Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

DEEP LEARNING AS A PATHWAY TO PEDAGOGICAL TRANSFORMATION IN INDONESIA Purnamasari, Uci; Siahaya, Agusthina; Ambarita, Jenri
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v18i1.1229

Abstract

This study examines the implementation of deep learning in Indonesia’s education system and evaluates its effectiveness in fostering students’ critical thinking, problem-solving, creativity, and selfreflection. The central argument highlights the need for a pedagogical shift from rote memorization to understanding and application to achieve meaningful educational outcomes. Using a qualitative literature review and thematic analysis, the study identifies patterns, impacts, and challenges specific to Indonesia. Findings reveal that although deep learning strategies are emerging, traditional methods prevail. Key factors for successful implementation include institutional readiness, teacher training, and supportive policies. Major barriers are limited teacher competence, insufficient technological infrastructure, and assessments that emphasize memorization. The study concludes that integrating mindful, meaningful, and joyful learning is crucial for student engagement. Policy reforms, improved technological access, and strengthened teacher professional development are recommended to establish innovative, student-centered learning environments that enhance education quality in Indonesia.
Hakikat Imago Dei dalam Pendidikan Karakter Kristen: Analisis Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat Berhitu, Meldy; Sitinjak, Helleri; Siahaya, Agusthina
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 9 (2025): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i9.4250

Abstract

Pendidikan kontemporer saat ini menghadapi tantangan besar berupa pergeseran ke arah pragmatisme yang hanya mengejar standar industri, sehingga sering kali mengabaikan martabat dan panggilan hidup manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat manusia sebagai Imago Dei (Gambar Allah) dan implikasinya dalam merumuskan praktik pendidikan yang humanis dan bermartabat di tengah tantangan era digital. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), di mana data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui sintesis pemikiran teologis dan pedagogis, termasuk integrasi konsep Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi Imago Dei memerlukan sinergi kolaboratif antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Keluarga sebagai institusi utama harus mampu menyeimbangkan peran kepemimpinan spiritual ayah dan regulasi emosi ibu secara neurologis guna membentengi jalur moral anak dari pengaruh negatif teknologi, sementara sekolah dan masyarakat berperan sebagai ekosistem pendukung membentuk karakter dalam setiap pribadi tanpa diskriminasi akademik maupun sosial. Simpulan dari kajian ini menegaskan bahwa revitalisasi nilai Imago Dei melalui koordinasi keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat krusial untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis dan integritas spiritual. Dengan menempatkan Gambar Allah sebagai pusat orientasi, pendidikan tidak hanya menghasilkan kecerdasan akademis, tetapi juga memulihkan identitas serta panggilan eksistensial peserta didik dalam menjawab tantangan zaman yang dinamis.
Dekolonisasi Pendidikan Agama Kristen melalui Pedagogi Kritis Paulo Freire pada Masyarakat Suku Dani fransinopik, james; Lilipory, Anna Novinta; Soplanit, Felani; Sopamena, Gricebeth; Siahaya, Agusthina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6050

Abstract

Sektor pendidikan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya pada masyarakat Suku Dani, memiliki peran krusial dalam menentukan masa depan keadilan sosial dan martabat kemanusiaan di tanah Papua. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa proses pedagogis masih terjebak dalam model banking education yang bersifat opresif, sehingga mengakibatkan dehumanisasi dan alienasi sosiokultural bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pedagogi kritis Paulo Freire dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai instrumen pembebasan bagi masyarakat Suku Dani, mengidentifikasi integrasi kearifan lokal dalam proses kesadaran kritis, serta mengevaluasi implikasinya terhadap upaya rekonsiliasi dan keadilan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka yang membedah literatur primer dan sekunder mengenai teori pembebasan serta realitas empiris di Papua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pedagogi kritis melalui tahap conscientização mampu mentransformasi posisi peserta didik dari objek pasif menjadi subjek sejarah yang memiliki kedaulatan berpikir. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis antara nilai-nilai teologis Kristen dengan kearifan lokal Suku Dani, seperti filosofi Noken dan tradisi Bakar Batu, yang difungsikan sebagai media dialogis inklusif. Faktor pendukung utama dalam reorientasi ini adalah adanya keselarasan antara misi emansipatoris gereja dengan semangat kolektivitas adat, sementara faktor penghambatnya meliputi residu trauma rasisme, marginalisasi struktural, serta rendahnya literasi kritis akibat standarisasi kurikulum yang kaku. Oleh karena itu, diperlukan upaya sistematis dalam mereformasi kurikulum PAK agar lebih kontekstual dan berbasis pada "teks hidup" masyarakat setempat guna mewujudkan Syalom yang holistik dan berkeadilan di Papua Pegunungan.
Etika Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pendidikan Agama Kristen: Peran Guru sebagai Pembimbing Iman: Penelitian Febrilianti; Agusthina Siahaya; James Fransinopik
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6732

Abstract

Tujuan: Artikel ini merumuskan kerangka etis-teologis-pedagogis penggunaan artificial intelligence dalam Pendidikan Agama Kristen. Isu ini penting karena AI mulai dipakai untuk menyiapkan bahan ajar, menyusun tugas, memberi umpan balik awal, dan membuka akses pengetahuan keagamaan di ruang digital. Metodologi: Penelitian menggunakan studi literatur kualitatif melalui pembacaan, klasifikasi, dan sintesis artikel jurnal mutakhir tentang AI dalam pendidikan, generative AI, etika AI, dan Pendidikan Agama Kristen. Temuan: AI dapat membantu perencanaan pembelajaran, penyusunan kasus kontekstual, diferensiasi penjelasan, asesmen formatif, dan pengembangan sumber belajar digital. Akan tetapi, AI juga memunculkan risiko ketidakjujuran akademik, ketergantungan, bias, privasi, dan reduksi pembentukan iman menjadi keluaran informasi. Implikasi penelitian: Guru PAK membutuhkan literasi etis agar mampu memverifikasi keluaran AI, merancang tugas yang menjaga proses belajar, dan membimbing peserta didik menggunakan teknologi secara jujur serta reflektif. Orisinalitas: Artikel ini menawarkan lima prinsip praktis penggunaan AI dalam PAK, yaitu martabat manusia, kebenaran, tanggung jawab, hikmat, dan kasih.