Ana Setiani
Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

GAMIFIKASI BAHAN AJAR MATEMATIKA SMP: ANALISIS KEPRAKTISAN DAN EFEKTIVITAS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS Hamidah Suryani Lukman; Nur Agustiani; Ana Setiani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i1.8170

Abstract

Implementasi pembelajaran yang menitikberatkan pada penguasaan keterampilan abad 21 dapat dilakukan melalui teknik Gamifikasi, yaitu penggunaan elemen desain game dalam konteks non-game untuk menarik perhatian, mengembangkan karakter, atau memecahkan masalah. Beberapa penelitian sebelumnya membuktikan bahwa gamifikasi terbukti dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar siswa. Namun, belum ada penelitian yang spesifik terkait gamifikasi dalam bahan ajar matematika yang memfasilitasi peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar matematika berbasis gamifikasi yang dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP, serta menguji produk tersebut berdasarkan aspek kepraktisan dan efektivitasnya. Model penelitian dan pengembangan ADDIE digunakan dalam penelitian, namun pada artikel ini langkah penelitian yang dibahas terbatas pada dua tahapan terakhir, yaitu Implementation dan Evaluation. Sampel yang digunakan pada tahap Implementation berjumlah 153 siswa dari 3 SMP yaitu SMP IT Hayyatan Thoyyibah, SMP Pelita YNH, dan SMP Islam Tahfidz Qur’an Al-Fath yang diambil melalui teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen tes kemampuan berpikir kritis FRISCO dan lembar respon siswa. Data dianalisis menggunakan uji t satu sampel, uji t dua sampel berpasangan, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan ajar matematika berbasis gamifikasi sudah memenuhi kriteria praktis dan efektif digunakan dalam pembelajaran matematika, khusunya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP dengan kategori peningkatan sedang.Implementation of learning that focuses on mastering 21st century skills can be done through Gamification techniques, the use of game design elements in non-game contexts to attract attention, develop character, or solve problems. Several previous studies have proven that gamification can improve learning outcomes and student motivation. However, there has been no specific research regarding gamification which facilitates improving students' mathematical critical thinking abilities. Therefore, this research aims to develop gamification-based mathematics teaching materials specifically designed to improve junior high school students' mathematical critical thinking abilities, as well as testing these products based on aspects of their practicality and effectiveness. The ADDIE model is used in research, but in this article the research steps discussed are limited to the last two stages, Implementation and Evaluation. The sample used was 153 students from 3 junior high schools, IT Hayyatan Thoyyibah Middle School, Pelita YNH Middle School, and ITQ Al-Fath Middle School, taken using a cluster random sampling technique. Data was collected through the FRISCO critical thinking ability test instrument and student response sheets. Data were analyzed using one sample t test, paired two sample t test, and descriptive analysis. The research results show that gamification-based mathematics teaching materials have met the practical criteria and are effectively used in mathematics learning, especially in improving junior high school students' critical mathematical thinking skills in the moderate improvement category.
CRITICAL THINKING ABILITY OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN GAME-BASED LEARNING USING GEMAS GAME Nur Agustiani; Hamidah Suryani Lukman; Ana Setiani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i2.8623

Abstract

Games-based learning is a learning model that integrates material into games so that it can motivate students to think critically when solving problems. This study aims to review the critical thinking skills of junior high school students in learning mathematics that applies a game-based learning model using GEMAS game. This research uses the descriptive analysis method. The research was conducted at Tahfidz Quran Al-Fath Islamic Middle School with 29 students in class IX as research subjects; 2 subjects were taken to be interviewed about the results of their answers to the critical thinking ability test. Subjects were selected based on specific considerations, namely, students with high mathematical abilities and those with low mathematical abilities. Data collection was carried out using test and interview methods. Based on the analysis results, it was found that the percentage of students who could meet critical thinking according to FRISCO (Focus, Reason, Inference, Situasion, Clarity, dan Overview) criteria increased after game-based learning. There is an increase in critical thinking skills, both students with high mathematical abilities and those with low mathematical abilities. Students with high mathematical abilities have achieved better critical thinking criteria than students who have low mathematical abilities. Pembelajaran berbasis games merupakan model pembelajaran yang mengintegrasikan materi ke dalam permainan (games) sehingga mampu memotivasi siswa untuk berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kemampuan berpikir kritis siswa SMP pada pembelajaran matematika yang menerapkan model pembelajaran berbasis game menggunakan game GEMAS.  Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Penelitian dilakasanakan di SMP Islam Tahfidz Quran Al-Fath dengan subjek penelitian 29 siswa kelas IX, yang diambil 2 subjek untuk diwawancara mengenai hasil jawabannya terhadap tes kemampuan berpikir kritis. Subjek dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu, yakni siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi dan siswa yang memiliki kemmapuan matematika kurang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara. Berdasarkan pada hasil analisis, diperoleh persentase siswa yang mampu memenuhi kriteria berpikir kritis FRISCO (Focus, Reason, Inference, Situasion, Clarity, dan Overview) meningkat setelah pembelajaran berbasis game. Terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis, baik siswa dengan kemampuan matematika tinggi maupun siswa yang memiliki kemampuan matematika rendah. Siswa dengan kemampuan matematika tinggi memiliki ketercapaian kriteria berpikir kritis yang lebih baik dari siswa yang memiliki kemampuan matematika rendah.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENYIAPKAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Nur Agustiani; Ana Setiani; Hamidah Suryani Lukman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26496

Abstract

Abstrak: Pendampingan penyusunan modul ajar kurikulum merdeka dilaksanakan sebagai wadah guru-guru belajar menyusun modul ajar yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran berdiferensiasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mendampingi guru SMP sehingga mampu membuat modul ajar yang sesuai dengan kurikulum merdeka secara mandiri. Kegiatan ini dilakukan di salah satu SMP negeri di Kabupaten Sukabumi, yang melibatkan 19 orang guru. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dalam 3 tahap, yaitu sebelum kegiatan, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi. Metode yang digunakan yaitu pelatihan dan pendampingan. Sebagai hasil dari pendampingan ini yaitu setiap guru membuat modul ajar. Sistem evaluasi pada kegiatan pengabdian ini melalui pengecekan hasil modul ajar yang dirancang oleh guru. Tugas penyusunan modul ajar yang dikumpulkan menunjukkan bahwa sekitar 92% modul ajar sudah sesuai dengan komponen modul ajar kurikulum merdeka.Abstract: Mentoring in the preparation of independent curriculum teaching modules is carried out as a forum for teachers to learn to prepare teaching modules that can be implemented in differentiated learning. The purpose of this community service activity is to assist junior high school teachers so that they can independently create independent curriculum teaching modules. This activity was carried out in one of the public junior high schools in Sukabumi Regency, involving 19 teachers. The implementation of this service was carried out in 3 stages, namely before the activity, implementation, and supervision and evaluation. The methods used are training and mentoring. As a result of this mentoring, each teacher creates a teaching module. The evaluation system in this community service activity is through checking the results of the teaching modules designed by the teacher. The collected teaching module preparation assignments showed that around 92% of the teaching modules were appropriate.