Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Farmer regeneration crisis in villages: Case study of youth in Sragen, Indonesia Nugroho, Cahyo Bagus Tri; Sugihardjo; Permatasari, Putri; Anantanyu, Sapja
Journal of Agrosociology and Sustainability Vol. 2 No. 1: (July) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jassu.v2i1.2024.775

Abstract

Background: The rice fields in Sumberlawang District are 1,902 hectares, which are dominated by food crops, therefore the community's main livelihood is as farmers. Farming work has received a poor response from some village youths, young people tend to choose jobs in urban areas by means of urbanization in the hope of earning a high income. The aim of this research is to determine the factors and perceptions of young people in Sumberlawang District following in the footsteps of their parents to become farmers or work in the non-agricultural sector, by analyzing the internal and external factors that influence this. Methods: The method used to obtain and analyze data is a quantitative method supported by qualitative data. Findings: The results of the research show that factors that have a significant relationship with youth regarding farmer work are access to information. Conclusion: Factors that are significantly related to young people's perceptions of farmer work are: formal education and personal experience, while those that are not significantly related are non-formal education, cosmopolitan, and socio-cultural. Novelty/Originality of this Study: Its focus is on understanding the perceptions of rural youth in Sumberlawang District towards agricultural work, with a detailed analysis of the internal and external factors influencing these perceptions. This research provides a comprehensive examination of the significant relationships between formal education, personal experience, and access to information, and how these factors shape youth attitudes towards farming. The study aims to address the declining interest among youth in agricultural professions.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penguatan Modal Sosial dan Peran Stakeholder dalam Pembangunan Desa Wisata di Kabupaten Karanganyar Wibowo, Agung; Lestari, Eny; Sugihardjo
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202446684

Abstract

Keberadaan nilai-nilai modal sosial dan peran stakeholder dalam pemberdayaan masyarakat di desa wisata memberikan dampak pada penguatan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai modal sosial dan peran stakeholders dalam pembangunan desa wisata. Lokasi penelitian ini di Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat, perangkat desa, petani, kelompok wanita tani, Kelompok usaha ekonomi produktif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif, yaitu melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai modal sosial di masyarakat (hubungan sosial, nilai/norma, toleransi, kesedian mendengar, kejujuran, pengetahuan tradisional, jaringan sosial, trust, tukar kebaikan, kesetiaan dan kebersamaan, tanggung jawab, partisipasi sosial, dan kemandirian) terbukti berperan penting dalam pembangunan desa wisata. Selanjutnya stakeholder (Pemerintah Desa, Perguruan Tinggi, Karang Taruna, PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga), tokoh masyarakat, Perhutani) memainkan peran penting di dalam pemberdayaan masyarakat, yakni membangun keberlanjutan, melakukan perubahan dan sebagai fasilitator.
Pemuda dan Wirausaha Pertanian: Hubungan Umur, Tingkat Pendidikan, Jenis Kelamin, Riwayat Keluarga Petani dengan Minat Arum Pratiwi, Moerindra Sekar; Sugihardjo; Anantanyu, Sapja
AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies Vol. 5 No. 1 (2024): AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies
Publisher : Balai Pelatihan Pertanian Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46575/agrihumanis.v5i1.202

Abstract

The agricultural sector is the majority livelihood sector owned by the Indonesian population. Over time, Indonesia's agricultural development has been increasingly developed, this is evidenced by BPS data regarding the percentage of agricultural informal workers which increased in 2019 - 2021. The agricultural sector in Indonesia is currently experiencing the phenomenon of aging farmers, where there is a scarcity of youth who focus on working or working directly in the agricultural sector. The purpose of this study was to determine the bivariate relationship between age, education level, gender, and family history of farmers with youth interest in entrepreneurship in the agricultural sector. This research will be carried out in July-September 2023 in Wonogiri District, Wonogiri Regency. The research method used in this study is a quantitative research method using survey research techniques. The sample selection in this study used quota sampling and snowball sampling, with a research sample of 70 respondents, obtained by the Lameshow formula. The data analysis method in this study uses kai squared analysis, using SPSS 27. The results of this study are age, education level, and gender are not related to variables of interest in agricultural entrepreneurship, while farmer family history is related to youth interest in agricultural entrepreneurship.
The Influence of the Communication Process on Agro Innovation Park Mentoring Program on the Performance of Bogor Women Farmer Groups Islami, Mutiara Shima; Sugihardjo; Widayanti, Emi
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 18 No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jpp.v18i1.596

