Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS GENERAL LIFE SKILL (GLS) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAIUPAYAPENANAMANPENDIDIKAN KARAKTER SISWA KELAS IVDI SDIQU AL-BAHJAH CIREBON Wikoyatuz Zahroh; Muhamad Afandi; Jupriyanto .
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.046 KB)

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang dari pentingnya diintegrasikan general life skill terutama dalam pendidikan kewarganegaraan dalam rangka penanaman pendidikan karakter peserta didik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana bentuk general life skill dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya penanaman pendidikan karakter siswa Kelas IV SDIQu Al-Bahjah Cirebon dan apa saja faktor pendukung dan penghambat general life skill dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya penanaman pendidikan karakter siswa kelas IV SDIQu Al-Bahjah Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan kualitatif yang bertumpu padadata primer dan data sekunder. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka diperoleh hasil yaitu bentuk general life skilldalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya penanaman pendidikan karakter siswa kelas IV SDIQu Al-Bahjah Cirebon ialah guru mengintegrasikan GLS dalam pembelajaran PKN kemudian diperoleh beberapa karakter mendasar dari nilai-nilai pendidikan kewarganagaraan seperti karakter pembela, penjaga, maupun rela berkorban, disiplin,dan semua itu dibangun dalamgeneral life skill sebagai sebuah kecakapan personal. Adapun general life skill sebagai kecakapan sosial seperti karakter saling membantu, bekerjasama dan lain sebagainya.Adapun faktor pendukung dan penghambat general life skill dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya penanaman pendidikan karakter siswa kelas IV SDIQu Al-Bahjah Cirebon ialah pada faktor pendukung yaitu sekolah dengan segala perangkatnya (kepala sekolah dan guru) yang menyediakan sarana serta menjadi pengawas peserta didik.Adapun faktor penghambatnya ialah orang tua peserta didik, yang cenderung tidak memperhatikan pengembangan karakter anak di rumah. Kata Kunci: Generallife skill, PKN, Pendidikan Karakter.
Assistance in The Use of Traditional Games to Improve Numeracy Literacy SDN Karangroto 03 Rida Fironika Kusumadewi; Nulyah Ulia; Adek Candra Nur Wijayanti; Yunita Sari; Muhamad Afandi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i3.82332

Abstract

Literasi numerasi dan matematika merupakan dua hal yang berbeda. Literasi numerasi mencakup penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan matematika hanya konsep rumus penyelesaian soal secara singkat. Dalam menerapkan pembelajaran literasi numerasi, diperlukan media pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Salahsatu media pembelajaran yang efektif digunakan untuk menunjang pembelajaran tersebut adalah dengan menggunakan permainan tradisional, contohnya engklek. Kondisi di lapangan dalam penerapan literasi numerasi belum keseluruhan dapat menerapkan. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa terkait literasi numerasi dan penerapan belajar sambil bermain menggunakan media pembelajaran. Metode yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan pelatihan pendampingan pembelajaran menggunakan media pembelajaran berupa permainan engklak yang dikaitkan dengan literasi numerasi. Kegiatan ini melibatkan Dosen PGSD FKIP Unissula, mahasiswa dan para guru.
Pelatihan Implementasi Pendidikan Karakter dalam Upaya Penerapan Perilaku Hidup Bersih Sehat di SDN Betahwalang Sari Yustiana; Muhamad Afandi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.3681

Abstract

                                                          ABSTRACTCharacter education is one of the important things implemented in schools, because one of the essences of school is to form character. One of the characteristics that can be applied is Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) its mean clean and healthy living behavior. Even though it is important, PHBS is not a priority for implementing character in schools. Therefore, it is necessary to carry out training on the application of character education in efforts to implement PHBS. Training is carried out in 5 stages:  preparation, planning, material development, implementation and evaluation. The result of this training is that teachers understand the implementation of PHBS, and are also able to guide students. Apart from that, students also understand about PHBS and can apply it at school. It is hoped that teachers and students will carry these habits into society, so that a society will be created that is aware of clean and healthy living behavior.Keywords: Character education, PHBS, elementary school.                                                          ABSTRAKPendidikan Karakter merupakan salah satu hal penting yang diterapkan di sekolah, karena salah satu hakekat dari sekolah ialah membentuk karakter. Salah satu karakter yang bisa diterapkan ialah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Meskipun penting, PHBS sendiri kurang menjadi prioritas penerapan karakter di sekolah. Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan tentang penerapan Pendidikan karakter dalam Upaya penerapan PHBS. Pelatihan dilakukan dalam 5 tahap, yaitu tahap persiapan, perencanaan, pengembangan materi, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari pelatihan ini ialah guru telah memahami mengenai penerapan PHBS, dan juga telah dapat membimbing siswa. Selain itu, siswa juga memahami tentang PHBS dan dapat menerapkannya di sekolah. Diharapkan guru dan siswa, akan membawa kebiasaan tersebut di masyarakat, sehingga akan tercipta masysrakat yang sadar akan perilaku hidup bersih dan sehat.Kata Kunci: Pendidikan karakter, PHBS, Sekolah Dasar