Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENDAMPINGAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL Yulina Ismiyanti; Muhamad Afandi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.431 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6462

Abstract

Abstrak: Pengabdian masyarakat ini bertujuan mendampingi guru dalam pembuatan media pembelajaran berbasis kearifan lokal sesuai materi ajar dan karakteristik siswa. Metode yang digunakan dalam penyampian materi pengabdian masyarakat adalah picture and picture. Tahapan pelaksanaan pengabdian setiap pertemuan meliputi penyampaian tujuan, penyajian materi, penyajian gambar-gambar sebagai contoh nyata, presentasi hasil karya, dan membuat kesimpulan. Peserta pengabdian berjumlah 18 orang guru SD Genuksari 02. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes dan wawancara. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 5 kali pertemuan dari tanggal 15 Februari sampai 14 Maret 2020. Hasil pretest dengan rata-rata 48,8 meningkat setelah pendampingan dengan rata-rata 79,3. Sehingga metode "picture and picture" meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan media berbasis kearifan lokal. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini dikhususkan untuk 18 guru SD Genuksari 02. Nilai-nilai kearifan lokal yang dimaksud mencakup Indonesia. Kegitan pengabdian ini dapat menjadi reverensi kegiatan pengabdian selanjutnya dengan cakupan subjek yang lebih luas. Kegiatan pengabdian ini berkontribusi (1) memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal melalui media pembelajaran; (2) memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran agar lebih konkrit. Abstract: This community service aims to assist teachers in making learning media based on local wisdom according to teaching materials and student characteristics. The method used in delivering community service materials is picture and picture. The service participants were 18 teachers of Genuksari 02 Elementary School. Data was collected through test and interview techniques. The data analysis used is descriptive quantitative and qualitative. Service activities were carried out for 5 meetings from February 15 to March 14, 2020. The results of the pretest with an average of 48.8 increased after mentoring with an average of 79.3. So the "picture and picture" method improves the ability of teachers in making media based on local wisdom. The conclusion of this service activity is devoted to 18 teachers of the Genuksari 02 Elementary School. The values of local wisdom in question include Indonesia. This service activity can be a reference for further service activities with a wider subject coverage. This service activity contributes (1) to introducing and preserving local culture through learning media; (2) facilitate teachers in delivering learning materials to be more concrete 
PENGEMBANGAN MEDIA ULAR TANGGA PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS III SD NEGERI SRIKATON 02 Denissa Febriyanti Widyaningrum; Muhamad Afandi; Sari Yustiana
EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2022): EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/eds.v6n2.p170-178

Abstract

Pembelajaran matematika yang dilaksanakan di kelas III SD Negeri Srikaton 02 masih sebatas menggunakan buku dan menggunakan metode pembelajaran konvensional, sehingga hal tersebut membuat siswa merasa bosan dan bahkan mengantuk pada saat mengikuti pembelajaran. Penelitian ini berfokus pada pengembangan media ular tangga perkalian dan pembagian pada mata pelajaran matematika siswa kelas III di SD Negeri Srikaton 02. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran yang dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran, serta untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan keefektifannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk media pembelajaran ular tangga perkalian dan pembagian dinyatakan “ sangat layak” yang dibuktikan dengan hasil validasi oleh validator pertama dengan skor 68 dengan presentase sebesar 90% dan hasil validasi validator pertama memperoleh skor 67 dengan presentase sebesar 89%. Produk media pembelajaran ular tangga perkalian dan pembagian termasuk berada dalam kategori “Sangat Praktis” yang dibuktikan hasil angket respon siswa yang memperoleh presentase sebesar 87% serta hasil respon guru yang memperoleh presentase sebesar 86%. Produk media pembelajaran ular tangga perkalian dan pembagian dinyatakan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut ditunjukkan pada Peningkatan hasil belajar yang diperoleh siswa dari 48 ke 78 dimana nilai 78 tersebut melebihi KKM sekolah sebesar 72. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan uji Paired sample t-test diperoleh nilai signifikansi (2.tailed) sebesar 0,000 dimana nilai tersebut < 0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media ular tangga perkalian dan pembagian.
ANALISIS SOAL UAS GASAL 2017/2018 PKN KELAS VI SD DI UPTD PENDIDIKAN GENUK SEMARANG Muhamad Afandi; Itsna Iin Nazilah
Tunjuk Ajar: Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jta.v1i2.103-115

Abstract

The purpose of this research is to find out the quality of the exam questions of UAS Gasal 2017-2018 PKn Class VI Elementary School in the Genuk Semarang Education UPTD based on, among others: validity, reliability, level of difficulty, distinguishing power, and deceptive analysis. The results of the study are valid (76%) and invalid (24%) means that the odd UAS given to students can measure the ability of students, reliability there are numbers 1 to 50 coefficients of 0.48 which are criteria enough to mean the odd UAS questions given to participant students can measure the ability of students, difficulties are (54%) criteria are being and (28%) easy criteria means that the problem of odd UAS cannot distinguish the ability of students with high and low ability as well as measuring the ability of students, the distinguishing ability is (52%) the criteria are enough that the odd UAS questions given to students can measure students' abilities, and there are (98%) misleading analysis which is not good, meaning that the repetition of the exam on the odd semester is not good enough. the criteria that have been obtained data processing of students' learning outcomes can be known criteria of validity, reliability, level of difficulty, distinguishing power, and deception analysis.
ANALISIS GENERAL LIFE SKILL (GLS) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAIUPAYAPENANAMANPENDIDIKAN KARAKTER SISWA KELAS IVDI SDIQU AL-BAHJAH CIREBON Wikoyatuz Zahroh; Muhamad Afandi; Jupriyanto .
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.046 KB)

