Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Terhadap Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru Zonasi Almira Widyaningtyas; Nurhadji Nugraha; Siska Diana Sari
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v1i1.20

Abstract

Penerapan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru memunculkan berbagai macam persepsi di masyarakat. Begitu pula yang terjadi di masyarakat Desa Broto yang dengan adanya penerapan sistem zonasi menyebabkan mereka memiliki persespi negatif maupun positif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui berbagai macam persepsi masyarakat di Desa Broto terhadap penerapan sistem zonasi sekolah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di Desa Broto dan SMPN 1 Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat di Desa Broto terhadap sistem zonasi, didominasi dengan persepsi tidak setuju. Faktor yang menyebabkan persepsi tersebut adalah adanya pemerataan aspek pendidikan baik dari guru, fasilitas, dan mutu yang belum merata, tidak subjektif, serta dianggap dapat mengurangi semangat belajar dan hak anak untuk mendapat pendidikan yang layak, karena dalam penerapan sistem ini anak tidak bisa sekolah ditempat yang mereka inginkan.
Internalisasi Karakter Tanggungjawab Melalui Ekstrakurikuler Persaudaraan Setia Hati Terate Evi Wahyuni; Nurhadji Nugraha; Siska Diana Sari
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v1i1.30

Abstract

Kemerosotan nilai tanggung jawab yang dimiliki individu dan masyarakat menuntut setiap lembaga pendidikan untuk menginternalisasikan karakter tanggung jawab kepada peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses internalisasi karakter tanggung jawab melalui ekstrakurikuler Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Tulakan Kabupaten Pacitan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses internalisasi karakter tanggung jawab melalui ekstrakurikuler Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dilakukan dengan memberikan wejangan, diingatkan dan diarahkan untuk melakukan perbuatan yang baik. internalisasi karakter ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang dapat menentukan keberhasilan dari proses internalisasi karakter tanggung jawab. Selain itu, internalisasi karakter tanggung jawab ini membawa dampak yang positif bagi siswa yang mengikuti ekstrakurikuler PSHT yaitu merubah dari yang malas-malasan menjadi rajin, disiplin waktu.
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran PKN Kelas X dan XI di MA Negeri 1 Ngawi Nursofiah Anggraeni; Nurhadji Nugraha; Maya Kartikasari
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 2 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguraikan Implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran PKN kelas X dan XI di MA Negeri 1 Ngawi. Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Metode penelitian Menggunakan pendekataan kualitatif Deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dan untuk validitas data menggunakan triagulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran PKN kelas X dan XI sudah berjalan dengan sangat baik. Pada rancangan pembelajaran PKN dalam Implementasi kurikulum merdeka ditungkan dalam bentuk modul ajar. Pelaksanaan kurikulum merdeka pada pembelajaran PKN yang dilakasanakan pada pedoman modul ajar. Untuk penggunaan metode pembelajaran, guru akan memakai projec based learning, diskusi, penugasasan dan cermah. Evaluasi atau penilaian pada pembelajaran PKN menggunakan asessmen formatif dan submatif. Dampak yang diberikan kepada siswa dari implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran PKN siswa lebih merasa senang karna adanya sistem merdeka belajar.
Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan Media Word Search Puzzle untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Peserta Didik Kelas 10 D SMAN 6 Madiun Veronica Anastasia Ellysa; Nurhadji Nugraha; Mahfud Fauzi
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 3 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PTK ini penting untuk dilakukan karena bertujuan untuk : (1) meningkatkan kemampuan guru untuk merencanakan proses pembelajaran (2) meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah peserta didik, dan (3) meningkatkan hasil belajar peserta didik. PTK ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menghimpun data dengan teknik observasi dan dokumentasi, kemudian untuk melakukan analisis data peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pada tahap pra-siklus guru menghimpun data hasil belajar peserta didik setelah dilakukan pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional sebagai data awal. Pada kegiatan siklus I dan II guru menerapkan model pembelajaran problem based learning dengan metode diskusi menggunakan word search puzzle sebagai media pembelajarannya. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dan pembahasan yang dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran dengan menerapkan media word seach puzzle untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas 10 SMAN 6 Madiun pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila sudah berhasil. Hal itu dikarenakan terjadi peningkatan hasil belajar yang diperoleh peserta didik dari kegiatan pra-siklus, siklus I hingga siklus II. Persentase ketuntasan peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila juga mengalami peningkatan. Pada kegiatan pra-siklus diperoleh persentase sebesar 63%, kemudian pada siklus I persentase ketuntasan meningkat menjadi 74%, selanjutnya pada siklus II persentase ketuntasan sudah melampaui kriteria ketuntasan klasikal karena memperoleh persentase sebesar 89%.
Strategi Sekolah Dalam Pembinaan Karakter Peserta Didik Sebagai Upaya Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila Ilham Bayu Ludiansyah; Nurhadji Nugraha; Yuni Harmawati
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 2, No 2 (2023): Implementasi kurikulum merdeka menuju transformasi pendidikan dalam mempersiapka
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelajar Pancasila adalah cerminan dari pelajar Indonesia sebagai peserta didik sepanjang hayat yang mempunyai kemampuan global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai pancasila, dengan enam ciri utama yaitu : berikan dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri , bernalar kritis dan kreatif. Maka untuk mewujudkan karakter profil pelajar Pancasila dapat melalui pembinaan karakter yang terencana. Oleh karena itu sekolah dapat melakukan strategi-strategi yang tepat dalam mewujudkan karakter profil pelajar Pancasila tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi sekolah dalam pembinaan karakter peserta didik sebagai upaya mewujudkan profil pelajar Pancasila. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil penelitian bahwa strategi yang dapat dilakukan oleh sekolah dalam pembinaan karakter peserta didik sebagai upaya mewujudkan profil pelajar Pancasila adalah dengan cara kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan terprogram dan kegiatan teladan. Adapun strategi dan pendekatan dalam mengimplementasikan pendidikan karakter, yaitu: 1) mengintegrasikan nilai-nilai dan moral ke dalam mata pelajaran, 2) mengasimilasi sifat-sifat positif yang ditanamkan pada semua individu sekolah (kepala, pendidik dan wali), 3) presentasi dan persiapan, 4) pemberian teladan dan contoh yang baik, 5) membuat iklim karakter di sekolah dan 6) membudayakan.
Pengaruh Keaktifan Mengikuti Kegiatan Muhadloroh dan Takror terhadap Kemampuan Komunikasi Sosial Santri Pondok Pesantren Hudatul Muna Muhammad Miftah Khoirul Muharromah; Nurhadji Nugraha
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 11: Oktober 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i11.2301