Abstract

Agro Innovation Park (Tagrinov) is an innovation in the display of technology for the use of yards at BBP2TP which functions as a place for education regarding the optimal arrangement of yard areas. Tagrinov's activity is to provide services for innovative technology mentoring activities for the use of yards. The farmer women's group is one of the communities that have received Tagrinov's mentoring services. This study aims to determine the effect of the communication process in the Agro Innovation Park (Tagrinov) mentoring program on the performance of women's farmer groups in Bogor through the intervention of the communication effect variable. The research method is quantitative. The research location is Bogor City. The sample was determined by proportional random sampling method of 55 respondents. Data analysis used path analysis using the IBM SPSS 25 application. The results showed that the communication process in the Agro Innovation Park mentoring program through communication effects had a significant effect on the performance of women's farmer groups in Bogor.
Pemberdayaan masyarakat melalui inisiasi bank sampah Rusdiyana, Eksa; Sugihardjo; Setyowati, Retno; Widiyanto; Lestari, Eny
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 7 No 3 (2024)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v7i3.21259

Abstract

Implementasi prinsip pemilahan sampah reduce, reuse, dan recycle melalui bank sampah belum banyak berkembang di masyarakat. Inisiasi bank sampah masih dihadapkan dengan berbagai kendala seperti literasi ekologi tentang sampah yang masih kurang serta minimnya tenaga penggerak bank sampah itu sendiri. Kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Kepuh ini bertujuan untuk menguatkan literasi ekologi permasalahan sampah serta menginisiasi bank sampah tingkat desa. Metode pendekatan yang digunakan adalah partisipatory rural appraisal (PRA) dengan masyarakat mitra kelompok PKK. Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan sikap mitra terkait literasi sampah digunakan pendekatan kelompok dengan teknik penyuluhan. Materi penyuluhan yang diberikan meliputi: (1) Edukasi masalah sampah, (2) Pemetaan perilaku rumah tangga terhadap sampah, serta (3) Urgensi keberadaan bank sampah. Sedangkan untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan bank sampah dilakukan dengan teknik praktek, pendampingan, operasional bank sampah, studi banding, serta monitoring dan evaluasi terhadap keberjalanan program bank sampah. Berdasarkan program yang telah terlaksana, diperoleh hasil yaitu; (1) Berdasarkan peta pemanfaatan sampah, sebagian kecil rumah tangga PKK sudah berupaya memanfaatkan sampah jenis tertentu. (2) Inisiasi bank sampah diharapkan mampu menguatkan perilaku rumah tangga PKK dalam memanfaatkan sampah, hal ini terlihat dari adanya peningkatan partisipasi anggota PKK dalam kegiatan operasional bank sampah, serta para pengurus telah memiliki ketrampilan dalam menjalankan bank sampah.
CCUS-Aksi Mitigasi Gas Rumah Kaca dan Peningkatan Pengurasan Minyak CO2-EOR Sugihardjo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emisi CO2 pada saat ini sangat tinggi yaitu pada tingkat lebih dari 400ppm di atmosfer, karena pembakaran bakar fosil yang terus menerus meningkat seiring dengan aktivitas industri yang terus bertambah. CO2 dalam jumlah besar yang dapat diterapkan dalam kegiatan CCS dan CCUS berasal dari industri atau pabrik. CCUS sangat potensial diterapkan di Indonesia, mengingat banyak lapangan tua dan sumber CO2 yang belum dimanfaatkan. Telah dilakukan studi CCUS atau CO2-EOR dengan kasus lapangan di Sumatera Selatan. Dengan analisis mulai screening lapangan, studi laboratorium, simulasi reservoar, integrasi sumuran, penangkapan dan transportasi CO2, serta monitoring. Kajian simulasi reservoar menunjukkan bahwa injeksi CO2 dapat menaikkan perolehan minyak serta juga dapat terjadi penyimpanan CO2 yang merupakan mitigasi gas rumah kaca.
