Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Islamika Granada

Pemikiran Pendidikan Islam Ibnu Khaldun Haidar Putra Daulay; Zaini Dahlan; Muhammad Tarmizi; Murali Murali
JURNAL ISLAMIKA GRANADA Vol 1, No 2 (2021): ISLAMIKA GRANADA JANUARI
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/ig.v2i1.18

Abstract

Ibnu Khaldun dikenal sebagai pakar ilmu pengetahuan Islam, sejarah atau sejarawan Muslim, sebagai filsuf, ekonom, politisi dan pendidik. Ia dikenal sebagai bapak sosiologi. Pendidikan tidak hanya sebatas proses belajar mengajar yang dibatasi oleh ruang dan waktu, tetapi lebih luas lagi pendidikan adalah proses di mana peserta didik mampu hidup, menyerap bahkan menangkap peristiwa alam sepanjang zaman. Pemikiran Ibnu Khaldun tentang Pendidikan Islam tidak hanya mementingkan agama saja tetapi juga dalam hal keduniawian, menurutnya, keduanya tidak kalah. Yang penting, keduanya harus diberikan kepada siswa. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa sains dan pendidikan adalah fenomena sosial yang menjadi ciri tipe manusia. Materi pembelajaran menurutnya adalah aqliyah dan naqliyah. Metode yang ditawarkannya sangat relevan dalam pendidikan dunia modern. Pemikirannya tentang pendidikan bisa menjadi rujukan dalam pendidikan dunia modern. Karena yang ia tawarkan sangat mengedepankan teori dan praktik dalam pendidikan harus diterapkan dengan baik, khususnya pendidikan Islam. Karena pendidikan harus bersumber dari alqu'ran dimana ajaran Islam harus diterapkan pada kehidupan realitas. 
Pergumulan Islam Dan Negara di Indonesia Pasca-Kemerdekaan Haidar Putra Daulay; Zaini Dahlan; Azimahrani Hasibuan; Bayu Ismail Nasution
JURNAL ISLAMIKA GRANADA Vol 1, No 2 (2021): ISLAMIKA GRANADA JANUARI
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/ig.v2i1.15

Abstract

Bangsa Indonesia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, telah mengalami masalah serius seperti halnya negara-negara Muslim lainnya mengenai hubungan antara Islam dan negara, yaitu ketika memasuki gerbang kemerdekaan pada tahun 1945. Bukti bahwa posisi Islam dalam masyarakat masih menjadi masalah tercermin antara lain dalam perdebatan Badan Investigasi Bisnis. Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Zyunbi Coosakai) tahun 1945; polemik pada awal 1950-an diikuti dengan perdebatan sengit di Majelis Konstituante dari 1955 hingga 1959. Dan kemudian penerimaan Pancasila sebagai dasar dari pihak manapun, termasuk partai-partai Islam, adalah salah satu syarat untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah. Untuk pembahasan lebih lanjut, tulisan ini disusun dengan tema perjuangan Islam dan negara di Indonesia pasca kemerdekaan. Sub-pembahasan tulisan ini mencakup situasi dan sikap negara Indonesia pasca kemerdekaan, serta situasi dan sikap umat Islam terhadap negara Indonesia pasca kemerdekaan. Yang dimaksud dengan periode pasca kemerdekaan di Indonesia dalam tulisan ini dikategorikan menjadi tiga periode kepemimpinan, yaitu: Periode Orde Lama, Periode Orde Baru, dan Periode Orde Reformasi. Sedangkan yang dimaksud dalam diskusi ini meliputi gagasan dan gerakan sosial politik Islam yang diwakili oleh tokoh-tokoh muslim dan intelektual.