Ana Setiani
Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Validitas E –Modul Berbasis Open Ended Meteri Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Pada Pembelajaran Daring untuk Siswa SMK Salma Aprianka; Ana Setiani; Aritsya Imswatama
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dari e–modul yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R & D). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain ADDIE yang memiliki 5 tahap model pengembangan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Namun dikarenakan penulis memiliki segala keterbatasan maka penulis membatsi tahapan penelitian pengembangan ini menjadi tiga tahapan yaitu Analysis, Design, dan Development. Untuk mengetahui kualitas dari e-modul yang dikembangkan maka peneliti melakukan analisis angket dengan skala likert. Validasi dilakukan oleh tiga validator dari ahli materi dan ahli media. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu hasil nilai validasi dari ahli media mendapatkan nilai sebesar 90% dengan kategori sangat layak. Penilaian validasi media berfokus pada penilaian aspek ukuran modul, dan disain e-modul. Kemudian hasil nilai validasi dari ahli materi mendapatkan nilai sebesar 84% dengan kategori sangat layak. Pada penilaian validasi materi berfokus pada penilaian aspek kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan kebahasaan, dan penilaian kontekstual. Maka E-Modul berbasis open ended Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel pada pembelajaran daring untuk siswa SMK ini valid dan sangat layak untuk digunakan sebagai bahan ajar matematika karena memenuhi kriteria penilaian.
Validitas Bahan Ajar Statistika Terapan Berbasis ICT Terintegrasi Proyek Hamidah Suryani Lukman; Ana Setiani
Edumatika : Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2018): November 2018, Edumatika : Jurnal Riset Pendidikan Matematika
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.578 KB) | DOI: 10.32939/ejrpm.v1i2.226

Abstract

This paper describes the validity analysis of applied statistical teaching materials based on ICT and project integrated which one of the first step of research and development, namely expert judgment. The instruments used in this study are the validation sheet of materials and ICT experts. The material expert validation sheet comprises 44 statements covering 4 aspects of the assessment, namely the feasibility of the material aspect, the feasibility of the language aspect, the feasibility of the teaching materials presentation aspect, and the feasibility of teaching effects on the student learning process. The ICT expert validation sheet consists of 15 statements regarding the assessment of the feasibility of teaching materials in terms of ICT aspects. Validator involved in this research is 3 experts. Data of this research are analyzed descriptively. The result of research indicate that 86,60% criteria of material aspect have been fulfilled and categorized as very good (4,33), 86% criteria of language aspect have been fulfilled and categorized as very good (4,30), 90% has been fulfilled and categorized as excellent (4.50), 96.60% criteria of the effects of the teaching materials on the learning process of students have been fulfilled and categorized as excellent (4.83), and 94.60% criteria of ICT aspects have been met and categorized as excellent (4.73). Based on these data, 91.60% of the criteria for the assessment of the feasibility of applied statistical teaching materials based on ICT and project integrated developed have been fulfilled, classified as excellent category (4.58) and appropriate for use in learning.
Efektivitas Model Reciprocal Teaching dengan Pendekatan RME terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VIII SMP Nurul Aeni; Hamidah Suryani Lukman; Ana Setiani
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i3.1613

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kemampuan yang penting untuk dimiliki, namun pada kenyataannya kemampuan ini masih tergolong rendah. Penggunaan model pembelajaran serta pendekatan pembelajaran dapat menjadi solusi efektif untuk melatih siswa dalam memecahkan suatu permasalahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari penerapan model pembelajaran Reciprocal Teaching dengan pendekatan RME terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis khususnya siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Cibadak. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif, jenis Quasi Experimental dengan desain pretest-posttest control group design. Terdapat tiga kelas penelitian yang diberikan perlakuan dan ketiga kelas penelitian dipilih secara random. Analisis uji statatistik dari hasil kemampuan akhir (posttest) menggunakan uji Anava Satu Jalur Sel Tak Sama. Kemudian, berdasarkan hasil analisis uji lanjutan Anava (Scheffe) dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh model Reciprocal Teaching dengan pendekatan RME lebih baik dibandingkan yang memperoleh model Reciprocal Teaching; serta (2) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh model Reciprocal Teaching dengan pendekatan RME lebih baik dibandingkan yang model pembelajaran langsung.
Pengembangan Instrumen Tes PLSV Berdasarkan Indikator Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah Nur Agustiani; Ana Setiani; Hamidah Suryani Lukman
Jambura Journal of Mathematics Education Vol 3, No 2: September 2022
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jmathedu.v3i2.15837

