Hestuti Eni
Pusat Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Minyak Dan Gas Bumi, Lembaga Penelitian Minyak Dan Gas Jl Ciledug Raya, Kavling 109 Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarata Selatan 12230

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Rasio Mol Reaktan dan Lama Sulfonasi terhadap Karakteristik Methyl Ester Sulfonic (MES) dari Metil Ester Minyak Sawit Sri Hidayati; Pudji Permadi; Hestuti Eni
agriTECH Vol 36, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.96 KB) | DOI: 10.22146/agritech.10682

Abstract

An experiment of sulfonation process of methyl ester to produce methyl ester sulfonates (MES) was caried out using methyl ester palm oil in factorial design and NaHSO as sulfonating agent with variation of ratio mol NaHSO : methyl ester (1:1.25, 1:1.5, 1:1.75 and 1:2 ) and sulfonation time (3 hour (L1), 4.5 hour (L2) and 6 hour (L3). The result showed that the best sulfonation condition present in 1:1,5 mol ratio and sulfonation time of 4,5 hour. The best characteristic of MES was produced emulsion stability of 68.25%, acid value of 2.57 mg KOH/g, iod value 10.91 g 1od/100 g sample, interfacial tension of 1.806 dyne/cm at MES concentration of 1% (w/w). The optimal salinity occured at concentration of 20.000 ppm which 1FT value of 0.0055 dyne/cm. Heating at a temperature of 800 C for 30 days with the addition of 2 3.ABSTRAKSebuah penelitian tentang proses produksi metil ester sulfonat menggunakan bahan baku metil ester minyak kelapa sawit dilakukan secara faktorial menggunakan NaHSO sebagai agen pensulfonasi dengan variasi rasio mol NaHSO 1:1,25, 1:1,5, 1:1,75 dan 1:2 dan lama sulfonasi.dengan variasi 3; 45; dan 6 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi proses sulfonasi terbaik terdapat pada rasio metil ester dan mol reaktan 1:1,5 dan  lama reaksi  4,5 jam dan suhu reaksi lOOoC yang menghasilkan nilai stabilitas emulsi 68,25%, bilangan asam 2,57 mg KOH/g sampel, bilangan iod 10,91 g 1od/100 g sampel. Konsentrasi metil ester sulfonat MES terbaik untuk menghasilkan 1FT terendah adalah 1% (b/b) yaitu 1,806 dyne/cm, salinitas optimal terjadi pada 20.000 ppm NaCl dengan nilai 1FT 0,0055 dyne/cm. 0,098 dyne/cm.
OPTIMASI PRODUKSI METIL ESTER SULFONAT DARI METIL ESTER MINYAK JELANTAH Sri Hidayati; Natalia Gultom; Hestuti Eni
Reaktor Volume 14, Nomor 2, Oktober 2012
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.905 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.14.2.165-172

Abstract

OPTIMATION OF METHYL ESTER SULFONATES PRODUCTION FROM WASTE COOKING METHYL ESTER. An experiment of sulfonation process of methyl ester to produce methyl ester sulfonates (MES) was caried out using waste palm methyl ester and sulfuric acid as sulfonating agent with variation of H2SO4 concentration (60% (K1), 70% (K2), dan 80% (K3)) and sulfonation time (60 minute (L1), 75 minute (L2) and 90 minute (L3)) using factorial on Randomized Complete Design Block. The experiment result showed the best sulfonation condition present in 80% H2SO4 concentration and sulfonation time of 90 minutes.  The best characteristic of MES is produced showed surface tension of 27.35 dyne/cm, emulsion stability of 89.44%, acid value of 17.72 mg KOH/g and interfacial tension of 0.0361 dyne/cm at MES concentration of 2% in 10,000 ppm salinity water. Sebuah penelitian tentang proses produksi metil ester sulfonat menggunakan minyak bekas kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan H2SO4 sebagai agen pensulfonasi dengan variasi konsentrasi H2SO4 (60% (K1), 70% (K2), dan 80% (K3)) dan lama sulfonasi (60 menit (L1), 75 menit (L2) and 90 menit (L3)) dengan menggunakan faktorial dalam Rancangan Kelompok Teracak Lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi proses sulfonasi terbaik terdapat pada konsentrasi H2SO4 80% dan lama reaksi 90 menit. Karakteristik Metil Ester Sulfonat (MES) terbaik yang dihasilkan memperlihatkan nilai tegangan permukaan 27,35 dyne/cm, stabilitas emulsi 89,44%, nilai bilangan asam antara 17,72 mg KOH/g dan nilai tegangan antar muka pada konsentrasi MES 2% di dalam air dengan salinitas 10.000 ppm yaitu 0,0361 dyne/cm.
ANALISA KARAKTERISTIK SURFAKTAN PADA SPONTANEOUS IMBIBITION DI LAPANGAN “A”, SUMATERA SELATAN Ratu Atikah Balqis; Rini Setiati; Maman Djumantara; Hestuti Eni
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3505

