Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Blush On Cream Antioksidan Dari Pewarna Alami Ekstrak Buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) Asal Kalimantan Tengah Paramawidhita, Risqika Yuliatantri; Solikha, Sisi; Safitri, Rika Arfiana; Citrariana, Shesanthi
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.19836

Abstract

Blush on merupakan kosmetik dekoratif pemberi rona kemerahan pada pipi, agar wajah tampak terlihat lebih cantik, segar dan berdimensi. Buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) memiliki zat aktif yang terdiri dari fenolik, flavonoid, antosianin dan saponin. Antosianin yang terkandung pada ekstrak buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dapat digunakan sebagai alternatif pewarna alami pada sediaan blush on. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan blush on cream dan untuk mengetahui hasil evaluasi fisik terhadap sediaan. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental yang meliputi pembuatan ekstrak, formulasi sediaan menggunakan ekstrak buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dengan konsentrasi 8%, 9% dan 10% serta evaluasi fisik sediaan yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji oles dan uji daya sebar. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ekstrak buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dapat dibuat dalam bentuk sediaan blush on cream dan hasil evaluasi fisik diperoleh bahwa sediaan dengan konsentrasi 8% berwarna merah muda pucat, konsentrasi 9% berwarna merah muda, dan konsentrasi 10% berwarna merah muda tua, warna yang merata ketika dioleskan ke punggung tangan, sediaan yang homogen, pH 4,6-4,7 dan daya sebar yang memenuhi persyaratan semisolid kategori semistiff yang memiliki syarat daya sebar 3-5 cm, sehingga ketiga formula memenuhi kualitas evaluasi fisik.
The Effect of Simplisia Drying Method on Antioxidant Activity of Senggani Fruit Extract (Melastoma Malabathricum L.) by DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) Shesanthi Citrariana; Risqika Yulia Tantri Paramawidhita; Melliani Melliani
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 19 No 2 (2021): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol19.Iss2.539

Abstract

Senggani fruit (Melastoma Malabathricum L.) contains anthocyanin that functioning as an antioxidant. Anthocyanin are tremendously sensitive to thermal processes which trigger phytochemical or photo-oxidation reactions that can open anthocyanin rings. The objective of this study is to identify the effect of the simplicia drying method on the antioxidant activity of Senggani fruit extract. Senggani fruit extract was prepared by obtaining samples of ripe fruit, dry sorting, washing, wet sorting, and drying using two methods; sunlight and oven at 70oC. After the simplicia was dry, it was blended and sifted until smooth. The fine simplicia was macerated with 96% ethanol and evaporated to gain a crude extract. The crude extract was assessed with reagents for phytochemical screening. Furthermore, the crude extract was examined for antioxidant activity by the DPPH method. This study implies that the simplicia and crude extract of Senggani fruit from drying in sunlight and oven possess different organoleptic properties such as color, smell, and taste. In phytochemical testing with reagents, it was discovered that anthocyanin compounds were unveiled in drying utilizing sunlight while employing an oven at 70oC; no anthocyanins were found. The antioxidant testing of Senggani fruit extract revealed that the drying method employing sunlight had an IC50 value of 18.8 g/mL while the oven temperature of 70oC owned an IC50 value of 28.3 g/mL. Based on the study results, it can be identified that the simplicia drying method affects the antioxidant activity of the Senggani fruit extract. The drying method in the sun produces extracts with greater antioxidant activity while drying in an oven at 70oC results in a degradation process of anthocyanin compounds, thereby decreasing the antioxidant activity of the Senggani fruit extract.
Gambaran Penjualan Obat Swamedikasi di Apotek Karomah Palangka Raya saat Pandemi Covid-19 Tahun 2021 Citrariana, Shesanthi; Paramawidhita, Risqika Yuliatantri
Sinteza Vol. 3 No. 1 (2023): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v3i1.7843

Abstract

Swamedikasi diartikan sebagai pemilihan dan pemanfaatan obat-obatan untuk mengobati gejala atau penyakit yang dikenali sendiri. Provinsi Kalimantan Tengah memiliki prevalensi swamedikasi yang tinggi yaitu 89,46%. Peningkatan minat masyarakat terhadap swamedikasi meningkat karena pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penjualan obat swamedikasi di Apotek Karomah saat pandemi COVID- 19 berlangsung. Pengumpulan data penjualan dilakukan dengan melihat pada SIM (Sistem Informasi Management) berbasis computer pada Juli – Agustus 2021. Hasil penelitian menunjukan bahwa tiga besar penjualan berdasarkan jenis obat di Apotek Karomah berupa Batuk&Flu sebanyak 1956 item (24,48%), Jamu&Minuman sebanyak 1482 item (18,55%), dan Alkes sebanyak 993 item (12,43%). Penjualan sepuluh besar (Top 10) berdasarkan item/ merk obat ditempati oleh komix batuk sebanyak 1236 item, madu TJ sebanyak 718 item, dan masker sebanyak 554 item. Total omzet penjualan pada Bulan Juli adalah Rp 49.068.000,- dan terlihat menurun pada Bulan Agustus Rp 43.944.000,-. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pandemi COVID-19 memberikan dampak penjualan obat swamedikasi di Apotek Karomah Kota Palangka Raya terutama obat-obat yang berkaitan dengan penurunan gejala COVID-19 dan peningkatan imunitas tubuh.