Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN MP-ASI DINI PADA BAYI 0-6 BULAN DI DESA SALIMBATU TAHUN 2023 Irmaningsi, Irmaningsi; Tini, Tini; Busmat, Supriadi; Putri, Rosalin Ariefah
Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Oktober 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/saintekes.v2i4.208

Abstract

Kurangnya air susu ibu adalah salah satu masalah dalam pemenuhan gizi bayi. Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) diperlukan sebagai pengganti air susu agar bayi tetap mendapatkan gizi seimbang. Selain itu kurangnya pengetahuan ibu terhadap MP-Asi Dini juga berdampak buruk bagi tumbuh perkembangan anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian MP-ASI dini pada bayi 0-6 bulan di Desa Salimbatu tahun 2022. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, populasi adalah ibu yang memiliki bayi berusia 0-6 tahun yang diberi MP-Asi Dini. Sampel terdiri dari 28 orang dengan teknik total sampling. Instrumen menggunakan lembar kuisioner, data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square pada taraf signifikan α 0,05. Perhitungan uji chi-square antara pemberian MP-Asi Dini dengan pengetahuan mendapatkan hasil p-value = 0,120 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian MP-Asi Dini pada bayi 0-6 bulan di desa Salimbatu Tahun 2022 secara signifikan. Pada penelitian ini pendidikan tidak berpengaruh dengan perilaku ibu untuk mempertahankan pemberian ASI eksklusif dikarenakan faktor lingkungan dan budaya yang memberikan MP-ASI pada bayinya sebelum usia 6 bulan.
Trends of activity daily life (ADL) and mental health problems among middle-aged and elderly in Indonesia using IFLS 4 and IFLS 5 Lestari, Nur Cahyani Ari; Barkinah, Tut; Utami, Syahrida Wahyu; Wahyuni, Rahmawati; Deananda, Deananda; Putri, Rosalin Ariefah
Science Midwifery Vol 12 No 4 (2024): October: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i4.1731

Abstract

Indonesia is facing an aging society since the proportion of the elderly was almost 10% of the total population. This situation is reflected by the increasing total number of elderlies, dependency ratio, and life expectancy. Aim: This study aimed to describe the distribution of total score of mental health and activity daily life (ADL) among middle age and elderly in Indonesia. This study used pooled data from Indonesia Family Life Survey (IFLS) wave 4 and wave 5. It was conducted in 2007 and 2014. The sample size of this study consisted of middle age (40 to 59 years old) and elderly (60 years old and up). Results: The findings of this study revealed that from 2007 to 2014, the total score of mental health problems was increasing, and also the total score of activity daily life (ADL). Middle age and elderly in Indonesia had an increased number of depressions, but the total majority of them had a higher ability to do daily activity life (ADL). According to an aging population that faced the Indonesian population, this study can describe the increasing number of depressed but increasing their ability of them to do daily activity life (ADL).
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG PADA IBU BALITA DENGAN MASALAH GIZI DI DESA TANJUNG BUKA TAHUN 2023 Saringah, Latifatus; Tini, Tini; Busmat, Supriadi; Putri, Rosalin Ariefah
Aspiration of Health Journal Vol. 1 No. 3: Aspiration of Health Journal, September 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan dalam perbaikan kesehatan masyarakat di Indonesia. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan ibu balita sehingga balita tumbuh kembangnya mengalami hambatan. Penggunaan Booklet dipilih sebagai media pendidikan kesehatan karena memuat banyak tulisan dan gambar dibanding media promosi lainnya. Tujuan penelitian untuk menganalisis efektivitas penggunaan booklet terhadap pengetahuan gizi pada ibu balita di Desa Tanjung Buka 2023. Jenis penelitian quasi experiment dengan desain pretest-postest control group, populasi adalah ibu balita yang berkunjung ke Posyandu. Sampel terdiri dari kelompok intervensi 30 orang dan kontrol 30 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen menggunakan lembar kuisioner, data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Man Whitney pada taraf signifikan α 0,05. Data sebaran tidak homogen pada pengetahuan gizi seimbang sebelum dan sesudah diberikan booklet dengan nilai p-value 0,000 < 0,05 (Uji Homogenitas). Sedangkan pada data pengetahuan gizi sebelum dan sesudah penyuluhan kelompok juga menunjukkan data tidak homogen dengan nilai p-value 0,000 < 0,05 (Uji Homogenitas). Hasil Uji MC Nemar dan Mann Whitney menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan kelompok intervensi dan kelompok kontrol p value (0,001) < nilai α = 0.05. Penggunaan booklet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita daripada penyuluhan kelompok karena dapat merangsang daya ingat dan memberikan informasi kapanpun saat booklet dibaca.
Hubungan pemberian prelakteal dengan kegagalan pemberian ASI selama 6 bulan B/R Haloho, Cristinawati; Imelda Th Patty, Fara; Siregar, Nursyahid; Ariefah Putri, Rosalin; Lushinta, Lidia
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i1.1317

Abstract

PELATIHAN DAN INTERVENSI EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN PERAN REMAJA SEBAGAI FASILITATOR DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI KONSUMSI TABLET Fe Hilda, Hilda; Wahyutri, Endah; Ariefah Putri, Rosalin; Ratnawati, Ratnawati
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.2001

Abstract

Prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia masih tinggi, berkontribusi pada meningkatnya risiko stunting pada generasi berikutnya. Pengetahuan yang rendah mengenai pentingnya konsumsi zat besi menjadi salah satu faktor utama, sehingga pemberdayaan remaja melalui dukungan sebaya diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran gizi dalam mencegah stunting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan stunting dan peran mereka sebagai fasilitator melalui edukasi tablet Fe. Dilaksanakan di SMA Negeri 17 Samarinda, program ini mengintegrasikan kolaborasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, Kelurahan, dan akademisi. Metode intervensi mencakup penyuluhan mengenai stunting dan anemia, minum tablet Fe serempak, serta pelatihan dukungan sebaya. Sebanyak 17 remaja putri dari SMAN 17 berpartisipasi dalam kegiatan ini. Evaluasi pengetahuan peserta dilakukan melalui kuesioner pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan skor pretest rata-rata 77,94 meningkat menjadi 86,76 pada posttest (p <0,001). Korelasi positif yang kuat (r = 0,767) diamati antara hasil pretest dan posttest, menunjukkan keberhasilan intervensi. Disimpulkan bahwa pemberdayaan remaja melalui dukungan sebaya sangat diperlukan untuk mengurangi prevalensi stunting dan anemia. Diharapkan program ini dapat direplikasi di wilayah lain untuk meningkatkan pengetahuan dan  kesadaran kesehatan gizi remaja serta mendukung pencegahan stunting di Indonesia.
Field Massage as a Complementary Therapy to Phototherapy in Neonates with Hyperbilirubinemia Rizki Amelia; Motik, Rachmawati Putri; Hendra, Hendra; Supriadi, Supriadi; Pramono, Joko Sapto; Jasmawati, Jasmawati; Syukur, Nursari Abdul; Raihana, Siti; Ratna Wati; Putri, Rosalin Ariefah; Cholsakhon, Panyada
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 4 No. 4 (2025): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v4i4.429

Abstract

Hyperbilirubinemia is a common neonatal condition requiring prompt treatment to prevent complications. While phototherapy is the standard approach, it has limitations and potential side effects, such as diarrhea, dehydration, skin rashes, retinal damage, hyperthermia, extended hospital stays, maternal-infant separation, and disruptions in breastfeeding. This study aimed to evaluate the effectiveness of Field massage as a complementary therapy to phototherapy in reducing serum bilirubin levels in neonates. Field massage is a gentle manipulation technique performed on the face, chest, abdomen, limbs, and neck to stimulate the vagus nerve and enhance metabolic processes, which is believed to help lower serum bilirubin levels and has shown no negative side effects. This research method used a quasi-experimental study conducted at Abdoel Wahab Sjahranie Hospital from March to June 2024 involving 20 neonates divided into two groups: a treatment group that received Field massage and phototherapy (n = 10) and a control group that only received phototherapy (n = 10). Field massage was administered twice daily at 07:00 and 16:00 for 15–20 minutes, at least one hour after feeding. Statistical analysis was conducted using the Paired T-Test to assess changes in bilirubin levels before and after treatment, while the Independent T-Test was used to compare outcomes between the treatment and control groups. The results of the study showed serum bilirubin levels decreased significantly in both groups, with a greater reduction observed in the treatment group (15.28 ± 3.01 mg/dL to 7.09 ± 1.60 mg/dL, p = 0.000) compared to the control group (15.94 ± 2.88 mg/dL to 8.63 ± 1.57 mg/dL, p = 0.000). Post-intervention analysis confirmed the superior efficacy of the combined therapy (p = 0.043). These results suggest that combining field massage with phototherapy is more effective in reducing bilirubin levels than is phototherapy alone. It was concluded that Field massage enhances phototherapy’s effectiveness in managing neonatal hyperbilirubinemia. Future research should include larger samples and explore additional therapies to reduce bilirubin. Examining phototherapy duration, hospitalization length, and bowel movement frequency could provide deeper insights.
Model Pemberdayaan Kader untuk Keberlanjutan Intervensi Gizi Wahyutri, Endah; Ratnawati, Ratnawati; Hilda, Hilda; Putri, Rosalin Ariefah; Hairiyah, Saibatul
Abdimas Mandalika Vol 5, No 2 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i2.35639

Abstract

Abstract:  This activity aimed to evaluate the effectiveness of a structured cadre empowerment model in enhancing Posyandu cadres' capacity (knowledge, attitude, and practice readiness) for providing supplementary feeding based on local food sources at Mangkupalas Community Health Center, Samarinda City. This participatory empowerment activity involved 55 Posyandu cadres over two months, utilizing training, demonstration, mentoring, and supervision. Evaluation was conducted solely by measuring changes in cadre knowledge and attitude using pre- and post-tests. The program demonstrated significant success in human resource development. The average knowledge score of the cadres increased from 91.6 to 94.0, and the percentage of cadres showing good attitudes increased significantly from 65% to 91%. Conclusion: The cadre empowerment model proved highly effective in improving cadre knowledge and motivation, establishing a strong foundation for the sustained implementation and effectiveness of local food-based PMT programs at the community level.Abstrak: Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas model pemberdayaan kader terstruktur dalam meningkatkan kapasitas kader Posyandu untuk memberikan makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal di Puskesmas Mangkupalas, Kota Samarinda. Aktivitas pemberdayaan partisipatif ini melibatkan 55 kader Posyandu melalui pelatihan, demonstrasi, pendampingan, dan supervisi selama dua bulan. Evaluasi dilakukan dengan mengukur perubahan pengetahuan dan sikap kader melalui pre/post-test. Program ini menunjukkan keberhasilan signifikan. Rata-rata nilai pengetahuan kader meningkat dari 91,6 menjadi 94,0, dan persentase kader dengan sikap baik meningkat dari 65% menjadi 91%. Peningkatan ini memvalidasi efektivitas pelatihan dalam pengembangan sumber daya manusia lokal.
Pemberdayaan kader dan orang tua dalam pencegahan stunting melalui gerakan peduli stunting di Desa Bukit Raya Urnia, Ega Ersya; Putri, Rosalin Ariefah; Wahyuni, Rahmawati; Suryani, Heni; Trinovita, Riana; Syukur, Nursari Abdul; Jasmawati, Jasmawati; Virawati, Dini Indo; Murti, Ni Nyoman; Farpina, Eka
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 8, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v8i1.2993

Abstract

Angka stunting tertinggi di Kalimantan Timur terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara (268 kasus), diikuti Samarinda (194 kasus) dan Balikpapan (179 kasus). Di wilayah Puskesmas Teluk Dalam, prevalensi stunting mencapai 64% (171 kasus), sementara di Desa Bukit Raya terdapat 34 balita stunting, angka ini berada di atas rata-rata kabupaten. Permasalahan utama adalah program penanggulangan stunting yang belum berkesinambungan akibat keterbatasan tenaga kesehatan serta belum adanya penyuluhan kepada orang tua. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menurunkan angka stunting di Desa Bukit Raya melalui dukungan terhadap tenaga kesehatan dalam pelayanan balita, pemberdayaan kader, serta peningkatan pengetahuan orang tua tentang dampak stunting. Solusi yang ditawarkan meliputi edukasi dan pelatihan kader kesehatan serta penyuluhan kepada orang tua untuk meningkatkan kepedulian terhadap stunting. Mitra kegiatan adalah kader kesehatan dan perangkat desa (kepala desa, sekretaris desa, dan kepala dusun) yang berperan sebagai role model dalam keberlanjutan program melalui pembentukan “Gerakan Peduli Stunting”. Target capaian meliputi terbentuknya tim Gerakan Peduli Stunting, peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dari tidak ada menjadi ada, peningkatan kapasitas mitra dalam edukasi stunting hingga 100%, peningkatan capaian pelayanan kesehatan reproduksi dari 66% menjadi 77%, serta peningkatan keterampilan kader dan masyarakat sebagai mentor edukasi stunting dari 0% menjadi 100%.