Abstract

Lapangan "A" di Sumatera Selatan adalah salah satu lapangan tua di Indonesia dan pelaksanaan Enhanced Oil Recovery (EOR) menjadi fokus utama. Setelah melewati proses screening metode EOR, injeksi kimia merupakan metode terbaik yang dapat diimplementasikan dan makalah ini menunjukkan analisis karakteristik surfaktan pada konsentrasi yang paling efisien. Secara dasar, proses surfaktan dapat menguras minyak yang terperangkap secara drastis dengan mengurangi tegangan antar muka dan meningkatkan efisiensi pendorongan. Di laboratorium, surfaktan yang diteliti menggunakan tiga konsentrasi; 0,3%, 0,5% dan 1%. Setiap konsentrasi surfaktan akan diuji untuk mendapatkan konsentrasi paling efisien dalam menurunkan nilai tegangan antar muka. Kemudian konsentrasi paling efisien dari larutan surfaktan yang terlarut dalam air formasi sintetik lapangan ”A” akan dilanjutkan ke proses spontaneous  imbibition pada oven dengan suhu reservoir (60oC) untuk menunjukkan kinerja surfaktan dalam kondisi termal dan untuk memberikan efisiensi perolehan minyak. Faktor-faktor utama yang mengarah pada peningkatan kinerja adalah emulsifikasi antara surfaktan-minyak untuk memfasilitasi produksi dan mengurangi tegangan antar muka yang stabil, diraih oleh surfaktan berkonsentrasi 0,3%. Makalah ini memberikan studi kelayakan injeksi bahan kimia yang terjangkau di salah satu lapangan di Indonesia dan penjelasan sederhana bagi orang awan dalam meningkatkan produktivitas di industri Minyak dan Gas di Indonesia.
CO-SURFACTANT POLYETHYLENE GLYCOL MONO-OLEATE IN THE ORMULATION OF NATURAL BASED-SURFACTANT FOR CHEMICAL EOR (SURFAKTAN PENDAMPING POLIETILEN GLIKOL MONO-OLEAT PADA FORMULASI SURFAKTAN BERBASIS NABATI UNTUK INJEKSI KIMIA EOR) Yani Faozani Alli; Letty Brioletty; Hestuti Eni; Yan Irawan
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 40 No 1 (2017)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.40.1.33