Abstract

This study aims to develop a test instrument of linear equation in one variable based on critical thinking and problem-solving indicators, which validate by experts. The type of this research is R D research with the ADDIE model. This study is limited only to Analysis (Analysis), Design (Design), and Development (Development). The instrument used in this study was an expert validation sheet. This study involved five mathematics lecturers as validators. The expert validation data were analyzed using V'Aiken. The results of the study indicate that the average value of the V'Aiken index for the feasibility of the content aspect is 0.92, with very high criteria. The feasibility of the linguistic aspect is 0.92 with very high criteria; conformity with the critical thinking indicator is very high with a value of 0.90 for questions number 1, 2, and 4, and for item number 3 is 0.91. The suitability of the solution indicator is very high, with a value of 0.89 for questions number 1, 2, and 4, and for item number 3, it is 0.90. Overall, the test instrument developed is very feasible to use.
Students’ Mathematical Problem-Solving Ability in Mobile Learning with Microsoft Kaizala Application Ana Setiani; Nenden Mutiara Sari; Hamidah Suryani Lukman; Ida Rahmawati
International Journal on Emerging Mathematics Education IJEME, Vol. 6 No. 2, September 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/ijeme.v6i2.23385

Abstract

This research was motivated by the fact that the mathematical problem-solving ability of junior high school students during the Covid-19 pandemic in Indonesia was low. The strategy and approach used in learning mathematics are success factors in the mathematics learning process. One of the objectives of this research is to analyze the mathematical problem-solving ability of junior high school students using mobile learning with the Microsoft Kaizala application. The method used in this research is an experiment with a Pre-Experimental Design Research and One-Group Pretest-Posttest Design Research Design. The research was conducted at SMPN 50 Satap Oku, Ogan Komering Ulu Regency, South Sumatra Province. The results showed that the final mathematical problem-solving ability of students who received learning using mobile learning with the Microsoft Kaizala application was better than the students’ initial mathematical problem-solving ability and the average percentage of students’ mathematical problem-solving ability achievement after using the Microsoft Kaizala application was 85.16% (excellent). It means that the students’ problem-solving ability is getting better after using mobile learning with Microsoft Kaizala application.
Validitas Instrumen Tes Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Berdasarkan Teori FRISCO Hamidah Suryani Lukman; Ana Setiani; Nur Agustiani
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 7 No 1 (2023): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v7i1.6960

Abstract

This study aims to analyze the content validity of the test instrument for the mathematical critical thinking ability of junior high school students using the FRISCO indicator as an alternative solution to help teachers realize learning that develops students' mathematical critical-thinking ability. This study uses the Research and Development method with the ADDIE model. However, the stages are limited to the ADD (Analysis, Design, and Development). The instrument used an instrument validation sheet consisting of three assessment aspects: content feasibility assessment, language aspect assessment, and assessment of the suitability of items with FRISCO indicators, presented in 26 questions. The validation was carried out by five Experts in Mathematics Education Experts using the Delphi technique. Data were analyzed descriptively. Based on the results of data analysis, the product of the mathematical critical thinking ability test instrument with the FRISCO theory, 92% have met the content feasibility assessment criteria and are categorized as very valid. In the aspect of language feasibility, 86.60% of the assessment criteria have been met and classified as very valid categories. In the aspect of the suitability of the items with the FRISCO indicators, 92.20% of the assessment criteria have been met and classified as very valid categories. Thus, overall, 90.20% of the criteria for assessing the feasibility of the critical thinking ability test instrument with the FRISCO theory have been met and classified as very valid categories, and are suitable for use in learning.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Pada Gaya Kognitif di Era Implementasi Merdeka Belajar Elenna Elenna; Ana Setiani; Aristya Imswatama
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2629

