Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pelatihan Implementasi Pendidikan Karakter dalam Upaya Penerapan Perilaku Hidup Bersih Sehat di SDN Betahwalang Sari Yustiana; Muhamad Afandi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.3681

Abstract

                                                          ABSTRACTCharacter education is one of the important things implemented in schools, because one of the essences of school is to form character. One of the characteristics that can be applied is Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) its mean clean and healthy living behavior. Even though it is important, PHBS is not a priority for implementing character in schools. Therefore, it is necessary to carry out training on the application of character education in efforts to implement PHBS. Training is carried out in 5 stages:  preparation, planning, material development, implementation and evaluation. The result of this training is that teachers understand the implementation of PHBS, and are also able to guide students. Apart from that, students also understand about PHBS and can apply it at school. It is hoped that teachers and students will carry these habits into society, so that a society will be created that is aware of clean and healthy living behavior.Keywords: Character education, PHBS, elementary school.                                                          ABSTRAKPendidikan Karakter merupakan salah satu hal penting yang diterapkan di sekolah, karena salah satu hakekat dari sekolah ialah membentuk karakter. Salah satu karakter yang bisa diterapkan ialah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Meskipun penting, PHBS sendiri kurang menjadi prioritas penerapan karakter di sekolah. Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan tentang penerapan Pendidikan karakter dalam Upaya penerapan PHBS. Pelatihan dilakukan dalam 5 tahap, yaitu tahap persiapan, perencanaan, pengembangan materi, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari pelatihan ini ialah guru telah memahami mengenai penerapan PHBS, dan juga telah dapat membimbing siswa. Selain itu, siswa juga memahami tentang PHBS dan dapat menerapkannya di sekolah. Diharapkan guru dan siswa, akan membawa kebiasaan tersebut di masyarakat, sehingga akan tercipta masysrakat yang sadar akan perilaku hidup bersih dan sehat.Kata Kunci: Pendidikan karakter, PHBS, Sekolah Dasar
Analysis of the Internship Program "Merdeka Belajar Kampus Merdeka" Perspectives of Primary School Teachers’ Teaching Readiness Muhamad Afandi; Sari Yustiana; Sri Wahyuningsih
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 1 (2022): June 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.8071

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to analyze the “Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)” program from the perspective of teachers’ teaching readiness. The study used a qualitative approach carried out at one elementary school in Wonosobo Regency, Central Java during the early days of learning activities from August to December 2021. Data were collected through observation, interviews, and questionnaires distributed to participants, which included teachers, students, and pre-service elementary school teachers of Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Besides, the secondary data were obtained from books, journal articles, and other sources. The findings revealed that relating to teachers’ teaching readiness, there were 40% of educators mastered the concept of the MBKM program, while another 60% of them understood the term MBKM program from the existing information provided by media. In mastering Information and Communication Technology (ICT), 63% of educators stated that they had mastered ICT and were accustomed to using some social media for learning activities, while 37% of educators had not mastered ICT well but they only used ICT for certain purposes such as teaching the MBKM program although with a relatively low understanding.Keywords: merdeka belajar, internship program, teachers’ readiness, primary school. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) dari perspektif kesiapan mengajar guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah pada masa-masa awal kegiatan pembelajaran, yaitu Agustus-Desember 2021. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket kepada partisipan yang meliputi guru, siswa, dan mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung Semarang sebagai calon guru SD. Selain itu, data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan sumber lainnya. Hasil temuan mengungkapkan bahwa terkait kesiapan guru dalam mengajar, terdapat 40% pendidik yang menguasai konsep program MBKM, sedangkan 60% lainnya hanya memahami istilah program MBKM dari media informasi yang ada. Dalam penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), 63% pendidik menyatakan telah menguasai TIK dan terbiasa menggunakan beberapa media sosial untuk kegiatan pembelajaran, sedangkan 37% pendidik belum menguasai TIK dengan baik, hanya menggunakan TIK untuk tujuan tertentu seperti mengajar dan berkomunikasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa para pendidik sudah siap mengajar dalam program MBKM meskipun dengan pemahaman yang relatif rendah.Kata kunci: merdeka belajar, program magang, kesiapan guru, sekolah dasar.