Abstract

Natural-based surfactant such as methyl esther sulfonate, which is derived from palm oil, has increasingly become the focus of study for the last decade to improve oil recovery due to the abundant raw materials availability and the need for oil as a source of energy. Surfactant MES development with the targeted fluid reservoir characteristic has been conducted in the laboratory scale as well as in the field scale. In this study, the addition of polyethylene glycol mono-oleate as co-surfactant to enhanced oil recovery in the “L” oil field in Central Java was investigated in the laboratory scale through compatibility observation, IFT measurement, thermal stability and core flooding tests. The results showed that the presence of PMO improved the solubility of surfactant mixture in the water which formed one phase milky solution. Decreasing IFT as the crucial factor for surfactant flooding was also achieved until 10-3 dyne/cm and thermally stable for two months. Furthermore, core flooding experiments to study the performance of surfactant to recover oil production showed that the mixture of MES and PMO are able to enhance oil recovery until 55.35% Sor and have potential to be used as chemicals for chemical flooding in the targeted oil field. Surfaktan berbasis nabati seperti surfaktan metil ester sulfonat (MES) dari bahan minyak kelapa sawit telah menjadi fokus penelitian selama satu dekade terakhir untuk meningkatkan perolehan minyak, mengingat ketersediaan bahan baku kelapa sawit yang melimpah di Indonesia serta kebutuhan akan minyak sebagai sumber energi yang terus meningkat. Pengembangan surfaktan MES agar sesuai dengan karakteristik fluida reservoar lapangan target juga telah berhasil dilakukan dalam skala laboratorium dan skala lapangan. Pada penelitian ini, pengaruh penambahan surfaktan pendamping polietilen glikol mono-oleat (PMO) untuk meningkatkan kemampuan surfaktan dalam meningkatkan produksi minyak pada lapangan “L” di Jawa Tengah dalam skala laboratorium dilakukan melalui uji kompatibilitas, ujitegangan antarmuka (IFT), uji kestabilan termal dan uji core flooding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan PMO sebagai surfaktan pendamping MES dapat meningkatkan kelarutan surfaktan di dalam air formasi terkait dengan keberadaan gugus etoksi yang mempunyai sifat antarmuka di dalam struktur molekul PMO. Penurunan IFT sebagai faktor penentu dalam injeksi surfaktan juga dapat dicapai hingga 10-3 dyne/cm, dan dapat bertahan hingga dua bulan pada suhu reservoar. Adapun pengujian kemampuan surfaktan dalam meningkatkan perolehan minyak melalui uji core flooding menunjukkan bahwa campuran surfaktan MES dan PMO dapat meningkatkan produksi minyak hingga 55.35% Sor dan berpotensi untuk dijadikan bahan injeksi kimia di lapangan target.
SUBSTITUTION OF PETROLEUM BASE WITH MES BASE SURFACTANT FOR EOR: LABORATORY SCREENING Sugihardjo Sugihardjo; Hestuti Eni
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 37 No 1 (2014)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.37.1.622

Abstract

Most of Indonesian oil fi eld had been categorized as mature fi led in which production had been declinedfor some time. Therefore EOR (Enhanced Oil Recovery) technology is a must to be implemented to thesekinds of fi eld. There are several EOR technologies had been employed successfully in laboratory and alsofi eld scales, including gas, thermal, and chemical injection. Most Indonesian oil fi elds have productivelayers depths below 2200ft that will not suitable for gas injection. So that chemical injections become animportant alternative that can be implemented to more wide range of depths. These technologies coveralkaline, surfactant, and polymer injection. This paper will highlight the selection and formulation ofsurfactant formulated from MES (Methyl Ester Sulfonates) produced from Palm Oils. These palm oils areavailable very abundant in Indonesia due to plenty farm palm oil in Indonesia. Normally Surfactants areformulated from petroleum sulfonates which are generated from petroleum base. By Using Surfactant that willbe manufactured from palm oil, it will be expected that the price will be cheaper compare to the surfactantfrom petroleum. A series of researches have been done to select the sources of palm oils, producing MESby sulfonation processes, and fi nally surfactant screening for EOR. Several types of MES produced fromvaries of palm oil taken from market such as: CPO (crude palm oil), several packed palm oils of differenttrademarks have been generated. These MES, then, have been given codes to differentiate among these MESsuch as: 1. CCO-MES (A), 2. CCO ME-MES (B), 3. Oleic Acid- MES (C), 4. Natrium Bisulfi t- MES1 (D),5. ME+H2SO4-MES2 (E), 6. CPO-MES (F). These MES production, then, have been formulated to becomesurfactant formula by adding some chemicals and solvent. After that alkaline ((Na2CO3) with optimizedconcentrations were added to generate the best EOR properties. All those Surfactant-MES have been testedusing Lemigas standard laboratory EOR screening; those are compatibility tests, IFT measurements, thermalstability, adsorption, fi ltration, phase behavior, imbibitions and core fl ooding. The result of the screening ofthe MES-chemicals mixtures shows that mixture of CPO-MES (F) with chemical and solvent with the mixturecomposition denoted as FChS811 has the best performance. 1% of this mixture has the best properties forEOR after adding 0.1% of Alkaline (Na2CO3). Laboratory test results indicates that fulfi ll screening criteriasuh as good compatibility and no precipitation, low IFT, thermal stability, low adsorption, low fi ltrationratio, Winsor type-I phase behavior, high RF on imbibition and core fl ooding tests. This Surfactant-MESmixture has a potential to be implemented for a fi eld trial with Huff and Puff method.
Investigation of Polymer Flood Performance in Light Oil Reservoir: Laboratory Case Study Dadan DSM Saputra; Bayu D Prasetiyo; Hestuti Eni; Yudha Taufantri; Ghifahri Damara; Yusuf D Rendragraha
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 45 No 2 (2022)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.45.2.1181