Penyaringan dan Peringkat Cekungan Kalimantan Timur serta Potensinya untuk Implementasi CCUS Sugihardjo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CCUS dan CCS merupakan teknologi yang dapat diimplementasikan untuk mencapai target penurunan emisi Gas Rumah Kaca dan menghambat kenaikan suhu bumi antara 1,50°C sampai 2°C. Kedua teknologi tersebut dapat menurunkan emisi Gas Rumah Kaca secara masif dibandingkan teknologi lainnya. Keuntungan implementasi teknologi CCS dibandingkan CCUS, CCS hanya berguna untuk menyimpan CO, sedangkan CCUS selain untuk menyimpan CO, dapat menaikan produksi minyak dengan proses injeksi CO,-EOR. Sebagai penelitian awal, telah dilakukan penyaringan dan pemeringkatan cekungan sedimen Indonesia terutama dari yang telah diketahui sekitar 60 cekungan sedimen (Sunarjanto, 2008) berdasarkan metode Bachu 2003. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil dengan peringkat tiga besar adalah: cekungan sedimen Kutai, Sumatera Selatan, dan Sumatera Tengah. Kemudian dilakukan penelitian laboratorium dengan dua lapangan target yang lokasinya dekat dengan sumber CO, yaitu lapangan Ak dan St. Dari uji laboratorium injeksi CO,-EOR pada dua lapangan terpilih menunjukan hasil yang sangat potensial untuk meningkatkan perolehan minyak. Kemudian prediksi kebutuhan CO, dan kenaikan peningkatan perolehan minyak juga menunjukkan hasil yang cukup baik. Namun hasil ini perlu dikaji lebih dalam pada studi lapangan lebih lanjut. Source sink matching untuk kedua lapangan At dan St dapat digunakan sumber CO, yang utama dari Kilang LNG Badak dan Kilang Unit-V Balikpapan. CO, dari sumber kilang tidak perlu biaya pemasangan alat untuk pemisahan CO, dan mempunyai jarak hanya sekitar 50 km.
Lapangan Migas Potensial Sebagai CCUS-EOR Studi Kasus: Prospek Injeksi CO, di Sumatera Selatan M Romli; Sugihardjo; Djoko Sunarjanto; Suliantara; Nurus Firdaus; Dadan DSM Saputra
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumatera Selatan sebagai provinsi sumber energi perlu tetap dijaga kelestarian dan keberlanjutannya. Dua hal antara sumber energi dan menjaga kawasan berwawasan lingkungan, memunculkan ide mengoptimalkan Gas Co, sebagai hasil limbah PLTU untuk dikelola menjadi bermanfaat, dengan menginjeksikannya ke lapangan migas di Sumatera Selatan. Metodologi penelitian menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif data primer dan sekunder, baik data sumber dan target injeksi CO,. Hasil identifikasi data dilakukan analisis awal untuk menentukan lokasi terpilih di Sumatera Selatan. Survey lapangan berbasis Sistem Informasi Geografi di PLTU Simpang Belimbing dan sekitarnya guna menyusun Peta Network Clustering. Analisis buffer digunakan untuk mengetahui lokasi terbaik penempatan fasilitas integrasi CO,, distance analisis digunakan untuk mengetahui prioritas target berdasarkan jarak dari sumber, serta morfologi analisis digunakan untuk mengetahui fasilitas distribusi yang efektif bagi tiap pasangan sumber-target. Hasilnya diperoleh beberapa pasangan sumber-target yang secara jarak dan kebutuhan-ketersedian CO, mencukupi untuk dilakukan injeksi CO,-EOR. Alternatif skenario buffer zone dengan target Cluster Lapangan Migas PQR Sumatera Selatan, pada radius 100 km utamanya akan didukung CO, hasil PLTU Simpang Belimbing dan dua lapangan migas terpilih sebagai kandidat pada Klaster PQR. Jumlah isi minyak awal pada lapangan tersebut 365,850.00 MSTB, terdapat potensi produksi injeksi CO, sebesar 54,877.50 MSTB dan kebutuhan CO, untuk injeksi sebesar 21,951.00 MTon. Skenario radius 100 km akan ditambah dari Instalasi stasiun pengumpul gas Grisik dan Suban, dan seterusnya makin besar radius buffer akan banyak PLTU yang siap sebagai sumber CO,. Dilakukan pengukuran jarak datar yang sekaligus merupakan perhitungan panjang pipa dari lapangan migas ke sumber CO, terpilih, dalam radius 100 kilometer, minimum diperlukan pipa distribusi sepanjang 203.65 kilometer. Kelebihan penelitian ini terintegrasinya subsektor migas, mineral (batubara), dan energi guna menciptakan pengembangan energi hulu - hilir ramah lingkungan.
