Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DEEP LEARNING AS A PATHWAY TO PEDAGOGICAL TRANSFORMATION IN INDONESIA Purnamasari, Uci; Siahaya, Agusthina; Ambarita, Jenri
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v18i1.1229

Abstract

This study examines the implementation of deep learning in Indonesia’s education system and evaluates its effectiveness in fostering students’ critical thinking, problem-solving, creativity, and selfreflection. The central argument highlights the need for a pedagogical shift from rote memorization to understanding and application to achieve meaningful educational outcomes. Using a qualitative literature review and thematic analysis, the study identifies patterns, impacts, and challenges specific to Indonesia. Findings reveal that although deep learning strategies are emerging, traditional methods prevail. Key factors for successful implementation include institutional readiness, teacher training, and supportive policies. Major barriers are limited teacher competence, insufficient technological infrastructure, and assessments that emphasize memorization. The study concludes that integrating mindful, meaningful, and joyful learning is crucial for student engagement. Policy reforms, improved technological access, and strengthened teacher professional development are recommended to establish innovative, student-centered learning environments that enhance education quality in Indonesia.
Etika Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pendidikan Agama Kristen: Peran Guru sebagai Pembimbing Iman: Penelitian Febrilianti; Agusthina Siahaya; James Fransinopik
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6732

Abstract

Tujuan: Artikel ini merumuskan kerangka etis-teologis-pedagogis penggunaan artificial intelligence dalam Pendidikan Agama Kristen. Isu ini penting karena AI mulai dipakai untuk menyiapkan bahan ajar, menyusun tugas, memberi umpan balik awal, dan membuka akses pengetahuan keagamaan di ruang digital. Metodologi: Penelitian menggunakan studi literatur kualitatif melalui pembacaan, klasifikasi, dan sintesis artikel jurnal mutakhir tentang AI dalam pendidikan, generative AI, etika AI, dan Pendidikan Agama Kristen. Temuan: AI dapat membantu perencanaan pembelajaran, penyusunan kasus kontekstual, diferensiasi penjelasan, asesmen formatif, dan pengembangan sumber belajar digital. Akan tetapi, AI juga memunculkan risiko ketidakjujuran akademik, ketergantungan, bias, privasi, dan reduksi pembentukan iman menjadi keluaran informasi. Implikasi penelitian: Guru PAK membutuhkan literasi etis agar mampu memverifikasi keluaran AI, merancang tugas yang menjaga proses belajar, dan membimbing peserta didik menggunakan teknologi secara jujur serta reflektif. Orisinalitas: Artikel ini menawarkan lima prinsip praktis penggunaan AI dalam PAK, yaitu martabat manusia, kebenaran, tanggung jawab, hikmat, dan kasih.
Gender dan Seksualitas : Menjawab Tantangan Isu LGBTQ+ Dari Prespektif Pastoral-Edukatif: Penelitian Novembry Patty; Selfiana Kalami; Agusthina Siahaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6605

Abstract

Penelitian ini membahas isu gender dan seksualitas, khususnya LGBTQ+, dalam perspektif pastoral-edukatif Kristen sebagai respons terhadap dinamika sosial kontemporer yang semakin kompleks. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis tantangan yang muncul dalam komunitas gereja dan masyarakat terhadap keberadaan LGBTQ+, sekaligus merumuskan pendekatan pastoral-edukatif yang relevan, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai kekristenan. Metode yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui kajian teologis, pastoral, dan pendidikan Kristen terhadap berbagai literatur yang berkaitan dengan gender, seksualitas, dan pelayanan gerejawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu LGBTQ+ memerlukan respons gereja yang tidak hanya menekankan aspek doktrinal, tetapi juga menghadirkan pendampingan pastoral yang edukatif, dialogis, dan penuh kasih. Pendekatan pastoral-edukatif dipandang penting untuk membangun pemahaman yang lebih utuh mengenai martabat manusia sebagai ciptaan Allah, sekaligus menolong gereja menghadirkan ruang pembinaan iman yang inklusif, reflektif, dan bertanggung jawab di tengah perkembangan isu gender dan seksualitas dalam masyarakat kontemporer.
The Design of an Ecotheology-Based Christian Religious Education Curriculum: Integrating Environmental Stewardship Values into a Love-Based Curriculum Febrilianti Febrilianti; Misye Waliana; Eurene M Lefta; Willy Thenu; Agusthina Siahaya
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 4 (2026): August
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i4.1732

Abstract

The global ecological crisis, reflected in deforestation, pollution, climate change, and environmental degradation, is driven not only by technological and economic factors but also by an anthropocentric worldview that regards nature merely as an object for human exploitation. This study aims to formulate a Christian Religious Education curriculum design based on ecotheology within the framework of the Love-Based Curriculum. A descriptive-analytical literature review method was employed by integrating biblical-theological foundations, educational theories, and findings from previous studies relevant to ecological education and faith formation. The analysis demonstrates that ecotheology challenges anthropocentric interpretations of Scripture and reaffirms humanity’s vocation as faithful stewards entrusted with God’s creation. At the same time, the Love-Based Curriculum broadens the understanding of Christian love by emphasizing responsibility not only toward God and fellow human beings but also toward the natural environment. The integration of these two perspectives produces a holistic curriculum that nurtures ecological faith through the development of theological understanding, environmental awareness, compassionate attitudes, and practical actions for environmental conservation. Consequently, environmental stewardship is understood as an expression of obedience to God, responsible discipleship, and tangible love for others. This curriculum model is expected to strengthen Christian education by fostering learners who demonstrate both spiritual maturity and ecological responsibility in responding to contemporary environmental challenges.
Hakikat Imago Dei dalam Pendidikan Karakter Kristen: Analisis Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat Meldy Berhitu; Helleri Sitinjak; Agusthina Siahaya
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 9 (2025): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i9.4250

Abstract

Pendidikan kontemporer saat ini menghadapi tantangan besar berupa pergeseran ke arah pragmatisme yang hanya mengejar standar industri, sehingga sering kali mengabaikan martabat dan panggilan hidup manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat manusia sebagai Imago Dei (Gambar Allah) dan implikasinya dalam merumuskan praktik pendidikan yang humanis dan bermartabat di tengah tantangan era digital. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), di mana data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui sintesis pemikiran teologis dan pedagogis, termasuk integrasi konsep Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi Imago Dei memerlukan sinergi kolaboratif antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Keluarga sebagai institusi utama harus mampu menyeimbangkan peran kepemimpinan spiritual ayah dan regulasi emosi ibu secara neurologis guna membentengi jalur moral anak dari pengaruh negatif teknologi, sementara sekolah dan masyarakat berperan sebagai ekosistem pendukung membentuk karakter dalam setiap pribadi tanpa diskriminasi akademik maupun sosial. Simpulan dari kajian ini menegaskan bahwa revitalisasi nilai Imago Dei melalui koordinasi keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat krusial untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis dan integritas spiritual. Dengan menempatkan Gambar Allah sebagai pusat orientasi, pendidikan tidak hanya menghasilkan kecerdasan akademis, tetapi juga memulihkan identitas serta panggilan eksistensial peserta didik dalam menjawab tantangan zaman yang dinamis.