Abstract

The use of polymer solutions in the application of chemical EOR injection technology has a role in increasing oil recovery efforts by improving oil mobility in porous media. The addition of the polymer solution is expected to increase the viscosity value of the displacement fluid so that it can form a “piston-like” effect to increase the volumetric sweep efficiency of the light oil reservoir. The polymer used in this study was HPAM using 3 concentrations, namely 500 ppm, 1000 ppm, and 1500 ppm conducted at a temperature of 70 °C. The rheology test of the polymer included concentration vs temperature and shear rate vs viscosity. Thermal stability testing of polymer for 7, 14, 30, 60, and 90 days at 70 °C was done to determine the stability of the polymer solution. Filtration testing was conducted with the criteria of FR <1.2. The static adsorption test has been done with the standard limit of adsorption value <400 µg / gr. Polymer injectivity test using 3 variations of injection rates and coreflooding test were conducted to determine the reduction of Sor in reservoirs due to polymer displacement. From the polymer testing stage, it was found that HPAM polymers at 3 concentrations were compatible with the injection. This is indicated with the clear solution for 3 concentrations at room temperature and 70 °C. The rheology test results showed that the polymer solution with 3 concentrations was decreased in viscosity with the addition of the shear rate value. In the thermal stability test, the viscosity value of the HPAM with 500 ppm was relatively constant. The value of the FR for HPAM 500 ppm is 1.1, HPAM 1000 ppm is 1.07 and HPAM 1500 ppm is 1.03. The results of the static adsorption test showed the lowest HPAM value of 500 ppm was 156 µg/gr. In the injectivity test results, the resistance residual factor (RRF) values at injection rates of 0.3, 0.6, and 1 cc/min were 0.8, 1.04, and 1.12. The RRF value was close to 1, indicating that after injection of 500 ppm of HPAM tended to not experience plugging. Polymer flooding shows the oil recovery factor (RF) of water injection is 39% OOIP, and RF after polymer injection with 0.35 PV with flush water is 13.5% OOIP or 22% Sor. Knowing the behavior of HPAM polymer with various concentrations to be used for chemical EOR injection, it could provide advantages for future implementation in the light oil reservoir in Indonesia.
SURFAKTAN BERBASIS MINYAK SAWIT UNTUK APLIKASI EOR PADA LAPANGAN MINYAK INTERMEDIET (Surfactant based on Palm Oil for EOR Application at Intermediate Oil Field ) Hestuti Eni; Komar Sutriah; Sri Muljani
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 51 No 1 (2017)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.51.1.10

Abstract

Peningkatan produksi minyak tahap lanjut (EOR) perlu dilakukan pada lapangan minyak tua dengan kandungan minyak masih tinggi. Injeksi kimia, khususnya surfaktan sebagai bagian dari aplikasi EOR sudah terbukti mampu meningkatkan perolehan minyak dari lapangan minyak tua. Dewasa ini surfaktan berbasis minyak sawit mulai dikembangkan. Selain surfaktan ini mampu menurunkan tegangan antarmuka sebagaimana yang dipersyaratkan surfaktan sebagai chemical EOR, ketersediaan minyak sawit yang melimpah dan merupakan bahan baku yang terbarukan juga menjadi alasan mengapa dilakukan penelitian sintesa surfaktan berbasis minyak sawit untuk aplikasi EOR ini. Beberapa surfaktan berbasis minyak sawit disintesa, yaitu surfaktan MES, BES dan PDS. Ada tiga varian surfaktan PDS yaitu PDSH1, PDSH2 dan PDSH3. Parameter uji screening seperti kompatibilitas, tegangan antarmuka (IFT), filtrasi, dan ketahanan panas dilakukan sebelum diaplikasikan pada lapangan minyak intermediet. Dari kelima varian surfaktan, didapatkan formula terbaik 1% surfaktan PDSH3 yang memenuhi criteria pada uji screening. Karakterisasi FTIR dan analisa gravimetri thermal dilakukan untuk menentukan gugus fungsi sulfonat dan mengukur degradasi perubahan massa surfaktan terhadap panas. Uji injeksi kimia skala laboratorium dilakukan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan perolehan minyak yang dihasilkan. Enhanced oil recovery (EOR) should be done on mature oil fields with high remaining oil. Chemical injection, especially surfactantas a part of EOR application had proven able to increase oil recovery from mature oil fields. Nowadays, surfactants based on palm oil begin to be developed. Besides it can produce low interfacial tension as required as chemical EOR, the availability of oil palm whose abundant and palm oil as a renewable raw material are also the reasons why the research of synthesis surfactants based on palm oil to the application of eor was done. Several surfactants based on palm oil was synthesized, namely MES, BES and PDS.There are three varians of PDS surfactants, PDSH1, PDSH2 and PDSH3. Parameter screening tests such as compatibility test, interfacial tension, filtration test, and thermal stability test have been done before applied in intermediete oil field. From these surfactants obtained best formula 1% PDSH3 surfactant what fulfill criteria parameter screening tests. FTIR characterizations and thermal gravimetric analysis conducted to determine functional group of sulfonate and measuremass change in materials associated with transition and thermal degradation. Coreflooding test performed to determine increasing oil recovery.
Screening Test dan Karakterisasi Surfaktan yang Efektif untuk Injeksi Kimia Hestuti Eni; Ego Syahrial; Sugihardjo Sugihar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 2 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.2.157

