Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Status Gizi dan Pola Makan pada Anak Ance Siallagan; Jagentar Pane; Murni Sari Dewi Simanullang; Veronika Damanik
Jurnal Gawat Darurat Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Gawat Darurat: Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/jgd.v5i2.1889

Abstract

Gizi merupakan hal penting dalam tumbuh kembang anak. Pola makan tidak seimbang seperti jenis, jumlah, dan jadwal makan, sangat mempengaruhi nilai status gizi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola pemberian makan dan kaitannya dengan status gizi anak prasekolah di Tanjung Morawa, Sumatera Utara. Penelitian ini mempunyai rancangan deskriptif korelatif melalui pendekatan cross sectional. Sampel yang menjadi responden adalah ibu dan anak usia 4-5 tahun sejumlah 70 orang, melalui total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner pola pemberian makan dan tabel status gizi menurut z-score. Analisa data penelitian ini menggunakan uji Spearman rank. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebagian besar pola pemberian makan anak berada pada kategori baik (85,7%) denan status gizi baik (90,0%). Hasil uji statistic diperoleh p value =0,000, yang artinya ada hubungan signifikan antara pola pemberian makan dengan status gizi anak usia 4-5 tahun.
PENDAMPINGAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI SENSORI PADA KLIEN HALUSINASI DI RUMAH SAKIT JIWA MEDAN Ance Siallagan; Lindawati Simorangkir; Friska Ginting; Imelda Derang; Yohana Beatry Sitanggang; Indra Hizkia Perangin-Angin; Rusmauli Lumban Gaol; Lenny Khairani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1707-1713

Abstract

Halusinasi masih menjadi masalah utama pada klien skizofrenia yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Terapi modalitas diperlukan untuk mendukung farmakoterapi pengobatan skizofrenia. Salah satu terapi aktivitas kelompok yang mampu mengontrol halusinasi klien skizofrenia adalah stimulasi sensori. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan dalam terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori pada klien skizofrenia yang mengalami halusinasi di RSJ Prof. M.Ildrem Medan. Kegiatan dilakukan dua kali dengan durasi 60 menit, terdiri dari sesi pembukaan, sesi mengidentifikasi halusinasi dan latihan menghardik, dan sesi evaluasi serta tindak lanjut. Pendampingan diberikan kepada enam klien skizofrenia yang dibagi menjadi tiga kelompok. Stimulasi sensori diberikan dengan permainan bisik kata dan mengidentifikasi suara. Hasil dan kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah sangat baik dimana klien mampu mengidentifikasi stimulus sensori yang diberikan. Klien juga mampu mengidentifikasi halusinasinya dan melakukan cara menghardik halusinasi yang benar. Pelaksanaan terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori sebaiknya rutin dilakukan untuk mengontrol halusinasi klien skizofrenia, serta melibatkan anggota keluarga untuk menghindari kejadian relaps atau rawat inap ulang.
PENDAMPINGAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK MEWARNAI KEPADA PASIEN HALUSINASI DI RUMAH SAKIT JIWA MEDAN Lindawati Simorangkir; Mestiana Br Karo; Lili Tumanggor; Agustaria Ginting; King Deston Sitanggang; Ance Siallagan; Magda Siringo-ringo; Lenny Khairani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3427-3431

Abstract

Halusinasi pendengaran yang paling sering terjadi pada pasien gangguan jiwa. Pasien akan mendengar suara orang lain  seperti ejekan, ancaman, dan perintah untuh melukai dirinya sendiri bahkan orang lain. Terapi aktivitas kelompok mewarnai merupakan bentuk komunikasi alam bawah sadar yang dapat mengontrol dan melawan halusinasinya. Tujuan dari kegiatan pengmas ini adalah meningkatkan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi pendengaran dengan mendampingi pasien melakukan terapi aktivitas kelompok mewarnai di rumah sakit jiwa Medan. Pelaksanaan kegiatan ini tujuankan pada pasien yang mengalami halusinasi pendengaran sebanyak 7 orang. Metode yang digunakan yakni demonstrasi dan diskusi  terkait Strategi pelaksanaan (Sp1 – Sp4) serta menyediakan media gambar dan pensil warna.  Hasil dari terapi aktivitas, pasien mampu mencocokan warna, meningkatkan motorik halus pasien bagus, dan dapat mengotrol halusinasi sesuai dengan strategi pelaksanaan ke 4