Abstract

Muhadloroh dan takror merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Hudatul Muna. Kegiatan muhadloroh merupakan kegiatan untuk melatih kemampuan berpidato santri, sedangkan kegiatan takror adalah kegiatan musyawarah mengulang pelajaran yang sudah diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebenaran dari teori stimulus-respon dari skinner tentang seberapa berpengaruh pembiasaan berkomunikasi secara bersama melalui kegiatan muhadloroh dan takror terhadap kemampuan dari komunikasi sosial santri. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kuantitatif yaitu dengan data hasil observasi yang berupa angka penilaian dan diterjemahkan melalui aplikasi SPSS versi 24 untuk selanjutnya dianalisis secara mendalam oleh peneliti. Dari penelitian tersebut secara rinci dapat terlihat berdasarkan uji F dapat dijelaskan bahwa besarnya Fhitung yaitu 8,048 dan Ftabel sebesar 3,07, maka hal ini berarti Fhitung > Ftabel yang berarti keduia variable X berpengaruh secara signifikan pada variable Y. Besarnya pengaruh tersebut dilihat dari analisis koefisien determinasi yaitu 0,112, dimana hal ini berarti kemampuan komunikasi sosial santri Pondok Pesantren Hudatul Muna mampu dipengaruhi oleh keaktifan mengikuti kegiatan muhadloroh dan keaktifan mengikuti kegiatan Takror secara bersama-sama sebesar 11,2%, sementara sisanya yaitu sebesar 88,8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti.