Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Environmental Science

ANALISIS TREND DAN VARIABILITAS SUHU PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN INDONESIA WPPN-RI 713 Muhammad Yusuf; Maddatuang Maddatuang; Abdul Malik; Irwansyah Sukri
Jurnal Environmental Science Vol 5, No 1 (2022): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.039 KB) | DOI: 10.35580/jes.v5i1.38018

Abstract

ABSTRAKSesuai dengan kondisi cuaca  yang mempengaruhi perairan tertentu, suhu permukaan laut mengalami perubahan intensitas dan sebaran secara spasial dan temporal. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis perubahan suhu permukaan laut secara spasial temporal berdasarkan angin munson dari Tahun 2017 hingga 2021. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan prosedur analisis sistem informasi geografis (SIG) berupa analisis tumpang tindih (overlay) terhadap data citra penginderaan jauh MODIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas suhu permukaan laut tertinggi terjadi pada musim pancaroba I dan II yakni 29.96 – 30.19 oC, sedangkan terendah terjadi pada musim timur 28.80 – 29.72 oC, kecuali pada tahun 2021 terendah pada musim Barat sebesar 29.03 oC. Sebaran suhu pemukaan laut bervariasi dimana intensitas tinggi dominan di Selat Makassar dan Teluk Bone, sedangkan Laut Flores suhunya lebih rendah. SPL menunjukkan variasi intramusim yang signifikan di WPPN-RI 713
PEMETAAN ZONASI DAERAH RAWAN BENCANA LONGSOR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DI DAS JENEBERANG KABUPATEN GOWA Muh Rizal Darwis; Uca Uca; Muhammad Yusuf
Jurnal Environmental Science Vol 3, No 2 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.18 KB) | DOI: 10.35580/jes.v3i2.20080

Abstract

ABSTRAKBencana longsor di Indonesia bisa dijumpai hampir di setiap Daerah Aliran Sungai utamanya pada bagian hulu Daerah Aliran Sungai. Salah satu penyebab terjadinya longsor yaitu kondisi topografi yang sangat curam. Salah satu Daerah Aliran Sungai di Sulawesi Selatan yang memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan adalah Daerah Aliran Sungai Jeneberang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan dan sebaran daerah yang berpotensi longsor di DAS. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan prosedur analisis software Geographic Information System (GIS) berupa analisis tumpang tindih (overlay) faktor–faktor yang berpengaruh terhadap kejadian tanah longsor seperti Jenis batuan, kemiringan lereng, curah hujan, zona kerentanan gerakan tanah, tekstur tanah dan tutupan lahan. Berdasarkan hasil pendugaan kerawanan longsor di DAS Jeneberang, diperoleh tiga tingkat kerawanan longsor yaitu: Tingkat kerawanan rendah dengan luas 30771 Ha (39%) memiliki persebaran di Kecamatan Bontomaranu, Palangga, Bajeng Barombong, Tamalate, dan lain-lain, Tingkat kerawanan sedang dengan luas 38827 Ha (49%) memiliki persebaran di Kecamatan Parangloe, Manuju, Bungaya, Tinggimoncong dan Parigi. Dan tingkat kerawanan tinggi dengan luas 9287 Ha (12%) memiliki persebaran di Kecamatan Tinggimoncong, Parigi dan beberapa daerah di Kecamatan Parangloe dan Manuju.
PEMETAAN POTENSI MATA AIR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) DI DAS MAROS Alfian Hidayat; Muhammad Yusuf; Suprapta HS
Jurnal Environmental Science Vol 4, No 1 (2021): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.679 KB) | DOI: 10.35580/jes.v4i1.23032

Abstract

This study aims to determine the potential of springs in the Maros watershed by utilizing the Geographic Information System (GIS), as well as the distribution of potential springs in the Maros watershed. The parameters used are vegetation density, rainfall, topography, geology, and geohydrology. The data used is secondary data. The data analysis technique is a weighted tiered quantitative analysis by overlapping the spring potential parameter map. So that the results of the physical characteristics that determine the potential of springs in the Maros watershed are obtained, namely vegetation density with a very dense level, rainfall (3,000 - 4,000 mm/year), sloping hill topography to very steep hills and dominated by sedimentary rock types and water basins. soil. The potential level of springs in the Maros watershed in the very low potential level class is 1872.78 Ha (3%) area, then at the low hazard level class is 1505.88 Ha (2%) area, at the medium potential level class is 16257 ,6 Ha (22%), in the high potency class it was 38429.7 Ha (53%) and in the very high potency class it was 15053.7 Ha (21%).
Studi Geografi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Kawasan Hutan Lindung Kecamatan Alu Abdul Mannan; Muhammad Yusuf; Feri Padli; Rusdi Rusdi
Jurnal Environmental Science Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v5i2.46200

Abstract

AbstractSecara garis besar, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemanfaatan Hasil hutan bukan kayu dalam kawasan hutan lindung kecamatan Alu.. Dalam Penelitian ini digunakan kombinasi metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengambilan data survey terrestrial, wawancara dan system informasi geografi. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 67 jenis hasil hutan bukan kayu dalam kawasan hutan lindung yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Terdapat 13 tujuan  Terdapat 13 tujuan pemanfaatan hhbk oleh masyarakat di kecamatan alu yang terdiri dari: 1). tujuan konsumsi; 2). sebagai rempah – Rempah; 3). bahan baku obat-obatan tradisional; 4). penyaluran Hobi; 5). Bahan Baku Perkakas Pertanian / Pertukangan; 6 Bahan Baku Alat Musik tradisional; 7). Alat Berburu hewan liar; 8). Bahan baku makanan /minuman tradisional; 9). tujuan Komersil / dijual; 10). bahan Kelengkapan bangunan rumah; 11). tanaman Pembatas Kebun; 12). peralatan / Perabotan rumah tangga; 13). aksesoris / Perhiasan diri dan rumah tangga. Terdapat empat wilayah dalam kawasan hutan lindung di kecamatan alu yang menjadi lokasi pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yaitu 1). wilayah buttu arawunang – kawo kawong; 2). wilayah buttu arawunang-buttu takkararo; 3). wilayah buttu saragian buttu kembar serta; 4). wilayah pao pao – puppuuring.
KEARIFAN LOKAL DALAM PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN LINDUNG Abdul Mannan; Muhammad Yusuf; Maddatuang Maddatuang; Sulaiman Zhiddiq; Muhammad Ansarullah S Tabbu; Jeddah Yanti
Jurnal Environmental Science Vol 6, No 1 (2023): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v6i1.52926

Abstract

Deforestation is one of the environmental challenges faced by the global community today, and excessive exploitation of forest resources and land conversion are among the causes of this issue. Utilizing local wisdom to preserve the forest's functions is a significant step toward achieving ecological and economic harmony in forest management in Indonesia. This research aims to unveil the local wisdom of the community in utilizing forest and land resources in the Kalumammang village protected forest area. A combination of qualitative and quantitative descriptive methods is employed in this study, using terrestrial survey data collection, interviews, and geographic information systems. The research results indicate that there are two types of forest resource utilization, namely Logging and Non-Timber Forest Products (NTFPs). There are six objectives for land utilization, which include agriculture, plantations, livestock farming, settlements, public facilities, and village social facilities. Local wisdom with conservation value is evident in the use of forest plants for hunting, determining the age of hunted animals, protecting water sources around livestock farming areas, using organic fertilizers, and implementing agroforestry practices in agricultural and plantation land management.Keyword: Protected Forest, Local Wisdom, Forest and Land Resources