PENGAMATAN MEOR MENGGUNAKAN FORMULA NUTRISI RENDAH GLUKOSA DENGAN METODA IMBIBISI Sugihardjo; Zulkifliani; Onie Kristiawan; Cut Nanda Sari; Syafrizal
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan skala laboratorium telah dilakukan untuk merancang formula nutrisi MEOR (Microbial Enhanced Oil Recovery) dengan bahan dasar rendah-glukosa. Bahan yang dipakai meliputi: limbah cair tahu, air kelapa, limbah cair ikan, limbah pengolahan pati, ekstrak teh, pupuk cair, ekstrak daging sapi, dan pepton. Bahan-bahan tersebut diracik untuk menjadi beberapa formula yang dapat merangsang pertumbuhan mikroba yang terkandung pada percontoh fluida dari sumuran SMR-01, SMR-02, dan SMR-03 sehingga menghasilkan bioproduk yang diperlukan untuk MEOR Pada seleksi kajian awal ada 48 formula nutrisi, kemudian diseleksi dan diperoleh yang potensial dalam pertumbuhan mikroba sebanyak 8 formula, yaitu 2 macam formula untuk SMR-01, 3 untuk SMR-02, dan 3 juga untuk SMR-03. 8 formula tersebut diinkubasi selama 7 hari dan diamati bioproduknya yang meliputi: pertumbuhan mikroba, pH, IFT, densitas, dan viskositas minyak. Pada tiap formula juga ditambahkan konsorsium mikroba exogenous untuk memperkaya jenis mikroba. Uji imbibisi dilakukan terhadap 8 formula tersebut serta ditambah 8 formula lagi dengan menambahkan konsorsium mikroba exogenous selama 71 hari. Hasil yang terbaik ternyata ada pada formula Ef1 dengan penambahan ekstrak teh dan pepton dan Ez1 dengan tambahan ekstrak teh dan ekstrak beef pada fluida SMR-02. Dengan nilai masing masing nilai RF (recovery factor) 56,91 untuk Ef1 dan 55,86% untuk Ez1. Oleh karena itu kedua formula tersebut dapat dijadikan acuan untuk implementasi lapangan. Secara ekonomis mungkin Ez1 akan lebih murah karena prosentase kandungan extract beef hanya 10%.
STUDI KELAYAKAN UNTUK IMPLEMENTASI INJEKSI CO2 SKALA PILOT DI LAPANGAN MINYAK A, SUMATERA SELATAN Dadan DSM Saputra; Sugihardjo; Edward ML Tobing
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Injeksi CO2-Enhanced Oil Recovery (EOR) di lapangan minyak mature Indonesia untuk meningkatkan produksi minyak perlu segera diaplikasikan. Selain untuk meningkatkan produksi minyak, injeksi CO2-EOR juga digunakan untuk mengurangi emisi gas CO2 di atmosfer. Pemerintah perlu mengaplikasikan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) untuk dapat mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sesuai dengan RUEN dan INDC Indonesia yaitu sebesar 29% pada tahun 2030. Tujuan dilakukannya studi ini untuk mengkaji kelayakan dari proyek implementasi injeksi CO2 skala pilot di Lapangan Minyak A. Studi ini fokus pada studi kelayakan injeksi CO2 skala pilot di Lapangan Minyak A Lapisan Y Blok D di daerah Sumatera Selatan dimulai dari proses screening lapangan minyak untuk injeksi CO2, studi Geologi Geofisika dan Reservoir (GGR) serta analisis keekonomian yang mencakup skenario transportasi CO2 dari sumber CO2 ke lokasi injeksi. Dari hasil simulasi reservoir didapatkan bahwa injeksi CO2 secara dengan laju alir sebesar 150 ton per hari selama 5 tahun (dimulai dari awal 2017) dapat meningkatkan perolehan minyak menjadi 4,7% IOIP (dengan basecase 2% IOIP), sedangkan dengan menggunakan laju alir 75 ton per hari dapat meningkatkan sebesar 3,37% IOIP pada daerah prospek di Lapisan Y Blok D. Dari hasil analisis keekonomian, harga jual CO2 terendah diperoleh dari skenario II (transportasi menggunakan truk) sebesar US$48,13 per ton CO2 dan akan layak untuk diinjeksikan pada saat harga minyak lebih dari US$83 per barel.