Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penerapan Terapi Mindfulness Pada Pasien Yang Mengalami Kecemasan Post Operasi Sectio Caesarea Zahra Aulia; Tin Utami; Fahmi Ayatun
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.441

Abstract

Latar Belakang: Sectio caesarea (SC) merupakan salah satu metode persalinan yang umum digunakan ketika persalinan pervaginam tidak memungkinkan. Meskipun prosedur ini relatif aman secara medis, banyak ibu pasca operasi SC mengalami kecemasan akibat berbagai faktor, seperti ketidakmampuan merawat bayi, peran ganda sebagai ibu dan pekerja, serta minimnya dukungan sosial. Salah satu intervensi non-farmakologis yang efektif dalam mengatasi kecemasan adalah terapi mindfulness. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi mindfulness terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien post operasi sectio caesarea. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada satu pasien post operasi SC dengan gejala ansietas di Ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Intervensi mindfulness dilakukan selama 3 hari, masing-masing dua kali sehari selama 15 menit. Pengukuran kecemasan dilakukan menggunakan Zung Self-rating Anxiety Scale (ZSAS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Pasien menunjukkan penurunan skor kecemasan dari 55 (kategori sedang) menjadi 40 (kategori ringan) setelah diberikan terapi mindfulness. Secara subjektif, pasien merasa lebih tenang, ikhlas, dan termotivasi. Secara objektif, terdapat penurunan denyut nadi dan tanda-tanda fisik kecemasan. Kesimpulan: Terapi mindfulness efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien post operasi sectio caesarea. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai alternatif non-farmakologis untuk mendukung pemulihan psikologis ibu pasca persalinan.
The Effect of Breast Care Actions on Infant Breast Milk Adequacy in Post-Partum Mothers at the Banyumas Regional General Hospital Eka Susi Indriani Eka; Tin Utami; Linda Yanti
PROMOTOR Vol. 7 No. 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i2.590

Abstract

Breast milk plays an important role in a child's growth and development. Breast milk is the ideal food for infants that provides age-appropriate nutrients, immunological factors and anti-bacterial substances. A baby's growth is greatly influenced by the release of breast milk. Rapid growth can occur at the age of 2 weeks, 6 weeks and 3 months at which time more breast milk is needed. The adequacy of breast milk produced by post partum mothers is one of the needs for infants, the lack of breastfeeding will have an impact on infant growth and development. One of the efforts that can be made to increase the smooth production of breast milk is breast care. Quasy Experimental research design with One Group Pre Test-Post Test Design type. The sample in this study were 24 respondents using accidental sampling technique. Data analysis was determined by pairedsample t-test. The results of the paired sample t- test, showed a p-value of 0.000 (p <0.05), so it can be concluded that there is a significant influence, breast care actions on the adequacy of infant breast milk in post partum mothers at Banyumas Hospital. This study is expected to add information to mothers about the effect of breast care actions on the adequacy of infant breast milk in post partum mothers.
Pengaruh Guided Imagery Terhadap Skala Nyeri pada Pasien Post Operasi Fraktur di RSUD Ajibarang Rizki Fauzi; Wilis Sukmaningtyas; Tin Utami
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20747

