitive abilities of students in solving the problem of pattern number based on SOLO taxonomy. The research approach is a qualitative approach implemented in class VIII.B SMPN 1 Palu. The researcher used the methods of giving test problem-solving in the form of superitem test, and interviews. The subjects of the research were 3 out of 34 students with criteria of one high-ability student, one medium-skilled student, and one low-ability student. The results of this research indicate that the ability of high-ability subject to achieve 4 SOLO taxonomic indicators are: 1) unistructural level; subject can answer questions from questions based on one data or one information provided by the question, 2) multistructural level; subject can answer questions from questions based on two data or concepts provided by the question, 3) relational level; subject can answer questions from questions based on suitable data or concepts and view and establish relationships between data or concepts, and 4) extanded abstract level; subject can answer questions from the problem by generalizing to other situations or applying them to other situations. Subject capable of achieving 3 SOLO taxonomy indicators are: 1) unistructural level; subject can answer questions from questions based on one data or one information provided by the question, 2) multistructural level; subject can answer questions from questions based on two or more data or concepts provided by the problem, and 3) relational level; subject can answer questions from questions based on matching data or concepts and view and establish relationships between data or concepts. Meanwhile, low-ability subject only achieved 1 SOLO taxonomy indicator that is: 1) unistruktural level; subject can answer questions from questions based on one data or one information provided by the question. Keywords: cognitive ability, problem solving, number patterns, solo taxonomy.
EFEKTIVITAS METODE PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Rahmat Hidayat; Nurhayadi; Abdul Hamid
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keefektivan metode penemuan terbimbing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri se-Kecamatan Dampal Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperiment. Adapun desain penelitian yang digunakan yaitu Nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri se-Kecamatan Dampal Utara. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Adapun sampel yang diperoleh adalah kelas VII SMP Negeri 1 Dampal Utara yang berjumlah dua kelas. Hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen 75,28 dan kelas kontrol 69,9. Berdasarkan perhitungan uji hipotesis diperoleh thitung = 1,87 dan ttabel = 1,68 karena thitung > ttabel maka Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan menggunakan metode penemuan terbimbing lebih baik dari metode ekspositori. Artinya metode penemuan terbimbing efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri se-Kecamatan Dampal Utara pada materi aritmetika sosial. Kata Kunci: Efektivitas; Metode Penemuan Terbimbing; Pemecahan Masalah Matematika. Abstract: The purpose of this study was to describe the effectiveness of guided discovery method on mathematical problem-solving ability of students at class VII SMP Negeri North Dampal District. This research is a quantitative study with the research design of Nonequivalent control group design. The population of this study was all class VII SMP Negeri North Dampal District. Sampling techniques are performed with purposive sampling. The sample obtained is class VII SMP Negeri north Dampal district which amounts to two classes. Data analysis results are obtained the average value of the experimental class 75.28 and the control class 69.9. Based on hypothesis test calculations acquired tcount = 1.87 and ttable = 1.68 because tcount > ttable then Ha received. So it can be concluded that the students mathematical problem solving ability to be taught using a better guided discovery method of expository methods. It means that discovery guided method is effective againt mathematical problem-solving ability of student at class VII SMP Negeri North Dampal District on social arithmetic material. Keywords: Effectiveness, Guided Discovery Method, Mathematical Problem-Solving
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) PADA MATERI SIFAT-SIFAT SUDUT Ekawinda Wahyuningsih; Abdul Hamid; Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sifat-sifat sudut di kelas VII A SMP Negeri 19 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada rancangan penelitian oleh Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 19 Palu yang berjumlah 20 orang, dan dipilih 3 orang siswa sebagai informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sifat-sifat sudut di kelas VII A SMP Negeri 19 Palu, dengan mengikuti tahap-tahap sebagai berikut: 1) menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa, 2) menyajikan informasi , 3) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok dan kreatifitas siswa (student creative), 4) belajar kelompok (team study) dan membimbing kelompok belajar 5) evaluasi dan Test fakta (fact test), dan 6) memberikan Penghargaan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI), Hasil Belajar, Sifat-sifat Sudut. Abstract: The main purpose of this study is to obtain a description of the implementation of cooperative learning model Type Assisted Individualization Team (TAI) in an effort to improve student learning outcomes on the subject of angular properties in class VII A SMP Negeri 19 Palu. This research is a classroom action research which refers to the research design by Kemmis and Mc. Taggart consisting of four components, namely 1) planning, 2) action implementation, 3) observation, and 4) reflection. The subjects of the study were the students of class VII A in SMP Negeri 19 Palu, consist of 20 people, and selected 3 students as informants. The results of this study indicate that the implementation of cooperative learning model type TAI can improve student learning outcomes on the subject of angular properties in class VII A SMP Negeri 19 Palu, with the stages: 1) convey goals and motivate students, 2) convey information, 3) organize students in study groups, 4) guide the group work and study, 5) evaluation, 6) reward. Keywords: Cooperative Learning Model Type Team Assisted Individualization (TAI), Learning Outcomes, Angular Properties.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN WISATA PANTAI MANUI DI DESA MEMBUKE KECAMATAN POSO PESISIR UTARA KABUPATEN POSO Arifuddin Abd Muis; Suwarni Suwarni; Abdul Hamid
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.36123