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang dari pentingnya diintegrasikan general life skill terutama dalam pendidikan kewarganegaraan dalam rangka penanaman pendidikan karakter peserta didik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana bentuk general life skill dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya penanaman pendidikan karakter siswa Kelas IV SDIQu Al-Bahjah Cirebon dan apa saja faktor pendukung dan penghambat general life skill dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya penanaman pendidikan karakter siswa kelas IV SDIQu Al-Bahjah Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan kualitatif yang bertumpu padadata primer dan data sekunder. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka diperoleh hasil yaitu bentuk general life skilldalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya penanaman pendidikan karakter siswa kelas IV SDIQu Al-Bahjah Cirebon ialah guru mengintegrasikan GLS dalam pembelajaran PKN kemudian diperoleh beberapa karakter mendasar dari nilai-nilai pendidikan kewarganagaraan seperti karakter pembela, penjaga, maupun rela berkorban, disiplin,dan semua itu dibangun dalamgeneral life skill sebagai sebuah kecakapan personal. Adapun general life skill sebagai kecakapan sosial seperti karakter saling membantu, bekerjasama dan lain sebagainya.Adapun faktor pendukung dan penghambat general life skill dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya penanaman pendidikan karakter siswa kelas IV SDIQu Al-Bahjah Cirebon ialah pada faktor pendukung yaitu sekolah dengan segala perangkatnya (kepala sekolah dan guru) yang menyediakan sarana serta menjadi pengawas peserta didik.Adapun faktor penghambatnya ialah orang tua peserta didik, yang cenderung tidak memperhatikan pengembangan karakter anak di rumah. Kata Kunci: Generallife skill, PKN, Pendidikan Karakter.
Assistance in The Use of Traditional Games to Improve Numeracy Literacy SDN Karangroto 03 Rida Fironika Kusumadewi; Nulyah Ulia; Adek Candra Nur Wijayanti; Yunita Sari; Muhamad Afandi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i3.82332

Abstract

Literasi numerasi dan matematika merupakan dua hal yang berbeda. Literasi numerasi mencakup penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan matematika hanya konsep rumus penyelesaian soal secara singkat. Dalam menerapkan pembelajaran literasi numerasi, diperlukan media pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Salahsatu media pembelajaran yang efektif digunakan untuk menunjang pembelajaran tersebut adalah dengan menggunakan permainan tradisional, contohnya engklek. Kondisi di lapangan dalam penerapan literasi numerasi belum keseluruhan dapat menerapkan. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa terkait literasi numerasi dan penerapan belajar sambil bermain menggunakan media pembelajaran. Metode yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan pelatihan pendampingan pembelajaran menggunakan media pembelajaran berupa permainan engklak yang dikaitkan dengan literasi numerasi. Kegiatan ini melibatkan Dosen PGSD FKIP Unissula, mahasiswa dan para guru.
Pelatihan Implementasi Pendidikan Karakter dalam Upaya Penerapan Perilaku Hidup Bersih Sehat di SDN Betahwalang Sari Yustiana; Muhamad Afandi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.3681

Abstract

                                                          ABSTRACTCharacter education is one of the important things implemented in schools, because one of the essences of school is to form character. One of the characteristics that can be applied is Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) its mean clean and healthy living behavior. Even though it is important, PHBS is not a priority for implementing character in schools. Therefore, it is necessary to carry out training on the application of character education in efforts to implement PHBS. Training is carried out in 5 stages:  preparation, planning, material development, implementation and evaluation. The result of this training is that teachers understand the implementation of PHBS, and are also able to guide students. Apart from that, students also understand about PHBS and can apply it at school. It is hoped that teachers and students will carry these habits into society, so that a society will be created that is aware of clean and healthy living behavior.Keywords: Character education, PHBS, elementary school.                                                          ABSTRAKPendidikan Karakter merupakan salah satu hal penting yang diterapkan di sekolah, karena salah satu hakekat dari sekolah ialah membentuk karakter. Salah satu karakter yang bisa diterapkan ialah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Meskipun penting, PHBS sendiri kurang menjadi prioritas penerapan karakter di sekolah. Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan tentang penerapan Pendidikan karakter dalam Upaya penerapan PHBS. Pelatihan dilakukan dalam 5 tahap, yaitu tahap persiapan, perencanaan, pengembangan materi, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari pelatihan ini ialah guru telah memahami mengenai penerapan PHBS, dan juga telah dapat membimbing siswa. Selain itu, siswa juga memahami tentang PHBS dan dapat menerapkannya di sekolah. Diharapkan guru dan siswa, akan membawa kebiasaan tersebut di masyarakat, sehingga akan tercipta masysrakat yang sadar akan perilaku hidup bersih dan sehat.Kata Kunci: Pendidikan karakter, PHBS, Sekolah Dasar