Abstract

Kemampuan literasi matematika merupakan kemampuan yang dimiliki oleh individu, tidak hanya pengetahuan konseptual, akan tetapi dapat memahami prosedur pemecahan masalah, mengetahui fakta juga dapat menerapkan pengetahuan konsep dan masalah matematika. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tingkat atau level kemampuan literasi matematika SMK PASIM PLUS Sukabumi pada gaya kognitif Field Dependent dan Field Independent. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriftif (kualitatif). Dengan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (Case Study). Penelitian ini mengambil 6 subjek dari masing – masing kategori gaya kognitif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes GEFT, Soal tes literasi matematika, wawancara, dokumentasi serta triangulasi dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu editing, klasifikasi, verifikasi, analisis dan pembuatan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa setiap kategori gaya kognitif Filed Dependent dan Field Independent itu berbeda yang dimana subjek field dependent memiiki kemampuan literasi matematika di level – 3 dan level - 1. Sedangkan subjek field independent memiliki kemampuan literasi matematika pada level – 3, level – 2 dan level - 1. Seluruh hasil tersebut berdasarkan hasil analisis dari tes beserta wawancara yang diharapkan data ini akan menjadi acuan untuk penelitian berikutnya.
PELATIHAN PENYUSUNAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Hamidah Suryani Lukman; Ana Setiani; Nur Agustiani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17478

Abstract

Abstrak: Masih banyaknya sekolah yang belum memahami urgensi kurikulum Merdeka mengakibatkan rendahnya kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan bagi guru SD di Sukabumi dalam menyusun modul ajar berdiferensiasi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik sebagai upaya meningkatkan kesiapan sekolah dalam implementasi kurikulum Merdeka jalur mandiri. Metode pendekatan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi seminar, workshop, dan pendampingan. Mitra yang terlibat adalah KKG Kecamatan Kadudampit, dengan total peserta 112 orang. Hasil evaluasi kegiatan ini tergolong efektif dengan pencapaian sebesar 91%. Berdasarkan hasil tugas penyusunan modul ajar yang dikumpulkan, sekitar 75% peserta sudah memahami komponen modul ajar pada kurikulum Merdeka, namun masih kesulitan melakukan asesmen awal dan mendiferensiasikan pembelajaran di perencanaannya. Selain itu, respon guru dalam kegiatan pendampingan menunjukkan bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi guru sebagai persiapan dalam mengimplementasikan kurikulum Merdeka di tahun ajaran baru. Kegiatan pendampingan ini juga memberikan pengalaman langsung kepada guru dalam memanfaatkan platform Merdeka mengajar dan mengadaptasi modul ajar untuk disesuaikan dengan kebutuhan di setiap satuan Pendidikan.Abstract: There are still many schools that do not understand the urgency of the Merdeka curriculum, resulting in low school readiness in implementing it. Therefore, this community service activity aims to provide assistance to elementary school teachers in Sukabumi in developing differentiated teaching modules that suit the needs of students as an effort to increase school readiness in implementing the Independent Pathway curriculum. The approach method for implementing community service activities includes seminars, workshops and mentoring. The partners involved were the KKG of Kadudampit District, with a total of 112 participants. The evaluation results of this activity were classified as effective with an achievement of 91%. Based on the collected results of the teaching module preparation tasks, around 75% of participants already understand the components of the teaching modules in the Merdeka curriculum, but still have difficulty carrying out initial assessments and differentiating learning in their planning. Apart from that, the teacher's response to mentoring activities shows that this activity is useful for teachers as preparation for implementing the Merdeka curriculum in the new school year. This mentoring activity also provides teachers with direct experience in utilizing the Platform Merdeka Mengajar and adapting teaching modules to suit the needs of each educational unit. 
PENGOPTIMALAN PENERAPAN MODUL AJAR DAN MODUL PROJEK PADA GURU SMP SEKOLAH PENGGERAK MODEL 1 Ana Setiani; Hamidah Suryani Lukman; Nur Agustiani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17398