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata Pantai Manui di Desa Membuke, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, dengan menggunakan pendekatan Theory of Change (ToC). Pendekatan ini digunakan untuk menilai sejauh mana keterlibatan masyarakat mampu mendorong perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan di kawasan wisata tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 16 orang yang terdiri atas pemerintah desa, masyarakat lokal, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat tergolong tinggi pada empat tahapan utama pengelolaan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan pengawasan. Partisipasi tersebut menghasilkan dampak sosial berupa meningkatnya kerja sama dan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan; dampak ekonomi berupa terbukanya peluang usaha seperti warung makan dan penjualan hasil laut; serta dampak lingkungan berupa meningkatnya upaya pelestarian kawasan pantai melalui kegiatan gotong royong. Berdasarkan analisis Theory of Change, partisipasi masyarakat berkontribusi dalam mewujudkan pengelolaan wisata yang mandiri dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan pariwisata desa serta pelatihan manajemen wisata diperlukan untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan wisata Pantai Manui.  Abstract: This study aims to analyze the form and level of community participation in the management of Manui Beach tourism in Membuke Village, Poso Pesisir Utara District, Poso Regency, using the Theory of Change (ToC) approach. This approach is used to assess the extent to which community involvement can drive social, economic, and environmental change in the tourism area. This study employed a descriptive qualitative method, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Sixteen informants participated in the study, consisting of village officials, local residents, and tourists. The results indicate a high level of community participation in the four main stages of management: planning, implementation, utilization of results, and monitoring. This participation has resulted in social impacts in the form of increased cooperation and collective awareness in maintaining environmental cleanliness; economic impacts in the form of business opportunities such as food stalls and seafood sales; and environmental impacts in the form of increased coastal conservation efforts through mutual cooperation activities. Based on the Theory of Change analysis, community participation contributes to achieving independent and sustainable tourism management. Therefore, strengthening village tourism institutions and providing tourism management training are needed to support the sustainable management of Manui Beach tourism.  
CAGAR BUDAYA RUMAH ADAT SOURAJA SEBAGAI IDENTITAS KULTURAL MASYARAKAT LERE Anindy Putry Salsabila; Haslita Rahmawati Hasan; Abdul Hamid; Nuraedah Nuraedah
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.35660

Abstract

Abstrak: Rumah Adat Souraja merupakan simbol penting identitas kultural masyarakat Lere yang merefleksikan nilai historis, sosial, dan filosofi masyarakat Kaili. Namun, perubahan sosial akibat modernisasi memengaruhi tingkat keterlibatan generasi muda sehingga keberlanjutan fungsi dan makna budayanya menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi, makna simbolik arsitektur, faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan, serta persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap pelestarian Souraja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam menggunakan teknik snowball sampling, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Souraja berfungsi sebagai ruang sosial, pusat kegiatan adat, serta media pewarisan nilai budaya. Makna simbolik tercermin melalui elemen arsitektur yang merepresentasikan struktur sosial dan pandangan hidup masyarakat Kaili. Keberlanjutan Souraja dipengaruhi oleh dukungan pemerintah, peran keluarga pewaris, partisipasi masyarakat, dan keterlibatan generasi muda melalui kegiatan budaya. Masyarakat memiliki persepsi positif dan keterlibatan sukarela dalam menjaga Souraja meskipun dihadapkan pada arus modernisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa Souraja tetap menjadi penanda identitas kultural masyarakat Lere dan memerlukan strategi pelestarian yang adaptif terhadap perubahan sosial. Abstract:  The Souraja Traditional House serves as a key cultural symbol of the Lere community, embodying the historical, social, and philosophical values of the Kaili people. However, social changes driven by modernization have reduced the engagement of younger generations, raising concerns about the continuity of its cultural functions and meanings. This study aims to examine the functions of Souraja, the symbolic meanings embedded in its architectural elements, the factors influencing its sustainability, and the community’s perceptions and participation in preservation efforts. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through observation, in-depth interviews using snowball sampling, and documentation. The findings reveal that Souraja functions as a social hub, a venue for traditional ceremonies, and a medium for intergenerational transmission of cultural knowledge. Its symbolic meanings are reflected in architectural features that represent social structure and philosophical values of the Kaili community. The sustainability of Souraja is shaped by governmental support, the commitment of hereditary families, community participation, and youth involvement through cultural activities. Despite challenges posed by modernization, the Lere community maintains positive perceptions and voluntary participation in preserving Souraja. Overall, Souraja continues to serve as a vital marker of cultural identity for the Lere community and requires adaptive preservation strategies responsive to contemporary social changes.