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi perlunya aplikasi EOR khususnya chemical injection mengingat produksi minyak yang semakin menurun, meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri dan tingginya harga minyak dunia pada lapangan-lapangan minyak tua yang masih mempunyai sisa minyak cukup banyak di dalam reservoir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara karakteristik kandungan surfaktan dan hasil uji screening beberapa surfaktan yang sudah ada untuk proses pendesakan minyak tahap lanjut agar didapatkan informasi raw material surfaktan yang mempunyai kinerja efektif. Metodologi penelitian terbagi dalam 3 langkah, yaitu uji screening, karakterisasi surfaktan dan analisis korelasi hasil uji screening dengan hasil karakterisasi kandungan surfaktan. Penelitian dilakukan dengan sampel 10 jenis surfaktan yang selama ini menghasilkan oil recovery relatif tinggi pada uji chemical flooding, sampel minyak dari lapangan Ogan dengan viskositas 15 cP dan suhu reservoar 85oC. Dua buah surfaktan, yaitu RIPED-1 dan 13#A4 menunjukkan kinerja yang baik pada semua parameter uji screening, dan keduanya berbahan dasar nabati. Oleh karena itu, pada penelitian lanjutan mendatang, akan dibuat surfaktan dengan bahan dasar nabati
Peningkatan Perolehan Reservoir Minyak ’R’ dengan Injeksi Alkali-Surfaktan-Polimer pada Skala Laboratorium edward tobing; Hestuti Eni
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 47 No 2 (2013)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.47.2.240

Abstract

Kumulatif perolehan minyak reservoar ’R’ setelah dilakukan injeksi air sampai dengan akhir tahun 2012 sebanyak 33.51% OOIP. Upaya untuk meningkatkan perolehan minyak pada reservoir tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan metode Enhanced Oil Recovery (EOR). Hasil pemilihan metode EOR terhadap karakteristik fluida dan batuan reservoir ’R’ menunjukkan bahwa metoda yang cocok adalah injeksi Alkali Surfaktan Polimer (ASP). Tulisan ini menyajikan hasil studi laboratorium peningkatan perolehan minyak pada reservoir ’R’ dengan injeksi ASP. Dan tujuan studi tersebut adalah untuk mengetahui penambahan perolehan minyak dengan menginjeksikan ASP pada batuan reservoir ’R’. Berdasarkan hasil uji compatibility, interfacial tension, reologi, thermal stability, filtrasi dan adsorpsi pada fluida injeksi ASP, maka diperoleh konsentrasi optimum dari masing-masing fluida injeksi tersebut. Mengacu pada konsentrasi optimum fluida injeksi ASP tersebut, kemudian dilakukan uji core flooding berdasarkan rancangan fluida injeksi yang sudah ditentukan. Hasil utama dari uji core flooding tersebut menunjukkan adanya peningkatan perolehan minyak sebanyak 9.94% OOIP. Bila hasil uji laboratorium tersebut diaplikasikan pada skala lapangan dengan menginjeksikan fluida ASP melalui sumur injeksi di reservoar ’R’, serta memenuhi persyaratan secara teknik, maka diperkirakan penambahan produksi minyak sebanyak 3.88 juta bbl.