Abstract

Abstrak: Seiring di berlakukannya kurikulum Merdeka di jenjang Dasmen pada tahun 2022 .Hasil pendampingan pada sekolah penggerak selama lima bulan terkait modul ajar dan modul projek yang rutin setiap bulan dilakukan masih banyak permasalahan, yaitu mulai dari perencanaan KOS, penyusunan modul ajar, modul projek, dan implementasi masil belum optimal. Terlihat dari lima sekolah yang didampingi masih ada tiga sekolah masih perlu pendampingan khusus. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan dalam perencanaan dan implenetasi dari kurikulum merdeka. Metode kedua pelatihan menyusun modul ajar  dan modul projek. Proses ini dilakukan secara hybrid. Offline berupa pendampingan langsung, kemudian dilanjutkan secara online melalui penyusunan mandiri di sekolah. Mitra dalam kegiatan ini yaitu  3 kepala sekolah dan 15 komite pembelajaran yang berada di kabupaten Sukabumi.  Selanjutnya kegiatan pengabdian terdiri dari observasi lapangan, koordinasi dengan mitra, pelaksanaan program, monitiring dan evaluasi, dengan harapan setiap satuan pendidikan dapat mengoptimalkan penyusunan modul ajar, modul projek, sampai implementasi. Adapun hasil evaluasi menujukan 3 sekolah dapat pengoptimalkan, terlihat dari keterampilan menyusun modul ajar dan modul projek pada awalnya 80% menjadi 91%, implementasi modul ajar dan modul projek dari awalnya 78% menjadi 95%.Abstract:  As the Merdeka curriculum is implemented at the Dasmen level in 2022, the results of the five months of mentoring at driving schools regarding teaching modules and project modules which are routinely carried out every month still have many problems, namely starting from KOS planning, preparing teaching modules, project modules, and implementation still not optimal. It can be seen that of the five schools being assisted, there are still three schools that still need special assistance. Therefore, this service activity aims to optimize the planning and implementation of the independent curriculum. The second method of training is to prepare teaching modules and project modules. This process is carried out in a hybrid manner. Offline in the form of direct assistance, then continued online through independent preparation at school. Partners in this activity are 3 school principals and 15 learning committees in Sukabumi district. Furthermore, service activities consist of field observations, coordination with partners, program implementation, monitoring and evaluation, with the hope that each educational unit can optimize the preparation of teaching modules, project modules, and implementation. The evaluation results showed that 3 schools were able to optimize, as seen from the skill in compiling teaching modules and project modules from initially 80% to 91%, implementation of teaching modules and project modules from initially 78% to 95%.    
Analisis Kemampuan Penalaran Adaptif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) Nasha Nauvalika Permana; Ana Setiani; Novi Andri Nurcahyono
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika: Volume 2 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jppm.2020.22.51-60

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran adaptif matematis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Desain penelitian yang digunakan yaitu desain penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa pemberian tes dan wawancara. Pengambilan subyek penelitian ini adalah 6 siswa kelas VIII SMP. Pengambilan subjek pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada soal HOTS dengan indikator mengajukan dugaan, subjek dengan kemampuan penalaran adaptif matematis tinggi dan rendah mampu mengajukan dugaan. Berbeda dengan subjek yang memiliki kemampuan penalaran adaptif rendah tidak mampu mengajukan dugaan, 2) Pada soal HOTS dengan indikator memberikan alasan terhadap suatu kebenaran, subjek dengan kemampuan tinggi dan sedang mampu memberikan alasan terhadap suatu pernyataan dengan benar. Berbeda dengan subjek berkemampuan rendah yang tidak dapat memberikan alasan terhadap sebuah pernyataan, 3) Pada soal HOTS dengan indikator menarik kesimpulan pada sebuah pernyataan, subjek berkemampuan tinggi dan sedang mampu menunjukkan penyelesaian dengan memberikan kesimpulan yang benar dan lengkap. Berbeda dengan subjek berkemampuan rendah yang belum mampu mengerjakan soal tersebut dengan benar, 4) Pada soal HOTS dengan indikator memeriksa kesahihan suatu argumen, subjek dengan kemampuan tinggi dan sedang mampu mengecek kesahihan suatu argument dengan menunjukkan letak kebenaran atau kesalahan secara lengkap. Berbeda dengan subjek dengan kemampuan rendah yang tidak mampu mengecek kesahihan suatu argument, 5) Pada soal HOTS dengan indikator menemukan pola pada suatu gejala matematis, subjek berkemampuan tinggi, sedang dan rendah belum mampu menemukan pola dari suatu gejala matematis