Abstract

ABSTRACT Surgery is the most common solution for fracture patients. Pain during fracture surgery, which is often felt two hours after the procedure, is one of the most common complaints expressed by patients. For those who suffer from pain, the application of non-pharmacological methods has a major influence on pain management. Guided imagery is one of the most popular non-pharmacological pain management methods. The purpose of this study was to determine the effect of guided imagery on the pain scale in patients who had undergone fracture surgery at Ajibarang Hospital. This research method was a pre-experimental with one group pre-post test design. The sampling technique used was purposive sampling of 38 post-fracture surgery respondents. Before and after guided imagery therapy, the pain scale was measured using a numeric rating scale (NRS). With a p value of 0.000, the findings indicate that guided imagery therapy has an impact on the pain scale in patients who have undergone fracture surgery. As a result, in addition to medical therapy, guided imagery therapy can be used as an additional method for pain management. Keywords : Guided Imagery, Pain, Fracture, Post-Operative  ABSTRAK Operasi merupakan solusi yang paling sering digunakan bagi penderita patah tulang. Rasa nyeri selama operasi patah tulang, yang sering kali dirasakan dua jam setelah prosedur, merupakan salah satu keluhan yang paling sering diutarakan oleh pasien. Bagi mereka yang menderita nyeri, penerapan metode nonfarmakologis memiliki pengaruh yang besar terhadap penanganan nyeri. Guided imagery merupakan salah satu metode penanganan nyeri nonfarmakologis yang paling populer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh guided imagery terhadap skala nyeri pada pasien yang telah menjalani operasi fraktur di RSUD Ajibarang. Metode penelitian ini adalah pra eksperimen dengan one group pre-post test design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive samplingsebanyak 38 responden post operasi fraktur. Sebelum dan setelah terapi imajinasi terbimbing, skala nyeri diukur menggunakan numeric rating scale (NRS). Dengan nilai p 0,000, temuan tersebut menunjukkan bahwa terapi imajinasi terbimbing berdampak pada skala nyeri pada pasien yang telah menjalani operasi fraktur. Hasilnya, selain terapi medis, terapi imajinasi terbimbing dapat digunakan sebagai metode tambahan untuk manajemen nyeri. Kata Kunci: Guided Imagery, Nyeri, Fraktur, Post Operasi
Efektivitas Breast Care Pada Ibu Post Sectio Caesarea Terhadap Produksi ASI Di Ruang Mawar RSUD Kardinah Tegal Nabila Nasywa Nanda Trisula; Tin Utami; Elok Faola
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.373

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) pada ibu postpartum dengan persalinan sectio caesarea sering mengalami hambatan akibat nyeri luka operasi, gangguan keseimbangan hormon oksitosin dan prolaktin, serta kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyusui dan perawatan payudara. Kondisi ini dapat mengganggu proses laktasi dan menurunkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas breast care dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum post sectio caesarea. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada satu subjek, yaitu Ny. E, ibu postpartum yang mengalami ketidakefektifan menyusui. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi selama 2 × 24 jam, mengikuti tahapan proses keperawatan mulai dari pengkajian hingga evaluasi. Hasil studi menunjukkan bahwa pada hari pertama ASI belum keluar secara optimal, dengan tanda bendungan payudara dan aliran ASI yang belum tampak. Setelah dilakukan breast care secara teratur, terjadi peningkatan produksi ASI yang ditandai dengan keluarnya tetesan ASI pada hari kedua, hingga munculnya pancaran ASI pada kedua payudara. Intervensi ini juga meningkatkan kenyamanan serta kepercayaan diri ibu dalam menyusui. Kesimpulannya, breast care terbukti efektif dalam meningkatkan produksi dan kelancaran ASI pada ibu postpartum dengan persalinan sectio caesarea, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang mendukung keberhasilan menyusui.
Efektivitas Breast Care Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Postpartum : Studi Intervensi Putri Aziizah Thurfah; Tin Utami
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.686

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) terbukti meningkatkan kesehatan neonatal, namun sering terkendala produksi Air Susu Ibu (ASI) tidak adekuat sehingga ASI terbendung. Bendungan ASI dapat menyebabkan komplikasi seperti engorgement dan mastitis, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologi yaitu perawatan payudara dan pijat payudara (Breast Care). Tujuan penelitian ini yaitu menguji efektivitas intervensi breast care terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu postpartum. Metode yang digunakan yaitu studi kasus intervensi (case-multiple) pada tiga ibu postpartum yang di rawat di ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Intervensi yang dilakukan yaitu Breast Care pada ibu postpartum yang mengalami masalah keperawatan utama menyusui tidak efektif. Intervensi dilakukan selama tiga hari pada tanggal 13-15 Januari 2026, dengan pelaksanaan intervensi dua sesi per hari, durasi setiap sesi 10-15 menit. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi asuhan keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masalah menyusui yang sebelumnya tidak efektif telah berhasil diatasi. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan suplai ASI, ibu tampak lebih rileks dengan data subjektif dan objektif yang menunjukkan keluhan payudara keras dan bengkak membaik. Kesimpulan penelitian ini yaitu Breast care efektif meningkatkan produksi ASI, sehingga direkomendasikan untuk mendukung IMD dan mengurangi risiko postpartum. Meskipun pada Ny. W ASI yang keluar tidak selancar Ny. K dan Ny.D yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti Ny.D dirawat gabung dengan bayinya sedangkan pada Ny.W dan Ny. K dirawat terpisah dengan bayinya karena dibutuhkan perawatan intensif.